
Semenjak hari itu,suasana di kampus kembali pada sedia kala,Kanza pun mulai merasakan kenyamanan,para sahabatnya kini telah memulai pembicaraan dengannya,bahkan mereka telah bercanda tawa seperti biasanya.
Kanza melalui hari-harinya dengan ceria,hingga tiba waktunya untuk para mahasiswa melakukam magang sebelum menyusun skripsi.
Pihak kampus memberikan kebebasan kepada mahasiswanya untuk menentukan tempat magang nya sendiri.
Dengan hati yang berbunga bunga dan senyum yang selalu mengembang di bibir,Kanza berjalan keluar dari kampus,tidak sabar rasanya Kanza berada di tempat magang yang belum dipikirkannya dimana.
Sebenarnya,dengan bekerja di tokonya saja sudah mencerminkan jurusan kuliahnya.Yang setiap hari Kanza memang meneliti sifat-sifat,Karakter dan kepribadian orang-orang yang datang mengunjungi toko kue nya tersebut.Tapi Kanza tidak merasa tertantang kalau hanya melakukan magang di tempatnya bekerja sekarang.Kanza ingin sesuatu yang lebih menantang.
Setibanya di toko,Kanza langsung meminta rekomendasi kepada para sahabat nya tersebut,
"Kalau begitu,aku meluncur ke toko,"ucap Noni
" Kita bahas di toko saja sambil ngopi,gimana teman-teman?"ucap Noni di chat group mereka.Ke empat sahabat Noni pun segera meluncur ke toko kue Kanza.
"Mau nya kalian magangnya di tempat seperti apa?" tanya Noni.
"Kalau saya maunya di sebuah perusahaan besar,biar lebih menantang," ucap Kanza.
"Kalau bisa saya satu tempat dengan Kanza,biar ada teman," tutur Yuni
"Kalau saya di Kantor hukum yang paling terkenal,yang mempunyai banyak klien,biar cepat pintarnya," kata Reni.
"Kalau untuk Kanza dan Yuni,saya bisa merekomendasikan kalian kepada perusahaan CIPTA,disana saya ada teman yang kebetulan di bidang hubungan masyarakat,gimana?" tanya Noni
"Mau,mau,mau," ucap Kanza menanggapi pertanyaan Noni tersebut.
Perusahaan CIPTA yang di maksud Noni adalah sebuah perusahaan besar di kota itu,semua karyawan yang bekerja disana terjamin kesejahteraannya.Kanza antusias ingin magang di perusahaan tersebut.
"Tapi kalian tetap harus mengikuti seleksi," ucap Noni yang disanggupi oleh Kanza dan Yuni
Seminggu kemudian Kanza dan Yuni berangkat ke Perusahaan CIPTA untuk mengikuti seleksi penerimaan magang di perusahaan itu.
Begitu memasuki ruangan yang di peruntukkan untuk para calon karyawan magang mengikuti seleksi,Kanza terkejut mendapati jumlah mahasiswa yang ingin mengikuti seleksi.Sebagian ada yang Kanza kenal karena berasal dari kampus yang sama.Tapi kebanyakan yang tidak Kanza kenal.
"Aduh,ternyata saingan kita banyak Yun,gimana ini?" tanya Kanza gusar
"Tenang saja,mereka bukan lawan kita,mari kita beri yang terbaik," ucap Yuni memotifasi Kanza.
__ADS_1
Setelah tahap demi tahap dilalui Kanza dan Yuni,akhirnya nama mereka tercantum dalam kertas pengumuman yang di tempelkan di ruang tunggu perusahaan tersebut,sebagai karyawan magang di perusahaan itu.
Sontak Kanza dan Yuni merasa kegirangan,tanpa sadar Kanza telah melompat lompat seperti anak kecil.
Daniel tertawa menyaksikan Kanza yang melompat kegirangan dari layar monitor Cctv di kantor itu.
"Tempatkan dia di ruang observasi,pindahkan semua peralatan dari sana,isi dengan fasilitas yang nyaman untuknya," perintah Daniel kepada Rendy.
Ruang observasi yang di maksud Daniel adalah ruang yang biasa di pakai Daniel untuk membahas sesuatu dengan orang yang dekat dengannya.Ruangan itu terletak persis di belakang ruangan Daniel,tapi jalur masuknya berbeda dari jalur masuk ke ruangan Daniel.
Kaca hitam yang dilapisi stiker menjadi pembatas antara ruangan observasi tersebut dengan ruangan Daniel.Daniel bisa memandang ke dalam ruang observasi tersebut,sedangkan orang yang berada di dalam ruangan observasi tidak bisa memandang ke ruangan Daniel.
Rendy segera menyulap ruangan itu menjadi sebuah ruang kantor yang begitu nyaman.
"Mulai besok kalian akan memulai bekerja di tempat ini,jadi diharapkan kehadirannya sebelum jam delapan untuk pembagian posisi kerja di perusahaan ini," begitu pengumuman dari staf perusahaan setelah pengumuman orang-orang yang diterima magang di kantor tersebut.
Dengan semangat 45 Kanza berangkat ke perusahaan.begitu dia keluar dari rumah,ternyata mobil Yuni telah terparkir di halaman rumahnya,yang artinya Yuni menjemputnya untuk berangkat sama-sama ke perusahaan CIPTA.
"Semoga aja kita ditempatkan di bagian yang sama," ucap Kanza pada Yuni ketika mereka memasuki perusahaan.
Rasa gugup sedikit dirasakan oleh Kanza.
"Kanza anggoro,kamu di tempatkan di bagian hubungan esklusif klien perusahaan.Jadi kamu berhubungan dengan klien klien perusahaan ini," ucap staf tersebut yang Kanza baca namanya Rino di papan nama seragam kerjanya.
"Kenapa saya ditempatkan disana? bukankah saya hanya seorang karyawan magang?"tanya Kanza dalam hati merasa heran dengan perusahaan ini yang mempercayakan posisi yang begitu penting kepadanya.
Kanza merinding membayangkan dia melakukan kesalahan dan akan di penjarakan karena merugikan perusahaan.
"Aiihhhh!" gerutu Kanza tanpa sadar.
Seorang karyawati wanita tiba-tiba mengarahkan Kanza untuk menuju tempat kerjannya.Karyawati itu menekan angka sepuluh ketika memasuki lift.
"kenapa sendiriku di tempatkan di lantai sepuluh?" tanya Kanza dalam hati,yang memang semua peserta magang yang lolos ditempatkan hanya di lantai satu dan dua.
Karyawan tersebut mengarahkan Kanza kesebuah ruangan kantor yang begitu mewah setelah mereka keluar dari dalam lift.
"Silahkan mbak,ini ruangannya," ucap karyawati tersebut
"Serius nih kakak aku di tempatkan disini?" tanya Kanza merasa heran.
__ADS_1
"Iya mbak Kanza,sesuai daftar,nama Kanza Anggoro ditempatkan di ruangan ini,nanti akan ada yang akan membingbing tugas-tugas mbak Kanza," tutur karyawati tersebut.
Kanza memasuki ruangan tersebut dengan rasa takjub dan bingung yang menghinggapi kepalanya.
"Wahhh! ini mah ruang esklusif," ucap Kanza.
Kanza mencoba mendaratkan tubuhnya di kursi yang ada di balik meja ruangan itu.
"Wahh! empuk,serasa jadi bisnis woman," ucap Kanza kembali.
Daniel mengamati Kanza semenjak Kanza memasuki ruangan tersebut,Daniel merasa takjub melihat Kanza menggunakan rok sepan diatas lutut dipadukan dengan blajer.
"Terlihat seperti wanita karier," bisik Daniel.
Lama Daniel menganalisa pakaian dan bentuk tubuh Kanza yang tercetak oleh pakaian yang dikenakan Kanza
Kancing Blajer yang terbuka di bagian atas membuat gunung kembar Kanza seperti menyembul,rok mini yang dikenakan Kanza memperlihatkan sebagian dari pahanya yang mulus.
Daniel menikmati pemandangan di pagi itu,tapi tiba-tiba otaknya gusar.
"Sudah berapa banyak pria yang memandang paha nya dari tadi? dan juga buah dadanya terlalu menarik perhatian,terlebih kaum adam," tutur Daniel menceramahi dirinya sendiri.Rasa cemburu tiba-tiba mencuat di dalam hati Daniel membayangkan para pria memandangi gadis pujaan nya sedari pagi.Apalagi kantor Daniel dihuni enam puluh persen karyawan laki-laki.
Tiba-tiba Rino mengetuk ruangan Kanza,dengan sigap Kanza berdiri menyambut staf yang mengurusi karyawan magang tersebut.
"Saya hanya mau mengantarkan kartu nama untukmu,kenakanlah," ucap Rino lembut,
Segera Kanza mengambil kartu nama tersebut dengan cara mengalungkannya.
Rino memandang Kanza dengan intens.
"Kalau ada yang perlu ditanyakan,kamu boleh mencari saya di ruangan sebelah kamu mengikuti seleksi kemarin," ucap Rino.
"Terimakasih Mas Rino," ucap Kanza dengan senyum terbaiknya.
Diruangannya Daniel mengepalkan tinjunya.Amarah menguasai hatinya.Dengan sekuat tenaga Daniel meninju meja kerjanya.
Daniel memperhatikan Rino yang memandangi gadis pujaan hatinya dengan tidak berkedip,Daniel juga menangkap mata liar Rino yang ditujukan kepada gadisnya.
"Awas kamu!" ucap Daniel.
__ADS_1
Daniel juga tidak suka mendengar Kanza memanggilnya dengan sebutan Mas.
"Aisssss!" gerutu Daniel berusaha melepaskan kegundahan di hatinya.