
Kanza betul-betul di buat heran oleh tindakan Daniel.Itu bukanlah Daniel yang dia kenal selama ini.Daniel yang begitu susah untuk di raih, Daniel bagai bintang di langit untuk semua gadis, hanya pada Kanza bintang itu turun dari langit dan minta untuk di petik oleh Kanza.
Karena begitu berkilaunya bintang itu, sehingga Kanza ragu untuk memetiknya.
Namun kini, bintang itu menunjukkan sisi yang lain, sisi cahaya sederhana yang dia punya juga selain sisi cemerlangnya. Sehingga Kanza bisa merasakan kenyamanan berdekatan dengan bintang tersebut.
Sudah seminggu ini Daniel betah tinggal di rumah Kanza. Setiap hari dia selalu ikut Ibu Ningsih bekerja di sawah. Bahkan Daniel ikut juga bergotong-royong memperbaiki saluran air sawah yang longsor akibat hujan deras dua hari lalu.
Dalam hati, Kanza tidak tega melihat seluruh kulit Daniel bengkak dan berbintik-bintik akibat gatal-gatal yang menyerang kulitnya.Juga tangannya melepuh sepulang bekerja bakti bersama warga sore ini.
"Kenapa sih Mas menyulitkan diri sendiri? " tanya Kanza pada Daniel ketika mengolesi tangan Daniel yang bengkak dengan minyak goreng.
"Saya harus berada di mana istriku berada? " jawab Daniel cuek
"Yang istrinya Mas siapa? " tanya Kanza jutek
"Tentu saja yang paling cantik di desa ini, " jawab Daniel
"Ainun? "celetuk Kanza
" Siapa tuh? "tanya Daniel sambil mengerutkan keningnya
" Yang tadi pagi ngejar-ngejar Mas Dani, "jawab Kanza
Ya.Tadi pagi Ainun adik dari Novi anak juragan Mang Un.Orang terkaya di desa Babakan,terus mengikuti Daniel kemana pergi. Wajah Ainun malah lebih cantik dari Novi. Namun Ainun masih duduk di bangku SMA
" Oh, dia? cantik sih.Lumayan, "kata Daniel.
Entah mengapa hati Kanza merasakan ada rasa perih mendengar Daniel mengakui kecantikan wanita lain di hadapannya
" Akkhh! "teriak Daniel karena Kanza menekan bengkak yang ada di telapak tangannya tiba-tiba.
"Tapi aku maunya sama kamu, " lanjut Daniel karena melihat ada rasa kesal di wajah Kanza.
Tiba-tiba handphone Daniel berdering.Daniel melihat layar handphone tersebut. Terdapat nama Rendy disana. Daniel segera menarik telapak tangannya dari pegangan Kanza.
"Nanti di lanjutkan lagi, saya mau menerima telepon dulu, " ucapnya yang lalu pergi ke samping rumah Kanza.
__ADS_1
"Ada apa? " tanya Daniel kesal setelah menekan tombol terima pada handphone nya
"Perusahaan LITEX memboikot seluruh bahan baku yang di gunakan perusahann kita Bos, " tutur Rendy dengan suara cemas memberitahukan persoalan yang dihadapi perusahaan Daniel sekarang ini.
"Apa kamu tidak bisa mengatasinya? sudah saya bilang jangan pernah menggangguku disini, kalau harus menutup perusahaan itu, tutup saja! " teriak Daniel yang langsung menutup handphone nya dengan kesal.
Kanza yang mendengar tetiakan Daniel mengintip keluar. Dia melihat Daniel sedang jongkok di tanah sambil memegangi keningnya karena merasa pusing.
Hati Kanza sakit melihat Daniel jongkok di tanah bagai orang yang tidak berdaya. Seorang Daniel bahkan mempertaruhkan perusahaannya hanya demi gadis seperti dirinya. "Memangnya apa kelebihanku? " batin Kanza.
"Kenapa tidak kembali saja ke Jakarta Mas? perusahaan membutuhkanmu, " ucap Kanza begitu Daniel masuk kedalam rumah.
Daniel tidak langsung menjawab Kanza. Dia mendaratkan tubuhnya di sofa depan Kanza dan memandang Kanza dengan lekat.
"Yang paling Mas inginkan sekarang ini adalah memilikimu, sudah bertahun-tahun Mas mempunyai banyak perusahaan, tetapi tidak sebahagia bila bisa memilikimu, " tutur Daniel dengan wajah serius.
Kanza terharu mendengar penuturan Daniel. Hatinya kini menaruh kasih dan cinta kepada Daniel. Kanza sedih melihat wajah sedih Daniel seperti sekarang ini.
"Bagaimana kalau kita sama-sama ke Jakarta? " tanya Kanza akhirnya menyerah melihat pengorbanan Daniel untuk meraih hatinya.
"Apa Kanza bersedia hidup bersama dengan Mas? " tanya Daniel semangat dengan wajah yang penuh binar.
"Apa kamu bersedia jadi istrinya Mas? "tanya Daniel semangat.
Kanza terdiam yang kemudian menganggukkan kepalanya dengan malu-malu dengan wajah yang merona merah.
Spontan Daniel memeluk Kanza dengan erat dan mencium pucuk kepala Kanza.
" Buuu...,Ibuuu! "teriak Daniel memanggil Ibu Ningsih yang berada di dalam kamarnya.
Dengan mata yang mengantuk, Ibu Ningsih keluar dari dalam kamar.
" Ada apa Nak? kenapa berisik sekali? "tanya Ningsih
" Kanza menerimaku Bu, dia bersedia jadi istriku, "lapornya girang kepada Ibu Ningsih.
Kanza merasa malu mendengar laporan Daniel kepada Ibunya yang begitu berterus terang. Kanza pun mencubit perut Daniel dan berusaha meronta dari pelukan Daniel.
__ADS_1
" Oh ya? selamatlah kalau begitu nak, "ucap Ibu Ningsih kepada Daniel.
Pada awal tiba dirumah Kanza, Daniel telah memberitahu bahwa dia begitu mencintai Kanza, putri dari Ibu Ningsih. Dan maksud kedatangannya untuk meluluhkan hati Kanza dan meminta ijin kepada Ibu Ningsih.Ibu Ningsih pun memberi ijin kepada Daniel setelah mendengar penuturan Daniel tentang betapa besar cinta Daniel terhadap putrinya tersebut.
" Terimakasih bantuannya ya Ibu, "ucap Daniel kepada Ibu Ningsih
" Kalian ini, ada rahasia apa? Ibu membantu apa? "tanya Kanza heran mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Mengijinkan aku untuk mengejarmu, " sela Daniel menjawab Kanza.
"Ya sudah, kalian bicara baik-baik, rencanakanlah masa depan kalian, Ibu mau tidur, Ngantuk. " ucap Ningsih yang langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam kamanrnya untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu oleh teriakan Daniel.
Begitu Ibu Ningsih masuk ke dalam kamar, secepat kilat Daniel kembali memeluk Kanza dengan begitu erat. Daniel pun segera menyosor bibir Kanza dengan lembut.
Kanza membelalakkan matanya mendapat ciuman dari Daniel dan segera mendorong tubuh Daniel menjauh darinya. Namun Daniel langsung menangkap kedua tangan Kanza dengan satu tangannya dan satu tangan Daniel digunakan untuk menahan kepala Kanza dari belakang.
Tanpa Daniel sadari, kini ciumannya sudah berubah jadi rakus. Dia melahap semua sudut bibir Kanza bahkan memjelajahi penghuni mulut Kanza satu persatu.
Daniel melepaskan ciumannya karena melihat Kanza sudah kehabisan nafas dan wajahnya kini telah memerah.
"Kamu sudah gila apa? apa tidak takut terlihat oleh Ibu? " protes Kanza karena memang dia tidak nyaman dengan tindakan Daniel.
"Ibu tidak akan keluar, Ibu juga pernah muda.Dia sudah faham hal yang beginian. Cuman kamu yang belum faham kayaknya, ciuman ko diam-diam saja hingga kehabisan nafas, "ujar Daniel kepada Kanza.
" Aku ini belum pernah pacaran, gimana mau faham? "rengek Kanza
"Aku dong yang pertama ngisep nih bibir? "kata Daniel sambil mengelus bibir Kanza dengan wajah yang mengembangkan senyuman.
Ada rasa bangga di hati Daniel mendengar pengakuan Kanza bahwa dialah orang pertama yang mencium bibirnya.
" Kita tidur saja, besok harus bantu Ibu membereskan sawah dulu, sebelum kita balik ke Jakarta, "pinta Kanza ingin memutus hasrat Daniel untuk mencumbui bibirnya.
" Peluk sekali lagi ya? "pinta Daniel dengan rengekan.
Kanza terdiam melihat tingkah Daniel yang lalu memberikan tubuhnya untuk di peluk Daniel.
" Sebentar saja! "ucap Kanza mengingatkan.
__ADS_1
Danielpun memeluknya dengan erat sebelum akhirnya mereka masuk ke dalam kamar tidur masing-masing.