
"Yun,apa kamu di berikan fasilitas antar jemput juga?" tanya Kanza melalui chat wa.
"Tidak," jawab Yuni singkat
"Saya rasa ada yang tidak beres lah Yun,kenapa saya ditempatkan di bagian klien perusahaan,sedangjan kita hanya karyawan magang dan ditempatkan di lantai sepuluh,tiba-tiba saya mendapatkan fasilitas esklusif sedangkan yang lain tidak,"chat Kanza panjang lebar mengutarakan apa yang ada di dalam hatinya.
" Mungkin karena kepintaranmu,jadi dianggap karyawan yang berpotensi,sehingga kamu dimanjakan biar tidak lari nantinya setamat kuliah.Nikmati sajalah,"balas Yuni
Kanza merebahkan tubuhnya diranjang yang begitu empuk.Dia merenungi perjalanan hidupnya akhir-akhir ini.
"Kenapa sepertinya hidupku begitu beruntung ya akhir-akhir ini?" gerutunya."Padahal sebelumnya hidupku sangatlah sulit,"lanjutnya
Lama Kanza merenungi sebab musabab semua kenikmatan yang dialaminya.
"Semua terjadi semenjak aku bersahabat dengan ke empat sahabatku ini," akhirnya Kanza menemukan jawabannya.
"Mungkin mereka Dewa Fortuna berwujud manusia," masih gerutu Kanza.
Akhirnya tanpa Kanza sadari matanya sudah terlelap dan ketika Kanza membuka matanya,matahari sudah bertengger di ufuk Timur.
Sesampainya di Kantor,Kanza meletakkan tasnya di meja dan menjatuhkan tubuhnya di kursi kerjanya.Tatapannya tertuju ke cangkir teh yang terletak di mejanya,Kanza menyentuh cangkir itu,masih panas,artinya teh ini baru diantar ke ruangannya.Kanza pun berusaha tidak menghiraukan Teh yang berada di mejanya.Mungkin itu juga bagian servis yang diterimanya.
Lily datang keruangan Kanza membawa berkas berkas klien yang harus di input oleh Kanza.
"Apa semua karyawan di lantai ini diperlakukan sama seperti saya Mbak Lily?" tanya Kanza
"Hmmm,saya rasa hanya untuk kamu dan jajaran para Manager di perusahaan ini," jawab Lily tanpa adanya rasa cemburu.
"Kira-kira kenapa saya diperlakukan seperti itu ya,Mbak?" tanya Kanza kembali.
"Karena Kamu Orang yang mempunyai potensi,kamu pintar,jadi perusahaan menginginkan kamu bekerja di tempat ini selepas kuliah,itu yang saya dengar," tutur Lily
Kanza pun manggut manggut mulai memahami sebab musabab semua fasilitas yang di terimanya.
Sejak saat itu Kanza bekerja semakin giat.Dia berusaha untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang di berikan kepadanya,yang menurutnya bukanlah pekerjaan yang sulit untuk dilakukan,
Sebulan sudah Kanza bekerja di perusahaan CIPTA ini.Jenuh kian dirasakan oleh Kanza.Walaupun sebulan bekerja di tempat ini,tapi Kanza tidak mempunyai kenalan yang bisa jadi sahabatnya selain Lily dan Dona sang Office girl.
Rino dan Gino yang sempat berkenalan dengannya kini tidak terlihat lagi di kantor ini.
Setiap hari,Kanza keluar dan masuk dari jalur Khusus,Makan siang diantar langsung keruangannya,toilet tersedia di ruangannya.Tidak ada alasan untuk Kanza bisa berkeliaran di perusahaan ini.Bahkan hanya untuk menemui sahabatnya Yuni pun serasa tidak mungkin,karena jam istirahat Kanza dan para Karyawan arus bawah berbeda,tidak ada gunanya juga Kanza turun untuk sekedar ber say hello.
__ADS_1
Sepulang kerja setelah pak sopir menurunkan Kanza di halaman Rumahnya,Kanza langsung berbalik arah ber maksud untuk meyambangi kediaman sahabatnya Noni.Mengingat besok adalah hari libur,Kanza ingin bercerita ria dengan sahabatnya itu.Hampir sebulan ini Kanza tidak bertemu dengan Noni.Mereka saling sapa hanya lewat Handphone,Banyak yang ingin Kanza bahas kepada Noni.
Jarak antara rumah tinggal Kanza tidaklah jauh,hanya berbeda gang saja,hingga Kanza memutuskan untuk berjalan kaki.
Kanza melihat mobil Noni terparkir dihalaman, yang artinya Noni sedang berada di rumah,dengan langkah ceria Kanza melangkah memasuki pekarangan Rumah Noni,
Kanza menekan handle pintu begitu pelan,Kanza ingin mengejutkan sahabatnya tersebut.Kanza akhirnya berhasil masuk kedalam rumah dengan diam-diam.Begitu Kanza berjalan beberapa langkah,Kanza mendengar suara Noni sedang berbicara dengan seseorang.
"Saya rasa Nona Kanza tidak curiga Bos," ucap Noni entah pada siapa.
Kalimat itu sontak membuat langkah Kanza berhenti."Kenapa dia membahasku di telepon?"gumam Kanza.
Kanza semakin menajamkan pendengarannya.
"Baik Bos," ucapnya lagi entah pada siapa.
Seketika Kanza duduk supaya tidak terlihat oleh Noni.
Begitu Noni memutuskan sambungan teleponnya,Noni melangkah naik kelantai dua rumahnya dia tidak menyadari kehadiran Kanza.
Secepat mungkin Kanza keluar dari rumah itu dengan hati-hati.
Setengah berlari Kanza kembali kerumahnya.
"Saya rasa Nona Kanza tidak curiga Bos," kalimat itu terus diulang-ulang oleh Kanza.
"Maksudnya tidak curiga dengan apa dan siapa?"
"Siapa Bos yang dia maksud?"
"Apakah dia menjebakku?"
"Apakah aku lagi dalam bahaya?"
Begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk di hati Kanza hingga dia sulit untuk memejamkan matanya.
Entah jam berapa Kanza terlelap tadi malam,yang jelas Kanza terlambat bangun dari hari biasanya di pagi ini.
Kanza memutuskan untuk menyelidiki Noni secara diam-diam.Diapun harus berpura-pura tidak mengetahui apapun.
"Hallo Noni," sapa Kanza pada sambungan telepon.Kanza berusaha se biasa mungkin.
__ADS_1
"Hallo Mbak Kanza," jawab Noni seperti pada panggilan Noni sehari-hari.
"Aku sudah kangen,kapan kita bisa ngumpul?" tanya Kanza.
"Sekarang juga boleh,aku lagi tidak ada kegiatan nih,aku kerumahmu atau kita ketoko saja?" tanya Noni.
"Aku lagi pengen istirahat,kerumahku saja ya?" balas Kanza
"Oke,segera meluncur," jawab Noni riang
Tidak begitu lama,Noni sudah muncul di rumah Kanza.Kanza menyambutnya seperti biasa.Kali ini Kanza punya misi,yaitu untuk mengetahui sandi handphone Noni dan mencari tahu nomor handphone Bos yang kemarin dihubungi Noni.
Seperti pada umunya jaman sekarang semua orang selalu mengutak-atik handphone.Baik karena alasan kerja maupun untuk mencari informasi atau hiburan.
Kanza berusaha melirik setiap Noni mengutak atik handphonnya.
Dan betul saja,tidak lebih dari satu jam,Kanza telah berhasil mengetahui sandi handphonya Noni.
"Non,sepertinya badanku terlalu lelah karena bekerja di dua tempat," ucap Kanza.Spontan Noni berpindah kearah belakang badan Kanza dan mulai mengurut Kanza,
"Sini,biar ku bantu urut," tuturnya.
"Bukan itu loh Non,bisa gak minta tolong dimasakin mie rebus,soalnya aku pengen makan mie rebus," rengek Kanza.
"Dengan senang hati,Tuan Putri," ucap Noni sambil melangkah kearah dapur tanpa merasa terbebani sedikitpun.
Begitu Noni melangkah ke dapur Kanza dengan sigap meraih handphone Noni yang di tinggalkan diatas meja,Kanza segera membuka riwayat panggilan di handphone Noni dan mendapati nomor telepon yang melakukan panggilan kepada handphone Noni pada jam yang sama ketika Kanza menyambangi Rumah Noni kemarin sore.
Noni segera menyimpan nomor itu di handphone nya,Nama kontaknya Bos Rendy.
Lama Kanza memutar otaknya mengingat siapa Bos yang bernama Rendy tersebut.Tapi sekuat Kanza berusaha mengingat,Kanza tidak menemukan ingatan tentang Nama itu.
"Mie rebusnya siap,silahkan dicicipi," ucap Noni yang tiba-tiba muncul dari dapur.
"Terimakasih ya sob," balas Kanza se biasa mungkin.
Kanza pun melanjutkan cerita cerita tentang kesehariannya di perusahaan,karena alasan itulah yang di gunakan Kanza untuk mengundang Noni kali ini.
Sepeninggal Noni,Kanza menyadari bahwa semua hal baik yang terjadi padanya berkaitan dengan Noni semenjak kedatangan Noni di toko kue nya,
"Sudah sangat jarang ada manusia sebaik teman-temannya terlebih Noni yang selalu membantunya dalam segala hal tanpa meminta sedikitpun" gerutu Kanza dalam hatinya.
__ADS_1
Kanza kembali memandangi nomor handphone dari Tuan Rendy yang telah disimpannya tadi.Kepala Kanza berdenyut memikirkan langkah yang akan diambilnya kedepan.