Mengapa Harus Saya?

Mengapa Harus Saya?
Bab 25.Rencana


__ADS_3

Ibu Ningsih memapah Kanza masuk kedalam Rumah,setelah hampir setengah jam mereka duduk di gajebo taman depan Rumah itu.Wajah Kanza terlihat pucat menahan sakit di perutnya yang terasa melilit.Ibu Ningsih tampak kawatir melihat perubahan di wajah putrinya yang kian memutih.


"Bagai mana nak? kita kerumah sakit saja ya?" tanya cemas Ibu Ningsih,sambil mendudukkan Kanza di sofa ruang tamu.


"Boleh bu,tapi mana bisa ibu membawaku kesana,Ibu mana tahu letak jalan dan tempat di jakarta ini," jawab Kanza sambil terus memegangi perutnya yang sakit.


Wisnu berlari kearah Kanza dengan cemas.


"Ada apa kak,kakak kenapa tiba-tiba sakit?" tanya Wisnu.


"Sepertinya tadi aku salah makan," jawab Kanza.


Sekitar lima menit,Noni pun muncul di pintu rumah dan segera berlari kearah Kanza yang lagi kesakitan.


"Ada apa denganmu?sekarang kita ke Rumah sakit,ayo!" perintah Noni yang langsung memapah Kanza untuk berdiri.


Ibu Ningsih semakin meyakini cerita putrinya,melihat kehadiran Noni yang tanpa di undang.


Kanza pun mengikuti ucapan Noni,dia pun segera berdiri walau perutnya terus melilit.


Ketika mobil Noni keluar dari pekarangan Rumahnya,ada mobil lain yang terparkir di luar gerbang rumahnya.Kanza berusaha memperhatikan sosok yang berada didalam mobil tersebut ketika mobil Noni melintasi Mobil itu.Tapi Kanza tidak dapat melihat jelas sosok yang berada di dalamnya.


Begitu mobil Noni melaju,ternyata mobil itu mengekori mobil Noni dari belakang.


Kanza meyakini bahwa yang di dalam mobil itu adalah Rendy.


Setibanya di rumah sakit,mobil yang mengekori mobil Noni memarkirkan mobilnya tidak jauh dari mobil Noni.


Noni sibuk memapah Kanza keluar dari mobil dan setengah berteriak dia memanggil perawat untuk membawakan tempat tidur dorong.Kesempatan itu di pergunakan ibu Ningsih untuk merekam wajah orang yang membuntuti mereka,Ibu Ningsih mengarahkan kamera handphonenya tanpa membalikkan badannya.Setelah rombongan Kanza turun berjalan kearah pintu Rumah sakit,Pria itu pun segera turun dari dalam mobilnya dan setengah berlari mendahului kami ke dalam Rumah sakit.Wajah pria itu tertangkap Kamera Ibu Ningsih dengan jelas.


Selama proses pemeriksaan Kanza,pria itu terlihat berada di loby Rumah sakit dan sesekali terlihat melakukan panggilan.Perhatian Noni yang tersita kepada Kanza membuat ruang kepada Ibu Ningsih untuk melakukan aksinya.


Kanza pun mendapat perawatan,Dokter memvonis nya dengan diare akut.Gimana tidak diare? sebelum Kanza di larikan ke Rumah sakit dia telah meminum serbuk pencuci perut yang tentu saja akan mengakibatkan diare.


Ke esokan siangnya Kanza pun di perbolehkan pulang,tidak sedikit pun Noni meninggalkannya.Dibandingkan Ibu Ningsih,Noni Tampak lebih cemas dengan keadaan Kanza.


Tiga hari berlalu,Kanza pun menyambangi Perusahaan tempat dia magang dulu.Berbekal video dan photo,Kanza bermaksud ingin menginterogasi orang yang bernama Rendy tersebut.


Begitu Kanza tiba di pos security,Kanza meminta izin untuk bertemu dengan pak supir yang dulu mengantar jemputnya.tidak menunggu lama Pak supir sudah berada di pos security,karena pak security memanggilnya lewat interkom yang tersedia.

__ADS_1


"Non Kanza!"ucap pak supir merasa terkejut dengan kehadiranku.Kanza pun memberitahu bahwa dia butuh akses ke lantai sepuluh.karena memang tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam lingkungan perusahaan,terlebih untuk naik ke lantai sepuluh.


Pak supir pun segera melakukan semacam negosiasi dengan Pak Security,hingga Pak Security pun memberikan pass pengunjung kepada Kanza.


Dengan akses yang dimiliki Pak supir,Kanza berhasil lolos ke lantai sepuluh melewati jalur khusus yang dulu selalu dia pergunakan.


Begitu Kanza menginjakkan kaki di lantai sepuluh,jantungnya terasa berdetak kencang.Kanza menanyakan Ruangan Pak Rendy sambil menunjukkan photo Rendy yang tersimpan di handphonenya kepada petugas pengantar berkas yang kebetulan melintas.Kanza juga ingin sekalian memastikan bahwa Rendy yang berada di Rumah sakit sama dengan Rendy yang berada di Perusahaan ini.


Petugas itupun memberitahu letak ruangan Rendy.


Kanza sengaja tidak menjumpai Lily karena menurut Kanza,Lily juga mata-mata bagi Rendy.


Kanza mengetuk pintu Rendy


"Masuk!"sahut suara dari dalam.


Segera Kanza mendorong pintu dan masuk kedalam ruangan Rendy.


" Ada apa?"tanya Rendy tanpa melihat siapa yang datang.Karena tidak mendengar jawaban,akhirnya Rendy mengangkat kepalanya.


"Astagah!" ucapan itu lolos dari mulut Rendy berikut wajahnya yang menunjukkan keterkejutan.


"Pagi Pak Rendy!" Sapa Kanza berusaha tenang.


Tidak ingin berlama-lama,Kanza segera membuka video Rendy sewaktu di Rumah sakit.


"Saya mau penjelasan tentang ini," ucap Kanza tidak ingin bertele-tele.Kanza pun kemudian mengeluarkan semua photo photo kamera yang terpasang di Rumahnya yang memang sengaja dia photo sebelum berangkat ke Perusahaan ini,dan banyak photo yang memang sudah dipersiapkannya jauh-jauh hari.


Rendy pun berfikir dan berusaha bersikap tenang.


"Apa yang ingin kau tahu?" jawab Rendy dingin


"Alasan kamu melakukannya!"serang Kanza


" Kamu tidak perlu tahu alasannya,"jawab sinis Rendy.


"Apa aku bisa mengartikan juga bahwa kamu dalang di balik kematian Lukman?"serang Kanza lagi,


Emosi kini membuncah di hati Kanza.Melihat Rendy terdiam mendengar pertanyaan nya.

__ADS_1


" Keparat kamu! pria bregsek,pembunuh kamu!,"teriak Kanza tidak bisa di tahan.


Kanza melempari Rendy dengan semua benda yang bisa diraihnya.


Karena kebisingan yang diciptakan Kanza,dengan berlari Lily memasuki ruangan Rendy tanpa mengetuk terlebih dahulu.


"Ada apa pak?"tanya Lily dan segera ingin menolong Rendy dari benda-benda yang melayang kearahnya.


"Keluar!" bentak Rendy kepada Lily.


"Tapi,pak!"sergahnya.


"Siapa yang menyuruhmu masuk? keluar!"bentaknya lagi dengan amarah yang sudah di ubun-ubun.


Lily pun segera keluar dan menutup pintu.


Kanza pun terus berteriak dan mengamuk,dia tidak memperdulikan kepala Rendy yang sudah mengucurkan darah segar. Rendy tidak berusaha mengelak maupun berlari yang dilakukannya hanya mengangkat kedua tangannya untuk menutupi kepalanya,itupun masih juga terkena asbak kaca yang menyebabkan kepalanya mengeluarkan darah.


Setelah Kanza kehabisan benda yang akan dilemparnya.kesempatan itu dipergunakan Rendy untuk berlari ke luar ruangannya dan mengunci Kanza di dalam ruangan tersebut.


Rendy segera berlari masuk kedalam ruangan Daniel.


Daniel terkejut melihat darah yang mengucur dari kepala Rendy.Keadaan Rendy cukup kacau,semua bajunya basah dan jorok puntung rokok masih menyangkut di celah jas Rendy.Ini adalah keadaan Rendy yang paling kacau yang pernah dilihat Daniel.Walau berhadapan dengan musuh yang bagaimanapun,Rendy belum pernah bernasib se naas ini.


Daniel segera berlari menyongsong Rendy dan mendudukkannya di sofa.Secepat mungkin dia menghubungi Dokter yang bertugas di Klinik perusahaan untuk segera datang keruangannya.


"Bukankah tadi kamu baik-baik saja?"tanya Daniel heran dari mana datangnya kesialan yang menimpa sahabatnya itu.Padahal sejam tadi mereka masih bersama diruangan ini.Dan Daniel mengingat tidak ada misi yang diberikannya kepada Rendy,apalagi yang berbahaya seperti ini.


" Nona Kanza ada diruangan saya,sepertinya Nona telah mengetahui apa yang kita lakukan terhadapnya,dia mempunyai banyak bukti"lapor Rendy.


Sontak Daniel membuja mulutnya lebar-lebar karena terkejut.


"Bagaimana bisa?"tanya Daniel dengan lutut yang mulai melemas.


"Bos tenang saja,dia mengira aku yang melakukannya,"ucap Rendy.


Setelah mendapatkan pengobatan,Rendy kembali menyiapkan mentalnya untuk menghadapi Nona Kanza yang dia Kurung di ruangannya.Strategi pun telah disiapkan Daniel dan Rendy.


" Ceklek!"suara pintu ketika Rendy memasuki ruangannya.Seketika Kanza berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Jangan kamu kira,kamu bisa bebas dari tanggung jawab,"sarkas Kanza.


" Terserah kamu saja,asal kamu tahu,bahwa hukum tidak mempan kepada saya dan kebetulan besok saya akan berangkat ke Luar Negeri untuk waktu yang tidak bisa saya tentukan.Bisa setahun,dua tahun bahkan bertahun tahun.Setelah saya pulang dari Luar Negeri,baru kita bicarakan keinginanmu,sekarang pulanglah!"ucapnya sambil meninggalkan Kanza di ruangan itu.


__ADS_2