Mengapa Harus Saya?

Mengapa Harus Saya?
Bab 47


__ADS_3

Ke esokan harinya, Daniel bangun pagi-pagi buta, dia dengan perlahan turun dari ranjang. Dia tidak ingin gerakannya membuat Kanza terbangun dari tidurnya.Maklum, tadi malam mereka tidur sudah begitu larut. Kegiatan rutin yang selalu Daniel nantikan memaksa mereka untuk tidur larut malam.


Daniel pun berangkat ke kantor tanpa permisi kepada Kanza.


"Bi, Nyonya lagi tidur, siapkan sarapan yang bergizi kepadanya kalau dia terbangun nanti. Dan kasih tahu kepada Nyonya kalau aku berangkat ke kantor, " pesan Daniel kepada Bibi kotimah sebelum berangkat ke kantor.


Jam delapan pagi, Kanza membuka matanya.Cahaya terang yang berasal dari jendela membuat Kanza memaksa memejamkan matanya kembali karena merasa silau.


"Jam berapa sekarang Mas? tanyanya entah kepada siapa.


Mendapati tidak ada jawaban. Kanza lalu menelusuri tempat tidur dengan tangannya.Merasa tangannya tidak menyentuh tubuh Daniel, Kanza pun membuka matanya.


Kanza terkejut tidak lagi mendapati Daniel ada disisinya.


"Mas Daniel kemana? " gerutunya. "Apa dia betulan ke kantor? " tanyanya lagi pada diri sendiri.


Kanza pun segera bangun dan bergegas keluar dari dalam kamar. Dia segera menuju dapur untuk menanyakan kepada Bibi Kotimah keberadaan Daniel.


"Tuan sudah berangkat ke kantor Nya, " jawab Bibi Kotimah ketika Kanza menanyakan keberadaan Mas Daniel kepadanya.


Ada sedikit rasa asing di hati Kanza, rasa yang tidak rela di tinggal oleh Daniel.


"Nyonya sebaiknya sarapan dulu, saya sudah mempersiapkan sarapan untuk Nyonya, " ucap Bibi Kotimah.


"Tadi Mas Daniel bilang apa? " tanya Kanza karena merasa tidak puas Daniel berangkat ke kantor tanpa sepengetahuannya.


"Hanya berpesan supaya mempersiapkan sarapan bergizi untuk Nyonya. Juga memberitahu kalau Tuan Daniel berangkat ke kantor pada Nyonya, " tutur Bibi Kotimah.


"Salahku juga sih, bangun kesiangan, " batin Kanza.


Kanza pun mulai menyantap sarapan yang telah disediakan Bibi Kotimah untuknya.Ada rasa sunyi ketika Kanza sarapan seorang diri.Tidak seperti seminggu terakhir ini, Daniel selalu menemaninya makan dan selalu berceloteh minta di suapin maupun menyuapi dirinya.Godaan dan pujian akan selalu terlontar dari mulut Daniel, tangan Daniel yang begitu ramah menjamah tubuhnya akan selalu menjadi perdebatan diantara mereka.


Tiba-tiba ada rasa rindu yang berat di hati Kanza.


"Baru ditinggal beberapa jam kenapa hatiku begitu merindukannya? " batin Kanza.


Tiba-tiba sebuah ide muncul di otak Kanza.


"Bi, bantu aku memasak, aku mau memasak makan siang untuk Mas Daniel, "pinta Kanza kepada Bibi Kotimah.


" Siap Nyonya, "jawab Bibi Kotimah dengan senyum yang mengembang.

__ADS_1


Bibi Kotimah telah lama bekerja untuk Daniel.Bibi Kotimah senang melihat senyum bahagia Tuan nya setelah pernikahannya dengan Nyonya Kanza ini.


Hampir dua jam Kanza berkutat di dapur, Kanza memasakkan beberapa menu untuk di bawanya ke kantor Daniel.


Setelah makanan dan minuman sudah di kemasnya dengan rapi, Kanza pun segera membersihkan dirinya.


Setelah selesai dari kamar mandi, Kanza mulai mencoba masuk kedalam ruang perlengkapannya disamping kamarnya.


Setelah beberapa lama bingung, akhirnya Kanza memutuskan memakai blus simple dan celana kodorai yang di padu dengan sepatu flat.


Kanza memoles wajahnya dengan sederhana.


"Lumayan, " batin Kanza melihat hasil riasan di wajahnya.


Kanza pun segera memesan Taxi online yang akan membawanya ke perusahaan CIPTA sebagai induk dari Perusahaan Daniel.


Setelah tiba di Perusahaan CIPTA,Kanza bingung untuk berkata apa kepada security yang bertugas.Kalau Kanza mengatakan ingin menemui Pak Daniel, tentu security ini akan bertanya sudah ada janji temu dan sebagainya.


Akhirnya Kanza pun menggunakan trik lamanya.Kanza berkata kepada security bahwa dia ingin bertemu dengan Pak Irwan. Supir yang dulu bertugas mengantar jemputnya ketika bekerja sebagai karyawan magang di Perusahaan ini. Tidak begitu lama supir itu pun tiba karena security memberitahunya ada tamu untuknya melalui interkom yang tersedia.


"Nona Kanza, apa ingin ke lantai atas lagi? " tanyanya setelah kami masuk ke dalam area perusahaan.


"Sama-sama Non, Nona juga telah banyak membantuku, " tutur pak supir tersebut.


"Entah bantuan apa yang ku beri kepada Bapak ini? " batin Kanza.


Kanza pun naik ke lantai sepuluh. Dengan ragu Kanza melangkahkan Kakinya keluar dari dalam lift.


Tempat yang dituju Kanza adalah ruangan Rendy. Kanza belum mengetahui di mana letak ruangan suaminya.Dengan perlahan dan berusaha menenangkan perasaannya, Kanza berjalan menuju ruangan Rendy.


Kanza segera mengetuk pintu ruangan Rendy.Tidak ada jawaban dari dalam. sekali lagi Kanza mengetuk pintu ruangan itu, tetapi tetap tidak ada jawaban. Akhirnya Kanza pun mendorong pintu tersebut lalu mengintip ke dalam ruangan Rendy.Kanza tidak melihat keberadaan Rendy di ruangan tersebut.Merasa tidak sopan masuk ke dalam ruangan tersebut, akhirnya Kanza memutuskan untuk pergi bertanya kepada Lily.


"Ada apa Nona Kanza mencari Rendy? " tanya Lily kepada Kanza merasa heran.


"I-itu, eh, ini, saya mau mengantarkan makan siang, " ucap Kanza malu-malu.


Lily tidak langsung menjawab Kanza.Lily tampak memikirkan sesuatu yang berat.


"Ada apa Mbak? apakah Mas Rendy lagi sibuk? " tanya Kanza kawatir.


"Pak Rendy lagi rapat, sebentar lagi akan selesai, sebaiknya Nona Kanza menunggu di sini saja, " tawar Lily kepada Kanza.

__ADS_1


Akhirnya Kanza pun menunggu Rendy di ruangan nya Lily.


Ingin rasanya Kanza bertanya letak ruangan Daniel. Tapi melihat Lily sedang sibuk dengan pekerjaannya, Kanza pun mengurungkan niatnya.


Tidak menunggu lama,akhirnya Rendy dan Daniel melintas dari depan ruangan Lily. Segera Kanza keluar dari ruangan Lily.


"Mas, " panggil Kanza.


Serentak Daniel Daniel dan Rendy menoleh kebelakang mendengar panggilan Kanza.


Dengan senyum yang melebar Daniel merasa takjub dengan kedatangan Kanza di kantornya.


Daniel pun segera meraih tangan Kanza dan membawanya masuk kedalam ruangan Daniel yang ternyata ada di balik ruangan Rendy.


"Jam satu kita meeting dengan klien Bos, " ucap Rendy mengingatkan.


"Undur saja, " ucap Daniel sambil memasuki ruangannya dan lalu menguncinya dari dalam.


"Kamu merindukan Mas mu ya? " ucap Daniel sambil mengunci tubuh Kanza begitu mereka memasuki ruangan Daniel pada tembok ruangan itu.


"Saya hanya mau memarahimu, " ucap Kanza dengan wajah kesal.


"Ha! gara-gara apa? " tanya Daniel heran.


"Kenapa tidak membangunkanku saat Mas mau pergi ke kantor? " rengek Kanza.


"Mas tidak tega membangunkan mu, kamu terlihat letih karena pertempuran kita tadi malam, " ucap Daniel sambil mengedipkan sebelah matanya


"Saya sebagai istri yang baik harus memberangkatkan suaminya bekerja, Mas ingin menjadikan aku jadi istri durhaka ya? " rengek Kanza melanjutkan.


"Mas tidak menuntut apa-apa kepada kamu. Cukup berada di sisi ku saja di sisa hidupku ini, itu sudah suatu kebahagiaan besar buat ku," jawab Daniel sambil terus menggesek gesekkan bagian sensitifnya ke tubuh Kanza.


"Kamu cukup melayani yang ini saja, " lanjut Daniel sambil mengedipkan matanya dengan nakal.


"Tapi aku mau, aku yang mempersiapkan perlengkapan kerja untuk Mas. aku mau, aku yang mengurusi Mas, bukan Maid, " ucap Kanza berusaha tenang dan tidak terusik akibat gerakan Daniel yang selalu menggesekkan bagian juniornya ke daerah sensitif Kanza.


"Tapi Mas tidak ingin kamu terlalu cape, " jawab Daniel.


Kanza memelototkan matanya kepada Daniel.


"Iya, iya, mulai besok kamu yang akan mengurus Mas mu ini, " ucap Daniel mengalah.

__ADS_1


__ADS_2