
Ke esokan harinya, ketika Kanza sudah mengantarkan Daniel berangkat bekerja, Kanza bergegas masuk ke dalam kamar untuk mengambil barang bawaan yang sudah di kemasnya di dalam sebuah tas kecil.
Kanza sudah membulatkan tekadnya. Dia sudah berjanji akan meninggaljan Daniel di pagi ini kepada orang yang terus mengiriminya pesan rahasia.
Ancaman si pengirim pesan kemarin membuat Kanza memutuskan untuk meninggalkan Daniel.
Kanza hanya membawa sedikit baju. Tidak lupa, Kanza memasukkan sebuah kemeja Daniel ke dalam tas nya yang akan mengobati rindunya terhadap Daniel kelak.
Kanza membawa serta kartu ATM dan sebuah kartu kredit yang di berikan Daniel kepadanya. Kanza tidak ingin membuat bayinya kekurangan gizi pasca pelariannya tersebut.
Setelah semua sudah beres, Kanza lalu memesankan Taxi online yang akan membawanya ke bandara.
Tidak menunggu lama, Taxi yang di pesankan Kanza pun datang. Dengan berdalih ingin menjumpai Tuan Daniel ke kantor, Kanza permisi kepada kepala Maid di rumah itu.
Dengan menitikkan air mata, Kanza meninggalkan rumah tersebut.
Sepanjang perjalanan wajah Kanza terus bersedih.
"Ada apa Mbak? apa ada yang meninggal makanya Mbak pulang? " tanya pria yang duduk di kursi samping Kanza pada pesawat yang mereka tumpangi.
"Ti_tidak Mas, hanya lagi galau saja, " tutur Kanza.
"Pacar Mbak selingkuh ya? "
"Tidak Mas, saya sudah punya suami, dan suami saya sangat baik kepada saya, " jawab Kanza.
"Jadi bingung saya, jadi Mbaknya galau karena apa? "
"Rasahasia pribadi Mas, "jawab Kanza ingin segera mengakhiri topik pembicaraan mereka.
Pesawat pun terus membawa Kanza jauh dari Daniel. Hingga Kanza tiba di Bandara Kualanamu dan terus melanjutkan perjalanannya hingga ke sebuah hotel yang sudah di booking Kanza kemarin di kota Pematangsiantar.
Setelah berada di dalam kamar hotel, Kanza menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Air matanya tidak ingin di tahannya lagi. Sesak di dalam hatinya sudah terlalu lama di tahannya selama dalam perjalanan.
__ADS_1
Kanza terus membayangkan reaksi Daniel ketika mengetahui dirinya tidak berada di rumah. Mungkin Daniel akan mengalami kehancuran. Akan tetapi itu lebih baik dari pada Daniel harus mendekam di dalam penjara.
Ke dua pilihan tersebut sama-sama akan menghancurkan Daniel. Tetapi kalau Daniel hancur tetapi berada di rumah, maka akan banyak orang yang akan mengurusinya. Lain halnya kalau Daniel berada di dalam penjara.Kanza berusaha tegar untuk bayi yang di kandungnya.
Sore hari, Kanza keluar dari dalam kamar untuk mencari makanan. Kanza juga harus mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Kanza harus secepatnya bisa mendapatkan rumah kos untuk tempat tinggalnya. Karena Kanza berfikir tidak mungkin tinggal di hotel terus. Kanza juga akan mencari kegiatan ringan untuk mengisi waktunya.
Sementara Daniel,
Begitu tidak mendapati Kanza berada di teras untuk menyambutnya seperti biasa, Daniel berlari hingga kedalam kamar karena mengira Kanza dalam keadaan sakit.
Begitu Daniel masuk ke dalam kamar dan tidak mendapati Kanza berada di dalam kamar tersebut, Daniel mengerutkan keningnya. Dengan cepat dia menuju ke kamar mandi, tetapi juga tidak menemukan Kanza berada di sana. Sambil berlari Daniel memeriksa ruang perlengkapan mereka yang terhubung dengan kamar mereka. Tetapi sepanjang Daniel memandang, matanya tidak menemukan sosok Kanza. Hati Daniel sudah mulai gelisah.
" Ada yang tidak beres, "pikir Daniel.
Daniel kembali berlari turun menemui Bibi Kotimah.
" Nyonya dimana? "serangnya
Bibi Kotimah nampak mengerutkan keningnya.
Wajah Daniel terlihat tegang mendengar penuturan Bibi Kotimah. Daniel merasa panik. Buru-buru dia mengeluarkan handphone lalu menghubungi Kanza. Hingga beberapa kali, sambungan telepon tersebut tidak ada yang mengangkat. Sayup-sayup Daniel mendengar suara dering telepon dari lantai dua kamar tersebut, ketika dia terus mencoba menghubungi Kanza.
Daniel berlari mencari dering telepon yang berbunyi. Hingga akhirnya, Daniel menemukan bahwa handphone Kanza berada di dalam laci meja rias di dalam kamar mereka.
Mendapati Kanza meninggalkan handphonenya, Daniel semakin panik.
"Kanza hilang, siapkan pasukan untuk mencari Kanza ku! " perintah Daniel Kepada Rendy dari sambungan telepon.
"Maksud Tu..., " Rendy menggantung kalimatnya karena Daniel sudah memutuskan sambungan telepon.
Secepat mungkin, Rendy memberikan perintah kepada pasukan Elang Malam untuk segera bergerak melakukan pencarian.
Rendy pun langsung meluncur ke rumah Daniel untuk mendampingi Daniel dan memeriksa CCTV di dalam rumah tersebut.
__ADS_1
Begitu Rendy tiba di rumah Daniel, Rendy melihat Bos nya tersebut lagi terduduk di sofa kamar mereka sambil memeriksa handphone Nyonya Kanza.
Daniel memeriksa handphone Kanza dengan teliti tetapi tidak menemukan riwayat apapun di sana. Sepertinya Kanza menghapus semua memory handphonenya sebelum meninggalkannya. Hal itu semakin membuat Daniel merasa putus asa.
"Sayang, kamu lagi dimana? kenapa meninggalkanku? " lirih Daniel dengan tubuh yang terus gemetar.
Daniel tidak kuasa membayangkan Kanza di culik seperti dulu dalam keadaan mengandung seperti ini.
"Saya tidak akan mengampuni siapapun yang berani menculik Kanza ku, " batin Daniel
Rendy mengetuk pintu kamar tersebut sebelum masuk ke dalam kamar itu.
"Temukan Kanza ku, " pinta Daniel kepada Rendy dengan suara yang terdengar bergetar.
"Pasukan kita sudah bergerak Tuan, Saya akan memeriksa CCTV rumah ini, " ucap Rendy.
"Ayo, saya ikut, " ucap Tuan Daniel yang langsung berdiri.
Mereka pun masuk ke dalam ruang kerja Daniel dan mulai memeriksa tangkapan Cctv untuk hari ini.
Terlihat Kanza keluar dari rumah tersebut dan menenteng sebuah tas kecil. Kemudian Kanza masuk ke dalam taxi online.
"Temukan taxi tersebut, " perintah Daniel.
Rendy pun sudah mengerti apa yang harus di lakukannya. Tidak menunggu lama, Rendy sudah mendapatkan laporan bahwa taxi online tersebut mengantar Nyonya Kanza ke bandara. Dan para pasukan akan melakukan penyelidikan tujuan keberangkatan Nyonya Kanza tersebut.
Begitu Daniel mengetahui, Kanza berangkat lewat bandara, Daniel dan Rendy segera berangkat ke hanggar. Mereka akan langsung meluncur bila sudah mengetahui tujuan keberangkatan Kanza.
Untuk proses penyelidikan tujuan keberangkatan Nyonya Kanza, memakan waktu yang lama. Sehingga membuat Daniel terus memaki mereka. Pasalnya, pasukan tersebut tidak menyangka Nyonya mereka akan pergi ke Bandara Kualanamu. Sehingga memeriksa tujuan tujuan kota lain terlebih dahulu. Bahkan mereka menyangka Nyonya mereka berangkat ke Luar Negeri sehingga memperioritaskan penyelidikan pada tujuan tersebut.
Sekitar setengah jam, pasukan menemukan nama Kanza Anggoro tercatat dalam penerbangan Menuju Bandara Kualanamu.
Dengan cepat Daniel dan Rendy bergerak menerbangkan pesawat jet pribadi Daniel dengan pilot andalan Daniel ke Bandara kualanamu. Tidak lupa Rendy memerintahkan anak buahnya yang ada di medan untuk segera memeriksa, arah tujuan Nyonya Bos, setelah turun dari pesawat xxx pada jam sebelas tadi pagi.
__ADS_1
Daniel meneruskan perjalanannya hingga ke kota Pematangsiantar. Semua data perjalanan Kanza sudah ada di tangannya.
Dengan hati yang gelisah dan penuh tanda tanya, Daniel memasuki hotel tempat Kanza menginap di kota tersebut.