
Ini adalah hari ke dua Kanza bersikap dingin terhadap Daniel.Daniel di buat pusing tujuh keliling dengan sikap dinginnya.
Seakan teriris hati Daniel setiap Kali Kanza memandangnya dengan dingin.Sebanyak apa Daniel berfikir tentang alasan Kanza bersikap dingin terhadapnya,sebanyak itu pula Daniel tidak menemukan jawabannya.
Daniel menangkap tangan Kanza pagi ini,ketika Kanza berbalik hendak meninggalkan Daniel usai mempersiapkan obat yang harus di makan Daniel di atas nakas.
"Katakan salah apa yang kuperbuat lagi,hingga kamu berubah sikap seperti sekarang ini," pinta Daniel dengan wajah pias.
Kanza terkejut dengan sikap Daniel yang menahan tangannya dengan kuat.Jantungnya berdetak dengan kencang.
"Mas tidak melakukan salah apapun," jawab Kanza dingin.
"Jangan menyiksa Mas seperti ini," ucapnya Daniel kepada Kanza.
Kanza menguatkan hatinya memandang wajah Daniel.
"Bagaimana saya bisa menyiksa Mas Daniel?" gerutu Kanza kepada Daniel
"Saya tidak memiliki kuasa apapun seperti Mas Daniel, yang bisa melakukan apa saja untuk menyiksa seseorang,"lanjut Kanza.
Daniel merasakan hatinya yang begitu perih melihat tatapan dingin Kanza yang di tujukan padanya.
" Mas mohon,Kanza mau memberitahu kepada Mas apa yang tidak berkenan di hati Kanza,jangan mendiami Mas seperti ini,"pinta Daniel memelas.
"Kanza sudah mengatakan,kalau Mas Daniel tidak berbuat kesalahan terhadapku,jangan terlalu memikirkanku," papar Kanza.
"Huufff!" Daniel membuang nafasnya kasar.Sikap Kanza yang tidak mau terbuka kepadanya membuat nafasnya terasa sesak.
"Jangan kawatir,saya akan menjaga Mas Daniel hingga betul-betul sembuh.Tidak akan meninggalkan Mas Daniel seperti kemarin," tutur Kanza melihat ada semacam ketakutan di wajah Daniel.
Hati Daniel semakin tetiris mendengarnya.Bayangan Kanza akan meninggalkannya setelah dia sembuh membuat nafasnya serasa terputus.
__ADS_1
"Tidak bisakah kamu tinggal di sisiku saja," pinta Daniel memelas.
Kanza memandang Daniel.Ingin rasanya Kanza meneriaki Daniel karena sudah menjadikannya sebagai pelarian.Tapi janji yang di ucapkannya kepada Friska untuk merahasiakan kehadirannya mengurungkan niat Kanza untuk meneriakinya.
"Saya berjanji hanya sampai Mas Daniel sembuh saja," ucap Kanza akhirnya.
Daniel terdiam mendengar jawaban Kanza.Daniel tidak ingin memaksakan kehendaknya kepada Kanza.Daniel takut bila Kanza akan semakin menjauhinya.
Sejak saat itu,kecanggungan terjadi di antara mereka.Daniel selalu memandangi wajah dan memperhatikan semua pergerakan Kanza bila sedang berada di ruangannya.Sedangkan Kanza selalu membuang wajahnya dari Daniel bila berhadapan dengan Daniel.
Kanza masuk ke ruangan Daniel hanya pada waktu tertentu saja.Di waktu-waktu Daniel harus membersihkan badannya dan di waktu Daniel harus makan dan minum obat.
Kini berada di tempat itu,serasa berada di tempat yang asing bagi Kanza.Kanza ingin segera bisa meninggalkan Daniel dan kembali ke kehidupan nyatanya.
Sebulan sudah Kanza mengurusi Daniel.Dengan susah payah,Kanza melewati harinya di Rumah sakit bersama Daniel.Bayangan Daniel menjadikannya sebagai pelarian membuatnya merasa muak terhadap sikap manis Daniel.
"Besok Dokter telah memperbolehkan Mas Daniel meninggalkan Rumah Sakit ini," ucap Kanza sebelum pergi istirahat di ruang sebelah.
Jantung Daniel berdetak kencang,mengingat waktu kebersamaan mereka yang semakin menipis.
Daniel merasa lega karena mengetahui tujuan Kanza adalah kampung halamannya.Tetapi juga merasa resah dengan teman pria Kanza di kampung,yang sudah pasti jatuh cinta kepada Kanza karena kecantikan Kanza.Semenjak meninggalkan kampung halamannya,kecantikan Kanza bertambah berpuluh-puluh kali lipat.
"Apakah kamu tidak mengijinkan Mas mengantarmu juga?" tanya Daniel.
"Mas,masih kurang sehat.Lagi pula saya sudah membeli tiket bus.Kalau Mas Daniel tidak menghalangi perjalanan saya,maka saya akan tiba di rumah Ibu tepat waktu," ucap Kanza sambil memperingatkan Daniel supaya tidak mengambil tindakan yang akan menghalangi perjalanannya.
"Kalau Mas Daniel memaksa,Supir boleh mengantarkan saya ke terminal besok," lanjut Kanza yang meyakini Daniel akan menawarkan hal itu kepadanya.
Daniel hanya diam mendengar semua penuturan Kanza.Daniel terpaksa merelakan kepergian Kanza.Dia tidak ingin membuat Kanza merasa tertekan di sisinya.
Ke esokan harinya,Kanza telah selesai mengemasi barang-barang yang ingin di bawanya.Walaupun semua barang yang dia miliki di Rumah sakit ini adalah pemberian Daniel,namun Kanza tidak ingin meninggalkannya.
__ADS_1
"Biarlah ini jadi kenang-kenangan buat saya,"batin Kanza saat mengemasi barang-barangnya
Tak lupa,Kanza juga mempersiapkan kepulangan Daniel ke villanya.Obat obatan yang di berikan Dokter untuk di konsumsi Daniel di kemas Kanza dengan rapi.
"Saya harap kamu mau membalas pesanku ataupun menjawab teleponku," pinta Daniel kepada Kanza ketika Daniel hendak naik ke dalam mobilnya.
Kanza pun menganggukkan kepalanya.
"Mas Daniel harus tetap sehat,jangan bertindak gegabah lagi," pinta Kanza kepada Daniel.
"Ingat untuk selalu meminum obatnya tepat waktu,"lanjut Kanza yang lalu menyerahkan Kantong obat-obatan kepada Rendy.
Rendy pun segera masuk ke dalam mobil,karena tidak ingin mengganggu perpisahan yang begitu memilukan Bos nya tersebut.
"Saya pamit Mas," ucap Kanza sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman kepada Daniel.
Daniel pun segera menyambut uluran tangan Kanza dengan hati yang begitu sedih.
Setelah menyalami Daniel,tak lupa Kanza mencium punggung tangan Daniel untuk ungkapan terimakasihnya kepada Daniel selama ini yang telah memperlakukannya dengan begitu baik.
Mendapat perlakuan seperti itu,hati Daniel serasa melemah dan semakin sedih.Air matanya jatuh di pipinya tanpa bisa di tahannya lagi.
"Apa boleh Mas memelukmu sekali ini saja?" mohonnya kepada Kanza.
Kanza pun menganggukkan kepalanya dan segera memberikan tubuhnya untuk di peluk oleh Daniel.
Seketika suara tangisan terdengar dari mulut Daniel.Daniel memeluknya dengan begitu erat.Daniel menahan tangisnya dengan sekuat tenaga,namun tidak berhasil.
Isakan Daniel membuat hati Kanza terasa perih.Kanza bingung dengan sikap yang di tunjukkan Daniel kepadanya kini.Sikap ini menunjukkan cinta Daniel kepadanya yang begitu besar.Tetapi omongan dari Friska mempengaruhinya untuk tidak mengakui apa yang dia rasakan dan saksikan sekarang ini.
Walau demikian,ada rasa nyaman di hati Kanza berada di dalam pelukan Daniel.Kanza pun membiarkan tubuhnya berlama-lama di dalam pelukan Daniel tanpa berusaha memberontak.Hingga Daniel melepaskan pelukannya dengan sendirinya.
__ADS_1
"Mas harap kamu masih mau menghubungi Mas,apabila kamu menemui kesulitan.Kamu sudah sangat membantu Mas menjaga kesehatan Mas,apabila kamu dalam keadaan baik-baik,"pinta Daniel.
"Aku akan berusaha hidup dengan baik," jawab Kanza yang kemudian masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkannya ke terminal.