Mengapa Harus Saya?

Mengapa Harus Saya?
Bab 33.


__ADS_3

Kanza membuka matanya perlahan.Sinar matahari yang yang masuk melalui jendela yang terbuka menyilaukan mata kanza.Angin segar menerpa wajah Kanza.Segera Kanza menarik Nafasnya dalam dan menghembuskannya kuat.


"Pagi,Kanza!" sapa Daniel.


Seakan tersadar,Kanza segera duduk.Kanza mendapati dia sedang duduk di atas ranjang Daniel.


"Kenapa saya bisa tidur di sini?" tanya Kanza geram kepada Daniel.


"Saya tidak tega melihatmu tidur di sofa,jadi saya memindahkanmu ke ranjang ini," tuturnya.


"Kamu...," ucap Kanza merasa kesal dengan kelancangan Daniel.


"Saya tidur di sofa," ucap Daniel seakan bisa membaca apa yang dipikirkan Kanza.


Kanza segera membuang pandangannya ke samping,menghindar dari pandangan Daniel yang terus di tujukan padanya.


"Bagaimana tidur mu?" tanya Daniel.


"Pertanyaan itu untuk mu," kesal Kanza


"Saya tidur dengan baik," ucap Daniel.


"Gimana bisa baik? apa lukamu tidak tergesek ke sofa? ini tempat tidur telah di rancang untuk lukamu,kenapa tidak tidur di sofa?"cecar Kanza karena merasa kawatir dengan luka pada punggung Daniel.


Daniel tersenyum mendengar pertanyaan Kanza yang bertubi-tubi kepadanya.Daniel merasa ada perhatian pada rentetan pertanyaan Kanza tersebut,walau wajahnya terlihat kesal saat mengatakannya.


Kanza melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Begitu memasuki kamar mandi,Kanza di kejutkan dengan poster dirinya yang terpampang di dinding kamar mandi tersebut.Kanza menutup mulutnya yang terbuka lebar


"Aiiisss! sebenarnya saya sedang berhubungan dengan orang seperti apa?" gerutu Kanza.


Kemewahan dalam kamar mandi Daniel,dihuraukan Kanza akibat poster dirinya tersebut.


Bulu kuduk Kanza merinding membayangkan Daniel adalah penguntit yang berbahaya untuknya.Kanza ingin segera cepat-cepat meninggalkan tempat ini.

__ADS_1


Kanza melangkah mendekati Daniel yang sedang duduk di balkon kamar itu.


"Saya mau periksa lukamu dulu," ucap Kanza kepada Daniel.


Daniel mengerutkan keningnya mendengar ucapan Kanza.


"Apa tidak sebaiknya kamu sarapan dulu?maid telah mengantarkan sarapanmu ke mari," ucap Daniel sambil menunjuk kearah makanan yang terletak di meja balkon tersebut.


"Saya mau memeriksanya sebentar,apa tadi malam Mas Daniel betul tidak menggeseknya ke sofa?" ucap Kanza ingin memastikan luka Daniel baik-baik saja supaya dia bisa segera meninggalkan villa Daniel.


Akhirnya Daniel pun mengalah dan memberikan punggungnya kepada Kanza untuk di periksa.


Setelah memastikan luka Daniel baik-baik saja,Kanza pun duduk di kursi samping Daniel.


"Kita sarapan,ya?" ucap Kanza yang di anggukkan oleh Daniel.Mereka pun mulai menyantap sarapan masing-masing.


Seketika Kanza menyadari indahnya pemandangan yang terlihat dari atas balkon rumah Daniel.


"Wahhhh!" ucap Kanza merasa takjub.Kakinya melangkah ke dinding pembatas balkon tersebut.Pemandangan tersebut membuat perasaan nyaman pada hati Kanza.


Kanza menoleh ke bawah balkon tersebut,terlihat taman rumah Daniel menyuguhkan pemandangan yang tidak kalah indahnya.Berbagai jenis bunga dan pohon-pohon tertata dengan rapi.Dalam hati,Kanza mengagumi orang yang menata taman tersebut.


"Habiskan makanannya dulu," ucap Daniel sambil menyendokkan nasi kedalam mulut Kanza.Tanpa sadar,Kanza membuka mulutnya dan melahap makanan yang di suapkan Daniel ke padanya.


Jantung kanza berdetak kencang setelah menyadari Daniel menyuapinya makan.Wajahnya bersemu merah menahan malu.Pemandangan yang begitu indah telah menghilangkan konsentrasi pada otak Kanza.Kanza pun segera merebut piring dari tangan Daniel dan segera menghabiskan makanannya dengan grogi.


"Pelan-pelan saja,tidak ada yang akan merebut makananmu," ucap Daniel kepada Kanza karena melihat Kanza makan dengan tergesa-gesa.


Segera Daniel menyodorkan gelas berisi air mineral kepada Kanza.


"Saya bisa sendiri," ucap Kanza datar sambil memelototi Daniel.


Dengan terpaksa Daniel meletakkan gelas itu kembali ke atas meja.


"Minum obat mu,setelah itu kembalilah beristirahat," perintah Kanza kepada Daniel dengan wajah yang terlihat kesal.

__ADS_1


Daniel segera melakukan apa yang di perintahkan Kanza kepadanya.Daniel tidak ingin membuat Kanza merasa kesal,yang kemudian akan meninggalkan villanya.


"Mas kan baru bangun,masa udah di suruh tidur lagi," rengek Daniel.


"Saya tidak yakin kalau Mas Dani tidur dengan nyenyak tadi malam," ucap Kanza sambil memandang tajam ke arah Daniel.


"Nanti malam,jangan coba-coba memindahkanku dari sofa,atau lukamu akan robek kembali karena mengangkat tubuhku," lanjut Kanza.


"Tubuhmu ringan,tidak akan mempengaruhi luka ku," jawab Daniel.


Kanza kembali melotot ke arah Daniel.


"Iya,tidak akan lagi," ucap Daniel sambil mengangkat tangannya tanda menyerah.Daniel pun segera beranjak ke tempat tidur untuk istirahat setelah meminum habis obatnya untuk pagi ini.


___________________________


Daniel terbangun di tengah malam,dia segera mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Kanza.Daniel pun menemukan Kanza sedang meringkuk di atas sofa.Secepat mungkin Daniel turun dari ranjang membawa selimut untuk Kanza.Selimut pun di pasangkannya ke tubuh Kanza.Namun bibir gempal Kanza menarik perhatian Daniel.Daniel memandangi wajah Kanza dengan seksama dan jantung yang berdebar.Bayangan lekuk tubuh Kanza mulai menari di benak Daniel.


Kini Daniel bisa memandang Kanza dengan nyata,tanpa harus melalui monitor.


Perlahan Daniel ******* bibir Kanza dengan lembut,namun sensasinya membuat gairah Daniel memuncak ke ubun-ubun.Ingin rasanya Daniel melahap habis bibir itu.Namun Daniel takut akan membuat Kanza terbangun dari tidurnya.


Geliat Kanza menghentikan aksi Daniel.Daniel pun menghembuskan nafasnya dengan kasar untuk meredakan birahi yang sempat menghinggapinya.Dia segera menjauhkan diri dari Kanza dan kembali ke tempat tidur.


Daniel pun berusaha memejamkan matanya,namun bayangan Kanza terus menari-nari di kepalanya.Akhirnya Daniel kembali membuka matanya dan memandang ke arah Kanza.Daniel mendapati selimut yang di pasangkannya di tubuh Kanza,kini telah tergeletak di lantai.


Daniel pun terpaksa bangkit dari tidurnya untuk memperbaiki selimut Kanza.Namun ketika Daniel mendekat,ternyata baju Kanza tersingkap ke atas dan menampakka sebagian tubuh bagian atas Kanza hingga setengah *********** yang tertutup BH terlihat oleh Daniel.


Jantung Daniel berdegup dengan kencang,kulit putih mulus Kanza kini terpampang di depan Daniel.


Tidak ingin larut dalam birahi,Daniel pun memutuskan untuk memindahkan Kanza ke atas ranjang Daniel dan memasangkan selimut di tubuh Kanza.Rasa sakit yang luar biasa Daniel rasakan dari luka di punggungnya ketika berusaha mengangkat Kanza.


Setelah memastikan Kanza tidak terbangun,Daniel pun segera meninggalkan Kanza di kamar Daniel.Daniel pun tidur di kamar sebelah untuk menghindari sikapnya yang tidak bisa mengontrol diri terhadap Kanza.


Menjelang pagi,Daniel pun kembali ke kamarnya dan berpura-pura tidur di sofa.

__ADS_1


__ADS_2