Mengapa Harus Saya?

Mengapa Harus Saya?
Bab 61.


__ADS_3

"Saya beri kamu waktu tiga hari, kalau kamu tidak meninggalkan Daniel,bukti ini akan tiba di tangan kepolisian, "


Ke esokan harinya, ketika Daniel sudah berangkat ke kantor. Persis di jam yang sama seperti kemarin, Kanza menerima kembali pesan dari orang yang mengirimkannya pesanpesan krmarin.


Jantung Kanza kembali berdetak hebat.Kepalanya semakin pening.Kanza bingung harus berbuat apa.


Semua pilihan, tidak satupun yang lebih baik dari yang lain. Semua pilihan yang akan di ambilnya akan tetap menghancurkan Daniel.


Kanza paham betul kalau dia meninggalkan Daniel, maka Daniel akan hancur.Cinta Daniel yang begitu besar terhadap dirinya akan membuat Daniel hancur.


Apalagi kalau Daniel sampai di penjara. Itu akan membuat Daniel lebih hancur lagi.Semua bisnis Daniel akan terbengkalai, nama baiknya akan hancur.Beban mental akan membuatnya semakin hancur.


Sejak kedatangan pesan kemarin, tidak satupun makanan yang mampu menggugah selera Kanza. Kanza hanya memaksakan diri dihadapan Daniel ketika mereka makan malam dan sarapan tadi pagi.


Setelah berfikir begitu lama, sebuah ide muncul di benak Kanza. Kanza mencoba menghubungi nomor yang mengirimkan pesan kepadanya. Ternyata jaringannya tersambung. Jantung Kanza berdebar dengan sangat kencang. kala menunggu sambungan teleponnya di terima. Keringat dingin membasahi sekujur tubuh Kanza.


"Hallo, Nona Kanza! apa Nona sudah memutuskan pilihan Nona? " suara seorang laki-laki terdengar di seberang sana. Suara itu terdengar santai.


"Kamu siapa sebenarnya? apa yang kamu dapatkan kalau saya membuat pilihan? " sarkas Kanza.


"Kepuasan, saya menginginkan kehancuran seorang Daniel Permana, Ingat! beberapa tahun ini, saya sudah mengumpulkan bukti kejahatan suamimu, bukan cuman Video yang saya kirimkan kepada Nona, Bahkan jariku tidak cukup untuk menghitung bukti krjahayan suami Nona, jadi bersiaplah, " ucap pria tersebut dengan lantang. Emosinya kini terlihat dari intonasi suaranya


Mendengar itu, jantung Kanza semakin melemah


"Bukan hanya satu? " batin Kanza


"Kalau saya meninggalkan suami saya, betul anda tidak akan meyerahkan bukti kejahatan suami saya ke polisi? " tanya Kanza ingin memastikan tindakan pria di seberang sana.


"Saya bukan orang yang tidak menepati janji, asal Nona bersedia meninggalkannya. Dan jangan coba-coba mengelabui ku.Nona harus betul-betul pergi jauh dan bersembunyi dari Daniel. maka semua bukti kejahatan suami Nona, akan saya kubur dalam-dalam, " ucapnya.


"Apa yang telah suami saya perbuat kepada anda sehingga anda menyimpan dendam kepada suami saya? " tanya Kanza penasaran dengan motif pria tersebut.


"Suami Nona itu seorang bajingan, tidak berpri kemanusiaan, ke dua nyawa adik perempuanku melayang karenanya, " jawab pria di seberang sana dengan penuh emosi.


Setelah terfiam bebetapa saat, Kanza pun berkata"Saya harap anda bisa memegang kata-kata anda! "


Lalu Kanza pun memutuskan sambungan telepon dengan pria itu.


Mendengar lelaki itu memiliki bukti kejahatan Daniel yang lain, Kanza memutuskan untuk meninggalkan Daniel.

__ADS_1


Kanza pun mulai memikirkan tempat terbaik untuk dia pergi. Kanza bingung dimana tempat yang tidak bisa di jangkau oleh Daniel. Bahkan ke Luar Negeri sekalipun Daniel pasti bisa menemukannya.


Srpanjang hari Kanza memikirkan dan merencanakan kepergiannya.


Setiap kali dia mengingat bayi dalam perutnya, maka air matanya pun tumpah.


"Kasihan sekali kamu nak,belum juga lahir, tapi sudah berpisah dengan Ayahmu, " ucap Kanza sambil mengelus perutnya.


Akhirnya Kanza memutuskan sebuah Pedesaan di pinggiran kota Pematangsiantar. Kanza memilih Desa tersebut, karena Daniel pasti tidak akan mengira kalau dirinya pergi ke sana.


Kanza mulai mempersiapkan keberangkatannya. Dia mulai mencari tahu bagai mana caranya pergi kesana dan lain sebagainya.


Ketika jam pulang kantor Daniel, Kanza bergegas pergi ke teras rumahnya untuk menyambut suaminya tersebut seperti biasa.


Melihat penampilan Kanza yang masih lusuh, Daniel mengerutkan keningnya.


"Kenapa belum mandi, kamu menungguku ya untuk memandikanmu? " tanya Daniel kepada Kanza.


Ternyata Kanza lupa untuk mandi. Kepalanya yang terasa ruwet membuatnya melupakan waktu. Tiba-tiba saja sudah sore. Dan jam sudah menunjukkan waktu tiba Daniel di rumah.


Mendengar pertanyaan Daniel, sebuah ide muncul di benak Kanza. Dia pun menganggukkan kepalanya.


Daniel langsung mengangkat tubuh kanza. Dia menggendongnya.Kanzapun melingkarkan kedua tangannya ke leher Daniel.


Dengan semangat tinggi, Daniel terus menaiki tangga, Anggukan kepala Kanza merupakan suatu tantangan baginya.


Setelah tiba di kamar, Daniel pun meletakkan tubuh Kanza di atas tempat tidur dengan hati-hati.


"Bagaimana kalau kita melakukannya sekarang sayangku? biarpun kamu belum mandi, tetapi aroma tubuhmu yang seperti ini, bagiku sangat menggoda, " rayu Daniel.


Kanza pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dengan manis.


Melihat anggukan Kanza, Daniel tidak ingin membuang-buang waktu, Daniel mulai ******* bibir Kanza dengan lembut. Kanza pun membalasnya.


Lama-kelamaan, Kanza semakin liar, karena pengaruh tekanan di dalam hatinya, dan keinginan untuk memberi kepuasan terakhir kepada Daniel, maka Kanza pun memimpin permainan mereka.


Satu-persatu kancing baju Daniel di bukanya, kemudian Kanza mencumbui seluruh tubuh Daniel. Hal yang tidak pernah di lakukannya sebelumnya.


Berkali-kali Daniel mengerang kenikmatan merasakan kecupan Kanza pada permukaan kulitnya. Kemudian Kanza beralih ke bagian tubuh bawah Daniel. Daniel agak heran dengan perlakuan Kanza, tetapi Daniel begitu menikmati kenikmatan yang Kanza ciptakan.

__ADS_1


Tanpa ragu, Kanza mulai beraksi di tubuh Daniel bagian bawah, Kanza beraksi se maksimal mungkin. Mendapat perlakuan istimewa dari Kanza, Daniel pun merem melek menahan kenikmatan yang menyerang seluruh syarafnya.


"Sayang, nikmat sekali..., " gerutu Daniel.


"Lanjutkan sayaaaangg, " lanjut Daniel yang seakan meledak oleh perbuatan Kanza.


Kanza lalu melanjutkan aksi berikutnya, kini dia sudah berada di atas tubuh Daniel. Dengan semangatnya, Kanza menggenjot tubuh Daniel.


Kembali Daniel merasakan sensasi yang luar biasa. Tetapi mengingat kehamilan Kanza, Daniel pun mengambil kendali, Daniel tidak ingin Kanza terlalu capek akibat terlalu banyak menggoyangkan tubuhnya.


Karena mengingat kehamilan Kanza pula, Daniel menggoyang tubuh Kanza dengan selow dan penuh perasaan.


Hingga hampir satu jam, aktifitas merekapun selesai. Daniel maupun Kanza terkulai lemas di atas tempat tidur.


"Ada apa denganmu sayang? kenapa begitu bersemangat hari ini? " tanya Daniel pada Kanza.


"Bawaan bayi sayang, mungkin dia lagi merindukan Papanya, " jawab Kanza menutupi perasaan sebenarnya.


"Sering-sering merindukan Papa ya sayang, " ucap Daniel sambil mengecup perut Kanza.


Hati Kanza perih mendengar perkataan Daniel. Kanza mengalihkan pandangannya dari Daniel. Takut Daniel melihat matanya yang sudah terasa ber air.


Setelah rasa letih di tubuh mereka hilang, Daniel membawa tubuh Kanza kedalam kamar mandi. Daniel meletakkan tubuh Kanza ke dalam bathtub. Kemudian Daniel membersihkan seluruh permukaan kulit Kanza bahkan sampai kedaerah terpencilnya.


Kanza menikmati seluruh perlakuan Daniel padanya. Setelah selesai mandi, Daniel mengangkat tubuh Kanza setelah lebih dulu membalutnya dengan handuk.


Bagai seorang bayi, Daniel mengurusi Kanza. Memakaikan baju pada Kanza, kemudian mengeringkan rambut kanza dengan sebuah hairdryer.


Bagai seorang bayi pula, Kanza menerima semua perlakuan Daniel.


"Suamiku ini memang suami yang paling is the best, " puji Kanza setelah Daniel selesai dengan aktifitasnya.


Danielpun mengecup pucuk kepala Kanza.


"Kamu juga istri terhebatku sayang, tidak kebayang kalau sampai aku berpisah dengan mu, " ucap Daniel.


"Deg! " jantung Kanza berdebar mendengar perkataan Daniel.


"Jangan pernah meninggalkanku, ya? "pinta Daniel

__ADS_1


Dengan berat hati, dan senyum yang di paksakan, Kanza menganggukkan kepalanya. Kemudian dengan cepat, Kanza memeluk tubuh Daniel, karena air matanya sudah kembali muncul di pelupuk matanya.


__ADS_2