Mengapa Harus Saya?

Mengapa Harus Saya?
Bab 59.


__ADS_3

Akhirnya pernikahan Rendy dan Lily pun dilaksanakan tanpa ada campur tangan Kanza dalam proses pengerjaannya. Walau pernikahan itu tetap memakai konsep dasar yang kanza buat.


Daniel membawa Kanza turut hadir dalam pernikahan Rendy dan Lily. Dengan syarat, Seorang Maid harus selalu berjaga di samping Kanza. Walaupun merasa keberatan, akhirnya Kanza menganggukkan krpalanya juga.


Pernikahan Rendy dan Lily dilaksanakan dengan begitu meriah, tamu-tamu undangan memenuhi ballroom hotel berbintang lima tersebut.


Daniel hanya memperbolehkan Kanza duduk di dalam ruangan Vip, yang view nya langsung ke panggung pernikahan Rendy.


Semua memang terlihat jelas dari dalam ruangan itu. Tetapi karena tidak membaur dengan para tamu yang lain. Membuat Kanza serasa seperti menonton televisi saja.


Jam delapan malam, akhirnya semua rangkaian acara pun selesai dilaksanakan. Tamu-tamu satu persatu meninggalkan hotel itu. Yang tinggal hanya keluarga dekat dari kedua mempelai beserta Daniel dan kanza.


Khusus Malam ini, Daniel memerintahkan untuk tidak menerima tamu di hotel itu.Malam ini, hotel kepunyaan Daniel ini di pergunakan untuk tempat menginap para saudara jauh dan saudara inti kedua mempelai. Tidak lupa Daniel meminta untuk menghias satu kamar yang akan di pakai kedua mempelai untuk menghabiskan malam pertama mereka.


Daniel membawa Kanza menuju kamar Presiden suit yang ada di lantai dua belas untuk mengistirahatkan tubuh mereka.


"Gimana yang? letih tdak?, " tanya Daniel kepada Kanza yang merasa kawatir dengan kondisi Kanza.


"Tidak lah, masak cuma duduk doang letih, " ucap Kanza.


"Kalau begitu, gimana kalau kita juga ikut bermalam pertama? " tanya Daniel sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Kanza.


"Malam pertama apaan?, malam ke seratus, iya, " cecar Kanza.


"Tapi bagiku, sama saja nikmatnya seperti malam pertama, " ucap Daniel seraya merayu Kanza.


Kanza memutar bola matanya merasa malas menanggapi ucapan Daniel barusan.


"Mau yah? " pinta Daniel memelas.


Kanza merasa kasihan melihat wajah Daniel yang terlihat memelas. Kanza juga Mengingat setelah pemeriksaan kehamilannya dua minggu yang lalu, ini pertama kali Daniel memintanya kepada Kanza. Selama dua minggu ini, Daniel menuntaskan hasratnya di kamar mandi.


Kanzapun akhirnya menganggukkan kepalanya.


Melihat anggukan kepala Kanza, Daniel langsung tersenyum dan langsung mendekap tubuh Kanza. Mulut Daniel langsung sibuk mencari kegiatan sendiri. Begitu juga dengan tangan Daniel sudah menyelinap ke balik baju Kanza.

__ADS_1


"Akkhh! " lengugan lolos dari bibir Kanza, ketika kepala Daniel berada persid diatas gundukan kembar Kanza.


Mendengar lenguhan Kanza, gairah Daniel semakin menggebu. Walau Daniel melakukannya dengan lembut dan sangat hati-hati, tetapi mereka berdua mampu mendapatkan kenikmatan yang tiada tara.


"Terimakasih ya sayang, " ucap Daniel lalu mendaratkan sebuah kecupan di kening Kanza.


"Apa aku menyakitimu? " tanya nya lagi.


Kanza hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Daniel.


Sementara di kamar pengantin, suasana sudah sangat panas. Dua insan yang saling mencintai bergulat hebat bagai tidak terpisahkan lagi.


Tidak seperti Kanza pada malam pertama mereka, hanya menerima serangan dari Daniel tanpa membalas serangan yang dilancarkan Daniel kepadanya.


Berdeda jauh dari Kanza, Lily mampu mengimbangi semua serangan yang datang dari Rendy. Bahkan kini Lily berada di atas tubuh Rendy. Lily memimpin permainan mereka. Erangan demi erangan lolos dari bibir keduanya.


Hampir dua jam Rendy melakukan ritual untuk memobol pertahan Lily. Terlihat jelas kepuasan tergambar di wajah Rendy.


Sedangkan, Lily kini merintih kesakitan menahan perih yang melanda selangkangannya, dan juga bagian tubuhnya yang lain.


Ke esokan harinya ketika mereka sarapan bersama di restoran hotel itu, Lily menutupi lehernya dengan sebuah syal. Leher Lily penuh dengan bekas cupangan Rendy tadi malam.


Seketika Lily menundukan kepalanya merasa malu.


"Hmmm, ternyata Rendy sebuas itu ya? " tanya Kanza lagi merasa senang melihat Lily terlihat malu dengan wajah yang bersemu merah.


"Ya iyalah, tidak kalah dengan suami Non Kanza," ucap Rendy.


Daniel yang merasa disinggung, langsung melempar sendok makan kearah Rendy.


"Apa ini orang bawa-bawa namaku, aku ini pria lembut, buktinya tadi malam aku melakukannya dengan lembut, " ucap Daniel dengan gamblang.


Daniel yang membuka rahasia mereka, membuat Kanza langsung menundukkan kepalanya. Wajahnya kini telah bersemu merah sama seperti wajah Lily.


"Iya, karena Nona Kanza lagi mengandung, Coba kalau tidak. Bos jangan bilang kalau Bos pria lembut ketika di ranjang. Sehari-hari saja kasar, apalagi ketika diranjang.., " ucap Rendy masih berusaha menyudutkan Daniel.

__ADS_1


"Saya itu bukan kasar, melainkan gagah, iya kan sayang?" ucap Daniel sambil bertanya kepada Kanza.


"Sudah-sudah, nanti makanannya keburu dingin, " ucap Kanza berusaha menyudahi perdebatan diantata kedua pria di meja tersebut.


Maksud hati Kanza ingin mengisengi Pengantin baru, eh...,malah dia terkubur didalamnya.


Daniel mengeluarkan dua buah amplop dari dalam saku blazernya, ketika mereka telah selesai sarapan pagi.


"Kamu pilih yang mana sebagai hadiah pernikahan untuk kalian? Berkeliling di Negara eropa atau sebuah rumah di kawasan elit Fortune? " tanya Daniel kepada Rendy.


Sejenak Rendy terhenyak mendengar pertanyaan Daniel tersebut. Rendy merasa Bosnya tersebut telah terlalu baik kepadanya kali ini. Pasalnya, Dana yang di gelontorkan Daniel untuk membiayai pernikahan mewahnya tidak lah sedikit. Kini, ditabah lagi Bosnya ingin memberikan hadiah pernikahan kepadanya. Rendy jadi merasa tidak enak hati.


"Tidak usah Bos, Bos sudah sangat baik dengan membiayai pernikahan kami yang begitu mewah ini, " ucap Rendy menolak pemberian Daniel.


Rendy pun menoleh kearah Lily untuk meminta pedapatnya. Lily menganggukkan kepalanya kepada Rendy tanda setuju dengan perkataan Rendy tersebut.


"Oalah, rezeki kok ditolak? saya kan menyuruh kamu memilih. bukan meminta pendapatmu, "ujar Daniel


" Tapi, Bos..., "


"Tidak ada tapi-tapian, Kamu adalah orang yang begitu berjasa buatku, kamu yang selalu menemaniku dalam melewati semua kesusahanku. Tanpa kamu, aku mungin tidak berada di tempat ini, " ucap Daniel.


Daniel meyadari betul ketulusa Rendy yang selalu mendukungnya dalam setiap kondisi. Walaupun sebenarnya perusahaan pertama Daniel adalah warisan dari orangtuanya, Tetapi dalam mengebangkannya, Rendy selalu membantu Daniel dalam situasi apapun.


"Kalau begitu, tidak usah memilih, Mas kasih saja dua-duanya," celetuk Kanza.


Rendy langsung menggelengkan kepalanya kearah Kanza.


Mendengar celotehan istrinya, sejenak Daniel terlihat berpikir yang kemudian dia menyerahkan kedua amplop tersebut kehadapan Rendy.


"Ya sudah, sesuai dengan permintaan istri saya saja, " ucap Daniel.


"Aduh Bos, mimpi apa saya semalam, sehingga hari ini tiba-tiba memiliki rumah mewah dan fasilitas untuk keliling eropa? " ucapnya merasa takjub.


Rendy dan Lily pun mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada Daniel.

__ADS_1


"Terimakasih ya Non Kanza, kehadiranmu telah mengubah Bos saya jadi seorang yang baik hati dan baik budi, " ucap Rendy kepada Kanza.


Daniel pun setuju dengan perkataan Rendy tersebut. Danielpun merengkuh bahu Kanza dan menyesap pucuk kepala Kanza.


__ADS_2