
Kini Kanza sudah kembali ceria menjalani aktifitasnya sehari-hari.Selain di kampus dia menghabiskan waktunya di toko kue yang dikelolanya.Kanza hanya mengawasi kerja para kayawan di toko itu.Kanza tidak lagi terjun ke dapur ataupun ke stand penjualan kue.Para sahabatnya menempatkan orang-orang berbakat di bidangnya masing-masing ke toko kue Kanza,kini toko kue itu semakin maju dam mendapatkan orderan dari beberapa perusahaan dan instansi.
"Sepertinya aku sudah bisa melunaskan utangku kepada mas Daniel," ucap Kanza pada dirinya sendiri,kala Kanza menghitung uang yang didapatnya bulan ini,bukan cuman bayar utang,tapi cukup juga untuk dia bagi kepada ibu dan adiknya.
Kanza keluar dari toko dengan wajah yang sumringah,Kanza selalu berjalan pulang pergi dari rumah ke toko dan dari rumah ke kampus,karna memang lokasi ke tiga tempat tersebut berada di satu lingkungan.Jadi Kanza tidak berfikir sama sekali untuk membeli kendaraan,terlebih setiap dia melakukan aktifitas yang keluar dari lingkungan itu,salah seorang sahabat Kanza pasti dengan senang hati mengantarnya.
Tiba disebuah ATM Kanza berhenti dan melakukan panggilan telepon,ternyata dia menghubungi Daniel.
"Haloo Kanza!" Terdengar suara Daniel dari seberang sana begitu panggilannya tersambung.
Daniel segera menghantikan kegiatannya di ruang kerjanya setelah melihat nama yang tertera dilayar handphonenya yang berdering.tanpa membuang waktu Daniel segera mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo Mas Dani!" balas Kanza.
"Gimana keadaan kamu? sehat?"tanya Daniel
"Sehat Mas,kalau Mas Dani gimana kabarnya?" tanya Kanza meladeni obrolan Daniel tersebut.
"Mas baik-baik saja," jawab Daniel.
"Begini Mas,saya mau melunaskan hutang saya,kebetulan saya ada rejeki bulan ini,jadi uang saya sudah cukup untuk membayar hutang saya pada mas Daniel," tutur Kanza
"Oh ya?cepat sekali bisa bayarnya?padahal kemarin Kanza nangis-nangis karna gak punya uang,ini belum dua bulan dah bisa aja ngumpulin uang segitu banyak," tanya Daniel berbasa basi.
"iya Mas,ibu Bos saya yang dulu tempat saya bekerja mempercayakan tokonya kepada saya,beliau pindah ke luar negeri.Itu makanya saya bisa ngumpulin uang sebanyak ini," terang Kanza
"Wahhh,jadi penasaran nih dengan kepribadianmu,itu tandanya kamu itu orang baik," puji Daniel
"Biasa aja Mas,buktinya Mas Dani kemarin kena maki sama aku," kenang Kanza
"Hahahaha,masih ingat aja kamu," ucap Daniel.
"Begitu dulu ya Mas,nanti saya kirimkan bukti transferannya sama Mas," sambung Kanza.
"Oke!" balas Daniel
Kanza pun memutuskan sambungan telepon tersebut.
Ketika Kanza memasuki ruang ATM seseorang masuk mengikutinya dari belakang.Kanza terkejut dan segera berbalik melihat siapa yang ikut dibelakangnya.Seorang pria yang menggunkan jaket hitam dan masker hitam berdiri tepat dibelakangnya.pria tersebut menghunuskan belati tepat di pinggang Kanza.Ujung belati tersebut telah mengenai kulit Kanza.
"Jangan coba-coba teriak,kalau teriak,aku akan membunuhmu," ancam pria tersebut.
__ADS_1
Dengan gemetar Kanza menganggukkan kepalanya.
"Cepat masukkan pin nya!" perintah pria tersebut setelah berhasil melakukan transaksi pencairan uang melalui ATM Kanza,yang di ambilnya dari tangan Kanza dengan paksa.
Kanza dengan gemetar memasukkan nomor pin ATM tersebut.Proses selanjutnya sudah dipastijan Kanza kehilangan uangnya.Tapi tidak semuanya,pria tersebut hanya mengambil uangnya sebagian.
"Maafkan saya,saya lagi memerlukan uang ini sekarang!" Kata pria itu sebelum meninggalkan Kanza di dalam ruangan ATM tersebut.
Seketika Kanza langsung terduduk,seluruh persendiannya terasa lemas,sekitar 5 menit Kanza terduduk Kanza berusaha berdiri dan beranjak dari tempat.
Setelah tiba di Rumah Kanza mengabari kejadian tersebut kepada teman-temannya melalui chat grup whatshap mereka.
Ke empat temannya tersebut segera meluncur ke Rumah Kanza.Tak lupa Noni memberi kabar kepada Rendy mengenai penodongan yang dialami Kanza.
Sudah beberapa kali Noni menawarkan untuk tinggal bersama Kanza dan bekerja dengan Kanza,tapi Kanza selalu menolak hal tersebut.Kanza selalu mengatakan tidak ingin terlalu merepotkan sahabat-sahabatnya tersebut.Kanza tidak ingin membuat teman-temannya yang yang nota bene adalah anak-anak dari orang kaya itu,merasa tidak nyaman dengan tinggal bersama dengannya.
Sementara Daniel menunggu dengan sabar kedatangan chat konfirmasi dari Kanza tersebut.
"Apakah dia berubah pikiran?" tanya Daniel pada diri sendiri.Sudah setengah jam berlalu tapi chat yang ditunggu-tunggu Daniel tak kunjung datang.Tiba-tiba handphone Daniel berdering.Daniel kecewa melihat nama yang tertera di layar handphonenya.
"Ada apa?" Tanya Daniel dengan nada kecewa,Rendy sedikit heran dengan kecepatan bosnya tersebut menjawab panggilannya kali ini,Tak pernah bosnya tersebut menjawab panggilan darinya di dering pertama seperti ini.
"Nona Kanza di rampok preman bos ketika di ruang ATM," lapor Rendy.
"Oh..Tuhan..!kali ini maafkan aku!"rengek Daniel yang membuat Rendy kebingungan mendengar perkataan bosnya tersebut.
"Ada apa bos?!" Tanya Rendy heran,jantung Rendy berdegup kencang menerka apa yang telah terjadi,pasalnya bosnya tersebut belum pernah merasa menyesal ataupun merasa bersalah dalam melakukan tindakannya selama ini
"Dia pergi ke ATM karna ingin mentransfer uang pembayaran handphone itu kepadaku," terang Daniel.
"Aku yang menyebabkan ini semua terjadi pada dia,"sesal Daniel
"Nona baik-baik saja bos,hanya mengalami syok saja,nona tidak terluka sedikitpun."tutur Rendi.
" Dimana Kanza sekarang?"cecar Daniel.
"Sudah dirumahnya Bos,bersama dengan teman temannya," ucap Rendy.
Sesaat setelah Daniel memutuskan sambungan teleponnya dengan Rendy,Daniel memerintahkan agen rahasia untuk segera mengurus preman yang merampok Kanza,melalui sambungan telepon.
Sudah jadi kebiasaan bagi Kanza untuk menghidupkan televisi ketika dia beraktifitas dirumahnya setiap pagi."biar tidak sunyi!"katanya ketika Reny memprotes hal tersebut.Pasalnya televisi itu tetap hidup walaupun tidak ada yang menonton dan Kanza selalu menyetel volumenya dengan suara yang lumayan memekakkan telinga.
__ADS_1
Begitu juga di pagi ini.Tapi berita di pagi ini menarik perhatian Kanza dari dapur.
"Seorang perampok tertembak di sebuah gang pada saat melakukan aksinya tadi malam di jalan xxxxxxx.." Begitu kira-kira isi berita yang dibawakan oleh reportet tersebut.Kanza segera berlari melihat ke layar televisi tersebut.
Kanza terkejut mendapati bahwa rampok yang dimaksud berita tersebut adalah rampok yang sama dengan rampok tadi malam yang merampoknya.
"Noni! Noni! sini!" Teriak Kanza.
Ke empat sahabat Kanza bergegas ke arah Kanza.Ke empat sahabatnya tersebut memang menginap untuk mal ini di Rumah Kanza.mereka menggelar karpet dilantai kamar Kanza,sedangkan Kanza dan Noni tidur di tempat tidur Kanza.
"Ini rampok yang merampok saya tadi malam," terang Kanza sambil menunjuk kearah televisi.
Semua sahabatnya melihat kearah televisi tersebut.
"Kamu yakin,itu rampok yang sama?" tanya Tuti.
"Yakin! dari gambar yang ada di jaketnya tersebut dan masker yang dia pakai itu," tegas Kanza merasa yakin bahwa itu adalah orang yang sama.
Hati Kanza sedikit sedih mendengar kabar kematian dari rampok tersebut.
"Aku rasa dia itu bukan orang yang betul-betul jahat,"kata Kanza
"Dia hanya betul-betul mbutuhkan uang"lanjut Kanza.
" Aaiiissss,kamu ini,masih lagi bela orang yang merampok kamu,"ucap Yuni.
"Pasalnya tadi malam dia sempat meminta maaf kepadaku dan mengatakan bahwa dia sangat membutuhkan uang,"ungkap Kanza.
Dalam hati Kanza menyesali kematian rampok tersebut,karna Kanza yakin orang tersebut berbuat demikian karna terdesak oleh kebutuhan.
Kanza kembali menepon,Daniel untuk memberitahu bahwa dia gagal membayar hutang.
"Maaf ya mas Daniel,saya tidak jadi bayar hutang saya sama mas Daniel," mohon Kanza ditengah pembicaraannya dengan Daniel.
"Pasalnya,ada kejadian mendadak yang membuat saya tidak dapat melunasi hutang kepada Mas Daniel."lanjut Kanza,tanpa ingin menceritakan apa yang dialaminya.
"Ohh,tidak apa-apa,bulan depankan,masih ada," jawab Daniel.Daniel pun tidak ingin bertanya apa yang terjadi.Dan Daniel juga pura-pura tidak tahu apa yang terjadi kepada Kanza.
"Makasih ya Mas Daniel,kalau bulan depan tidak ada halangan,saya akan membayar utang saya," tutur Kanza.
"Ok Kanza,Mas tunggu bulan depan ya," kata Daniel.
__ADS_1
Begitulah,Kanza tidak jadi melunaskan hutangnya kepada Daniel bulan ini,besar harapan Kanza bulan depan Kanza sudah bisa melunaskan utangnya kepada Daniel.