
Daniel dan Kanza menghabiskan waktu mereka dengan hal-hal yang berbaur pornografi. Mereka mengganti waktu mereka yang terbuang akibat salah faham dan Kanza yang harus menjalani opname. Tetapi di hari terakhir Daniel membawa Kanza berjalan-jalan berkeliling kota Paris. Daniel yang biasa kesana membawa Kanza ketempat-tempat wisata yang sering dikunjungi orang-orang.
Daniel dan Kanza pun kembali ke Indonesia dalam keadaan yang sangat bahagia. Berkali kali Kanza mengucapkan terimakasih kepada Daniel karena telah membawanya kesana.
"Saya akan membawamu kemanapun yang kamu inginkan, " ucap Daniel menanggapi ucapan Terimakasih Kanza kepadanya.
"Jet pribadi kita bisa membawamu keliling Dunia. Dengan satu syarat..., " ucap Daniel menggantung Kalimatnya
"Apa? " tanya Kanza sambil mendaratkan setengah tubuhnya bagian atas ke pangkuan Daniel.
"Kamu harus tersenyum kepadaku setiap hari. " jawab Daniel yang langsung mengecup bibir Kanza yang mendongak sangat dekat dengan bibirnya.
"Oke Tuan Daniel, saya siap melakukannya. Tapi Tuan Daniel tidak boleh mengingkari janji , ya? " ucap Kanza sambil memberikan jari kelingkingnya pertanda mereka telah membuat kesepakatan.
"Baiklah Nyonya Daniel, " jawab Daniel sambil menyambut jari kelingking Kanza dengan jari kelingkingnya.
Jet pribadi yang membawa mereka pun akhirnya tiba di tanah air. Rendy telah menunggu mereka di hanggar. Rendy tersenyum melihat senyum yang selalu mengembang di wajah Daniel.
"Kamu kenapa senyum-senyum gitu? " tanya Daniel yang melihat Rendy ikut ketularan senyum.
Rendy tidak menjawab pertanyaan Daniel. Dia malah menginjak gas mobilnya meninggalkan hanggar.
"Di tanya malah diam, kamu baru kesambet setan Ya? " tanya Daniel mengharapkan penjelasan Rendy.
"Senyum aja salah, " protes Rendy "Saya hanya senang melihat Bos senang dan selalu senyum dari tadi, " tutur Rendy.
"Emang saya senyum dari tadi? " tanya Daniel merasa heran dengan pernyataan Rendy.
Rendy pun menggelengkan kepalanya tanpa menjawab pertanyaannnya. Merasa tidak mendapatkan jawaban, Rendy mengalihkan pandangannya kepada Kanza. Mengharap Kanza menjawab pertanyaannya.
"Iya loh, Mas. Mas dari tadi memang senyum-senyum, " tutur Kanza.
Akhirnya Daniel pun terdiam
"Makanya kamu cari pacar, biar kamu tidak melajang terus, " saran Daniel kepada Rendy.
Seketika Rendy menghentikan mobilnya tiba-tiba hingga mengguncang tubuh Daniel dan Kanza.
"Iya Bos? apa Bos tidak keberatan kalau aku menikah sekarang? " tanya Rendy berapi-api.
Daniel terlihat bingung menjawab pertanyaan Rendy. Dia merasa terjebak oleh omongannya sendiri. Mengingat dia sangat membutuhkan Rendy saat ini, dan lagi pekerjaan mereka masih sangat menumpuk.
Melihat kebingungan Daniel. Kanza mencoba memberi masukan kepada Daniel dengan menganggukkan kepalanya.
"Tapi pekerjaannya sangat banyak, gimana kalau sampai dia tidak masuk kerja? " protes Daniel melihat anggukan kepala Kanza.
__ADS_1
"Mas, saya rasa seumur hidup pekerjaan kalian itu tidak bakalan selesai-selesai, apa dia harus menunggu sampai seumur hidup juga? " tanya Kanza sambil memberikan keterangan kepada Daniel.
Mendengar Nyonya Bos membelanya, Rendy pun menjulurkan lidahnya kepada Daniel seraya mengejek.
"Emang ada perempuan yang mau sama kamu? " tanya Daniel
"Ada dong Bos, nanti saya kasih tahu siapa orangnya, " jawab Rendy.
"Tidak usah rahasia-rahasiaan, saya mau tahu orangnya siapa! " umpat Daniel.
"Kalau saya kasih tahu, Bos janji jangan marah ya? " usul Rendy.
"Katakan dulu! " bentak Daniel.
"Nggak, Bos janji dulu, " pinta Rendy.
Kanza kembali memberi kode kepada Daniel untuk menyetujuinya saja.
"Iya, iya, " ucap Daniel akhirnya.
"Lily, " ucap Rendy malu-malu
"Haaa? " Daniel mengangakkan mulutnya. Dia tidak menyangka nama itu akan keluar dari mulut Rendy.
"Gimana bisa? " tanya Rendy lagi. Sedangkan Rendy hanya senyum-senyum tanpa menanggapi pertantaan-pertanyaan Daniel.
"Sudah berapa lama? " tanya Daniel penasaran
"Hampir lima tahun Bos, " jawab Rendy
"Haaa? " Daniel kembali berteriak mendengar jawaban Rendy.
"Gila kamu ya, bisa-bisanya kamu berpacaran tanpa sepengetahuanku, " teriak Daniel merasa di bodohi oleh Rendy.
"Maaf Bos, saya tidak tega memberitahukan Bos, kalau gak Ketemu Nona Kanza, mungkin Bos masih jomblo sampai sekarang, jadi saya hanya menjaga perasaan Bos saja waktu itu, " tutur Rendy panjang lebar.
"Hebat kamu ya?, apa lagi yang kamu sembunyikan dari saya? " teriak Daniel.
"Anu Bos, itu..., kami sudah berencana akan menikah, tapi takut minta izin sama Bos, " jawab Rendy takut-takut.
"Rendy...,Rendy..., ku kirain kamu itu pria lugu yang tidak berani sama cewe, ternyata...,aduh! " ucap Daniel masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada.
"Justru bukan bagus Mas? jadi Mas tidak perlu repot-repot mencarikan jodoh untuknya, " sambar Kanza.
"Bagus sih, tapi tidak seharusnya si brengsek ini menutupinya dari saya, untung saja niatku untuk memperkenalkan Lily kepada Tuan Dion belum terlaksana, " ucap Daniel masih dalam kekesalannya.
__ADS_1
Sontak Rendy membelalakkan matanya mendengar niat Bosnya tersebut.
"Jangan Bos, " pinta Rendy buru-buru.
"Kalau begitu cepatlah menikah, banyak kolegaku yang bertanya tentang Lily kepadaku, " pinta Rendy.
"Siap Bos! " ucap Rendy sambil memberi hormat kepada Daniel.
"Ya sudah, jalankan mobilnya, " perintah Daniel.
Rendy pun segera menginjak gas pada mobil tersebut.
"Pikirkan saja konsep dan tempat pernikahan kalian, biayanya biar saya yang tanggung, " ucap Daniel.
"Betul Bos, " ucap Rendy tiba-tiba menggentikan mobilnya kembali.
"Kamu itu berhenti sembarangan, putus kepalamu kalau sempat ada mobil yang nabrak dari belakang, " Bentak Daniel.
"Saya lihat kaca spion Bos, tidak ada mobil di belakang, " ucap Rendy membela dirinya.
"Bagaimana kalau aku saja yang konsep pernikahan mereka? " usul Kanza.
Daniel langsung menoleh kearah Kanza dan menggelengkan kepalanya.
Melihat kode dari Daniel, Kanza pun merajuk dan memanjangkan bibirnya kedepan.
Seketika Daniel membawa tubuh Kanza kepelukannya dan menyesap pucuk kepala Kanza.
"Aku tidak mau kamu kecape'an, " ucap Daniel.
"Tapi aku bosan dirumah terus, " rengek Kanza.
Daniel lalu mengangkat wajah Kanza dan mengecup bibir Kanza sekilas. Akhir-akhir ini, Rendy sudah terbiasa dengan pemandangan yang seperti itu dari Bosnya dan Nona Kanza.
"Kalau begitu, ikut saya kekantor setiap hari, " ucap Daniel.
"Sama saja, nanti di kantor kamu juga meninggalkanku rapat, " sungut Kanza.
"Kalau begitu, kamu bisa ikut mengatur pernikahan Rendy, tapi hanya untuk memantau dan memberi arahan saja, " ucap Daniel akhirnya.
Seketika wajah Kanza terlihat berbinar.Kanza yang seorang pekerja dipaksa berhenti membuatnya merasa bosan.
"Terimakasih banyak Bos sudah mengizinkan Nyonya mengurusi pernikahan kami, " ucap Rendy merasa senang dengan kebaikan Bos nya kali ini. Rendy menangkap perubahan yang begitu besar pada diri Daniel.
"Hanya untuk kamu, " jawab Daniel singkat kepada Rendy.
__ADS_1
"Ingat ya sayang, hanya untuk Rendy. untuk selanjutnya jangan coba-coba meminta apapun untuk mengurusi urusan orang lain, kecuali keluarga kita, " ultimatun Daniel kepada Kanza.