
Daniel mendapati Kanza sedang meringkuk di sudut ruangan kamar hotel tersebut. Rintihan tangisan Kanza begitu memilukan hati Daniel.
Dengan perlahan Daniel mendekat kearah Kanza. Kanza tidak menyadari keberadaan Daniel di kamar tersebut. Daniel meminta kunci kamar Kanza kepada petugas hotel. Sehingga Daniel masuk ke dalam kamar Kanza tanpa mengetuk ataupun menekan bell terlebih dahulu.
Daniel ikut berjongkok menghadap Kanza. Daniel melihat Kanza sedang menangis tersedu sambil terus memegangi photo mereka berdua. Daniel pun memeluk tubuh Kanza yang membuat Kanza merasa terkejut ketika Kanza merasakan ada tangan yang memeluk tubuhnya.
Dengan reflek Kanza menepis tangan itu dan segera mengangkat kepalanya.
Alangkah terkejutnya Kanza, mendapati Daniel berada di kamarnya.
"Cepat sekali dia berada di sini? "batin Kanza.
Daniel begitu cepat menemukan Kanza, bahkan belum sehari pelarian Kanza berlangsung.
"Huuuuu... huuuuu, " tiba-tiba Kanza menangis dengan kuat. Ada rasa rindu yang begitu dalam di hati Kanza untuk Daniel. Padahal mereka berpisah masih tadi pagi. Hal yang masih biasa mereka lakukan setiap harinya. Tapi entah mengapa rindu itu begitu menyiksa hati Kanza sejak kepergiannya dari rumah.
Daniel semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh Kanza. Daniel lalu meyesap pucuk kepala Kanza tanpa henti. Air mata turut mengalir di pipi Daniel. Rasa syukur karena menemukan Kanza dalam keadaan selamat membuat air mata Daniel terus mengalir di pipinya. Juga rasa takut kehilangan Kanza yang sejak tadi sore menggerogoti jiwanya, kini menguap entah kemana.
"Bagaimana keadaan mu? " bisik Daniel di telinga Kanza dengan lembut.
Mendapati Daniel tidak marah terhadapnya, justru malah membuat Kanza mengencangkan tangisannya.
Danielpun panik mendengar tangisan Kanza yang semakin kuat.
"Panggilkan Dokter! " teriak Daniel kepada Rendy yang sedang berjaga di luar.
Daniel mengira Kanza merasa kesakitan.
Mendengar perintah Daniel, Kanzapun berusaha menghentikan tangisnya.
"Saya baik-baik saja, saya hanya merindukan Mas Dani, " ucap Kanza sambil terus menangis kecil.Menenggelamkan tubuhnya ke dalam pelukan Daniel.
Mendengar itu, Daniel pun mengecupi seluruh bagian wajah Kanza hingga beberapa saat. Kamudian Daniel membatalkan perintahnya kepada Rendy untuk mencarikan Dokter kepada Kanza yang sempat di perintahkannya lewat sambungan telepon.
__ADS_1
"Kamu betul baik-baik saja kan, sayang? " tanya Daniel ingin memastikan keadaan Kanza sambil terus memeriksa bagian bagian terluar tubuh Kanza.
"Saya baik-baik saja Mas, " jawab Kanza yang sudah merasa tenang.
"Apa kamu sudah makan malam? " tanya Daniel.
"Sudah Mas, apa Mas Dani sudah makan malam? "
Daniel segera menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana saya bisa makan malam, kalau kamu pergi meninggalkan saya seperti ini?," jawab Daniel
"Mungkin saya tidak akan pernah makan, kalau kamu meninggalkanku, "lanjut Daniel
"Maafkan saya Mas, " ucap Kanza sambil menundukkan kepalanya.
"Mas harap, kamu mau memberitahu Mas kenapa meninggalkan Mas seperti ini, " ucap Daniel.
Kanza pun terdiam mendengar permintaan Daniel. Kanza bingung harus berkata apa.Kalau Kanza memberitahu alasan sebenarnya kepada Daniel. Kanza takut akan menimbulkan kemarahan di hati si pengirim sms dan akan segera melaporkan Daniel kepada pihak kepolisian. Akhirnya Kanza hanya bisa terdiam.
Hati Kanza terasa tercubit mendengar perkataan Daniel. Kanza segera meraup tubuh Daniel ke dalam pelukannya. Mereka berdua kembali menangis sesunggukan.
"Mas Dani, adalah suami terbaik bagi Kanza, tapi Kanza tidak bisa memberitahukan alasan sebenarnya kepada Mas Dani, " ucap Kanza.
"Kamu tidak perlu memberitahu apapun kalau kamu tidak bersedia, Mas bisa mencari tahu sendiri. "
"Sebaiknya, Mas Dani tidak melakukannya, saya tidak ingin Mas Dani mengalami kesusahan " pinta Kanza merasa kawatir.
"Tidak ada yang Mas takuti selain kehilangan mu, cobalah mengerti hal itu, " ucap Daniel seraya memohon kepada Kanza
"Tok! tok! tok! " tiba-tiba suara ketukan di pintu terdengar.
" Masuk! "perintah Daniel.
__ADS_1
Rendy pun masuk ke dalam kamar itu sambil menenteng sebuah laptop yang terlihat hidup.
" Hasil investigasi tentang memory handphone Nyonya Kanza sudah keluar Bos, ada yang mengirimkan video bukti kejahatan Bos kepada Nyonya, dan mengancam Nyonya untuk segera meninggalkan Tuan, "lapor Rendy sambil menunjukkan semua rekapan pembicaraan pesan Kanza dengan orang yang mengirimkan pesan rahasia tersebut.
Daniel pun segera memeriksa isi percakapan tersebut dan juga video yang dikirimkannya kepada Kanza.
" Dia sudah salah besar melibatkan istriku, "ucap Daniel dengan suara datar namun wajah yang terlihat tegang.
" Segera temukan orang ini, sebelum bukti ini sampai kepolisi, "perintah Daniel
Rendy pun segera keluar dari dalam kamar itu dan segera membuat perintah baru kepada anak buahnya di bagian yang ahli terhadap persolan semacam itu.
" Saya memilih di penjara ketimbang harus berpisah dari kamu, "ucap Daniel dengan wajah serius kepada Kanza
" Tapi kamu akan hancur Mas, bisnismu akan ikut hancur kalau kamu di penjara. Mami dan Papi akan bersedih kalau kamu masuk penjara, "tutur Kanza.
Daniel merengkuh tubuh Kanza ke dalam pelukannya.
" Kita bisa kembali ke Desa Babakan dan bertani di sana bersama Ibu.Asal kamu tetap bersamaku, aku tidak keberatan melakukan apa pun, "ucap Daniel sungguh-sungguh
Seketika tangis Kanza kembali pecah. Kanza tidak menyangkan Daniel akan berkata seperti itu kepadanya. Dalam hati, Kanza merasa menyesal telah meninggalkan Daniel karena mengira itu hal yang terbaik untuk Daniel.
Mereka pun berpelukan. Daniel merengkuh kuat tubuh Kanza.Menyesap semua bagian tubuh Kanza yang bisa di raih oleh hidung dan mulutnya. Aroma tubuh Kanza seperti obat mujarab yang akan mengobati semua gundah yang ada di hati Daniel sejak mengetahui Kanza pergi meninggalkannya.
Entah siapa yang memulai, Bibir mereka sudah saling memagut satu dengan yang lain. Mereka sama-sama menumpahkan rasa cinta yang ada di hati masing-masing.
Tanpa bisa dihindari lagi, pertempuran di antara keduanya terjadi dengan begitu sengit. Kejadian hari ini memicu pertempuran mereka terasa begitu bergelora.
Daniel terus menggempur Kanza tanpa memperdulikan perutnya yang sudah keroncongan sejak tadi. Tapi entah mengapa, ketika pagutan bibir mereka mulai menyatu, perut Daniel seakan berhenti berteriak.Sepertinya perut Daniel tidak ingin mengganggu aktifitas Tuannya tersebut.
Hingga tubuh keduanya terkulai lemas, suara keroncongan di perut Daniel kembali terdengar.
"Mas Dani sebaiknya makan dulu, di tahan dulu ngantuknya, " ucap Kanza kala melihat Daniel memejamkan matanya karena merasa kelelahan.
__ADS_1
Daniel pun segera bangkit dari tidurnya dan segera membuat pesanan makanan untuk mereka berdua dari interkom yang terdapat di dalam kamar hotel tersebut.
Kemudian Daniel mengangkat tubuh Kanza ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh Kanza seperti biasa.