
Setelah tiba dirumah,Kanza menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu.Kejadian di kampus hari ini membuat Kanza merasa terintimidasi,bagaimana tidak? Dia adalah orang terakhir yang berinteraksi dengan Tessa sebelum Tessa menghilang.Apalagi pertemuan mereka kemarin dalam situasi yang tidak bersahabat.
"Huffff!" kembali Kanza membuang nafasnya kasar.
Setelah merenung beberapa saat,Kanza merogoh tas nya untuk mengambil handphone nya.Kanza mengutak atik handphone tersebut berusaha mendapatkan nomor kontak seseorang.Setelah Kanza menemukannya,dia pun segera menekan tombol panggil.
Diseberang sana Daniel terkejut mendapati handphone berdering dan mendapati tulisan My Baby di layar handphone nya itu.
Daniel tidak mengira panggilan yang Kanza lakukan adalah untuknya.Pasalnya,semenjak Kanza memasuki rumahnya,Daniel telah memantaunya dari layar monitor.Daniel melihat semua gerakan yang Kanza lakukan.
"Halo Kanza," sapa Daniel akhirnya.
"Halo Mas Dani!" jawab Kanza.
"Ada apa Kanza menelepon Mas?" tanya Dsniel berbasa basi.
"Ada yang mau saya tanyakan Mas,boleh?" ucap Kanza.
"Tentu boleh dong," jawab Daniel.
"Apa Mas Daniel kenal dengan Tessa? mahasiswa dikampus Mas?"
"Tessa? Tessa..," ucap Daniel berusaha mengingat nama tersebut,tapi Daniel tidak mengingat nama tersebut.
"Sepertinya Mas tidak mengenalnya,ada apa?" tanya Daniel penasaran.
"Kemarin dia menghilang Mas sepulang kuliah," tutur Kanza
Daniel mulai mengerti arah pembicaraan Kanza,Jantung Daniel berdetak hebat.
"Apa Kanza mengetahui sesuatu? kenapa kebetulan sekali dia menanyakan hal tersebut kepadaku?"tanya Daniel dalam hati
" Terus,apa hubungannya denganmu juga dengan Mas?"tanya Daniel berusaha tenang.
"Bagini Mas,Dia menarikku kelorong kamar mandi begitu aku memasuki kampus kemarin pagi,dia memperingatkanku untuk menjauhi Mas Daniel.Sepertinya dia begitu mencintai Mas Dani," tutur Kanza.
__ADS_1
Daniel mengerutkan Keningnya mendengar penuturan Kanza.Daniel kini mengerti alasan wanita itu menarik dan menampar wanita pujaan hatinya tersebut.
Informan kemarin hanya melaporkan bahwa Kanza di tarik seseorang ke gang kamar mandi dan ditampar oleh seorang wanita yang jadi idola kampus disana.Informan tersebut tidak bisa mendengar pembicaraan para mahasiswa perempuan itu karena jarak yang terlalu jauh.
Setelah mendapat laporan kemarin,Daniel langsung memerintahkan untuk menculik dalang dibalik kejadian itu.
"Tapi Mas tidak kenal dengan orang yang bernama Tessa itu.Lagian,beribu wanita yang tergila-gila denganku diluar sana,mana mungkin aku kenal mereka semua," tutur Daniel merespon ucapan Kanza.
Kanza membenarkan ucapan Daniel,Pria seperti Daniel pasti banyak yang menggilainya
"Iya sih Mas,tapi aku jadi tidak enak hati,mereka pikir ini perbuatanku," tutur Kanza dengan wajah yang gundah.
"Untuk apa coba Mas aku melakukannya? tidak mungkin juga kan aku ada hubungan dengan Mas Daniel?" tanya Kanza.
Mendengar hal itu,hati Daniel terasa remuk,Daniel merasa patah hati.
"Apa mungkin dia tidak menginginkanku?" tanya Daniel dalam hati
"Kamu tidak usah kawatir,tidak bakal ada orang yang akan mengganggumu di kampus,maupun yang akan menuduhmu.Kamu tenang saja ya! biar Mas yang selidiki hal ini," ucap Daniel berusaha menenangkan hati Kanza.
Setelah memutuskan sambungan telepon dengan Kanza,Daniel segera mebelepon Rendy.
"Pastikan Kanza merasa nyaman dikampus!" perintah Daniel.
"Baik bos," jawab Rendy.
Kepala kanza terasa semakin berdenyut,banyak kejadian yang membuatnya bingung akhir-akhir ini.
Dikampus Kanza tiba-tiba mendapat perlakuan khusus dari semua staff yang bekerja,baik dari Securiti,staf kebersihan,penjaga perpustakaan para Dosen,bahkan dikantin juga Kanza diperlakukan bak seorang Nona kaya.
"Ada apa yang terjadi di kampus ini?" tanyaku ketika kami di kantin siang ini kepada Yuni dan Reni,tapi mereka juga sama-sama menggelengkan kepalanya.
Ketika memasuki kantin,semua mahasiswa yang sedang bercengkerama seakan menyisihkan jalan untuk Kanza,Reni dan Yuni lewat,Kanza mengerutkan keningnya dengan perlakuan dari para mahasiswa tersebut.Bahkan penjaga kantin sengaja mengarahkan Kanza ke meja yang sepertinya sudah disediakan untuk mereka,bahkan menu-menu spesial telah tersedia diatas meja.
"Ini siapa yang pesan bu?" tanya Kanza pada si tukang Kantin.
__ADS_1
"Ini perintah dari Pak Dekan Non," jawab si tukang kantin.
Ketika Kanza bertandang ke perpustakaan,petugas perpustakaan mengarahkan Kanza kesebuah ruangan berkaca yang difasilitasi dengan perabotan yang mewah.Ada juga sebuah ranjang di balik tirai di ruangan tersebut.Kanza juga baru mengetahui ruangan ini untuk pertama kali.
"Pak Dekan?" tanya Kanza mencoba mencari penjelasan dari kedua sahabatnya.Tapi para sahabatnya hanya mengangkat bahu dan tangan tanda tidak mengerti.
Kanza berusaha menjumpai Pak Dekan untuk mempertanyakan apa yang terjadi.
"Maaf Non,Pak Dekan lagi tidak ditempat,Beliau mengikuti rapat di luar," jawab asisten Dekan tersebut.Bahkan untuk yang ke berapa kali Kanza menanyakan keberadaan Pak Dekan tersebut.
"Apa mungkin karena saya dengan Mas Daniel bersahabat ya?" tanya Kanza dalam hati.Kanza juga teringat atas kata kata Daniel kemarin.Segera kanza mengeluarkan handphone nya dan mengirimkan pesan Wa kepada Daniel.
"Kenapa semua orang memperlakukanku istimewa dikampus? apa yang mas lakukan?" bunyi pesan Kanza.
Daniel mengerutkan keningnya membaca pesan Kanza.Lama Daniel menimbang nimbang jawaban yang pas untuk Kanza.
"Mas tidak melakukan apa-apa,hanya berpesan pada Dekan untuk tidak merundungmu di kampus," balad Daniel.
"Saya tidak suka Mas Daniel bersikap perhatian yang berlebihan kepada saya seperti ini,orang-orang akan berpikiran jelek terhadap saya," balas Kanza
Jantung Daniel berdegup kian kencang membaca pesan dari Kanza tersebut
"Dia tidak suka dengan perhatian ku," racau Daniel menahan gejolak di hatinya.
"Baiklah,semua akan kembali seperti sedia kala," balas Daniel.
"Tapi kita tetap jadi sahabat kan?" isi pesan Daniel berikutnya.
"Tentu saja sahabat Mas,maka bersikaplah di batas persahabatan,aku tidak mau jadi sasaran para wanita wanita yang menggilai Mas Daniel seperti kemarin," tutur Kanza dalam pesannya tersebut.
Terus terang,semenjak Kanza mengetahui siapa Daniel sebenarnya,Kanza memang merasa kurang nyaman untuk membangun persahabatannya dengan Daniel.Tapi tidak ada alasan untuk Kanza menjauhi Daniel.
Daniel berusaha menahan gejolak yang timbul akibat membaca pesan dari Kanza.Hati Daniel terasa tercubit membaca setiap pesan Kanza di malam ini.Daniel mengelus wajah Kanza di layar monitor yang memang di pandangi Daniel sebelum Kanza mengirimkannya pesan.
Demikian juga Kanza yang berusaha mempertegas batas hubungannya dengan Daniel supaya tidak jadi beban bagi Kanza karena jadi pergunjingan diantara mahasiswa di kampus,terlebih jadi incaran para wanita yang menggilainya.
__ADS_1
"Semoga Mas Daniel tidak tersinggung dengan kata-kataku dan semoga Dia dapat memahami pemikiranku" ucap Kanza pada diri sendiri.