Mengapa Harus Saya?

Mengapa Harus Saya?
Bab 54


__ADS_3

Daniel mengumpati dirinya dalam hati. Dia telah melupakan perut Kanza yang sudah lapar dan keroncongan sedari tadi.


"Kita makan dulu, tadi aku sudah memesan makanan untuk kita, " ucap Daniel yang segera berdiri dan langsung memapah Kanza menuju meja makan.


Setelah mendudukkan Kanza di kursi, dengan gerakan cepat Daniel mempersiapkan makanan di piring dan mendekatkan kearah Kanza. Namun rintihan Kanza semakin kuat,


"Mas, sakit, " ringis Kanza .


Daniel melihat wajah Kanza sudah semakin memucat.Daniel menghentikan aktifitasnya yang sudah menyendok nasi dan lauk dalam sendok makan. Daniel berniat untuk menyuapi Kanza makan.


Dengan panik Daniel menggendong Kanza.Dengan cekatan Daniel membawa Kanza masuk kedalam mobil yang terparkir di halaman villa.Daniel mengendarai mobilnya sendiri. Daniel tidak sabar kalau harus membangunkan supir.


Setelah berhasil mendudukkan Kanza di jok depan dan memasangkan sabuk pengaman ketubuh Kanza. Dengan kecepatan penuh, Daniel mengendarai mobil tersebut hingga ke Rumah sakit terdekat.


Daniel semakin panik ketika mendapati wajah Kanza semakin memucat. Tubuh Kanza sudah terasa begitu dingin


"Segera periksa keadaan istriku, " teriak Daniel kepada petugas piket sambil terus berlari membawa Kanza dalam gendongannya.


Para petugas Rumah sakit yang berjaga di Unit Gawat Darurat segera bergerak dengan cepat.Tempat tidur dorong segera di arahkan kepada Daniel. Danielpun segera meletakkan tubuh Kanza disana.


Tidak memakan waktu yang lama, Dokter datang dan memeriksa keadaan Kanza.


"Saya harap Bapak bisa memberi ruang kepada kami untuk memeriksa Istri Bapak, " ucap perawat karena melihat Daniel selalu mendesak mendekat ke tempat tidur Kanza.


"Saya suaminya, saya harus berada disini, " bentak Daniel marah.


"Nanti konsentrasi Dokter bisa terganggu dan akan berakibat fatal kepada istri Bapak, " serang Perawat tersebut.


Dengan kesal Daniel pun keluar dari ruangan itu.


Bagai setrika yang lagi digunakan, Daniel mondar mandir di depan ruang Unit Gawat Darurat tersebut. Hatinya begitu cemas menunggu kabar dari dalam ruangan itu.


Tidak berselang lama, setelah Dokter memeriksa keadaan Kanza. Dokter itupun segera keluar dan memberitahu hasil diagnosanya kepada Daniel.


"Nyonya Kanza mengalami kenaikan asam pada lambungnya. Kami mendapati tidak ada asupan makanan yang masuk kedalam tubuhnya. Itu memicu produksi asam yang berlebihan di dalam lambungnya, " tutur Dokter yang menangani Kanza.


"Berikan obat yang terbaik Dokter, saya tidak ingin melihat istri saya kesakitan seperti itu, " pinta Daniel kepada Dokter itu.

__ADS_1


"Iya,saya akan meresepkan obat yang terbaik kepada Nyonya Kanza, " ucap Dokter tersebut sambil mengambil secarik kertas dari saku jas nya dan menuliskan resep disana.


"Apa saya sudah boleh menemui istri saya Dok? " tanya Daniel agak memaksa.


"Sebaiknya..., "


Belum sempat Doktet itu melanjutkan kata-katanya, Daniel telah meletakkan kertas resep tersebut di telapak Dokter tersebut.


"Saya minta layanan eksklusif kepada istri saya, " ucapnya yang langsung masuk kedalam ruangan Unit Gawat Darurat itu.


Dokter itupun segera memberi perintah kepada perawat supaya memberikan layanan eksklusif kepada Kanza.


"Kalau begitu, kami akan memindahkan istri Bapak ke ruang VVIP, untuk menjalani perawatan selanjutnya, " tutur salah satu perawat yang menangani Kanza.


Setelah dua hari, Dokterpun sudah memperbolehkan Kanza pulang kerumah.Danielpun menyambutnya dengan senang hati.Selama Kanza di rawat di Rumah sakit, Daniel tidak pernah meninggalkan kamar rawat Kanza. Semua keperluan mereka di atur oleh anak buah Daniel. Dan semua urusan pengobatan Kanza dan obat-obatan di atur oleh Dokter dan perawat rumah sakit.


"Apa Mas Dani tidak merasa bosan berada di kamar terus? sekali sekali pergilah keluar mencari angin segar, " pinta Kanza yang merasa kasihan kepada Daniel.


"Gimana bisa bosan kalau kamu ada di sampingku? " jawab Daniel.


"Maaf ya Mas, aku sudah merusak acara bulan madu kita, " ucap Kanza merasa bersalah kepada Daniel.


"Cepatlah sehat, kamu harus menggantinya, " canda Daniel.


"Berarti utangku semakin menumpuk dong sama Mas Dani, " rengek Kanza.


"Kamu harus membayarnya seumur hidupmu, " serang Daniel.


Kanzapun pura-pura memanyunkan bibirnya. Daniel segera melahap bibir itu tanpa memberi Kanza waktu untuk menormalkan bentuk bibirnya.


Kini Daniel dan Kanza sudah kembali ke villa. Daniel mengangkat Kanza turun dari mobil.Daniel membawa Kanza masuk kedalam kamar.


"Kamu istirahat ya, biar cepat pulih, " ucap Daniel sambil meletakkan tubuh Kanza diatas kasur dengan hati-hati.


Ketika Daniel hendak menarik tangannya dari himpitan tubuh Kanza. Kanza menahannya dan malah mengalungkan kedua tangannya keleher Daniel. Kanza menggoda Daniel.


"Siiiitt, kamu baru keluar rumah sakit sayang, " ucap Daniel berusaha membuat pikirannya tetap normal.

__ADS_1


"Tapi aku merindukan tubuh telanjang Mas Dani, " bisik Kanza melancarkan godaannya.


"Tunggu besok saja ya, tunggu kondisimu betul-betul fit, " pinta Daniel.


Kanza pun mengedipkan sebelah matanya kepada Daniel sambil memamerkan senyum terbaiknya.


Sejenak Daniel tampak berfikir sebelum akhirnya melahap bibir Kanza dengan lembut.


"Kita lakukan dengan lembut ya, " ucap Daniel sejenak setelah dia berhasil melepaskan pagutan Kanza dari bibirnya.


Kanza menggelengkan kepalanya.


"Aku merindukan kuda liarku, " goda Kanza yang langsung menarik tangan Kanza dan meletakkannya keatas gunung kembarnya dan menggesek gesekkan tangan Daniel disana.


Kanzapun kembali melahap bibir Daniel dengan rakus.Jantung Daniel terasa memompa dengan cepat. Aliran darahnya terasa berjalan dengan cepat.


Godaan dari Kanza seakan membangunkan singa yang tidur dalam diri Daniel. Apalagi dalam dua hari ini Daniel berpuasa dari aktifitas ranjang mereka.


Mendapat serangan dari Daniel. Kanza pun melayaninya dengan senang hati. Gerakan Kanza tidak kalah agresifnya dari Daniel.


Danielpun dibuat terkejut dengan keagresifan Kanza pada sore hari itu.


Daniel tetap melayani Kanza walaupun dalam hatinya terbersit rasa kawatir dengan kondisi Kanza. Tapi Daniel juga tidak ingin membuat Kanzanya merasa kecewa.Apalagi bila melihat Kanza begitu bergairah.


Daniel pun perlahan mengurangi tenaganya.Dia tidak ingin membuat Kanza kembali pada kondisi kolab.Tapi Kanza menyadari hal itu dan meminta Daniel meningkatkan volume tenaganya. Karena tuntutan Kanza, Danielpun mulai menggenjot Kanza dengan brutal. Sensasi yang luar biasa begitu dirasakan mereka berdua.


Danielpun akhirnya terbakar gairahnya sendiri. Dia tidak lagi memikirian kondisi Kanza. Bagai kuda liar Danielpun semakin memacu di atas tubuh Kanza.


Hingga pada akhirnya mereka berdua terkulai dalam kenikmatan yang tiada tara. Keringat sudah membajiri tubuh keduanya.


Dengan memaksakan diri, Daniel bangkit dan segera membersihkan tubuh Kanza. Agar Kanza bisa segera beristirahat


"Bagaimana sayang? apa kamu menikmatinya? " tanya Daniel berbasa basi.


"Suamiku memang luar biasa, aku selalu merasakan kepuasan Mas, Mas hebat! " ucap Kanza memuji kehebatan Daniel diatas ranjang.


"Tapi goyanganku tidak menyakitimu kan? " tanya Daniel merasa kawatir.

__ADS_1


"Tidak Mas, yang ada hanya sisa kepuasan, " ucap Kanza mengisengi Daniel


__ADS_2