
Suara gemuruh terdengar dari papan pengumuman ketika Kanza memasuki kampus.
Suara gemuruh itu menyita perhatian Kanza,akhirnya Kanza melangkah mendekati papan pengumuman untuk mengetahui pengumuman apa yang membuat para mahasiswa kampus ini terdengar antusias membahasnya.
Sebuah pengumuman tertempel di papan pengumuman mengenai pertukaran mahasiswa dan syarat-syarat yang telah ditentukan.
Kanza membaca dengan teliti syarat-syarat tersebut.Kemudian Kanza menyunggingkan senyuman.
"Saya pasti mampu memenuhi syarat ini."ucapnya pada diri sendiri.
Kanza merasa tertantang untuk mengikuti pertukaran mahasiswa tersebut.Pasalnya jurusan sosiologi akan dikirimkan ke sebuah kampus ternama dikota Bali.
Sudah sejak lama Kanza ingin menginjakkan kaki di kota surga dunia tersebut.
Kali ini ada kesempatan yang bagus,kesempatan yang berprestasi dan kesempatan untuk menorehkan namanya di sejarah prestasi Kampus ini.
Mulai saat itu,Kanza dengan sungguh -sungguh mempersiapkan dirinya untuk memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh pihak kampus.Waktu yang diberikan kampus hanya sebulan untuk semua proses sampai keberangkatan.
"Saya harus bisa dapatkan kuota!!"tekad Kanza
" Ok,siap membantu!"dukung Yuni.
"Kamu fokus dulu sama kuliah kamu kalau begitu,biar toko kue kami yang handle," ucap Noni.
"Serius?" tanya Kanza dengan mata berbinar
"Gimana teman-teman?"tanya Noni pura-pura minta persetujuan teman-teman yang lain.
" Aku yo'i,"sahut Tuty
" Aku Yes,"kata Reni
"Tapi nanti kamu harus bawain kita oleh-oleh ya?" syarat Yuni.
"Haaa,Sini pelukk!" ucap Kanza terharu sambil merentangkan tangan nya.
"Makasih ya teman-teman,Kalian yang terbaik deh!"ucap Kanza merasa beruntung mempunyai sahabat-sahabat seperti mereka.
Dalam pengetahuan Kanza,sahabatnya Noni bekerja dibidang program internet,Tuty bekerja di bidang online shop.Sedangkan Yuni dan Reni adalah mahasiswa yang kuliah satu kampus dengan nya.Yuni satu jurusan dengan Kanza sedangkan Reni kuliah dibidang hukum.Tapi itu hanya mahasiswa siluman yang memang diperintahkan Daniel untuk menjaga Kanza Di kampus.Dan pihak kampus mengetahui keberadaan Yuni dan Reni,tapi tidak mengetahui apa tujuan sebenarnya.
"Kalau Kanza lolos pada pertukaran mahasiswa itu,saya juga akan tinggal di Bali selama Kanza berada di Bali," terang Daniel pada Rendy
"Aduhh Bos,itu akan menyulitkan saya bolak-balik Jakarta Bali Bos," ujar Rendy merasa keberatan dengan ide bosnya tersebut.
"Itu bukan urusan saya,tidak ada negosiasi," tegas Daniel.
"Huuffff...!"Suara napas berat Rendy terdengar menandakan Rendy lagi menanggung beban berat.
Rendy paham sifat bosnya tersebut,Apabila sudah memutuskan,maka tak ada yang bisa mengubahnya.Terlebih ini mengenai Nona Kanza.
Tibalah hari pengumuman nama -nama mahasiswa yang lolos untuk mengikuti pertukaran mahasiswa.
Sedari malam Kanza sudah gelisah,dia tidak sabar menunggu matahari terbit.Begitu jam menunjukkan pukul lima pagi,Kanza melompat dari tempat tidur,mempersiapkan sarapan untuk dirinya,bergegas mandi dan secepat mungkin menghabiskan sarapannya.
Kanza bergegas menuju kampusnya,begitu tiba di kampus,situasi kampus masih hening.Baru beberapa mahasiswa yang sudah tiba dikampus,itupun kelihatannya para pengurus organisasi-organisasi yang ada di kampus ini,sepertinya mereka lagi mempersiapkan kegiatan organisasi tersebut.selainnya adalah para petugas kebersihan kampus ini.
__ADS_1
Kanza berjalan menuju kantin,mengharap menemukan mahasiswa yang dikenalnya.Tapi dikantin belum ada seorangpun mahasiswa,yang ada cuman tukang kantin yang lagi mempersiapkan jualan masing-masing.
Akhirnya Kanza memesan Teh hangat sambil menunggu mahasiswa lain tiba.Tak berapa lama Reni dan Yuni muncul di Kantin.
Tibalah waktunya pengumuman,semua mahasiswa yang mendaftarkan namanya berkumpul di papan mading.kertas-kertas pengumuman telah tertempel di mading.Para mahasiswa berebutan untuk mencari nama mereka,tak terkecuali Kanza. Dia menemukan namanya tertera di kertas pengumuman tersebut.
"Horeee,aku ke bali,aku ke bali," teriaknya kegirangan,Kanza begitu gembira sampai dia melompat-lompat kegirangan.Bayangan pulau Bali kini semakin terang di benaknya.
Daniel menonton vidio Kanza yang lagi lompat kegirangan sambil tertawa bahagia.Daniel pun ikut tertawa bahagia melihat kebahagiaan Kanza.
"Siapkan pesawat ke Bali,sore ini saya berangkat,saya akan menunggu kedatangan gadisku di Bali," perintah Daniel
Rendy segera mempersiapkan keberangkatan Daniel.Sorenya Daniel meluncur ke Bali.Daniel perlu mencari seorang wanita untuk ditempatkan di sisi Kanza.Tentu saja harus penduduk bali supaya bisa menjadi tour guide untuk Kanza.Akhirnya Daniel pun berangkat ke Bali sore itu juga.
Dering telepon mengganggu tidur Daniel terus menerus.Daniel berusaha membuka matanya,Daniel mengira itu adalah panggilan dari Rendy.Daniel melihat panggilan itu dari luar negeri.Kembali Daniel melihat jam yang menunjukkan pukul 2.30.
"Halo!" sapa Daniel.
"Saya David,pak.mau melaporkan bahwa perusahaan kita mengalami kebakaran," lapor David tangan kanan tuan Permana yang sudah lama mengikuti ayah Daniel tersebut.
"Keadaan ayah saya bagaimana?" Tanya Daniel dengan suara gemetar,Daniel terlihat panik.
"Tuan Permana di Rumah sakit dalam keadaan kritis,jantungnya kambuh,"jawab David dingkat.
" Usahakan kesembuhan ayah saya!"teriak Daniel.
"Dokter terbaik disini sudah mengupayakan yang terbaik tuan muda.saya harap tuan muda bergegas kemari,sepertinya Tuan besar mau bicara dengan Tuan muda," pinta David mengharap kedatangan tuan mudanya tersebut.
Daniel langsung mengakhiri panggilan telepon tersebut dan melakukan panggilan kepada Rendy.Tidak begitu lama Rendy mengangkat panggilan telepon tersebut.
" Siapkan pesawat,kita ke luar negeri sekarang,ayah lagi kritis!"perintah Daniel panik namun singkat dan jelas.
Rendy segera melompat dari tempat tidur,dia segera mempersiapkan segalanya untuk keberangkatan ke luar negeri malam ini juga,Pesawat yang bertengger di jakarta segera ke Bali menjemput Bos Rendy terlebih dahulu sebelum melakukan penerbangan ke Luar negeri.
"Siapa teman mahasiswa Kanza yang berangkat ke Bali?" tanya Daniel sesaat sebelum lepas landas.
"Seorang mahasiswa laki-laki Bos." jawab Rendy
Jantung Daniel seketika berdegup kencang mendengar penuturan Rendy.
"Batalkan perjalanan mereka!" perintah Daniel
Rendy terdiam,tidak berani menolak perintah Bos nya itu mengingat kondisi Bos nya yang lagi mengalami musibah.Tapi untuk menyanggupi Rendy juga tidak bisa.
"Saya tidak menyuruhmu untuk membunuhnya,lagian pria itu tidak punya salah apapun,saya hanya tidak ingin dia bersama Kanza ku diluar pengawasanku," tutur Daniel.
Rendy pun langsung membuat perintah kepada Noni untuk menggagalkan perjalanan Nona Kanza.
Situasi di kampus
Kanza dan Toni adalah mahasiswa jurusan sosilogi yang lolos dalam pergantian mahasiswa tersebut.Hari ini adalah hari keberangkatan mereka,dengan sangat antusias Kanza mempersiapkan segalanya,dengan bantuan dari ke empat temannya, Kanza mempersiapkan segala sesuatunya.
Kini Kanza dan Tony telah didalam mobil yang akan mengantarkan mereka ke bandara,perjalanan mereka di atur dan di biayai oleh pihak kampus.
"Apa kamu sudah pernah ke Bali ton?" Tanya Kanza pada Toni.
__ADS_1
"Belum," sahut Toni singkat yang memang pada dasarnya Toni adalah mahasiswa kutu buku yang pendiam.Kegiatannya hari-hari hanya diperpustakaan dan Toni tidak punya banyak teman di kampus.
"Sebenarnya pria ini lumayan manis,tapi pendiam nya itu yang jadi masalah untukku kali ini," gerutu Kanza dalam hati..
Mobil pun mulai melaju,Kanza tidak dapat menyembunyikan senyumnya
"ini semua nyata" ucapnya dalam hati.
Karna situasi diam yang diciptakan oleh Toni,akhirnya Kanza tertidur diperjalanan.apalagi dia begitu pagi bangun hari ini,menjadi faktor pendukung untuk Kanza memejamkan matanya.
"Ciiiiit..!" suara mobil terdengar yang menandakan pak sopir menginjak pedal rem dengan begitu kuat.Guncangan keras tidak terelakkan.Kepala Kanza terjedot ke kursi depan.Bukan hanya Kanza,bahkan Toni yang terjaga juga mengalami apa yang dialami oleh Kanza.Segera Kanza membuka mata dan memperbaiki posisi duduknya.
Kanza mengedarkan pandangannya kedepan dan mendapati sebuah mobil yang terpalang pas di depan mobil yang mereka tumpangi.
"Ada apa ini pak?" tanya Kanza pada pak sopir.
"Bapak juga tidak tahu neng," jawab pak sopir yang memang tidak mengetahui apa maksud dari orang yang ada didalam mobil menghalangi jalan mereka.
"Mungkin rampok neng," ucap pak sopir menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi.
Tiba-tiba tiga orang berbadan besar dan tegap keluar dari dalam mobil tersebut.Seorang langsung menghampiri pintu sopir dan menodongkan pistol.
"Buka pintunya!" perintah orang tersebut.
Pak sopir terlihat gemetar berusaha membuka pintu yang semakin susah untuk dibuka,karna mungkin tangan pak sopir tidak berdaya kehilangan tenaganya.
"Cepat!"bentak orang tersebut.Akhirnya pintu berhasil terbuka.Pak sopirpun keluar dari dalam mobil.
Tiba-tiba seseorang dari mereka telah membuka pintu samping mobil yang ditumpangi Kanza.Dengan kasar orang tersebut menarik Toni dari dalam mobil.Melihat itu,Kanza semakin ketakutan,seluruh persendiannya serasa tidak bertenaga.orang tersebut langsung menghajar Toni begitu Toni keluar dari mobil.
"Toloooonnng!" teriak Kanza,yang berharap datangnya bantuan untuk mereka.Tapi tak satupun mobil yang melintas Kanza dapati.Tiba-tiba Kanza teringat handphone yang ada di tas sandangnya.Dengan gerakan cepat tangan Kanza meraihnya.Kanza menekan nomor panggilan Noni dengan gemetar.Seorang dari rampok tersebut melihat Kanza melakukan telepon,segera Kanza menyembunyikan handphonenya tersebut.Tapi anehnya rampok tersebut seolah tidak menggubris Kanza yang melakukan panggilan telephone tersebut.akhirnya Kanza menundukkan badannya dan melanjutkan panggilan nya kepada Noni.
Setelah Kanza mengakhiri panggilan tersebut,Kanza melihat ke luar tapi tidak mendapati lagi rampok tersebut,bahkan mobil yang menghalangi jalan mereka tadi sudah tidak ada di tempat.
"Kemana mereka?" tanya Kanza pada dirinya.
Kanza keluar dari mobil dan mendapati Toni tergeletak di aspal dalam posisi pingsan dan mengeluarkan banyak darah dari bagian kepalanya.
"Toni,Toni bangun!!" panggil Kanza sambil mengguncang badan Toni,berharap Toni kembali sadar.Tapi Toni tidak bereaksi apapun.
Segera Kanza memeriksa keadaan pak sopir yang ternyata tidak jauh beda kondisinya dengan Toni.Banyak darah yang keluar dari hidung pak sopir dan pak sopir mengeluhkan kakinya sepertinya patah.
"Cepat sedikit!"teriak Kanza pada Noni begitu panggilannya tersambung.
" Bawakan ambulans!"teriak Kanza kembali.
Tak berselang lama,sahabat-sahabat Kanza tiba ditempat dan segera mengevakuasi Toni dan pak sopir ke Rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
"Apa yang terjadi?" tanya Yuni.
"Saya juga tidak mengerti apa yang terjadi" jawab Kanza yang memang tidak paham dengan kejadian yang dialaminya.
"Kejadiannya begitu cepat dan semua barang-barang kami utuh,tidak ada yang diambil oleh orang-orang itu"terang Kanza kembali.
Akhirnya perjalanan Kanza ke Bali ditunda,Kanza juga tidak terlalu memusingkan penundaan keberangkatannya.Kanza fokus untuk menghilangkan trauma yang didapatnya dari kejadian yang menimpanya.Ke empat sahabatnya selalu menemanyinya dan selalu menghiburnya.
__ADS_1