
"Segera temukan istriku! " teriak Daniel dari sambungan telepon kepada Fris. Fris adalah pemimpin Geng Elang Malam di Negara Prancis.
"Saya sudah menurunkan seratus pasukan untuk mencari Nyonya Kanza, " ucap Fris dari seberang sana. "Pasukan kita sedang menyusup kedalam markas Baracuda, sebentar lagi kita akan menerima laporan dari sana, " lanjut Fris.
"Langsung kita serbu saja, aku tidak mau terjadi sesuatu kepada istriku, " teriak Daniel kepada Fris.
"Kita tunggu sepuluh menit lagi Bos, " pinta Fris kepada Daniel.
Sebenarnya Daniel tidak yakin pasukan Baracuda berani menculik Kanza dari wilayahnya ini. Tapi Daniel tidak bisa menemukan Kanza di seputaran Restoran bahkan di dalam villa mereka.Daniel pun meyakini kalau Kanza kini lagi di culik oleh Geng Baracuda.
Sementara Kanza yang kembali ke Restoran belum melihat adanya Daniel di dalam Restoran. Kanzapun mengurungkan niatnya untuk memasuki Restoran tersebut.
"Apa mereka belum selesai melakukannya? " tanya Kanza dalam hati. sambil membayangkan keganasan Daniel ketika bercinta di atas ranjang.Kanza membayangkan Daniel sedang berada diatas tubuh wanita tersebut dan mencumbuinya dengan rakus seperti yang selalu dilakukan Daniel kepadanya.
Dengan gerakan yang tidak ada semangat, Kanza melangkah menjauh dari Restoran tersebut. Kanzapun memutuskan untuk menunggu Daniel di villa.
Kanza menghempaskan tubuhnya ke ranjang di barengi oleh tangisan Kanza yang begitu pilu.
Kanza merasa tidak di hargai sama sekali oleh Daniel.
"Saya tahu banyak wanita yang menggilainya, tapi kenapa dia melakukannya dihadapan saya? " teriak Kanza sambil melemparkan bantal-bantal yang ada di ranjang ke lantai.
"Saya tidak memintanya untuk menikahiku, dia yang selalu membujukku, " ringis Kanza.
Kanza tidak bisa menghentikan otaknya untuk berpikir kenapa dan mengapa.
Pemikiran Kanza yang seperti itu yang membuat situasi semakin kacau.
Kalau seandainya Kanza masuk kedalam Restoran. Maka pekerja Restoran akan mengenalinya karena Daniel sudah menunjukkan photo Kanza kepada semua orang yang berada di Restoran itu, termasuk pengunjung yang berada di Restoran itu.
Pasukan Elang malam telah bersiap menyerbu markas pasukan Baracuda. Termasuk juga Daniel. Daniel tidak mendengarkan anjuran dari Fris untuk tidak ikut serta dalam penyergapan.
"Tidak perlu menggurui saya! " bentak Daniel kepada Fris.
__ADS_1
Dengan persenjataan lengkap mereka memasuki wilayah Baracuda. Satu persatu anggota Baracuda yang berjaga telah tewas di bunuh pasukan Elang malam. Ketika hendak melewati lapangan yang lumayan luas, camera pengintai mendeteksi keberadaan mereka.Sontak gencatan senjatapun tidak terelakkan lagi.
Daniel yang berada di sisi kanan markas Baracuda terus bergerak maju. Pasukan yang melintasi lapangan hanyalah umpan untuk mengalihkan perhatian anggota Baracuda. Tetapi mereka sudah lebih dulu di perlengkapi dengan baju anti peluru.
Pasukan Elang malam berusaha melindungi Daniel.Hingga Danielpun berhasil memasuki Markas besar Baracuda.
"Dimana Kanza ku? "ucap Daniel sambil menodongkan pistol ke kepala bagian belakang Bryan yang sedang duduk membelakangi Daniel.
Sedikit terkejut Bryan melepas headset yang terpasang ditelinganya.Dia belum memahami apa yang sedang terjadi.
"Hitungan ke lima pistol ini akan meledak di kepalamu kalau kamu tidak memberitahukan dimana kamu menyembunyikan Kanzaku, " cecar Daniel.
"Hahaha, ada apa gerangan yang membawamu ke markas besarku ini Daniel Permana, " ucap Bryan tanpa menoleh kearah Daniel. Bryan mengenali suara Daniel."Tapi saya tidak mengerti apa yang kamu maksudkan, " lanjut Bryan.
"Tidak usah berpura-pura, " cecar Daniel.
"Tidak ada yang aku inginkan dari kamu sekarang ini, untuk apa aku menculik wanitamu? " bentak Bryan merasa kesal di tuduh dengan apa yang tidak di lakukannya.
Danielpun terdiam mendengar penuturan Bryan. Daniel mengenal sifat Bryan. Bryan tidak akan pernah berbohong dengan apa yang dilakukannya.
"No, no, no, tidak semudah itu keluar dari sini," ucap Bryan yang lalu menekan tombol darurat.
Sekejap mata pasukan Baracuda telah menyergap pasukan Daniel di ruangan itu.
"Ambil dia, " perintah Bryan kepada anak buahnya sambil menunjuk kearah Fris.
Seketika Daniel menodongkan kembali pistolnya ke kepala Bryan.Dan seketika pula pasukan Baracuda menodongkan pistolnya ke kepala Daniel.
Daniel pun tidak bisa berkutik. Wajahnya terlihat memerah menahan emosi yang begitu menguasai hatinya. Daniel tidak rela kalau harus kehilangan Fris. Fris adalah orang kepercayaannya di Negara Prancis ini.
Bryan lalu memberi kode kepada anak buahnya untuk melenyapkan Fris. Seketika bunyi tembakan terdengar dan Fris pun seketika tergelepar di lantai.
"Aaaaaakkkkhhh! " teriak Daniel merasa putus asa. Bryan hanya tersenyum melihat aksi Daniel.
__ADS_1
"Kalau kamu membutuhkan jasadnya silahkan bawa keluar dari sini, " ucap Bryan sambil berjalan keluar dari ruangan tersebut.
"Kita belum selesai, " ucap Daniel kepada Bryan sebelum Bryan benar-benar menghilang dari ruangan itu.
Bryan pun mengabaikan ancaman Daniel dan tetap melanjutkan langkahnya.
Daniel keluar dari markas besar Baracuda dengan membawa duka yang begitu dalam.Emosinya kini sampai keubun-ubun.Belum lagi masalah Kanza yang belum juga ditemukan.
"Aaaaaaaa! " teriak Daniel di pemakaman Fris.
Daniel segera mengurus pemakaman Fris dengan baik. Daniel pun melakukan penghormatan terakhirnya.
Fris adalah orang yang selalu membantu Daniel dalam membangun usahanya. Latar belakang Fris yang awalnya adalah seorang tentara pasukan khusuh di negara Prancis membuat Daniel menempatkan Fris untuk memimpin Geng Elang Malam di Negara Prancis.
Sementara di villa, Kanza sudah berada di puncak kegelisahan. Handphonenya yang tadi tertinggal diatas meja Restoran sudah tidak terlihat lagi ketika Kanza kembali kesana.
Ingin menelepon Daniel dari telepon villa itu tapi Kanza lupa dengan nomor handphone Daniel.
"Apa dia benar-benar meninggalkanku di Negara Prancis ini? " batin Kanza.
"Kamu kejam Mas, aku juga tidak menginginkan menikah denganmu. Kamu yang memaksaku jatuh cinta kepada kamu, tapi kenapa setelah aku berhasil mencintaimu kamu malah meninggalkanku, kenapa Mas? " tutur Kanza entah kepada siapa.
Mungkin karena terlalu lama menangis, Kanza pun akhirnya tertidur di sofa.
Dengan gerakan yang gemulai, Daniel turun dari mobil yang membawanya pulang ke villa. Tanpa basa basi kepada anak buahnya yang mengantarkannya,Daniel pun melangkah masuk ke villa.
Setelah memasuki villa, Danielpun disuguhkan dengan pemandangan yang mengejutkannya. Kanza terlihat meringkuk tertidur pulas di sofa loby villa tersebut.
Rasa lega kini menjalar di hatinya. Begitu juga dengan rasa heran.Setengah dari bebannya kini terbang sudah dan membuat Daniel bisa bernafas setengah lega.
Sedikit berlari Daniel mendekati Kanza.Dipandanginya Kanza dari kaki hingga kepala. Dari kepala hingga ke kaki. Daniel menepis rambut Kanza yang menutupi wajah Kanza. Terlihat oleh Daniel kalau Kanza sedang tertidur dengan nyenyak.
Dengan perlahan Daniel mengangkat Kanza dari sofa dan memindahkannya ke tempat tidur.
__ADS_1
Daniel pun memeluk Kanza dengan perlahan namun menjadi erat. Daniel menyesap kepala Kanza berkali-kali. Banyak pertanyaan di hati Daniel. Tapi melihat Kanza tertidur lelap, Danielpun mengurungkan niatnya.