
Pagi itu Daniel memasuki perusahaanya dengan wajah yang dipenuhi dengan senyum.Dia datang lebih cepat dari biasanya.Siulan terdengar dari mulutnya.Meja Resepsionis masih kosong.Para cleaning servise masih sibuk berbenah.Karyawan perusahaan yang hadir masih 25%.Luna asisten Daniel yang mengurusi arsip merasa gelisah dan takut,melihat kehadiran presdir tersebut.
"Ada apa dengan Bos hari ini?kenapa pagi-pagi sudah datang aja?" tanya luna dalam hati.
"Padahal tidak ada jadwal yang mengharuskan Bos untuk hadir sepagi ini,"masih gerutu luna dalam hati,sambil berusaha mengingat jadwal Bos nya untuk hari ini,Luna gemetar takut-takut ada yang lupa.
"Mati aku kalau sampai ada jadwal Bos di pagi ini,"ucap Luna.
Luna merinding bika dia melewatkan sesuatu tentang jadwal Bos nya pagi ini.Pasalnya,setiap kegiatan Bos nya akan memerlukan berkas yang harus didiapkannya.Luna memastikan kemarahan presdir akan meledak.Presdir paling tidak bisa menolerir kalau meja resepsionist kosong. Luna menghitung dalam hati"1..2..3..4..5"Luna kembali membuka matanya, tidak terdengar teriakan maupun bentakan.Segera dia mengalihkan pandangannya kearah presiden perusahaan tersebut.
"Apa yang terjadi?"tanya Luna dalam hati.Dia melihat Presiden berjalan menuju lift khusus staff.Presiden itu seolah tidak menghiraukan meja Resepsionis yang masih kosong.Dan ternyata bukan Luna saja yang merasa heran.
"Apa yang terjadi dengan Pak Daniel?"kembali luna melontarkan pertanyaan kepada dirinya sendiri.selama bekerja disini,baru kali ini Luna melihat Presiden direktur itu tersenyum.Bukan hanya meja Resepsionist yang kosong,bahkan sapu yang tergeletak dilantai tidak dia hiraukan,karna memang dijam begini,biasanya para karyawan di bagian kebersihan lagi sibuk-sibuknya menyelesaikan pekerjaan mereka untuk menyambut kedatangan para petinggi dari perusahaan ini,terlebih menyambut pak presdir.tapi karena ini memang masih satu jam lagi hingga batas waktu masuk karyawan,jadi para pekerja kebersihan itu belum merampungkan pekerjaannya.dan mereka tidak menyangka akan kedatangan Presiden tersebut lebih awal satu jam dari biasanya.
Semua karyawan yang sudah tiba yang menyaksikan kejadian itu merasa heran.Padahal mereka telah mempersiapkan mental untuk jadi sasaran makian presiden,tapi dipagi ini mereka tidak mengalami hal tersebut.
Ada yang pura-pura ke toilet,ada yang bergegas masuk ketempat lokasi kerjanya,ada yang berlari ke kantin.dan ada yang tidak bisa berkutik karna kehadirannya telah terlihat oleh presiden tersebut,dan mereka sudah menyiapkan mental menerima omelan bahkan cacian presiden.
Setelah Presdir itu hilang di telan lift,semua menarik nafas lega.semua merasa heran."ada apa dengan Bos mereka?".
Disiang hari,kejadian tadi pagi menjadi topik pembicaraan hangat di kantin.Semua merasa heran dengan sikap Presdir tersebut.
"Ada apa dengan Presdir?"pertanyaan itu tidak satupun yang dapat menjawab.
"Kenapa kamu tidak mengabadikan senyum Presdir lewat photo?"tanya Dinda pada luna.
"Aiissss..mana aku tahu kalau b
Bos tidak akan marah,aku hanya sibuk mempersiapkan hatiku,untuk kemungkinan yang terjadi,"kata Luna merasa menyesal.karna ini memang sungguh kejadian yang langka.
" Pasti ketampanan Pak Daniel bertambah berpuluh-puluh kali lipat dengan senyuman dipipinya,"ucap Dinda.
__ADS_1
"Banget,bahkan gantengnya kebangetan," dukungLuna.
"Aduhhh,lemas adek Bang membayangkan senyummu,"ujar Dinda narsis.
Sudah sejak lama Dinda selalu mencuri pandang kepada Bos perusahaan tersebut.Dinda selalu berimajinasi membayangkan kalau pak Daniel itu jadi kekasihnya.bukan cuman Dinda,bahkan hampir seluruh karyawan wanita lajang di perusahaan ini berimajinasi seperti Dinda.
Banyak karyawan yang salah tingkah kalau Bos nya itu turun kebagian produksi,ataupun bila kebetulan Daniel turun ke kantin sekedar untuk melihat situasi di kantin perusahaan nya tersebut.setiap kunjungan Daniel ke bagian produksi maupun kekantin akan menimbulkan kegaduhan diantara para karyawan wanita.
"Di rapat tadi saya melihat aura yang berbeda Bos,"ucap Rendy setelah mereka menyelesaikan rapat dengan klien.Rendy menduga-duga dalam hatinya apa yang terjadi dengan Bosnya tersebut.
"pasti berhubungan dengan Nona Kanza!"tebak Rendy dalam hati.
Klien tadi juga terlihat heran melihat perubahan seorang Daniel tersebut, Rendy bisa membaca dari mimik para klien itu,bahwa mereka heran dan takjub dengan perubahan bosnya tersebut.
"Maksudmu?"tanya Daniel bingung
"Apa Bos tidak merasa aneh hari ini?"
"Aneh gimana? biasa asa,"jawab Daniel
"Coba Bos lihat ini,"ucap Rendy sambilmenunjukkan video yang sempat diambilnya ketika rapat berlangsung.
Daniel melihat video itu dengan kening mengerut.
"Kenapa saya senyum-senyum?"tanya Daniel heran
"Itulah yang mau saya tanyakan Bos.Mungkin klien tadi juga merasa heran dengan Bos,"terang Rendy
"Jangan sampai mereka mengira Bos sudah ada kelainan di otak,"ucap Rendy dengan senyum.
"Brengsek kamu!"kesal Daniel sambil melemparkan buku kearah Rendy.
__ADS_1
"Kamu tidak tau aja apa yang terjadi denganku tadi malam,"kata Daniel dengan wajah sumringah sambil berjalan kearah sofa,Rendy pun mengekorinya.
"Ada apa Bos? Apa sisca yang kukirimkan tadi malam memuaskan Bos?"tanya Rendy penasaran.
"Bukan itu,tadi malam,selagi aku bercinta dengan wanita itu,Kanza meneleponku!"terang Daniel dengan wajah yang memancarkan kebahagiaan.
"Hmmmmm..tebakanku benar,"kata Rendy pada diri sendiri.
"Iya Bos? terus Bos?"tanya Rendy bersemanga tingin mendengar cerita selanjutnya.
Daniel pun memulai ceritanya tanpa melewatkan satu katapun dari apa yang diucapkan oleh Kanza.Daniel seolah bisa meng copy paste setiap kata yang keluar dari mulut Kanza.Dengan semangat yang berapi-api dia membeberkan segalanya.Senyum selalu menghiasi wajahnya selama Daniel bercerita.
Rendy pun ikut tersenyum melihat kebahagiaan bosnya tersebut.Sudah semenjak lama Rendy tidak melihat senyum cerah di wajah Bos nya itu.
"Bagaimana kalau snack karyawan kita alihkan saja pesanannya ke toko kue Kanza?"tanya Daniel pada Rendy dengan wajah yang berbinar.
"Itu ide yang bagus Bos." Dukung Rendy
" Tapi kita alihkan secara bertahap Bos,supaya Nona tidak kelimpungan memenuhi pesanan yang membludak Bos,"terang Rendy menyetujui ide yang dicetuskan Daniel.
"Atur saja,yang jelas saya tidak mau melihat Kanzaku pusing.Biar dia bisa membayar hutangnya padaku,biar dia bisa membayar uang kuliahnya dan juga untuk memenuhi kebutuhannya sehari hari,"jawab Daniel.
"Akan saya atur Bos,"jawab Rendy tegas.
"Pastikan Kanzaku tidak terlalu lelah,Buat saja pesanan sesuai dengan kemampuannya," ujar Daniel.
"Akan saya perhatikan Bos," jawab Rendy
Sejak hari itu Rendi mengalihkan semua pesanan kue-kue snack karyawan ke toko kue milik Kanza.Proses pemindahan pemasok kue untuk snack karyawan di alihkan ke toko kue Kanza dengan bertahap.
__ADS_1