
Pagi telah tiba, matahari pagi mulai terlihat malu-malu muncul di ufuk timur.Udara dingin yang menyapu kulit Daniel seakan tidak jadi penghalang baginya untuk menyingkap selimut dari tubuhnya.Pagi ini terasa berbeda bagi Daniel. Semangatnya untuk menyongsong datangnya pagi terasa berbeda dari hari-hari sebelumnya.Tadi malam Daniel telah menyusun banyak rencana yang ingin di lakukannya dalam waktu dekat ini.
Daniel segera membereskan tempat tidurnya sendiri kemudian memasak air minum untuk pertama kalinya. Dia mau membuatkan teh untuknya di pagi ini. Beberapa hari ini, Daniel telah beberapa kali melihat Ibu Ningsih maupun Kanza ketika menghidupkan kompor. Setelah mengisi tel pemasak air dengan air bersih yang di tampung di ember penampungan air bersih.Daniel pun segera meletakkan tel tersebut di atas kompor kemudian memutar kenop kompor untuk menghidupkan kompor. Dalam hati, Daniel bersorak karena kompor tersebut menyala dengan sempurna.
Setelah air yang di masaknya mendidih, Daniel segera mengisi termos seperti yang dilakukan Ibu Ningsih dan Kanza. Kemudian Daniel menyeduh teh untuknya.
Setelah di rasa sudah beres, Daniel mengambil peralatan nya dan pergi kesawah Ibu Ningsih untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda tempo hari.
Daniel begitu semangat untuk segera menyelesaikan pekerjaan di sawah Ibu Ningsih,supaya bisa segera membopong Kanza ke Jakarta.
Sementara di rumah Kanza sedang bingung mencari keberadaan Daniel.
"Mas Daniel kemana ya Bu? kamarnya sudah tertata dengan rapi, " ucap Kanza setelah mengelilingi rumahnya untuk mencari keberadaan Daniel.
"Ibu juga tidak melihatnya sejak Ibu bangun, mungkin lagi ke warung"jawab Ibu Ningsih.
Kanza mengerutkan keningnya heran."Perasaan Mas Daniel tidak mau pergi ke warung kalau tidak di dampingi Kanza.Mas Daniel malas untuk menanggapi wanita-wanita desa yang terkesan genit kepada Daniel. "batin Kanza
Tidak hanya Kanza yang kebingungan. Ibu Ningsih juga merasa heran dengan termos yang berisi penuh,juga dengan piring yang sudah tersusun rapi pada tempatnya.
" Ibu rasa, Nak Daniel telah lebih dulu kesawah, buktinya juga dia sudah merapikan Dapur, "tutur Ibu Ningsih kepada Kanza setelah Kanza tidak menemukan keberadaan Daniel.
" Ada apa dengannya? apa otaknya kerasukan? "tanya Kanza heran.
" Huussh! kalau begitu, cepat bersiap.Kita harus segera menyusulnya dan membawakan sarapan untuknya, "pinta Ibu Ningsih.
Ibu Ningsih dan Kanza pun segera menyusul Daniel kesawah.
Setelah tiba di sawah, Ibu Ningsih dan Kanza heran melihat Daniel.Tubuh Daniel hingga kepala berlumuran lumpur.Pekerjaan yang tersisa kemarin kini sudah hampir selesai dikerjakan Daniel.
__ADS_1
"Nak Daniel jam berapa kesawahnya? kenapa sudah selesai saja? " tanya Ibu Ningsih kepada Kanza.
"Tadi pagi-pagi sekali Bu, " jawab Daniel.
Kanza merasa kasihan melihat keadaan Daniel.seluruh tubuh Daniel di tutupi oleh lumpur, bahkan di kepalanya juga terdapat banyak lumpur.
"Mas Dani sarapan dulu, " ucap Kanza kepada Daniel.
Daniel pun segera menghentikan cangkulnya mendengar ucapan Kanza.
"Iya, Nak Daniel sebaiknya sarapan dulu, biar Ibu yang menyelesaikannya, " ucap Ibu Ningsih yang lalu berjalan kearah Daniel dengan maksut untuk menggantikannya melanjutkan pekerjaan Daniel.
"Tidak perlu Bu, biar saya saja, sebaiknya Ibu pulang saja dan beristirahat di rumah." ucap Daniel kepada Ibu Ningsih
"Iya Bu, Ibu pulang saja, biar saya dan Mas Daniel yang menyelesaikannya. Nanti Ibu terlambat rombongan yang akan ke pernikahan Mbak Narti, "ucap Kanza mendukung usul Daniel.
Ningsih pun menyetujui usul mereka berdua, mengingat tidak banyak lagi yang harus di kerjakan di sawah ini.Dan memang hari ini, Warga desa babakan akan menghadiri resepsi pernikahan Narti gadis kampung sebelah.
" Mas sebaiknya sarapan, Mas pasti lapar kan? "usul Kanza kembali tentang sarapan.
Seketika Daniel menyadari perutnya yang sudah keroncongan. Daniel pun bergerak naik dari sawah dan membersihkan tangannya yang tertutup lumpur pada air yang menggenang di sawah.
Bagai bukan seorang presdir,Daniel melakukannya dengan handal dan tidak merasa jijik atau asing lagi dengan lumpur yang menutupi tubuhnya.Kemudian Daniel bergabung dengan Kanza ke gubuk yang tersedia di tengah sawah mereka.
"Tapi kita sarapan bareng ya? " usul Daniel pada Kanza.
"Saya tadi sudah sarapan bersama Ibu di rumah, " tolak Kanza.
"Tapi Mas mau sarapan dengan kamu, gimana dong? " ucap Daniel.
__ADS_1
"Ya sudah, tapi sedikit saja, " ucap Kanza mengalah.
Kanza pun mempersiapkan sarapan untuk Daniel.
"Tidak usah memakai piring dua, kita sepiring berdua, kamu harus suapin Mas mu ini, soalnya tangan Mas kotor, " ucap Daniel sambil menunjukkan tangannya yang masih ada lumpurnya.
Dengan wajah memerah Kanza pun mengalah dan menyuapi Daniel dengan tangannya.
Selama menyuapi Daniel, jantung Kanza terus memacu dengan wajah yang merah padam menahan malu.Apalagi mata Daniel selalu memandang wajahnya seakan tidak berkedip.
Daniel mengusap nasi yang menempel di bibir Kanza dengan lembut. Getaran begitu hebat terasa di hati Kanza ketika tangan Daniel menyentuh bibirnya. Tiba-tiba Daniel ******* bibir Kanza dengan lembut. Kanza diam menerima ciuman Daniel dengan Iklas. Merasa mendapatkan Ijin, Daniel terus melanjutkan ciumannya di bibir Kanza.
Tidak terasa kini Daniel telah menindih tubuh Kanza di lantai bambu gubuk tersebut.Daniel selalu tidak bisa mengendalikan hasratnya bila berhadapan dengan Kanza.Tanpa Kanza sadari tangan Daniel telah merayap masuk kedalam baju Kanza.Kanza terhenyak mendapati remasan tangan Daniel pada gunung kembarnya.Kanza ingin memberontak, tapi himpitan badan Daniel membuatnya tidak bisa bergerak, apalagi bibir Daniel melahap mulut Kanza dengan penuh emosi. Gairah Daniel menyulut gairah Kanza.Kanza pun mulai membalas ciuman Daniel. Menyadari Kanza membalas ciumannya. gairah Daniel tidak bisa di bendung lagi.Dengan satu gerakan baju Kanza kini sudah terlepas dari tubuhnya.Pemandangan yang membuat Daniel gila dalam beberapa tahun tetakhir ini, kini terpampang dengan nyata di depan wajahnya. Kanza terkejut dengan gerakan Daniel yang mengakibatkan bajunya terlepas dari badannya.Dengan cepat Kanza menyilangkan kedua tangannya di atas gundukan kembarnya.Kanza berusaha menutupi gunung kembarnya dari pandangan mata Daniel yang terlihat sudah di penuhi gairah yang membara.
"Tolong jangan lakukan apa-apa kepadaku, " kata Kanza memelas.
Seakan tersadar, Daniel mengalihkan pandangannya kewajah Kanza yang sudah menitikkan air mata.
Dengan cepat Daniel memeluk tubuh Kanza untuk memberi ketenangan kepada Kanza.
"Masfkan aku, maafkan aku, " ucap Daniel karena merasa bersalah tidak bisa mengontrol dirinya.
"Mas susah mengontrol diri bila melihat mu, sekali lagi maafkan Mas, ya? " pinta Daniel sambil memunguti baju Kanza dan memakaikannya kembali ketubuh Kanza setelah Daniel lebih dulu mendudukkan Kanza.
Kanza pun terdiam sambil merapikan baju yang baru saja di pakaikan Daniel ketubuhnya.
"Mas mohon jangan menangis lagi dihadapan Mas, " ucap Daniel yang kembali memeluk Kanza sambil mencium pucuk kepala Kanza.
"Boleh ya? " susul Daniel.
__ADS_1
"Hati Mas terasa sakit melihatmu menangis begini, " ucap Daniel sambil menghapus air mata Kanza dengan jarinya.