
Ke esokan harinya,Kanza pun membawa barang-barang nya yang tidak begitu banyak ke toko kue.Mulai malam ini Kanza akan menginap disana.Walaupun lebih sederhana dari Rumah tinggal Kanza sekarang,tapi lebih nyaman bagi Kanza tinggal disana,di toko kue, dari pada merasa terus di awasi tinggal di Rumah mewah itu.
Kanza pun mulai memberekan dan menyusun baju-bajunya ke lemari bongkar pasang yang di belinya tadi pagi di toko sebelah.
Hari ini adalah hari yang super sibuk bagi Kanza.Dia harus bolak balik antara toko perlengkapan Rumah dengan toko kue nya,untuk berbelanja perlengkapan Rumah seorang diri.Untung saja jaraknya hanya bersebelahan dengan toko kue Kanza.
Sahabat-sahabat Kanza yang dulu selalu membantu Kanza lenyap seiring kepergian Rendy ke Luar Negeri.
Setelah semua dirasa sudah pada tempatnya,Kanza bergegas masuk kadalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
Rasa segar kini terasa di tubuh Kanza.Suara perut Kanza yang berbunyi memaksa Kanza untuk cepat cepat mengoleskan berbagai krim ke kulitnya.
Kemudian Kanza turun untuk dan Keluar dari toko untuk membungkam suara yang terdengar dari dalam perut Kanza.
Kanza pun mengisi perutnya di warung pecal lele tidak jauh dari tokonya.Setidaknya hanya berjarak lima puluh meter saja.
Kanza beranjak pulang setelah perutnya terasa kenyang.Tiba-tiba dari arah belakang,seseorang memeluk Kanza dengan erat dan menempelkan sapu tangan yang berisi bahan yang membuat orang kehilangan kesadaran.Kanza di culik.
Kanza mulai mendapatkan kesadarannya ketika suara bentakan terdengar ditelinganya.
Menyadari dirinya di culik dan sedang terikat di sebuah kursi kayu,Kanza kembali memejamkan matanya.Dia ingin menetralkan jantungnya yang terasa berdetak dengan cepatnya,dan ingin memikirkan strategi yang harus diambilnya yang sesuai dengan posisinya sekarang ini.
Kanza membuka matanya sedikit dengan halus,untuk melihat siapa orang yang telah menculiknya tersebut.
Kanza tidak mengenal orang-orang yang berada di tempat itu.
"Saya masih bersabar untuk satu jam kedepan,apabila kamu tidak hadir di tempat ini,maka gadismu ini akan segera menemui ajal," Ucap pria itu melalui sambungan telepon yang di tujukan entah kepada siapa.
Mendengar itu,Kanza kembali gemetar,"Siapa sebenarnya yang dimaksudkan oleh penculik ini?"tanya Kanza dalam hati
Keringat dingin kini membanjiri tubuh Kanza.Bayang-bayang kematian terus terngiang di otak Kanza.Dalam hati Kanza menjerit memanggil-manggil nama Ibu dan Tuhan nya.
"Hei Nona,buka matamu! jangan berpura-pura pingsan," bentak salah seorang dari penculik kepada Kanza.
Dengan terpaksa Kanza membuka matanya.Kanza tidak ingin memicu amarah para penculik itu.
"Siapa kalian? kenapa menculikku?" tanya Kanza histeris.
__ADS_1
Penculik yang melakukan panggilan telepon segera mendekatkan handphone nya ke wajahku.
"Kamu sudah mendengarnya kan Tuan Rendy yang terhormat?" ucap penculik itu kembali setelah berhasil memperdengarkan suaraku kepada lawan bicaranya.
Aku terkejut mendengar nama Rendy keluar dari mulut penculik tersebut.
"Kalian salah orang,saya bukan wanitanya Tuan Rendy," teriak Kanza ingin meluruskan pemikiran dari para penculik tersebut.
"Tolong lepaskan saya,kalian salah orang," berulang kali Kanza melontarkan kalimat tersebut,sambil menangis.
"Tenanglah Nona,kami tidak akan mencelakakanmu kalau Rendy si keparat itu muncul disini," ucap salah satu dari mereka.
___________________________
"Nona Kanza di culik oleh kelompok Baracuda Bos," teriak Rendy panik memberitahu Daniel melalui sambungan telepon.
"Aaahhhh!" jerit Daniel dengan amarah yang membuncah masih di saluran telepon
"Dimana lokasinya?" teriak Daniel dengan suara gemetar
" Tidak perlu kamu menggurui saya! kirimkan saja lokasinya,"bentak Daniel.
Setelah pesan masuk diterima Daniel,dia segera meluncur Ke lokasi.
Rendy segera mengerahkan pasukan Elang malam yang di pimpin nya untuk mendampingi Daniel.
"Tugas utama kalian adalah untuk melindungi Bos Daniel,"perintah Rendy kepada pasukannya.
Setelah pasukan Elang malam membuka Jalan untuk Daniel.Daniel segera bergerak memasuki gedung kosong tempat Kanza di ikat.
Kini Daniel telah bisa melihat Kanza,hatinya menjerit melihat pujaan hatinya terikat di sebuah kursi dan di jadikan sandera.
" Sudah saya bilang,waktumu hanya satu jam,sekarang tinggal lima menit lagi,jangan salahkan aku bila peluruku menembus kepala wanitamu ini,"sarkas kepala penculik tersebut kepada Rendy masih melalui sambungan telepon.
Wajah Kanza terlihat pucat pasi mendengar pembicaraan penculik itu.Seluruh tubuhnya kini terlihat gemetar.
Sementara diluar situasi sangat kacau,pasukan Baracuda dan Elang malam saling adu tembak.Suara desingan peluru semakin membuat jantung Kanza melemas.
__ADS_1
"Ini betul-betul seperti adegan sinetron," ucap Kanza dalam hati.
Lima menit kemudian,kepala penculik itu menodongkan pistolnya ke kepala Kanza.
Sontak Kanza menutup matanya sambil membaca doa-doa penghapusan dosa.Tidak ada lagi harapan bagi Kanza untuk hidup.Terlebih Kanza menyaksikan seorang dari penculik itu tergelepar ditanah bersimbah darah terkena peluru yang datangnya entah dari arah mana.
"Sudah time Bos,sudahi saja," ucap salah seorang penculik kepada Bos penculik itu.
Bos penculik pun segera menarik pelatuk pistolnya.Seketika sebuah tembakan terdengar dari arah samping dan menghempaskan pistol Bos penculik itu hingga terlempar jauh.
Tembakan itu memicu tembakan tembakan yang lain terdengar.Adu tembak pun terjadi di ruangan tersebut.
Seorang penculik mengarahkan pistolnya kepada kanza dari jarak jauh.Kanza pun melihat hal tersebut dan bersiap untuk menjemput ajalnya.
"Ibuuuuuu!" teriak Kanza ketika penculik itu melepaskan kembakannya
1 2 3 Kanza pun membuka matanya perlahan."kenapa pelurunya tidak mengenaiku?"pikirnya.
Kanza pun menyadari ada orang yang menghalau peluru itu untuknya.Dia pun segera melihat orang yang terkapar di lantai dengan bersimbah darah.
"Sepertinya Mas Daniel," pikir Kanza merasa tidak yakin dengan penglihatannya.
Tidak menunggu lama,akhirnya pertempuran di menangkan oleh pihak yang menolong Kanza.Beberapa penculik tewas di tempat dan sebagian banyak yang terluka parah dan segera melarikan diri.
Orang-orang segera melepaskan Kanza dan membawa Daniel ke Rumah sakit sesegera mungkin.
Kanza tidak bisa menghentikan tangisnya,walaupun para pria yang berada di dalam mobil itu membujuk Kanza untuk tenang,tapi Kanza tidak dapat melakukannya.
Bayang bayang kejadian yang baru saja dilaluinya terus menari di kepalanya.Bahkan seluruh tubuhnya pun masih terasa bergetar, seluruh otot nya serasa tidak mempunyai tenaga.Pria yang bercadar hitam,tadi membopongnya masuk kedalam mobil ini.
Kanza mengalihkan pandangannya kearah Daniel yang sedang pingsan.Seorang pria menghentikan pendarahannya dengan menempelkan suatu serbuk ke atas luka tembak Daniel.
"Bertahanlah Mas,kamu tidak boleh mati," rengek Kanza
Kanza merasa sangat bersalah atas luka tembak yang di dapatkan Daniel.Kanza juga sangat berterima kasih atas pengorbanan Daniel untuknya.
Setibanya di Rumah sakit,Daniel langsung di larikan Ke ruang UGD untuk mendapatkan perawatan.Kanza juga di bawa ke ruang rawat untuk mendapatkan perawatan,seorang pria kembali menggendong Kanza memasuki Rumah sakit,karena Kanza tidak sanggup untuk melangkahkan kakinya.
__ADS_1