
Olimpiade kali ini membakar semangat Kanza untuk terus belajar.Setiap detik yang dia bisa,dia gunakan untuk sekedar membaca artikel-artikel penunjang yang sekiranya bisa menambah percaya dirinya dalam mengikuti olimpiade tersebut.Kanza mendaftarkan dirinya untuk mengikuti lomba micro teaching dari jurusan sosiologi
Dengan semangat 45,Kanza berusaha untuk memantaskan dirinya di ajang tersebut,nantinya Setiap peserta lomba diberi waktu 25 menit untuk mengajar, baik itu strategi mengajar peserta didik, mengelola kondisi kelas, dan menyampaikan materi pembelajaran.Semua aspek yang diperlukan dalam mengikuti lomba dipersiapkan oleh Kanza semaksimal mungkin.
Ke empat temannya terkadang jadi Dosen bagi Kanza,dan terkadang jadi mahasiswa Kanza dalam praktek mengajarnya.Semua Kanza lakukan dalam keriangan namun tetap dalam keseriusan.
"Are you ready,baby?" tanya Reni pagi itu sebelum Kanza berangkat ketempat diadakannya perlombaan.
"Aku deg-degan gaess,gimana ini?" tutur Kanza dengan raut wajah yang menunjukkan rasa gelisah.
"Tenannnng,tarik nafasssss,dan huffffffff," ucap Yuni sembari mengarahkan Kanza untuk mengikuti gerakannya tersebut.
"Lakukan berulang sampai kau merasa tenang,oke?" lanjut Yuni.
"Oke.doakan ya,teman-teman," pinta Kanza.
"So pasti," jawab serentak ke empat temannya sebelum turun dari mobil.
Dengan pertarungan yang teramat sengit,akhirnya Kanza bisa menggungguli peserta-peserta yang terdiri dari berbagai kampus tersebut.Nama Kanza bergema saat pembawa acara membacakan nama para pemenang.Bukan hanya jantung Kanza yang berdetak kencang pada detik-detik pembacaan nama-nama pemenang.Tapi ke empat sahabatnya juga merasakan hal yang sama.Dan Nama Kanza pun tersebut sebagai pemenang dari lomba micro teaching jurusan sosiologi.Suka cita yang luar biasa jelas tergambar dari wajah dan tindakan Kanza.Tak bosan-bosan dia mengucapkan kata terimakasih kepada ke empat temannya,karena telah menyediakan materi-materi yang dibutuhkan dan telah sudi membingbingnya.Kanza pun akhirnya mentraktir teman-temannya tersebut di sebuah restoran mewah sebagai ucapan terimakasihnya pada ke empat temannya tersebut.
"Kanza,pak Dekan menyuruh kamu untuk menghadap," pinta seorang dosen pagi ini,setibanya Kanza di kampus.
"Baik,pak," jawab Kanza
Segera Kanza pergi menuju ke ruang dekan.
"Pagi pak!" sapa Kanza setelah berhasil masuk ruangan pak Dekan.
__ADS_1
"Silahkan duduk Kanza," ucap dekan tersebut menyambut Kanza.Kanza pun duduk mematuhi perintah Dekan tersebut.
"Ok,karena Kalian sudah lengkap disini,bapak mau memberitahu,bahwa besok pemilik kampus kita ini,ingin bertemu dan memberikan penghargaan kepada kalian para pemenang lomba olimpiade yang telah mengharumkan nama kampus kita ini.Jadi bapak harap besok semuanya hadir dan berkumpul di aula jam 10.00 pagi," tutur pak dekan kepada para pemenang lomba olimpiade.Ada beberapa orang dari jurusan lain yang juga memenangkan lomba olimpiade kemarin.
Ke esokan harinya,Kanza pun bersiap ke Aula kampus, karena jam sudah menunjukkan pukul sepuluh kurang lima menit.Mahasiswa-mahasiswa kampus terlihat berdesakan di aula.Kanza merasa takjub dengan kehadiran mahasiswa yang berkumpul di aula tersebut.
Para mahasiswa perempuan terlihat berbeda dari hari hari biasanya.Semua terlihat cantik,semuanya berdandan lebih dari hari hari sebelumnya.
"Ternyata jumlah mahasiswa kampus ini begitu banyak," bisik Kanza dalam hati.
Apalagi mahasiswa perempuan sepertinya seratus persen hadir di aula saat ini.Dalam hati Kanza terbersit kebanggaan menyaksikan antusias teman mahasiswanya hanya untuk menyaksikan para pemenang lomba olimpiade kali ini.
"Selamat pagi buat kita semuanya," sapa sang pembawa acara dari panggung kampus di aula tersebut.
"Terimakasih atas antusiasme para mahasiswa untuk menyaksikan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba olimpiade kali ini,yang akan di berikan oleh pemilik kampus kita ini,yaitu Bapak permana,"ucap pembawa acara tersebut.Bla..bla..bla diucapkan pembawa acara tersebut.Hingga tiba waktunya satu persatu pemenang lomba olimpiade tersebut di panggil untuk naik ke panggung.
"Tibalah waktunya untuk penyerahan hadiah," ucap pembawa acara.
"Kepada bapak Daniel permana,kami persilahkan naik keatas panggung,"lanjut pembawa acara tersebut.
Seketika sorak gemuruh terdengar dari seluruh mahasiswa,terlebih mahasiswa perempuan.Tidak sedikit yang histeris memanggil manggil nama bapak Daniel.Kanza tersadar akan maksud kadatangan para mahasiswa ini memenuhi aula ini adalah untuk kehadiran sang pemilik kampus.Bukan untuk menyaksikan para pemenang lomba olimpiade menerima penghargaannya.Tapi Kanza juga terhenyak mendengar nama Daniel permana tersebut.
"Namanya sama persis dengan orang yang saya tubruk," pikir Kanza dalam hati.
Tak berapa lama,dari dalam ruangan di samping aula,seorang pria keluar dan berjalan menunu panggung.Suara histeris terdengar dari mulut mahasiswa perempuan.
Kanza segera menoleh kearah pandang dari para mahasiswa perempuan tersebut.Seorang pria yang tak lain adalah Daniel permana yang ditubruk oleh kanza.Seketika jantung Kanza berhenti berdetak.Dadanya terasa sesak.
__ADS_1
"mampus gue,ternyata dia adalah pemilik kampus ini," gerutu Kanza.Keringat dingin menjalari tubuh Kanza.
"Bagaimana kalau dia mengenali saya?"tanya Kanza dengan suara yg dipaksa pelan
"Mana utangku belum lunas lagi sama beliau,"racau Kanza.
Kanza mengalihkan wajahnya dari pria itu,berharap pria itu tidak memperhatikannya.
Pemilik Kampus mulai memberikan penghargaan kepada para pemenang satu-persatu.Kini tibalah giliran Kanza.
Kanza menundukkan wajahnya sedalam mungkin.Daniel berdiri tepat di depan Kanza.Ingin Rasanya Daniel memegang dagu Kanza untuk menegakkan kepala Kanza.Tapi Daniel menepis rasa itu.Sedangkan jantung Kanza memompa semakin kencang,
"Semoga beliau tidak mengenaliku,"harap Kanza.
"Kanza Anggoro,jurusan Sosiologi dan memenangkan lomba micro teaching," ucap Daniel membacakan kualifikasi penghargaan tersebut.
Dengan terpaksa Kanza mengangkat kepalanya untuk menerima penghargaan dari Daniel berupa piagam dan simbol uang tunai.Kanza tidak ingin di pandang sebagai orang yang tidak bisa menghargai.
Seketika adu pandang terjadi diantara Daniel dan Kanza.Daniel menatap kedalam manik Kanza.Ingin rasanya Daniel berlama lama dalam posisi tersebut.Tapi situasi dan kondisi harus Daniel perhitungkan.Kanza berusaha menyunggingkan senyum untuk pemilik Kampus tersebut.Ketika menyalami Kanza.
Daniel dengan sengaja mengorek telapak tangan Kanza dengan ujung jari telunjuknya.Kanza terkejut dan membelalakkan matanya.Melihat itu,Daniel tersenyum dan mengedipkan matanya terhadap Kanza.
Lutut Kanza terasa lemas mendapati bahwa Daniel mengenalinya.Kata-kata makian Kanza yang dulu dilontarkannya terhadap pemilik kampus itu terngiang-ngiang dalam ingatannya.
"akhhhh!mampus gue,"pekik Kanza merasa malu
"Patesan aku seperti pernah mendengar nama Daniel permana,ternyata aku mendengarnya di kampus ini waktu mendaftar kuliah dulu,"gerutu Kanza pada diri sendiri.
__ADS_1
Teriakan para mahasiswa tak putus-putus menghantarkan pemilik kampus kembali kedalam ruangannya setelah selesai menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba olimpiade.Ada beberapa orang yang nekat mendekati Daniel hanya untuk sekedar ber photo dan ada yang berusaha mencari perhatian dari pemilik kampus itu dengan senyum dan riasan yang super tebal.Tapi Daniel tidak meladeni satupun dari para mahasiswa tersebut,Daniel juga harus menjaga sikap di depan publik.Terlebih ini di area kampus tempat orang untuk mendapatkan pendidikan.Daniel berusaha berlalu secepat mungkin dari aula tersebut.