Mengapa Harus Saya?

Mengapa Harus Saya?
Bab 53.


__ADS_3

Suara di perut Kanza membuat Daniel merasa gelisah.Ingin rasanya Daniel mengguncang tubuh Kanza supaya terbangun dan segera memberinya makan. Tetapi melihat Kanza yang begitu terlelap dalam tidurnya, kembali membuat Daniel merasa bimbang.


Akhirnya Daniel hanya bisa terdiam sambil memandangi wajah Kanza dengan lekat. "Kamu tadi dari mana baby? "gerutu Daniel pelan. Dia sudah tidak sabar mengetahui cerita Kanza yang sebenarnya. "Berjanjilah jangan pernah meninggalkanku, " lanjutnya lagi sambil mencium telapak tangan Kanza kemudian menyesapnya begitu dalam. Kanza pun menggeliatkan tubuhnya.Kanza Merasa susah untuk bergerak, Kanza pun terbangun dan membuka matanya perlahan.


Dengan samar Kanza mencium aroma tubuh Daniel.Seketika Kanza terhenyak. Bayangan wanita yang mencium bibir Daniel dengan rakus langsung terlintas di benaknya.


"Jangan lagi memelukku, " ucap Kanza jutek sambil meronta dari pelukan Daniel.


"Sayang, kamu sudah bangun? aku mengganggumu ya? " tanya Daniel merasa bersalah.


"Sayang,sayang, tidak usah lagi sayang sayangan kepadaku, "repet Kanza dengan wajah yang terlihat sangat kesal.


Daniel heran mendengar ucapan Kanza. " Apa yang terjadi dengan Kanzaku ini? "batin Daniel.


" Sebenarnya apa yang terjadi padamu? dan kamu tadi dari mana? "tanya Daniel mengharap penjelasan dari Kanza.


" Kamu yang dari mana? sudah puas kamu bermain dengan wanita tadi? "serang Kanza.


Daniel mengerutkan keningnya, Daniel belum memahami betul arah pembicaraan Kanza.


" Wanita? wanita yang mana? "tanya Daniel.


" Yang peluk-peluk kamu di Restoran, "jawab Kanza jutek.


Daniel pun terbelalak mendengar penuturan Kanza.


" Jadi kamu bukan di culik? "tanya Daniel meninggikan nada suaranya.


" Tidak usah mengalihkan pembicaraan Mas,culik, culik, emang siapa yang mau memculik ku? "repet Kanza


" Aku itu pergi dari Restoran karena tidak tahan melihat perempuan itu ******* rakus bibir Mas, "ucap Kanza kesal.

__ADS_1


" Aaaaaaa! "teriak Daniel merasa putus asa. Nyawa sahabatnya telah melayang karena suatu analisa yang tidak tepat.


" Kamu tidak tahu, bagaimana gilanya saya mencari kamu kemana-mana, "teriak Daniel.


Daniel pun segera melayangkan tinjunya ke dinding beberapa kali. Hingga darah menetes dari tangannya.


Melihat kemarahan Daniel, tubuh Kanza bergetar hebat. Wajahnya terlihat memutih pucat. Tapi darah di tangan Daniel membuatnya memaksakan diri untuk berbicara kepada Daniel.


" Mas, tanganmu berdarah, saya obati dulu ya, "ucap Kanza dengan suara gemetar.


Menyadari Kanza merasa ketakutan, Seketika Daniel meraup tubuh Kanza. Daniel memeluknya dengan begitu kuat. Hingga Kanza merasakan sesak. Perasaan yang tadi begitu pilu, kini sudah berubah menjadi rasa syukur.


Danielpun sudah bisa tersenyum mendapati wanitanya mengalami api cemburu dihatinya. Daniel merasa senang di cemburui Kanza.


" Jangan senyum-senyum melulu, aku tidak memaksamu menikah dengan ku, kamu yang memaksaku menikah denganmu. Aku tahu aku tidak pantas buatmu. Tapi tidak haruskan kamu berciuman di depanku? "gerutu Kanza sangat kesal ketika dia berhasil lolos dari dekapan Daniel yang membuatnya merasa sesak.


" Deg! "jantung Daniel terasa berhenti.Hal yang di takutinya tadi ketika Viola merebut ciumannya ketika di Restoran, ternyata menjadi kenyataan.


Viola mempunyai sifat yang sama dengan Richard, sama-sama tidak bisa setia terhadap padangannya. Dan sama-sama mempunyai libido yang tinggi.


Viola selalu berusaha menggoda Daniel setiap mereka bertemu. Daniel bagai sesuatu yang begitu menantang bagi Viola. Mungkin karena Viola tidak pernah berhasil mengajak Daniel naik keranjangnya. Sehingga membuat Viola semakin berusaha menggoda Daniel kapan dan dimana pun.


Sedangkan Richard adalah sahabat Daniel ketika mereka sama-sama kuliah dulu. Pengorbanan Richard yang mempertaruhkan nyawanya untuk mengeluarkan Daniel dari sarang musuh Baracuda, yang dulu di pimpin oleh Bernard Ayah Bryan, membuat keluarga Permana merasa berhutang budi kepada Richard.


Mengapa tidak? Daniel yang kala itu tertembak di bagian punggungnya sudah mengeluarkan banyak darah. Daniel pun sudah tidak memiliki kesadaran lagi. Tapi keberanian Richard yang menolong Daniel dan membawanya ke Rumah sakit menyelamatkan nyawa Daniel.Sejak saat itu, Tuan besar Permana memperlakukan Richard bagai anaknya sendiri.


kembali ke cerita Kanza dan Daniel.


Rasa gugup begitu terlihat di wajah Daniel. Dia tidak menyangkan kalau Kanza melihat aksi Viola tersebut. Daniel tidak tahu harus berkata apa kepada Kanza.


Daniel ingin memberi penjelasan kepada Kanza, tapi Daniel takut malah membuat Kanza semakin salah sangka terhadapnya.

__ADS_1


"Semua yang terlihat, belum tentu seperti kenyataan yang sebenarnya, " ucap Daniel akhirnya.


"Maksud Mas Dani, aku salah mengartikan, gitu? sudah jelas-jelas perempuan itu mencium bibir Mas Dani dengan begitu rakus, Mas Dani mau mengelak lagi kalau Mas Dani tidak mempunyai hubungan dengan wanita itu? " ucap Kanza berapi-api


Kini Daniel kehilangan kata-katanya.Dia tidak tahu harus berkata apa lagi.


"Mas, minta maaf telah membuatmu merasa kecewa. Tapi yakinlah Mas tidak menghianatimu, wanita itu yang tergila-gila kepadaku. Aku tidak meladeninya. suerr! " ucap Daniel serius.


Kanza memang tidak melihat Daniel membalas ciuman dari wanita itu.


Kanza tidak lagi melanjutkan ocehannya.Kanza pun tidak ada bukti yang memperlihatkan bahwa Daniel meladeni wanita itu.


"Jelaskan dulu kamu pergi kemana, " pinta Daniel ingin mendengar penjelasan Kanza.


"Aku tidak mau orang-orang melihatku menangis, sehingga aku bersembunyi di sudut bangunan samping Restoran, " tutur Kanza.


"Jadi matamu bengkak begini, karena kamu menangis? " tanya Daniel terlihat iba.


Kanzapun menganggukkan kepalanya.


Seketika Daniel membawa Kanza kedalam pelukannya. Daniel lalu menyesap kepala Kanza berkali-kali.


"Maafkan Mas telah membuatmu menangis, " ucap Daniel sendu.


Kanzapun membalas pelukan Daniel. Dia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Daniel.Kini kanza sudah mendapatkan ketenangan dalam hatinya. Rasa cemburu yang tadi membara di hati Kanza menguap entah kemana. "Harus bisa saling percaya," ucap Kanza dalam hati mendikte dirinya. Tiba-tiba perih terasa dari perut Kanza.Kanza mengabaikan hal itu.Kecupan-kecupan kecil dan belaian tangan Daniel mampu menutupi rasa perih dalam perutnya. Tapi semakin lama rasa perih itu semakin nyata.Kecupan dan belaian tangan Daniel tidak mampu lagi menutupi perih di perut Kanza.


Kanza mencoba mengusap-usap perutnya.Namun aksi Kanza tidak begitu membantu. Kini Kanza merasa perutnya malah melilit dan menimbulkan rasa yang semakin sakit.


"Mas,perutku terasa melilit, " ucap Kanza akhirnya memberitahu Daniel.


Daniel segera menangkup wajah Kanza, wajah itu sudah terlihat sedikit memucat.Daniel mencoba mengusap-usap perut Kanza untuk memberi pertolongan kepada Kanza. Tapi aksinya juga tidak membuahkan hasil. Kanza malah semakin meringis kesakitan dan wajahnya mengerut menahan sakit.

__ADS_1


Daniel semakin panik melihat keadaan Kanza. Sejenak Daniel teringat dengan perut Kanza yang keroncongan ketika dia masuk tadi ke villa ini.


__ADS_2