
Begitu banyak yang dipertimbangkan oleh Kanza,sehingga mengharuskan Kanza untuk bersabar dalam hal melakukan penyelidikan terhadap sosok yang bernama Rendy tersebut.Walau dalam hati,Kanza ingin segera menyelidiki siapa orang tersebut.
Kanza mempertimbangkan kelangsungan kuliahnya yang hanya tinggal menunggu berapa bulan saja.Mengingat semua akses yang Kanza dapatkan selama satu setengah tahun ini sepertinya berasal dari ke empat sahabatnya tersebut.Memang dalam hal yang dialami Kanza selama satu setengah tahun ini adalah hal-hal yang menguntungkan bagi Kanza.
"Bertahan sebentar lagi dalam keberuntungan tidaklah sulit," ucap Kanza mendikte dirinya sendiri.
Apalagi kini Kanza lagi sibuk-sibuknya menyusun skripsinya.kanza tidak ingin konsentrasinya terganggu sehingga mempengaruhinya dalam menyusun skripsi.
Setiap hari Kanza tidur larut malam,banyak yang harus di persiapkannya.Kanza selalu mengutak atik laptopnya mencari ide dan kata yang cocok untuk judul skripsi yang dipilihnya.Kanza ingin Skripsinya lulus dalam satu kali sidang.Jadi Kanza mengusahakan yang terbaik.
Tanpa Kanza sadari ada Daniel yang selalu menemaninya dalam melakukan setiap aktifitasnya di rumah. Daniel tidak akan menutup matanya sebelum memastikan Kanza tertidur.Kadang Daniel mengusap layar monitor dan menciumnya.Daniel menempatkan Komputer persis di meja kecil di samping ranjangnya.Seolah olah Kanza tertidur di sampinya.
Daniel merasa bersemangat menyambut kelulusan Kanza,yang artinya Daniel sudah bisa mulai melakukan pendekatan untuk mengikat hati Kanza.
Semua usaha Kanza membuahkan hasil yang maksimal,terbukti para Dosen sangat mengapresiasi skripsi Kanza begitu tinggi.Tidak sekali dua kali Dosen-Dosen tersebut memuji skripsi Kanza.Para Dosen yang memeriksa skripsi Kanza merasa puas dengan gaya dan susunan yang Kanza usung
Hari ini adalah hari kelulusan bagi Kanza.Kemarin adik dan ibu Kanza telah tiba di Jakarta.Ibu Ningsis begitu antusias ingin menyaksijan putri kesayangan dan kebanggaannya memakai Toga dan topi wisuda,yang merupakan kebanggaan para mahasiswa.
Ibu Kanza membelalakkan matanya begitu tiba di Rumah tinggal Kanza.Ibu ningsih metasa takjub melihat kemewahan Rumah yang ditinggali Kanza,walaupun sudah sering Kanza menceritakan kemewahan di Rumah tinggalnya tersebut bahkan sering juga melakukan video call dengan ibu dan adiknya.Tapi tetap saja itu tidak menghalangi Ibu Ningsih untuk merasa takjub dengan kemewahan Rumah tersebut.
"Sudah terlalu baik orang yang mengijinkanmu tinggal di rumah ini dengan gratis," protes Ibu Ningsih
"Saya rasa juga demikian,bu," balas Kanza membenarkan pendapat ibunya.
"Kamu harus berdandan secantik mungkin," ucap Ibu Ningsih kepada Kanza di pagi ini.
"Ibu juga harus terlihat cantik," balas Kanza.
"Aku juga harus terlihat tampan," rengek Wisnu adik lelaki Kanza.
__ADS_1
Kanza dan Ibu Ningsih tertawa serentak mendengar ucapan Wisnu.
"Iya,kamu juga harus terlihat tampan," ucap Kanza menimpali ucapan adiknya tersebut.
Tak berapa lama Noni muncul di Rumah tinggal Kanza.Noni telah berjanji akan mengantarkannya ke kampus pagi ini.
Noni segera menyalami Ibu Ningsih begitu bertemu dengan Ibu Ningsih
"Apa kita sudah bisa berangkat sekarang bu?" tanya Noni dengan sopan.
"Noni akan mengantarkan Kanza dan Ibu beserta adik Wisnu ke kampus,sekalian ingin menyaksikan Kanza melakukan ritual wisuda nya," tutur Noni
Ibu Ningsih menganggukkan kepalanya tanda memahami maksud dari Noni.
Dalam hal-hal tertentu Kanza tidak bisa menolak keinginan para sahabatnya.
Hanya dalam hal-hal tertentu Kanza tidak bisa mengelak,seperti hari ini,Noni dan Tuti akan hadir serta di kampus untuk menyaksikannya dalam proses wisudanya.
"Sebentar lagi kita betangkat ya neng,Kanza belum selesai berdandan," ucap Ibu Ningsih kepada Noni.
Noni pun mengangguk.Tanpa menunggu lama,merekapun berangkat ke kampus.Wajah Kanza terlihat sangat berbinar.Mengingat gelar yang akan diterimanya sebentar lagi.
Suasana dikampus terlihat begitu ceria,wajah-wajah mahasiswa menampakkan senyum yang tiada henti.Papan bunga berjejer sepanjang jalan.Ada beberapa papan bunga yang ditujukan kepadanya dari para sahabatnya.
Ada satu papan bunga yang membuat riuh para mahasiswa yang membacanya,papan bunga itu juga menarik perhatian Kanza.Selain ukurannya yang jumbo,papan bunga itu juga terlihat sangat cantik dalam penyusunan dan warna warna yang terdapat di papan bunga itu.Kanza mendekat kearah papan bunga itu.Kanza terkejut membaca tulisan yang ada dipapan bunga itu.Selain papan bunga itu ditujukan kepadanya,papan bunga itu berasal dari Daniel Permana.
Jantung Kanza langsung berdebar denga kencang,Kanza langsung mengabadikan papan bunga tersebut dan mengirimkan gambar yang di ambil Kanza dengan kamera handphone nya kepada Daniel dengan ucapan "Terimakasih atas ucapannya,Mas Daniel," melalui Wa.
Hati Kanza merasa bangga mengingat Papan bunga tersebut berasal dari pemilik kampus ini.
__ADS_1
Hingga menjelang siang hari,akhirnya semua proses telah selesai,bahkan untuk ajang foto-foto juga telah dilewati Kanza.
Hingga akhirnya Kanza dan para sahabatnya berangkat ke sebuah Restoran mewah yang di persiapkan oleh Noni dan Tuti untuk merayakan kelulusan Kanza,Yuni dan Reni.
Kanza berusaha se biasa mungkin menyikapi ke empat sahabatnya itu.
Ada han yang menarik perhatian Kanza ditengah-tengah riuhnya mereka menobrol ngalur ngidul sambil mencicipi hidangan mewah yang tersedia di meja.
Handphone Noni berdering,Noni segera menjauh untuk menerima panggilan tersebut.Kanza menajamkan pendengarannya untuk mengetahui pada siapa dan apa yang sedang mereka bicarakan
"Lagi di Restoran bos," ucap Noni
"Siap,Bos!" lanjutnya lagi
Itulah sepenggal pembicaraan Noni dengan orang diseberang sana yang Kanza simpulkan bahwa lawan bicara Noni saat ini adalah Bos Rendynya.
Setelah Kanza Ibu dan adiknya tiba dirumah,Kanza menceritakan apa yang menjadi kecurigaannya selama ini kepada Ibu nya.Gajebo di taman depan jadi pilihan Kanza untuk jadi tempat mengobrol mereka kali ini.Karena sudah Kanza pastikan tempat ini tidak terjangkau kamera yang di pasangi dirumah ini.
Semenjak kecurigaan Kanza muncul.Kanza pun mulai memperhatikan semua benda yang ada di rumah ini,dan Kanza sudah lama mengetahui adanya kamera pengintai yang terpasang di rumah ini.
"Aduh,gimana dong? kita lapor polisi aja," ucap Ibu Ningsih ketika mendengar semua cerita Kanza.
Kanza mengatakan kepada Ibunya bahwa semua hal baik yang Kanza dapatkan selama ini sepertinya ada orang yang berperan di baliknya.
"Tidak usah bu,sepertinya dia tidak membahayakan bagi Kanza,dia hanya semacam pengagum rahasia,begitu Bu." tutur Kanza.
"Saya hanya ingin memaksa dia keluar dari persembunyian nya saja dan menanyakan maksud dari semua ini,"
Akhirnya rencana pun disusun Kanza bersama dengan ibunya untuk segera mereka eksekusi.
__ADS_1