
"Hallo gaeesss,hari ini aku menerima orderan menetap dari sebuah perusahaan gaaeesss,"bunyi pesan Kanza di grup whatshap persahabatan mereka.Tak lupa Kanza menyematkan emotion senyum menandakan suasana hatinya yang lagi senang.
"Wahh..rejeki nomplok dong!"balas Yuni
"Jumlah pesanannya berapa sob?"tanya Noni
"Tenaga freelance siap meluncur," pesan Reni
" Saya juga siap membatu,"dukung Nita pada pesan Reni
Begitulah sepenggal obrolan-obrolan mereka digrup whatshap malam ini.Semua ikut mesara gembira,ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan Kanza.Kanza selalu membagi cerita-cerita yang didapatnya sehari-hari kepada ke empat sahabatnya tersebut.Walaupun Noni tahu cerita dibalik orderan tersebut,tapi dia tetap bahagia untuk Kanza.
Ke esokan harinya Kanza dengan semangat penuh mengerahkan semua tenaga nya dan seluruh karyawan untuk memenuhi pesanan yang mereka terima kemarin.Kanza tidak mau konsumen yang baru didapatnya merasa kecewa,
"ini merupakan permulaan yang baik untuk saya dan teman-teman disini,"ucap Kanza dalam hati.Kanza memang memperlakukan semua karyawannya sebagai sahabatnya sendiri.Kanza tidak pernah bersikap seperti bos,dia menyemangati karyawannya dengan bahasa yang selalu bersahabat.karena memang awal perkenalan mereka adalah sebagai sesama karyawan di toko itu.walau demikian seluruh karyawan menaruh hormat kepada Kanza.Demikian juga di pagi ini,begitu Kanza mengumumkan kalau toko mereka mendapat orderan yang lumayan besar dari sebuah kantor,serentak karyawan tersebut bersuka ria.Tidak satupun dari mereka yang mengeluh kelelahan.
Semua karyawan merasa senang bekerja,semua semangat melakukan setiap pekerjaannya masing-masing.selain mereka juga senang bekerja dibawah kepemimpinan Kanza,sudah di pastikan bonus yang mereka terima akan semakin besar di bulan depan.
Seminggu kemudian seseorang kembali melakukan pesanan menetap di toko kue milik Kanza.kali ini Kanza agak kebingungan untuk menyanggupinya,mengingat tenaga kerja di toko kurang kalau dia menerima pesanan itu.Tapi ke empat temannya mendukungnya dengan semangat.dan berjanji besok pagi akan mengirimkan tenaga- tenaga kerja baru ke toko kue Kanza masalah pun beres,dan Kanza menyanggupi permintaan pelanggan tersebut.Kanza semakin semangat untuk menyelesaikan setiap pekerjaanya.
Di minggu berikutnya seseorang kembali melakukan pesanan menetap di toko kue itu.
Tangis haru tidak sanggup dibendung Kanza" Ini rejeki dari Tuhan,tidak boleh disia-siakan." Bisiknya dalam hati.
Kanza memikirkan cara yang pas untuk memenuhi setiap orderan yang ada.
" Kwalitas dan rasa harustetap terjaga."begitu motto yang di pegang oleh Kanza.Tiba- tiba Kanza teringat dengan sahabatnya yang selalu membantunya kalau dia mengalami kesulitan seperti sekarang ini.secepat mungkin dia menghubungi sahabatnya tersebut melalui telepon.
" Hallo..Mas Lukman,"sapa Kanza.
"Hallo Kanza,"
"Lagi ngapain Mas? Apa saya mengganggu?"tanya Kanza kembali.
" Tidak mengganggu kho...ini saya lagi kasih Ayam makan.tumben telepon? Ada apa? Kangen ya sama Mas?"jawab Lukman narsis.
__ADS_1
"Iya.,saya memang kangen sama Mas," Jawab Kanza jujur yang memang merindukan sahabatnya itu.
"Cieee...cieee..terus kapan pulang?.katanya rindu?" desak Lukman
"Bagaimana kalau Mas Lukman yang ke Jakarta?"
"Saya disana mau tinggal dimana? Masak dihotel?".
" Mas mau nggak bekerja diJakarta? Toko kue yang kemarin saya ceritakan sama mas lukman itu,mengalami perkembangan yang pesat.Orderan kue dari beberapa perusahaan sudah saya tanda tangani mas.Mas mau ya bantu saya disini?"pinta Kanza dengan suara yang lembut dan merayu.
"Syukurlahhh.,Mas senang dengarnya,"ucap Lukman
" Kalau Mas sih dengan senang hati.Tapi tunggu saya bicarakan dulu dengan Ibu ya?"sambung Lukman.
" Iya Mas...kalau Bibi mengijinkan, besok Mas harus berangkat ya kejakarta?"
" Oke,akan saya usahakan merayu Ibu malam ini,"
"Terimakasih ya Mas,"kata Kanza yang lalu memutuskan sambungan telepon tersebut.
"Kalau gitu aku pamit dulu ya Mas? Mas istirahat yang betul supaya besok Mas siap untuk bekerja keras."pamit Kanza.
"Ya sudah,balik sana,"ucap Lukman sambil tersenyum melepas Kanza.
Ke esokan harinya Kanza berangkat bersama dengan Lukman menuju toko dengan berjalan kaki.karna memang jarang antara toko dan tempat tinggal mereka sangat dekat.Dan mulailah Lukman resmi bekerja di toko itu pada posisi bagian perbelanjaan bahan - bahan kue dan semua yang dibutuhkan di toko,menggantikan tugas Kanza.jadiKanza hanya mengawasi semua pekerjaan dapur maupun counter.
Semua pesanan hari itu mereka selesaikan dengan sangat baik.Kanza juga merasa sangat terbantu dengan kehadiran Lukman.
Seminggu sudah Lukman bekerja ditoko kue yang dikelola Kanza.Lukman mengerjakan semua yang diperintahkan Kanza.dia senang melakukannya,karna mang sudah sekak lama Lukman menaruh hati pada Kanza.
"Ada laporan bos!"ucap Rendy setibanya dikantor
"Apa?,cepat katakan!"desak Daniel.
"Nona Kanza mendatangkan sahabat prianya dari kampung halamannya,"lapor Rendy
__ADS_1
Alis Daniel langsung berkerut mendengar laporan Rendy.
"Sudah dipastikan pria itu jatuh cinta kepada nona
bos,"lanjut Rendy
Tiba tiba amarah Daniel memuncak.dia menghantam meja dengan kepalan tangannya.darah mengalir dari buku- buku jari tangan Daniel.
"Kenapa kamu tidak pernah bisa diandalkan?"bentak Daniel dalam amarahnya.
"Maafkan saya bos!"ucap Rendy karna mengerti maksud dari perkataan bosnya itu.
Daniel segera menekan tombol di handphone nya.
"Saya mau kamu bekerja malam ini!"perintah Daniel pada seseorang di seberang sana.
"Siap bos,kirimkan saja file nya."jawab orang diseberang sana tersebut.
"Nanti saya kirimkan.Malam ini harus tuntas!"perintah Daniel.
"Siap bos!"jawab orang tersebut lugas.
"Keluar kamu!!.sampai kapan kamu memelihara hati melo mu itu??"tanya Daniel kesal pada Rendy setelah memutuskan sambungan teleponnya tadi.
"Tapi tangan bos berdarah,apa tidak sebaiknya saya panggilkan dokter yang jaga?"tawar Rendy.
"Gak usah pedulikan saya,besok pagi,saya tunggu laporanmu mengenai pekerjaan agen itu," Pinta Daniel.
" Baik bos,"jawab Rendy sambil berlalu dari ruangan Daniel tersebut.
Memang setiap ada misi untuk melenyapkan nyawa seseorang,Rendy tidak pernah bersedia melakukannya.Baik hanya sekedar memberi perintah kepada anak buahnya dia tidak pernah bersedia.Rendy merasa pekerjaan itu terlalu kejam untuk dilakukan.
Rendy hanya menyelesaikan permasalahan yang ditimbulkan dari aksi yang ditimbulkan bos nya tersebut.Mengurus uang santunan kepada keluarga korban,mencari kambing hitam untuk masalah tertentu.Membungkam mulut para saksi bila ditemukan ada saksi dalam kejadian.Dan mengatur jalur kepada pihak yang berwajib.
__ADS_1