
Setelah kembali ke rumah, Kanza merenungi suka duka menjadi istri seorang Daniel Permana. Tidak melulu hanya kebahagiaan, Kanza juga merasakan hati yang tersiksa ketika menyaksikan kekejaman Daniel bila menyangkut dirinya. Walaupun tidak di tujukan kepada nya, tapi membuat hati Kanza merasa tidak tenang. Kanza selalu merasa bersalah kepada orang-orang yang terkena hukuman oleh Daniel.
Pagi ini nyonya besar menelepon Daniel. Nyonya besar memperingatkan Daniel untuk segera melakukan perjalanan bulan madu. Alasan yang di berikan Daniel untuk menunda bulan madu mereka sudah terlaksana dengan baik.Walaupun ada sedikit gangguan di dalamnya.
"Tunggu ya Mi setelah perayaan ulang tahun Perusahaan, " ucap Daniel kala itu menjawab telepon dari Nyonya besar.
"Tak ada alasan lagi dong? " ucap Nyonya besar ketika Daniel menerima teleponnya di pagi ini.
"Iya Mi, kami berangkat besok, " jawab Daniel.
"Gitu dong, Mami mau secepatnya gendong cucu, " cecar Nyonya besar.
"Sabar Mi, " jawab Daniel.
Ada sedikit rasa gelisah di hati Kanza mendengar omongan Mami yang begitu menginginkan kehadiran cucu.
Ke esokan harinya Daniel dan Kanza pun berangkat menuju Paris. Tiket yang disediakan Nyonya besar adalah untuk ke paris.
Kanza merasa senang karena bisa menginjakkan kaki disana. Hal yang memang sudah lama ada di impiannya.
"Kali ini kita harus lebih bekerja keras baby, " ucap Daniel ketika mereka sudah memasuki kamar sebuah villa milik keluarga Permana disana.
"Siapa takut, " ucap Kanza menantang Daniel.Kanza ingin segera bisa hamil supaya tidak mengecewakan Nyonya besar Permana.
Daniel sedikit terkejut mendengar jawaban Kanza.
"Kamu memang betul-betul Nyonya Daniel Permana, " ucap Daniel memuji keberanian Kanza.
"Malam ini kita istirahat dulu, tapi ingat, besok pagi aku akan membuatmu tidak bisa berjalan, " ucap Daniel kepada Kanza.
Akhirnya malam itu mereka beristirahat tanpa melakukan aktifitas ranjang mereka.Sebelumnya mereka membersihkan tubuh dan mengisi perut mereka.
Kanza membuka matanya ketika dia merasa ada beban yang begitu berat menindih tubuhnya. Ternyata Daniel sudah berada di atas tubuhnya pagi itu.
Daniel menepati perkataan nya malam tadi.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan Mas? " tanya Kanza sambil mengumpulkan kesadarannya.
"Membuatmu segera hamil, " jawab Daniel enteng.
Kanza pun segera teringat ucapan Nyonya besar. Dia pun segera bersiap untuk menerima gempuran dari Daniel di pagi itu.
Dengan nakalnya Kanza mengecup pucak dada Daniel. Sontak Daniel menggeliat merasakan geli kenikmatan disana.
"Sayang ulangi, "pinta Daniel.
Kanza pun mengulangi aktifitasnya. Lama kelamaan Kanza yang sudah terbakar gairah akibat aktifitas tangan Daniel semakin bergerak liar.
Kini Kanza sudah berada diatas tubuh Daniel.Hal yang belum pernah dilakukannya sebelumnya. Kanza mulai meraba adik kecil Daniel yang sudah mengacung dengan sombong dan membenamkannya ke tubuhnya.
" Akhh... "sebuah ******* lolos dari mulut Kanza ketika milik Daniel menghujam dalam tubuhnya. Setelah menetralkannya beberapa saat, kini Kanza mulai menggoyangkan pinggulnya dengan perlahan.
Kanza merasakan ada sensasi yang baru yang dirasakannya ketika dia berada di posisi atas memimpin permainan. Lama kelamaan goyangan Kanza semakin cepat dan tidak beraturan.
Daniel begitu merasakan nikmat yang luar biasa. Tangannya terus menempel dan meremas pada gunung kembar Kanza yang ikut bergoyang naik turun mengikuti gerakan Kanza.
"Terimakasih sayang, kamu memang luar biasa, " ucap Daniel kepada Kanza.
Jam sembilan pagi mereka keluar dari villa dan pergi mencari sarapan pagi di Restoran yang terdekat. Daniel pun memesankan makanan untuk mereka berdua.
Selagi mereka menikmati makanannya,seorang wanita bertubuh **** datang mendekati meja mereka.
"Hai Daniel, lama tidak jumpa, " ucapnya dalam bahasa Inggris.Dia pun segera memeluk Daniel dari belakang.
"Aku merindukanmu, " ucapnya sambil menempelkan buah dadanya yang besar dan terlihat menyembul ke tubuh Daniel.Wanita itu seakan tidak terpengaruh dengan kehadiran Kanza di sana.
Spontan jantung Kanza berdetak dengan kencang. Kanza menghentikan aktifitasnya dan mengalihkan pandangannya dari Daniel.Kanza tidak tahan melihat prilaku wanita itu kepada suaminya.
"Kamu tahu, Richard lagi ada di lantai dua," ucap wanita itu memberitahu Daniel.
Daniel terkejut mendengar kalau sahabatnya Richard lagi ada di tempat itu juga.
__ADS_1
"Serius? " tanya Daniel sambil melepaskan tubuhnya dari dekapan wanita itu.
"Hmmm, apa kamu tidak ingin menemuinya? "desak wanita itu.
Sejenak Daniel terlihat berpikir.Sifat Richard yang terkenal dengan ke playboy annya membuat Daniel berpikir dua kali untuk membawa Kanza menemuinya.
" Boleh saya tinggal sebentar? "tanya Daniel kepada Kanza.
Walaupun hati Kanza sangat panas melihat tingkah wanita yang datang menemui mereka, namun Kanza tetap menganggukkan kepalanya.
Daniel pun segera berdiri dan berjalan menuju tangga ke lantai atas
" Sebentar ya sayang, "ucap Daniel sebelum benar benar menghilang ke balik tangga tersebut.
Seketika Kanza menangkap gerakan wanita itu yang melahap bibir Daniel dengan rakus sebelum mereka menghilang di balik tangga.
Jantung Kanza terdengar berdetak dengan kencang. Hatinya terasa sakit. Bayangan wanita itu yang melahap bibir suaminya dengan rakus terus menari di otaknya.
Kanza segera berlari keluar dari tempat itu. Kanza tidak mau orang lain melihat air mata yang sudah tidak bisa di bendungnya. Kanzapun bingung hendak berlari ke arah mana setelah dia berada di luar Restoran.
Tiba-tiba mata Kanza melihat ada sudut bangunan yang tertutup oleh tembok. Kanza pun berlari kesana.
Kanzapun menangis di sana. Air mata kini telah membasahi wajahnya. Sesak begitu terasa di dada Kanza. Hatinya begitu terasa sakit. Bagaimana tidak? saat ini Kanza sudah benar-benar jatuh cinta kepada Daniel. Tapi apa yang dia lihat?
Seketika Kanzapun menyadari perbedaannya dengan Daniel bagai pungguk merindukan bulan.
"Apa aku tidak pantas berada di sana sehingga dia tidak mengajakku? " gerutu Kanza.
"Atau Richard hanya alasan untuk mereka melakukan persetubuhan? " batin Kanza.
Bermacam macam alasan timbul di benak Kanza. Sehingga hati Kanza semakin nelangsa. Air mata yang diusahakannya untuk berhenti, tidak mau menurut kepada Kanza.Tanpa Kanza sadari sudah satu jam dia berjongkok di sudut bangunan tersebut. Kakinya kini sudah terasa kebas. Dengan perlahan Kanza bangkit berdiri.Dia meraih apa yang bisa di jangkau oleh tangannya untuk menopang tubuhnya supaya tidak terjatuh.
Sementara di tempat lain Daniel dengan frustasi berlari kesana kemari mencari keberadaan Kanza. Daniel pun sudah menelepon pasukan Elang Malam yang ada di Paris untuk segera mencari keberaraan Kanza. Kaki Daniel tidak bertenaga membayangkan Kanza sedang berada di markas musuhnya. Wajah ketakutan Kanza yang sedang di siksa oleh Bryan pemimpin Geng Baracuda terus melintas di bayangannya.
Semakin lama Kanza tidak di temukan. Maka semakin besar kepanikan yang dirasakan oleh Daniel.
__ADS_1