Mengapa Harus Saya?

Mengapa Harus Saya?
Bsb 45


__ADS_3

Menyadari tidak ada pergerakan pada mobil yang membawa mereka,Daniel mengedarkan pandangannya dan tidak mendapati lagi adanya sopir di dalam mobil tersebut.


"Sudah sampai di rumah ternyata, " batin Daniel.


Daniel pun segera memasang kancing baju kanza yang sempat di buka nya tadi.


Dengan terburu-buru Daniel segera turun dari mobil dan segera mengangkat Kanza ala bridal dari dalam mobil tersebut.


Daniel membawa Kanza masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya di lantai dua.


Sedangkan Kanza meronta sejak Daniel mengangkatnya dari dalam mobil.


"Mas Dani turunkan aku, aku bisa jalan sendiri, " protesnya.


"Diamlah, menurut saja, " ucap Daniel kepadanya.


"Ini rumah siapa? " tanya Kanza karena belum pernah mendengar tentang rumah ini dari Daniel.


"Rumah kita," jawab Daniel singkat sambil memasuki kamar mereka.


Daniel meletakkan tubuh Kanza pada ranjang yang di taburi dengan beribu bunga yang bermacam ragam. Wewangian dari bunga tersebut begitu memanjakan hidung Kanza.


"Istriku, kamu itu Istriku, " ucap Daniel seakan meyakinkan dirinya sendiri sambil mengusap wajah Kanza yang ada di kungkungannya.Rasa bahagia kini begitu terasa di hati Daniel.Usaha yang dilakukannya untuk meraih hati Kanza membuahkan hasil bahagia bagi Daniel


"Iya Mas, aku ini istrimu dan kamu suamiku, " jawab Kanza malu-malu.Kanza juga merasakan kebahagiaan dalam hatinya.Dia tidak menyangka akan jadi istri seorang Daniel Permana.


Tanpa membuang waktu, Daniel langsung melancarkan aksinya, gairah yang menguasainya sejak dalam perjalanan tadi,kini harus di tuntaskannya.Namun Daniel tidak ingin terburu-buru melakukannya. Dia menahan keinginan brutalnya karena tidak ingin menyakiti Kanza.


Dengan lembut Daniel mulai mencumbui Kanza. Hingga Kanza mengeluarkan suara lenguhan akibat gairahnya yang kini telah menyatu dengan gairah Daniel.


Tubuh Kanza yang selama ini hanya berada di benak Daniel, kini terpampang nyata di hadapannya tanpa adanya sehelai benang pun. Daniel menjelajahi setiap inci kulit Kanza.Aksi Daniel tersebut membuat Kanza terbang ke langit ke tujuh.Kelihaian Daniel dalam bercinta membuat Kanza semakin diserang down sindrome.Seakan tidak tahan menahan serangan Daniel, Kanza terus merintih dengan erotis.Kamar itu di penuhi oleh suara-suara kenikmatan mereka berdua.


Bentuk tubuh Kanza seakan membakar habis gairah Daniel.Bentuk tubuh Kanza begitu sempurna di mata Daniel.Tubuh ini terlihat jelas belum pernah tersentuh oleh tangan-tangan liar pria.Semua bentuk masih pada letak dasarnya. Daniel memuji tubuh Kanza berulang-ulang sampai Kanza bosan nendengarnya.


Gerakan Daniel yang semula lembut, kini berubah jadi beringas setelah Daniel berhasil memasuki apa yang menjadi kebanggaan setiap wanita. Jerit kesakitan yang tadi keluar dari mulut Kanza, kini berubah menjadi jerit kenikmatan.Jeritan kenikmatan Kanza semakin membakar semangat Daniel untuk memberikan apa yang dibutuhkan wanitanya saat ini.

__ADS_1


Hingga pagi menjelang, Daniel baru melepaskan Kanza.Dia melihat Kanza yang sudah sangat kelelahan, dengan keringat yang sudah membasahi sekujur tubuh Kanza.


Ke esokan paginya, Kanza dan Daniel terbangun sudah pada tengah hari.


Dengan gerakan yang di paksa akhirnya Kanza berhasil turun dari tempat tidur, seluruh tubuhnya terasa remuk redam akibat keganasan Daniel terhadapnya tadi malam.


Baru saja ingin melangkahkan kaki nya hendak mencari letak kamar mandi, rasa sakit yang ngilu begitu kuat tetasa dari bagian ************ Kanza.


"Akkhhh! " ringisnya yang lalu mendaratkan tubuhnya kembali ke tempat tidur.


Jeritan kecil Kanza berhasil membuat Daniel terbangun.Daniel segera duduk di samping Kanza


"Kenapa tidak membangunkanku? " tanya Daniel hawatir.


Kanza hanya terdiam. Dia merasa malu karena kini mereka dalam keadaan tanpa busana.


"Mau kemana? " tanya Daniel.


"Kamar mandi, " jawab Kanza.


Kanza dengan wajah bersemu menutup matanya di gendongan Daniel.


"Iya sudah, kenapa masih di sini? " ucap Kanza mengusir Daniel dari dalam kamar mandi karena masih merasa malu terhadap Daniel dengan keadaannya yang tidak mengenakan apapun.


Seketika Daniel merangkul Kanza dari belakang dan menempelkan seluruh tubuhnya ke badan belakang Kanza.


"Apa lagi yang membuatmu malu hah? bukan kah tadi malam aku sudah menjelajahi semuanya? dan kamu begitu menikmatinya, " ucap Daniel mengisengi Kanza yang tersipu malu.Daniel lalu mengendus pucuk kepala Kanza dalam.


"Akkhhh! " pekik Kanza sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya karena merasa malu mengingat pergulatan mereka tadi malam.


"Saya akan membantumu membersihkan badanmu, aku tahu badan kamu lagi pegal-pegal, " ucap Daniel sambil mengarahkan Kanza masuk ke dalam bathtub yang sudah berisi air hangat.


Kanza malah jongkok di lantai untuk buang air kecil terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam bathtub.


"Akkhhh! " ringis Kanza ketika dia merasa perih yang begitu kuat dari selangkangannya ketika dia buang air kecil.

__ADS_1


Srketika Daniel melompat keluar dari dalam bathtub karena mendengar rintihan Kanza.


"Sakit?" tanyanya kawatir yang langsung mengambil posisi ingin memeriksa ************ Kanza yang terasa perih.


"Plak! " Kanza pun memukul badan Daniel. Kanza terkejut dengan tindakan Daniel yang tidak memikirkan rasa malu yang Kanza rasakan akibat tindakannya.


"Gak usah lebay ah, malu. " ucap Kanza kepada Daniel, sambil mendorong kepala Daniel supaya menjauh dari selangkangannya.


"Kalau tidak kuat, biar kita periksa ke Dokter, saya ada teman Dokter perempuan, " usul Daniel dengan wajah kawatir.


"Tidak usah, besok juga bakalan sembuh, asal kamu tidak menggempurku saja nanti malam, " ucap Kanza malu-malu.


"Aduh, padahal sekarang saja dia sudah berontak lihat kamu, " ucap Daniel sambil menunjukkan adik kecilnya yang sudah terbangun dan menantang dengan kokoh.


Spontan Kanza mengalihkan pandangannya dari adik kecil Daniel.


"Pantasan sakitnya begini amat, ternyata tampilannya seperti itu, " batin Kanza setelah melihat dengan jelas bentuk adik kecil Daniel yang berukuran jumbo tersebut.


"Jangan menyakitiku, tunggu sampai sembuh saja, " ucap Kanza memperingati Daniel.


"Bagaimana kalau aku melakukannya pelan-pelan saja? " tawar Daniel.


Kanza memelototi Daniel merasa keberatan dengan permintaan Daniel.


"Iya, iya, puasa, " ucap Daniel segera setelah melihat tatapan tajam Kanza kepadanya.


Daniel pun berusaha menetralkan perasaan nya dengan susah payah,ketika dia membantu Kanza membersihkan tubuh Kanza. Hal ini adalah sesuatu yang begitu sulit sebenarnya untuk Daniel lakukan. Tapi ringisan kesakitan Kanza ketika Daniel menyentuh bagian-bagian tubuh Kanza yang membiru akibat ulahnya, mampu menenangkan hasrat Daniel yang selalu meronta keluar.


Ada rasa kasihan di hati Daniel melihat penderitaan yang ditimbulkannya bagi Kanza saat ini, hampir seluruh permukaan kulitnya membiru, terlebih di kedua gundukan Kanza yang terasa sakit kalau di sentuh.Daniel pun menerima usulan Kanza untuk puasa.Walau hasratnya tidak berkata demikian.


Setelah dirasa sudah cukup, Daniel kembali mengangkat Kanza ke kamar dan memakaikan pakaian ke tubuh Kanza.


"Menurut saja, tidak usah protes, " ucap Daniel memotong ucapan Kanza yang hampir meluncur dari mulut Kanza ,yang Daniel yakini akan memerotes tindakannya yang akan memakaikan pakaian untuk Kanza.


Betul saja, Kanza tidak lagi melanjutkan ucapannya. Dan dia menerima semua perlakuan Daniel padanya.

__ADS_1


__ADS_2