Mengapa Harus Saya?

Mengapa Harus Saya?
Bab 31.


__ADS_3

Seketika wajah Daniel memerah,emosinya menanjak seketika.Daniel berdiri dari duduknya dan segera mencengkeram leher Rendy.Para wanita penghibur yang mengelilinginya segera menghindar ketakutan.


"Saya peringatkan kembali kepadamu,Kamu bukan lagi asistenku,saya memecatmu.Dan juga kamu bukan lagi sahabatku,jadi jangan pernah ikut campur dengan apa yang saya lakukan," ucap Daniel dengan datar.


Mendengar itu,Rendy tiba-tiba meninju perut Daniel sekuat tenaga.Bukan hanya itu,dengan kalap Rendy menghantam badan Daniel beberapa kali.Daniel berusaha melawan Rendy.Maka perkelahian diantara keduanya tidak terelakkan lagi.


Petugas keamanan yang datang tidak berani berbuat sesuatu melihat siapa orang yang menimbulkan keributan tersebut.


Dengan perlahan mereka mengundurkan diri dari area pertempuran Daniel dan Rendy.


"Kamu kalau mau mati biar saya bantu,"bentak Rendy yang terus memberikan bogemnya di punggung Daniel


Hingga akhirnya Daniel tergelepar di lantai,karena kondisi fisik Daniel yang tidak sehat,membuatnya tidak bisa mengimbangi gerakan dan tenaga Rendy.


Rendy segera memerintahkan petugas keamanan Club tersebut untuk mengangkat Daniel kedalam mobilnya.


Rendy segera menghubungi Dokter Farhan supaya segera meluncur ke villa Daniel.


Seminggu sudah Rendy mengurung Daniel di kamar Daniel sendiri.Rendy meminta Farhan untuk memantau kondisi Daniel 24 jam.Semua pekerjaan Dokter Farhan di Rumah sakit di alihkannya kepada Dokter lain.


Daniel selalu berteriak tidak terima Rendy memperlakukannya seperti itu.


Daniel terlihat seperti orang gila.Marah dan teriak-teriak bila mengingat Rendy,dan akan tiba-tiba menangis bila mengingat Kanza. Daniel selalu memeluk bingkai photo Kanza.


Rendy tidak lagi tahan melihat kondisi Daniel.Dia pun memutuskan untuk menjemput paksa Kanza.


Rendy segera terbang ke medan dengan zet pribadi Daniel.Dia membawa serta tiga orang wanita yang merupakan bawahannya yang terbaik.


Begitu Rendy mendarat di kota medan,informan yang dia tugaskan mengawasi Kanza melaporkan titik keberadaan Kanza saat itu.


Rendy pun segera bergerak ke titik lokasi.Rendy menghubungi kepala kepolisian disana,Rendy meminta untuk mengirimkan dua orang polisi membuka jalan untuknya masuk ke gedung tempat Kanza bekerja.


"Siang pak! saya harus nenjemput seseorang dari dalam gedung," ucap salah seorang polisi tersebut kepada petugas keamanan yang sedang berjaga disana,sambil menunjukkan identitas dan surat perintah penangkapan terhadap seseorang yang bernama Kanza.


Petuga keamanaan tersebut pun,merespon Polisi dengan baik.


setelah polisi memberitahukan di lantai berapa Kanza bekerja,Petugas keamanan tetsebutpun mendampingi ke dua polisi itu menuju ke lantai lima gedung itu.


"Permisi Nona,anda harus ikut kami ke kantor polisi," ucap salah satu polisi tersebut,begitu mereka tiba di ruangan tempat Kanza bekerja selama seminggu ini.Sambil menunjukkan identitas dan surat penangkapan yang di tujukan kepadanya.


Kanza membaca surat penangkapan itu dengan teliti.


Kanza terkejut bukan main dengan kedatangan polisi yang datang untuk menangkapnya.

__ADS_1


"Tapi kenapa Pak? saya tidak berbuat kesalahan apapun," ucap Kanza gugup.


Kanza berusaha mengingat tindakannya yang sekiranya melanggar hukum.Tapi tidak menemukan adanya memori yang mengingatkan hal tersebut.


"Kami akan menerangkannya di kantor polisi,sebaiknya anda ikut kami ke kantor polisi," ucap Polisi tersebut.


Kanza tidak lagi dapat berkata-kata,Kanza merasa malu akibat semua mata memandang kearahnya kini.


Dengan gerakan lambat,Kanza meraih tasnya dan mengikuti arahan polisi itu.


Hingga tiba di parkiran,semua mata masih memandangnya dengan heran dan mereka saling berbisik satu dengan yang lain.


Polisi pun langsung menggiring Kanza masuk ke dalam mobil hitam yang sudah menunggunya di parkiran gedung itu.


Begitu Kanza memasuki mobil itu,suara pintu yang di tutup otomatis terdengar, dan mobil pun melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Jantung Kanza berdetak kencang akibat lari mobil yang begitu tinggi.Kanza menutup matanya karena merasa takut hingga dia tidak menyadari siapa-siapa orang yang berada di dalam mobil itu.Sekilas Kanza menangkap wajah seorang perempuan yang duduk di kursi bagian tengah mobil itu sejajar dengan kursi yang di dudukinya.


Hingga mobil berhenti Kanza baru membuka matanya.Kanza berusaha menenangkan jantungnya yang berdetak dengan cepat.


Saat itulah Kanza melihat wajah-wajah perempuan yang berada di dalam mobil itu.Yang ternyata perempuannya berjumlah tiga orang,batin Kanza.


Segera Rendy membuka pintu depan mobil tetsebut untuk turun dan membuka pintu samping untuk Kanza.


"Kenapa Kamu Lagi?" teriak Kanza histeris.


Rendy tidak menjawab dan segera memberikan kode kepada ke tiga gadis itu untuk segera membawa Kanza masuk ke dalam zet pribadi Daniel.


Perempuan itu bekerja sama untuk melumpuhkan Kanza,seorang diantaranya menempelkan sapu tangan yang sudah di taburi cairan penghilang kesadaran.


Para perempuan itu segera menggotong tubuh Kanza ke dalam zet pribadi dengan sangat hati-hati.


Zet pribadi itupun segera meninggalkan landasannya.


Hingga tiba di villa Daniel,Kanza belum sadarkan diri.Rendy menempatkan Kanza di kamar melati villa tersebut.


Rendy menunggui Kanza di kamar itu bersama Dokter Farhan.Rendy terpaksa menggunakan jasa kepolisian,karena tidak ingin membuang waktu untuk menunggui Kanza pulang kerja.


Kanza terlihat menggeliat dan mulai membuka matanya.Kepalanya kini terasa berat dan juga pusing.Kesadarannya sedikit demi sedikit mulai pulih.


Kanza melihat Rendy ada di kamar tersebut,segera Kanza melontarkan makiannya.


"Keparat! kau manusia brengsek,kenapa kalian mengganggu hidupku?" teriak kanza ke pada Rendy.

__ADS_1


Rendy diam tidak menjawab pertanyaan Kanza.


"Lepaskan aku,aku tidak mau berada di sini," kembali Kanza berteriak.


Rendy dan Dokter Farhan hanya diam mendengar semua teriakan Kanza.


Setengah jam kini Kanza meneriaki Rendy dengan sumpah serapah dan berbagai pertanyaan.Hingga Kanza merasa lelah dan dia mulai kehabisan suara.Namun tidak sedikitpun Rendy menanggapi.Bahkan cakaran,tamparan dan tendangan di terima Rendy dengan lapang dada.


"Perkenalkan,saya Dokter Farhan,saya adalah Dokter yang menangani Tuan Daniel," ucap Dokter Farhan kepada Kanza.


"Dirumah sakit kita telah bertemu beberapa kali," sambung Dokter Farhan


Kanza memang mengenal Wajah Dokter tersebut,karena memang beberapa kali melihatnya ketika memeriksa kondisi Daniel di Rumah Sakit.


"Saya tidak meminta banyak kepada Nona Kanza,hanya sedikit rasa kemanusiaan yang Nona punya," ucap Dokter tersebut.


"Saya mohon Nona Kanza sudi kiranya menemani Tuan Daniel selama perawatannya," mohon Dokter tersebut.


Kanza memandang tajam kearah Dokter Farhan.


"Untuk apa saya melakukannya?" serang Kanza.


"Tuan Daniel tidak bersedia menerima pengobatannya kalau tidak melihat keberadaan Nona," lanjut Dokter Farhan.


Tiba-tiba Rendy bersujud di hadapan Kanza.


"Saya mohon kepada Nona,tolonglah Tuan Daniel,keadaannya kini sangat menghawatirkan," mohon Rendy dengan wajah menunduk


Kanza terkejut dengan aksi Rendy tersebut.Kanza perlahan menarik kakinya ke belakang.


"Saya akan menerima hukuman apapun dari Nona.Asalkan Nona bersedia menemani Tuan Daniel hingga sembuh." pinta Rendy


Kanza terdiam mendengar ucapan Rendy.Hatinya terenyuh oleh perkataan Rendy tersebut.Di tambah Kanza mengingat luka tembak pada tubuh Daniel akibat ingin menyelamatkan nyawanya.


"Saya berjanji akan menanggung semua akibat dari kesalahan saya dan Tuan Daniel terhadap Nona Kanza selama ini," lanjut Rendy membujuk Kanza.


Kanza pun menyanggupi permintaan mereka berdua.


"Tapi kamu tidak boleh mengingkari janjimu,kamu harus menerima hukuman dari semua kesalahan mu," ucap Kanza.Yang pada dasarnya mempunyai hati yang tidak tegaan.


Kanza pun meminta waktu untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kamar Daniel.Karena memang Kanza masih menggunakan Baju kemeja putih dan rok sepan yang sempit khas karyawan magang.Tubuh kanza juga terasa lengket akibat keringat yang mengucur di tubuhnya,karena emosi dan gerakan Kanza yang memorsir tenaganya untuk menghajar Rendy barusan.


Rendy pun bergegas dengan senang hati mempersiapkan barang-barang yang di perlukan Kanza selama tinggal di villa Daniel.Termasuk baju-baju untuk Kanza gunakan.

__ADS_1


Tidak menunggu lama.Mobil dari Butik ternama tiba di villa Daniel,yang membawakan berbagai perlengkapan untuk Kanza yang kapasitasnya memadati mobil tersebut.


__ADS_2