Mengapa Harus Saya?

Mengapa Harus Saya?
Bab 17.Hilang tanpa jejak


__ADS_3

Seperti biasa,keriuhan terdengar dimana mana ketika Kanza memasuki gerbang kampus.Para mahasiswa sibuk bercengkrama satu dengan yang lain.Kanza melajukan langkahnya untuk mencari keberadaan kedua sahabatnya Reni dan Yuni.Ketika melewati gang yang menghubungkan ke toilet perempuan,seseorang menarik Kanza ke dalam gang Kamar mandi.Sontak Kanza merasa terkejut.Setelah berhasil menstabilkan tubuhnya biar tidak terjerembab ke lantai,Kanza melihat ada beberapa mahasiswa perempuan di gang kamar mandi tersebut,para mahasiswa perempuan ini biasa Kanza lihat disekeliling Tessa sang idola Kampus alias antek antek sang idola. Kanza berusaha memahami apa yang sedang terjadi.Ketika Kanza berusaha membaca situasi seorang perempuan yang cukup Kanza kenal menamparnya dengan sekuat tenaga.


"Kamu ini,perempuan yang tidak tahu diri,ya?" ucap perempuan yang menampar Kanza,perempuan itu bernama Tessa.


Tessa adalah seorang mahasiswa idola para pria di kampus ini,Wajahnya sangat cantik bagai bidadari turun dari khayangan.bodynya tinggi berisi,Otaknya pintar,hampir setiap tahun Tessa menerima piagam penghargaan karena prestasinya.


Tessa juga anak dari keluarga terpandang di kota Kanza tinggal.Banyak pria yang bertekuk lutut dengan Tessa,bahkan banyak yang bersedia hanya sebagai pesuruh bagi Tessa.


Kanza terbengong dengan apa yang dia terima,Kanza bingung kapan pernah menyinggung perempuan idola kampus ini.Perasaan,sekedar bertegur sapa saja Kanza tidak pernah sama sekali dengannya.Kanza nengenalnya karena setiap hari Tessa jadi perbincangan dikalangan mahasiswa.Selain itu,Dia bersama-sama diatas panggung untuk menerima penghargaan dari pihak pemilik Kampus kemarin.


"Maaf,saya tidak mengerti maksudmu?" ucap kanza pada Tessa.


"Gak usah sok polos kamu,berani-beraninya kamu menggoda,gebetanku.kamu tahu tidak?kamu itu tidak selevel dengannya.jangan sok percaya diri ingin menggodanya hanya bermodalkan prestasi olimpiade mu itu," bentak Tessa


"Tapi saya memang betul-betul tidak paham dengan maksudmu," ucap Kanza berusaha mencari penjelasan dari Tessa.


"Saya peringati kamu ya,jangan coba-coba merayu Pak Daniel permana,karena dia adalah milik saya,Paham?"hardik Tessa.


" Ternyata orang yang disukai Tessa adalah mas Daniel,"ucap Kanza dalam hati,menjawab pertanyaan yang selama ini timbul dikalangan para mahasiswa.


"Siapa lelaki beruntung yang disukai Tessa,sehingga Tessa tidak pernah menggubris seorangpun pria yang mengejarnya?"Kini Kanza sudah bisa menjawabnya.


Seketika kebuntuan otak Kanza terpecahkan.Kebingungannya terjawab sudah.


" Tapi saya tidak ada hubungan apa-apa dengan Mas Daniel,"ucap Kanza pada Tessa.


Seketika wajah Tessa memerah mendengar Kanza memanggil pemilik kampus itu dengan sebutan Mas Daniel.Tamparan pun dilayangkannya kembali ke pipi Kanza.Seketika rasa perih menghanpiri pipi Kanza.Bukan Kanza tidak ingin melawan,tapi melihat dari jumlah mereka,tentu saja Kanza harus pasang strategi mengalah.


"Saya melihat kamu kemarin naik kedalam mobil pak Daniel,kamu jangan coba-coba mengelak,"ucap Tessa pada Kanza.


Kanza memegang pipinya yang terasa perih akibat tamparan dari Tessa.


"Mas Daniel,Mas Daniel.Dasar wanita penggoda kamu.dia itu milik saya,tak seorangpun boleh meliriknya,Ayah saya lagi mengusahakan pertunangan kami,tahu tidak?" lanjut Tessa membentak Kanza.


"Saya janji,saya tidak akan ada hubungan dengan beliau.kamu bisa memegang kata-kata saya," ucap Kanza.


"Saya tunggu janjimu," ucap Tessa.

__ADS_1


"Jangan pernah punya mimpi ingin mendekati pria saya,kalau tidak.hidupmu tidak akan tenang,"gertak Tessa pada Kanza kemudian Tessa berlalu dari gang kamar mandi tersebut dan diikuti para sahabatnya.


"Mimpi apa aku semalam hingga dapat kesialan hari ini?" umpat Kanza sambil berjalan melanjutkan niat awalnya untuk mencari para sahabatnya,


Beberapa langkah Kanza keluar dari gang kamar mandi tersebut,Reni dengan tergesa-gesa menghampiri Kanza.


"Ternyata kamu dari kamar mandi toh,dari tadi aku cariin kamu," rocos Reni dengan suara nh


gos-ngosan.


"Saya ditarik paksa oleh kelompoknya Tessa ke gang kamar mandi," tutur Kanza dengan wajah yang masih terlihat bingung.


"Kamu tidak diapa-apain kan?" tanya Reni kawatir sambil memeriksa tubuh Kanza.


"Tadi Tessa menamparku dua kali,dia mengira saya ada hubungan dengan pak Daniel pemilik kampus ini," tutur Kanza tidak ingin menutupi apapun dari sahabatnya tersebut.


"Haa! dia menamparmu?" tanya Reni marah.


"Tunggu dulu,ini tidak bisa dibiarin!"ucap Reni sambil mengeluarkan handphonenya dari dalam tasnya.


"Sudah,tidak usah,saya baik-baik saja,tidak enak selalu merepotkan Noni," tolak Kanza.


"Kalau dibiarin,dia bisa ngelunjak Kanza," ucap Reni yang tidak terima dengan ulah Tessa.


"Saya kan,memang tidak ada hubungan dengan Pak Daniel,masa karena dia melihat saya masuk kedalam mobil pak Daniel,dia langsung mengira saya menggoda pak Daniel," tutur Kanza.


"Minta di tabok itu orang,tunggu saja," ucap Reni panas.


"yah sudahlah,maklum saja,sepertinya dia cinta mati dengan pak Daniel," tutur Kanza yang merasa maklum dengan tindakan Tessa tersebut akibat dari rasa cinta Tessa yang mendalam.


Ke esokan harinya,ketika Kanza memasuki kampus,samar-samar Kanza mendengar nama Tessa disebut sebut setiap kelompok mahasiswa yang bercengkerama.Kanza berusaha menajamkan pendengarannya,sudah dari gerbang kampus Kanza selalu mendengar nama Tessa.Akhirnya Kanza pun bertanya kepada sekelompok mahasiswa yang lagi asik membahas Tessa.


"Ada kabar apa?kenapa riuh sekali?" tanya kanza.


"Kanza belum dengar ya?,bahwa Tessa menghilang semenjak dia pulang dari kampus kemarin," ujar Supi,salah seorang dari mahasiswa yang dari kelompok itu.


Kanza terkejut mendengar berita tersebut,Seakan kejadian kemarin terbayang jelas kembali di otak Kanza.

__ADS_1


"Ada apa dengannya?"tanya Kanza dalam hati.


"Semua orang dan pihak kepolisian telah diarahkan oleh ayahnya untuk melacak keberadaan Tessa.Tapi sampai sekarang belum ketemu juga dimana keberadaan Tessa," lanjut Supi.


"Aisss,,jangan-jangan dia di culik oleh para pendamba Tessa," celetuk teman Kanza yang lain.


"Ngeri juga kalau terlalu sempurna.Jadi incaran penculikan," ucap yang lain.


"Banyak yang patah hati nih,ceritanya," celetuk yang lain.Dan masih banyak cerita ngalur ngidul yang tercipta diantara mahasiswa menafsirkan alasan di balik hilangnya Tessa.


Tak ayal,hati Kanza turut gelisah mendengar berita di pagi ini,Kanza gelisah karena kemarin berinteraksi dengan Tessa,itupun dalam suasana yang tidak bersahabat.


"Kenapa dia bisa menghilang ya?,sepertinya kemarin dia baik-baik saja,"tanya Kanza pada sahabatnya Reni dan Yuni ketika mereka makan siang dikantin kampus.


" Mungkin,pesaing bisnis ayahnya kali,"jawan Yuni.


"Atau ada orang yang dendam dengan Tessa," ucap Reni.


"Sepertinya Tessa itu orang baik deh,mana pernah dia terdengar bersikap buruk kepada orang," jawab Kanza.


"Apa kamu tidak diperlakukan buruk kemarin?" tanya Reni.


"Itu dia ada alasan khusus," jawab Kanza.


Tiba-tiba,Tiga orang mahasiswa yang kemarin ikut dengan Tessa membully Kanza,mendekati meja Kanza.


"Apa ini perbuatanmu?" tanya salah satu dari mereka kepada Kanza.Seketika Kanza terhenyak mendengar pertanyaan tersebut.


"Apa maksudmu? bertanya begitu?" bentak Reni pada orang tersebut.


"Bisa saja ini perbuatan dia,soalnya kemarin Tessa baru memperingati dia," balas orang tersebut.


"Sumpah demi Tuhan,aku tidak melakukan apa-apa," ucap Kanza membela diri dari tuduhan orang tersebut.


"Awas kalau ini perbuatanmu,dipastikan kamu akan masuk penjara," gertak orang tersebut.


Kini denyut kepala Kanza yang dirasanya sedari tadi pagi,semakin terasa mendengar tuduhan orang tersebut.

__ADS_1


__ADS_2