Mengapa Harus Saya?

Mengapa Harus Saya?
Bab 64


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa minggu, akhirnya jaringan Rendy mampu membongkar tempat persembunyian orang yang telah mengirimi Kanza bukti kejahatan Daniel.


Kali ini, Rendy tidak berhasil menenangkan hati Daniel untuk tidak ikut serta dalam penggebrekan tersebut.


"Biarkan saya yang memberi hukuman atas orang yang mencoba mengganggu rumah tanggaku, " ucap Daniel dengan tegas ketika Rendy meminta Daniel untuk menunggu kabar saja darinya.


"Supir handal di turunkan untuk mengemudikan Mobil yang di tumpangi Rendy dan Daniel.


Sudah beberapa kali posisi target ini selalu berpindah tempat untuk mengelabui pihak Daniel.


Tapi tidak kali ini, Daniel langsung menurunkan anak buahnya untuk berjaga di setiap persimpangan yang mungkin di lalui orang tersebut bila melarikan diri dari titik lokasi yang sudah terpantau.


Dengan penuh perlidungan, mobil Daniel terus bergerak dengan cepat hingga ke titik lokasi.


Dibantu oleh anak buahnya yang membuka jalan baginya, Daniel pun memasuki sebuah villa di pinggiran kota Bandung tersebut.


"Kita sudah terkepung, kamu harus bertanggung jawab dengan perjanjian kita, " teriak seorang pria terdengar di telinga Daniel.


"Dasar kamu memang pria pengecut, saya menyesal telah bekerja sama dengan mu, " jawab seorang wanita.


Daniel terkejut mendengar suara wanita tersebut. Daniel mengenal suara itu sebagai suara Friska. Mantan pacarnya yang dulu meninggalkannya demi laki-laki lain. Daniel tidak menyangka itu adalah perbuatan Friska.


Dengan perlahan, Daniel mendekat kearah ke dua orang tersebut.


Pasukan Daniel segera meringkus kedua orang itu tanpa perlawanan.


"Plok! plok! plok! " Daniel menepukkan tangan nya sambil mendekat kearah Friska.


"Saya tidak mengira kamu akan berbuat senekad ini, " ucap Daniel dengan lantang.


"Kamu yang memaksaku Mas, aku sangat mencintaimu, " ucap Friska ber api-api.


"Hahaha...! bualanmu tidak menarik bagiku, saya melihat kamu seperti se ekor anjing yang selalu mencari makanan yang lebih lezat saja. Dan saya jijik melihat anjing tersebut, " ucap Daniel.


"Apa Mas Daniel sudah lupa dengan semua kenangan kita?" ucap Friska berusaha menggugah hati Daniel.


"Semua kenangan indah kita telah kamu ganti dengan penghiatan kamu, jadi kenangan indah kita sudah terhapus dari benak saya, yang tinggal hanya kenangan tentang penghianatan kamu, " ucap Daniel datar.


"Tapi saya masih sangat mencintai Mas Daniel, " serang Friska.


Mendengar hal itu, Daniel pun melayangkan tamparannya ke wajah Friska kiri dan kanan dengan begitu kuatnya, hingga menimbulkan darah mengalir dari ke dua sudut bibir Friska.


"Saya menyesal kamu masih hidup sampai saat ini, " ucap Daniel sambil mengedarkan pandangan tajamnya ke arah Rendy.


"Maaf Bos, Nyonya Kanza memberi syarat kepada saya untuk melepaskan Nona Friska, ketika saya meminta Nyonya Kanza untuk merawat Bos ketika di rawat di Rumah sakit kala itu, "tutur Rendy dengan gemetar karena telah melepas Friska tanpa sepengetahuannya.

__ADS_1


" Berarti kamu bisa hidup sampai saat ini, hanya karena belas kasihan istri saya kepada kamu, tetapi kamu dengan tega mengancamnya tanpa perduli dengan perasaannya, "serang Daniel sambil mencengkeram dagu Friska dengan kuat.


Friska pun terdiam tidak bisa berkomentar lagi.


" Istri saya berpesan kepada saya untuk jangan lagi membunuh seseorang, "tutur Daniel mengingat pesan Kanza kepadanya


" Kalau begitu patahkan kedua kakinya, "perintah Daniel kepada anak buahnya yang berjaga di dekat mereka.


" Saya mohon jangan lakukan hal itu kepada saya, saya salah, saya minta maaf, "ucap Friska gugup.


" Patahkan kakinya, "teriak Daniel kepada anak buahnya tersebut.


" Saya akan meyerahkan bukti kejahatanmu ke polisi kalau kamu sampai mematahkan kakiku, "ancam Friska.


Mendengar ucapan Friska, emosi Daniel kembali naik. Daniel kembali mencengkram dagu Friska dengan kuat.


" Kita lihat saja, sampai di mana kamu bertahan untuk menyembunyikan video itu dari saya, "ucap Daniel yang lalu merebut sepotong broti yang di pegang anak buahnya tersebut dan segera menghantamkannya ke bagian lutut kaki Friska dengan begitu kuatnya


Sontak Friska menjerit menahan sakit yang begitu luar biasa dari kedua lututnya tersebut.


Friska pun terduduk ke lantai karena kedua lututnya terasa berpisah di bagian engsel lututnya.


Dengan sabar, Daniel menunggui teriakan Friska hingga mereda.


Friska terlihat semakin gemetar dengan ancaman pisau Daniel. Akan tetapi Friska masih berusaha untuk menyembunyikan video tersebut dari Daniel.


" Saya sudah menyerahkannya ke polisi, "


" Hahaha...! saya tahu kamu tidak sebodoh itu, Friska.Sekarang bertindaklah yang bijak dan patuh, pisau ini akan mengiris kulit wajahmu yang begitu kau banggakan ini, sedikit demi sedikit, "pinta Daniel


" Saya sudah bilang, saya sudah meyerahkannya kepada polisi, "ucap Friska berusaha mempertahankan ucapannya.


Daniel pun segera mengarahkan ujung pisau yang begitu tajam ke wajah Friska hingga menembus kulit wajah itu.


" Ampu! ampun! ampun! "teriak Friska begitu dia merasakan sakit yang luar biasa di wajahnya.


" Saya akan memberitahu kamu di mana video tersebut, tapi tolong jauhkan pisaumu dari wajahku, "ucap Friska menyerah karena mendapati Daniel tidak main-main dengan ancamannya.


Daniel pun segera mengangkat tangannya untuk menjauhkan pisau yang di pegangnya dari wajah Friska.


" Saya simpan di apartemen saya.Di apartemen Cikupas lantai sepuluh kamar delapan, "ucap Friska memberitahu.


" Periksa! "perintah Daniel kepada Rendy.


Rendy pun segera memerintahkan anak buahnya yang terdekat pada apartemen tersebut.

__ADS_1


" Kalau kamu berbohong, pisau ini akan mengiris kulit wajahmu, "ucap Daniel sambil menghempas kepala Friska.


Sambil menunggu laporan datang dari anak buahnya, Daniel mengalihkan perhatiannya kepada pria yang bersama dengan Friska di apartemen ini.


" Katakan apa hubunganmu dengannya? "tanya Daniel dengan pandangan tajam.


" Ti_tidak ada Tuan, di_dia yang menghubungiku lebih dulu, "ucap pria itu dengan tubuh yang terlihat gemetar.


" Kenapa kira-kira dia menghubungimu? "


"Karena Nona Friska tahu bahwa aku memiliki video Tuan ketika membunuh Simon Perez di tepi laut itu, " tutur pria tersebut.


Daniel terlihat mengerutkan keningnya mendengar penuturan pria tersebut.


"Bagaimana bisa kamu memiliki video itu? " tanya Daniel penasaran.


"Ketika itu saya sedang berada di tepi pantai dan sedang mengambil video ombak yang sedang berkejaran di tepi pantai, tiba-tiba kamera saya menangkap Tuan yang sedang menodongkan senjata kearah Simon Perez, " tutur pria tersebut.


"Kenapa kamu tidak memberikan video itu kepada polisi atau wartawan? " tanya Daniel ingin mengetahui banyak tentang video tersebut.


"Saya tidak berani Tuan,saya tahu, bahea Tuan itu orang yang berbahaya, anak walikota saja berani Tuan bunuh, apalagi saya? " tutur pria itu polos.


"Tapi kenapa kamu memberikannya kepada Friska? "


"Nona itu mengetahui kalau saya mempunyai video tersebut. Ternyata Nona Friska melihat saya ada di tempat kejadian, "


Daniel membelalakkan matanya mendengar penuturan pria tersebut.


"Betul kamu berada di tempat saat itu? " tanya Daniel kepada Friska.


Friska pun menganggukkan kepalanya.


"Saat itu saya sedang mengikutimu dari belakang, " jawab Friska


"Sayang, saya baru bisa menemukan pria ini sekarang, " lanjut Friska.


Daniel pun sudah memahami jalur perkaranya.


Tidak begitu lama, laporan dari anak buahnya pun menyebutkan bahwa mereka sudah menemukan sebuah USB video tersebut.


"Kata istri saya, ada beberapa bukti kejahatanku yang lain, dimana? " tanya Daniel dengan tenang.


"Cuman itu saja, saya hanya berbohong kepada Kanza untuk menakutinya, " jawab Friska.


Daniel pun segera menyudahi pertemuannya kali ini. Dia menghukum Friska dengan mematahkan kedua kakinya. Sedangkan untuk pria tersebut, Daniel menjadikannya menjadi anggota Elang hitam karena dianggap tidak bersalah dan sudah membantu Daniel menyimpan video tersebut selama ini

__ADS_1


__ADS_2