
Setelah tiba di ruangan Daniel,Kanza menghempaskan tubuhnya ke sofa yang ada di ruangan tersebut.Rasa kantuk di matanya sudah lenyap,seiring lenyapnya Rendy dari Rumah sakit ini.
"Ada apa gerangan Rendy datang mengunjungi Mas Daniel?" batin Kanza.
"Tidak mungkin aku tadi salah mengenali orang,dia pasti Rendy si keparat itu,"lanjutnya terus memikirkan alasan Rendy datang mengunjungi Daniel.
"Apa mungkin Mas Daniel mengenal Rendy?"tanyanya kembali dalam hati.
Hati Kanza kini semakin gundah dan penuh ke bingungan.
" Kalau Mas Daniel mengenal Rendy,kenapa ketika aku menceritakan masalah Rendy dia tidak merespon apa-apa? apa pura-pura tidak kenal atau bagaimana ya?"otak Kanza di penuhi dengan berbagai pertanyaan.
Kanza mendekat ke tempat tidur Daniel.Dia memandangi wajah Daniel dalam.
"Wajah pria ini begitu sempurna," ucap Kanza mengagumi ketampanan Daniel.Kalau tidak sadar posisi,Kanza ingin mengelus wajah itu,alis tebal itu,bibir merah itu,hidung mancung itu.
"Aiihhh,pacar siapalah pria ganteng ini?"gerutu Kanza pada diri sendiri.
Ada sedikit penyesalan dalam hati Kanza.Kenapa Kanza tidak pernah menanyakan siapa pemilik hati pria di depannya selama ini.Supaya tidak menimbulkan pemikiran yang tidak pantas ketika memandangi wajah tampannya seperti sekarang ini.
Tiga hari sudah Daniel belum sadarkan diri,selama itu pula Kanza tidak meninggalkannya.Telepon yang di terimanya dari karyawannya Derma di toko,membuatnya terpaksa meninggalkan Daniel untuk sementara.
Sebuah perusahaan melakukan tawaran kerja sama dengan tokonya untuk memasok snack karyawan di perusahaannya.Derma menelepon Kanza,karena membutuhkan tanda tangan Kanza.
Kanza pun bergegas kembali ke tokonya,dia tidak ingin terlalu lama meninggalkan Daniel.
Setelah tiba di toko,Derma telah mempersiapkan semua kontrak kerjasamanya dengan perusahaan tersebut.Kanza pun segera menyelesaikan semua urusan kerjasamanya dengan pihak perusahaan yang telah lebih dahulu tiba di toko kuenya beberapa menit di depan Kanza.
Tidak sampai satu jam,Kanza pun bertolak ke Rumah sakit.Ketika ingin memasuki ruangan Daniel,Kanza mendengar suara tangis dari dalam ruangan itu.Tidak ingin mengganggu,Kanza pun memutuskan menunggu di luar saja.Kanza mendaratkan tubuhnya di tempat duduk di depan ruangan itu.
"Bos,kamu harus sembuh Bos,saya tidak mau Bos meninggalkanku," ucap pria tersebut dalam tangisnya
"Maafkan saya Bos,saya tidak bisa menjagamu dengan baik," lanjutnya.
Dalam hati Kanza memastikan kalau itu adalah anak buah Daniel.
__ADS_1
"Mas Daniel begitu berarti bagi orang tersebut,sehingga sampai menangis pilu seperti itu."batin Kanza.
Hampir sepuluh menit,Kanza menguping pembicaraan pria tersebut,Hati Kanza tersentuh atas kesetiaan bawahan Daniel itu.
Suara langkah terdengar mendekat ke pintu.Yang artinya pria itu ingin meninggalkan ruangan Daniel.Kanza pun berdiri bersiap untuk segera masuk ke dalam ruangan itu.
"Ceklek!" suara handle pintu,dan sosok Rendy pun muncul di depan Kanza
"Kamu???" tanya Kanza dengan nada yang meninggi.
Wajah Rendy menegang,dia merasa seperti maling yang ketangkap basah.Rendy tidak mengira Kanza akan kembali secepat ini.
"Saya mau keluar,tolong jangan menghalangi jalan saya,"pinta Rendy dengan suara yang di usahakannya sedatar mungkin.
" Tidak boleh!"Bentak Kanza sambil metentangkan kedua tangannya untuk menghalangi jalannya Rendy.
"Jadi kamu adalah anak buah Mas Daniel?" serang Kanza.
Rendy terdiam,dia tidak tahu harus berkata apa,tidak mungkin baginya untuk menyangkal.Rendy memastikan bahwa Kanza telah mendengar ucapannya tadi.
Melihat Rendy membisu,Kanza pun menggila.Dia menarik-narik jas yang di pakai Rendy. Kanza juga memukul-mukul badan Rendy dengan tinjunya.Rendy menerima semua perlakuan Kanza,dia tidak berani berbuat sesuatu kepada Kanza.Mengingat Kanza adalah gadis yang begitu dicintai oleh Bos nya.
"Kenapa tidak menjawab?" teriak Kanza dengan emosi yang meluap-luap.
Kanza kini menyadari sesuatu.
"Apa Mas Daniel yang memberi perintah untuk selalu membantuku?" Tanya Kanza akhirnya
Daniel memalingkan wajahnya,dia tidak berani menghadapi Kanza.Rasa cemas,menghinggapi perasaannya."Bagaimana jadinya kalau Nona Kanza meninggalkan Bos Daniel?"batinnya.
"Bicaralah!!" teriak Kanza,Tangannya di layangkannya ke wajah Rendy.Kanza tidak lagi dapat mengontrol emosinya.Entah keberanian dari mana,dia nekat menampar wajah Rendy.
Melihat Rendy belum juga bergeming,Kanza mendekati ranjang Daniel.
Kanza mengguncang bahu Daniel.
__ADS_1
"Buka matamu! kamu harus menjelaskan kepadaku," teriak Kanza pada Daniel yang masih dalam kondisi belum sadarkan diri.
Melihat itu,Rendy segera menghalangi Kanza dengan tubuh yang di gunakannya untuk melindungi jangkauan Kanza pada Daniel.
Kanza pun semakin kalap atas pembelaan Rendy pada Daniel.Sekuat tenaga Kanza meninju badan Rendy yang digunakannya untuk menutupi badan Daniel.Tidak puas hanya meninju.Kanza pun memendang Rendy berkali-kali.
"Aku benci kalian,kalian pembunuh sahabatku! kalian pembunuh!" teriak Kanza sambil berlari keluar dari ruangan Daniel.Tanpa memperdulikan orang yang melihatnya dengan heran, Kanza terus berlari hingga ke parkiran Rumah sakit.Kanza meredakan nafasnya yang ngos-ngosan terlebih dahulu dengan beristirahar sebentar kemudian segera meninggalkan Rumah Sakit.
Hati Kanza tidak lagi merasa ada ketenangan, harapannya kini pupus sudah.Orang yang di harapkannya akan membantunya untuk menuntut Rendy malah berbalik menjadi musuh.Kanza juga menyadari besarnya kekuasaan seorang Daniel Permana.Hukum jelas-jelas tidak akan mampu menyentuh nya.
Kanza menenggelamkan wajahnya ke bantal di atas kasur yang berada di lantai dua toko kue nya.
"Kenapa Mas Daniel melakukan itu padaku?,apa motifnya?,apa pula tujuannya?" segudang pertanyaan berkeliaran di benak Kanza.
Setelah berfikir dan merunut kejadian-kejadian yang di alaminya setelah bertemu dengan Daniel,
Kanza pun memutuskan untuk keluar dari kota ini.Lama Kanza memikirkan kemana dia akan memulai hidup yang baru.Seorang sahabat Kanza yang berada di kota Medan menjadi tujuan untuk Kanza temui kali ini.Kanza pun segera menghubungi Santi sahabatnya itu lewat media sosialnya.Tidak begitu lama,Santi merespon pesan dari Kanza.Kanza segera mengungkapkan keinginannya tersebut.Maka terjadilah kesepakatan di antara keduanya.
Kanza mengemasi barang-barang nya,tidak banyak yang dia bawa.Hanya beberapa lembar baju dan tentu saja Izajah yang baru saja di raihnya.
"Ini akan mengubah hidupku di kota Medan," ucapnya sambil memasukkan Izajah tersebut ke dalam tasnya.
Kanza pun tidak sabar untuk menunggu pagi.Kanza akan menyerahkan pengelolaan toko kue ini kepada Derma.Orang kepercayaan Kanza di toko.Sebelum Daniel sembuh dan mengambil alih toko tersebut.
Kanza telah mengirimkan pesan kepada Daniel untuk mengembalikan toko kue ini.Kanza meyakini,bahwa dibalik kepemilikannya atas toko kue ini,ada peran Daniel di dalamnya.
Malam ini Kanza betul-betul tidak dapat memejamkan matanya,hingga matahari mulai terlihat di ufuk timur,mata Kanza tetap terbuka lebar.Rasa kantuknya di gerogoti pertanyaan yang selalu berkeliaran di kepalanya.
Akhirnya Kanza bangun dari tempat tidurnya.Dia segera memasuki kamar mandi.Kanza bersiap untuk keberangkatannya ke bandara.Begitu Derma tiba di toko,Kanza pun akan segera meluncur ke Bandara.
Jam 6:30 Derma tiba di toko,segera Kanza menariknya ke dalam toko.Kanza pun memberi instruksi kepada Derma.
Kini Kanza sudah berada di dalam pesawat,berbagai macam rasa beradu di dalam hatinya.Kanza tidak memberi tahu apa yang terjadi padanya,dan tidak memberitahu keberangkatannya juga kepada orang tuanya.Tunggu mendapat pekerjaan,baru Kanza memberitahu kepada Ibunya.Supaya Ibunya tidak merasa cemas terhadapnya.Begitu prinsip Kanza.
Kanza berusaha menenangkan perasaannya.Dia meyakinkan dirinya,bahwa ini adalah keputusan yang tepat untuknya
__ADS_1