Mengapa Harus Saya?

Mengapa Harus Saya?
Bab 36


__ADS_3

Kanza berusaha menutup pintu ruangan Daniel dengan sangat pelan.Dia tidak ingin mengganggu mereka.Hati Kanza kini nelangsa melihat kejadian di depan matanya.Tapi belum lagi pintu berhasil di tutup,perempuan di dalam ruangan itu telah menariknya daun pintu hingga terbuka lebar.


"Kamu yang bernama Kanza, kan?"tanya perempuan itu kepada Kanza.


Kanza terdiam karena merasa pangling dengan kecantikan wanita di hadapannya itu.Semua yang ada di tubuh wanita itu begitu sempurna di mata Kanza


" Wanita yang sangat cantik,"puji Kanza dalam hati.


"Perkenalkan,saya Friska,tunangan dari Daniel," ucapnya sambil tersenyum mengulurkan tangan kepada Kanza.


Bagai di sambar petir Kanza mendengar ucapan wanita di hadapannya itu.Dengan gerakan ragu-ragu akhirnya Kanza mengulurkan tangannya.


"Kanza," ucapnya memperkenalkan dirinya.


"Boleh saya berbicara kepadamu?" tanya wanita tersebut kepada Kanza.


Kanza pun menganggukkan kepalanya.


Segera wanita itu menarik Kanza keruangan yang di samping ruangan Daniel yang disediakan untuk Kanza beristirahat.


"Kita bicara di sini saja,ya? pasti ruangan ini di pinjamkan Daniel kepadamu," ucapnya sambil membuka ruangan tersebut.


Kanza semakin terhenyak ketika mengetahui bahwa gadis itu juga mengetahui kode pembuka ruangan itu.


"Daniel dan saya sudah bertunangan lama,namun kami lagi mempunyai masalah.Daniel itu lagi marah kepada saya,sehingga dia tidak lagi menghubungi saya akhir-akhir ini," ucap Friska kepada Kanza,ketika mereka sudah memasuki ruangan istirahat Kanza.


Kanza terdiam dalam hati yang terluka mendengar perkataan gadis cantik di depannya itu.


"Saya harap kamu bisa menahan dirimu supaya tidak jatuh cinta kepada Danielku,dan tidak terjebak ke dalam pelampiasan Daniel.Supaya kamu nanti tidak menyesal di kemudian hari," ucap gadis itu lagi kepada Kanza.


Hati Kanza terasa perih mendengar penuturan gadis didepannya itu.Kanza pun mengutuki dirinya yang berfikir bahwa Daniel menyukai dirinya.


"Tidak mungkin juga Mas Daniel meninggalkan gadis secantik ini,demi diriku yang tidak mempunyai kelebihan apapun," batin Kanza.


"Tapi saya mohon kamu bisa tetap menemani Daniel sampai dia sembuh seutuhnya,ya?" ucap Friska kemudian.


Sebenarnya Kanza ingin segera berlari meninggalkan Rumah sakit ini karena rasa kecewa dan rasa malu di hatinya.Tapi ucapan gadis ini dan janji yang di ucapkannya kepada Daniel memaksakan Kanza menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kamu tidak usah memberitahu kehadiran saya disini.Karena mungkin akan mempengaruhi hatinya dan akan memperlambat kesembuhannya," pinta gadis tersebut.


Kanza pun kembali menyetujui permintaan gadis tersebut.


"Kalau begitu,saya akan pergi dari sini dan saya titip Daniel kepada kamu," ucapnya sambil mengarahkan Kanza keluar dari ruangan tersebut.


"Tadi saya telah menyimpan sesuatu di bawah ranjang Daniel,kalau begitu saya akan menitipkannya langsung kepadamu saja," ucap Friska yang langsung masuk ke dalam ruangan Daniel.Kanza pun mengikuti langkah Friska untuk menerima titipannya untuk Daniel.


Friska pun mengambil lipatan kertas yang sempat di sembunyikannya di bawah kasur Daniel dan memberikannya kepada Kanza.


"Kamu bisa memberikannya kepada Daniel ketika Kondisinya sudah membaik,"pintanya kepada Kanza.


Kanza pun menerima kertas tersebut.Hatinya kini entah di huni oleh rasa yang mana,Kanza juga bingung.Yang jelas,rasa sesak begitu menyongsong rongga dadanya.


Sebelum keluar dari ruangan Daniel,Friska lebih dulu mendekat ke ranjang Daniel dan mencium bibir Daniel beberapa kali tanpa merasa canggung terlihat oleh Kanza,sebelum akhirnya dia meninggalkan ruangan Daniel.


Kanza terduduk di sofa merenungi kebodohannya beberapa hari ini.


"Tidak mungkin orang seperti Mas Daniel memilih orang seperti saya untuk jadi pendamping hidupnya," gerutu Kanza.


"Mas Daniel hanya menjadikanku pelarian di antara persoalannya dengan Nona Friska," batin Kanza.


"Huufff!"Kanza menghembuskan nafasnya entah untuk yang keberapa kalinya.


" Ada apa?"tanya Daniel yang ternyata melihat Kanza menghembuskan nafas beratnya.


Daniel terlambat bangun dari tidur siangnya,karena memang tadi malam Daniel tidak bisa membujuk matanya untuk terlelap.Bayang-bayang Kanza yang mencium bibirnya diam-diam ketika dia tidur siang kemarin membuatnya susah untuk melelapkan matanya.Buah dada Kanza yang terlihat olehnya dari sudut matanya ketika Kanza menunduk untuk menciumnya menambah sensasi Daniel dalam berpetualang menjelajahi otak mesumnya.


Dengan kikuk,Kanza menyimpan kertas yang dititipkan Friska ke dalam kantong celananya


"Tidak ada Mas," jawab Kanza gugup


"Yakin tidak ada?" tanya Daniel merasa heran dengan raut wajah Kanza.


Kanza pun menggelengkan kepalanya."Tidak ada Mas,"jawabnya.


Daniel pun berusaha duduk dari tidurnya.Dengan enggan Kanza membantunya untuk duduk.Gerakannya yang tidak bersemangat seperti biasanya membuat Daniel merasa curiga terhadap Kanza.

__ADS_1


"Apa kamu tidak enak badan?" kembali Daniel bertanya.


"Hmmm! hanya datang bulan Mas," jawab Kanza menyadari kecurigaan Daniel terhadap dirinya.


"Ohhh! apakah kamu perlu Dokter wanita?" tanya Daniel dengan cemas.


Kanza segera menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu Mas,semua wanita mengalami hal itu," tolak Kanza halus.


"Tapi,aku pernah melihat karyawanku pingsan. Katanya karena datang bulan.Aku tidak ingin kamu pingsan," ucap Daniel dengan wajah cemas sambil meraih handphone nya yang tergeletak di atas nakas.


"Tidak usah Mas,saya baik-baik saja," ucap Kanza sambil menahan tangan Daniel untuk tidak melakukan perintah dari handphonenya yang entah kepada siapa.


"Kamu serius baik-baik saja?" tanya Daniel.


"Ya,saya baik-baik saja," ucap Kanza menunjukkan otot lengannya sambil mengembangkan senyumannya supaya Daniel mempercayainya.


Sejak saat itu,Kanza selalu menjaga sikap dan perkataannya kepada Daniel.Dia tidak ingin semakin hanyut dengan perasaannya.Wajah Daniel yang selalu di telitinya ketika Daniel sedang tertidur,kini tidak pernah lagi di lakukannya.Bahkan bicarapun hanya sebatas perlunya saja.


"Kalau obatnya sudah di habiskan,sebaiknya Mas Daniel kembali beristirahat," ucap Kanza dengan datar malam itu.


"Mas bosan tidur terus,Kanza temani Mas bercerita dulu ya," pinta Daniel karena biasanya juga demikian.Kanza dan Daniel akan bercerita panjang lebar sambil bercanda dengan riang.Sesekali Daniel akan menggombali Kanza yang mengakibatkan wajah Kanza akan bersemu merah.


"Saya akan langsung beristirahat Mas,saya mengantuk," jawab Kanza dingin yang lalu pergi ke ruangan sebelah untuk mengistirahatkan tubuh atau hatinya yang lelah.


Daniel terpaku dengan perubahan sikap pada Kanza.


"Huufff!" Daniel menghembuskan nafasnya yang terasa sesak.


"Ada apa dengannya?" batin Daniel.


"Apakah dia mendengar sesuatu yang buruk tentangku?" gerutunya lagi.


Perubahan sikap Kanza membuat Daniel merasa tersiksa.Bayang-bayang Kanza akan meninggalkannya terus menari-nari di otaknya.Pemikiran negatifnya terus merongrong hatinya.Ketakutan akan ditinggal Kanza kini menguasai hatinya.


Bukan tidak bisa Daniel memaksakan Kanza untuk tetap berada di sisinya.Tapi kalau itu membuat Kanza kembali terluka,Daniel tidak akan melakukannya,Daniel menginginkan Kanza yang mencintainya.Bukan Kanza yang terpaksa menurutinya.

__ADS_1


__ADS_2