
Seminggu sudah Daniel dan Kanza menikah, tak semenitpun mereka berpisah satu dengan yang lain.Daniel selalu mengekori kemanapun Kanza pergi. Bahkan tak jarang Daniel mengangkat Kanza bila harus menaiki tangga.Rintihan kesakitan dari mulut Kanza di waktu mereka melakukan *** untuk pertama kali selalu tetingat di otak Daniel. Hal itu membuat Daniel selalu berlaku protektif terhadap Kanza.
"Saya ini sudah tidak sakit Mas, " protes Kanza pagi ini ketika mereka hendak menaiki tangga setelah mereka menghabiskan sarapan pagi mereka.
"Kamu serius tidak apa-apa lagi? " tanya Daniel kepada Kanza.
"Tidak! bahkan saya ingin berkeliling rumah ini, sejak datang ke rumah ini, yang ku tahu hanya kamar dan ruang makan, " protes Kanza.
Yang memang semenjak Kanza tiba di rumah ini, mereka selalu menghabiskan waktu di dalam kamar. Bahkan di awal-awal. Daniel selalu memerintahkan Maid untuk membawakan makan mereka ke dalam kamar. Hingga hari ke tiga Kanza protes dan minta makan di ruang makan saja karena terlalu bosan berada di dalam kamar.
"Hmmm, kalau begitu saya temani.Saya akan memandumu di rumah ini biar tidak tetsesat, " ucap Daniel menanggapi keinginan Kanza yang ingin berkeliling rumah ini.
Kanza spontan mengerutkan keningnya mendengar ucapan Daniel.
"Emangnya rumahmu ini sebesar apa? " tanya Kanza penasaran.
Spontan Daniel melahap bibir Kanza hingga ******* semua isi mulut Kanza dengan beringas.
Mendapat serangan yang begitu tiba-tiba, Kanza hampir terjatuh dan dengan sigap Daniel memeluk tubuhnya.
"Jangan pernah berkata: Rumah mu ini, " protes Daniel dengan ucapan Kanza barusan.
"Ini adalah rumah kita, itu tadi buktinya bibir kita telah menyatu. Apa kamu ingin aku menyatukan yang lain juga sekarang? " lanjut Daniel.
Kanza segera berlari menjauh dari Daniel. Kanza merasa ngeri mendengar ucapan Daniel.Pagi ini mereka baru menyelesaikan penyatuan mereka sebelum akhirnya turun untuk sarapan.
"Apa pria ini tidak merasa lelah? " batin Kanza.
Daniel pun segera mengejar Kanza dan menangkapnya.
"Jangan menggodaku dengan tingkahmu, " ucap Daniel.
Seketika Kanza mematung tidak ingin semakin membangkitkan gairah Daniel.
__ADS_1
Daniel pun mulai menunjukkan semua sisi dan isi rumah tersebut.
Kanza tidak habis-habis mengagumi rumah ini. Semua perabotan rumah ini terlihat sangat berkelas. Setiap ruangan mempunyai fungsi masing-masing.Mulai dari studio film merangkap karaoke,ruang untuk olah raga yang di penuhi dengan bermacam alat olah raga,tersedia di rumah ini. Bahkan kamar untuk Maid lebih mewah dari rumahnya di kampung halaman.
Satu yang membuat Kanza begitu takjub adalah ruangan khusus peralatan Kanza tersedia persis di samping Kamar mereka. Kamar itu berisi dengan sepatu, tas, baju-baju yang pasti mempunyai harga selangit dan aksesoris wanita lainnya. Bahkan ruangan tersebut mempunyai akses langsung ke dalam kamar mereka.
Kanza kagum melihat semua perlengkapan yang disediakan Daniel untuknya. Seketika Kanza mencium Daniel untuk yang pertama kalinya, dengan inisiatifnya sendiri.
Daniel menyambut ciuman Kanza di bibirnya dengan gembira dan penuh gairah. Ini merupakan suatu hal yang luar biasa buat Daniel. Wanitanya kini telah mau berinisiatif mencium dirinya.
Daniel langsung menahan kepala Kanza dari belakang dengan tangan Daniel. Daniel tidak mau Kanza cepat-cepat melepas ciumannya.
Daniel terus melahap bibir Kanza dengan gairah.Melihat Kanza membalas lumatannya, Daniel langsung melancarkan aksinya. Juniornya kini tidak nenerima kompromi lagi. Daniel pun melakukan penyatuan pada Kanza di ruang peralatan Kanza tersebut. Sofa panjang yang berada di ruangan tersebut menjadi landasan mereka melakukan penyatuan.
Tiba-tiba pintu terbuka dan tampaklah Nyonya besar Permana berdiri di pintu. Nyonya besar Permana yang sedang berusaha mencari keberadaan mereka di rumah ini.
Dengan cepat Nyonya besar Permana berkata"Lanjutkan"dengan wajah tersenyum yang langsung menarik pintu hingga tertutup rapat.
"Ada orang Mas, " ucapnya memberitahu Daniel.
"Tidak mengapa, itu mertuamu, " ucap Daniel tanpa menghentikan aktifitasnya.Dia terus melanjutkan goyangannya hingga hasratnya terpuaskan.
"Bagaimana ini Mas, aku malu, " ucap Kanza setelah mereka melangkah keluar dari dalam ruangan tersebut.
"Tidak mengapa,Mami pasti bisa memahaminya, " jawab Daniel enteng sambil terus menuntun tangan Kanza hingga ke ruang tamu rumahnya.
"Kerja bagus Nak, " ucap Nyonya besar Permana kepada Daniel. Nyonya permana pun mendekai Kanza.
"Wah, cantiknya anak mantuku ini, " ucap nya memuji Kanza yang lalu memeluk erat Kanza.
"Kamu begitu pintar mencari wanita mu ya? " puji Nyonya besar Permana kepada Daniel.
Kanza hanya diam mendengar ucapan dari Ibu mertuanya tersebut.
__ADS_1
"Saya adalah Maminya Daniel, saya senang melihat kamu, Daniel terlihat bahagia menikah dengan mu," tutur Nyonya besar Permana.
"Saya harap kalian segera memberikan aku cucu, aku ini sangat kesepian, Ayahmu selalu sibuk mengurusi bisnisnya, saya harap kalian terus bekerja keras untuk memenuhi keinginan Mami, " ucap Nyonya besar Permana.
"Dengan senang hati Mi, " jawab Daniel sambil mengedipkan matanya kepada Kanza.
Sedangkan wajah Kanza sudah bersemu merah menahan malu mendengar ucapan mereka berdua.
"Mami ke mari hanya ingin melihat menantu mami ini. Mami Penasaran wanita seperti apa yang membuat seorang Daniel permana, yang dengan suka rela melepas masa lajangnya,setelah sekian banyak wanita yang mami sodorkan, tapi tidak satupun yang membuatnya mau melepas masa lajangnya. "tutur Nyonya besar Permana.
"Tentunya Mami tidak kecewa dong, " ujar Daniel.
"Mami malah memujinya, untung kamu bergerak dengan cepat, kalau tidak, orang lain yang akan mendapatkannya, " kata Nyonya besar Permana kapada Daniel.
Nyonya Permana hanya menginap satu malam di rumah mereka. Kanza berusaha melayani mertuanya tersebut sebaik mungkin. Kanza pun memasak langsung beberapa masakan selama mertuanya berada di rumahnya.
"Wahh, masakanmu enak sekali, kamu pintar masaknya, " puji Nyonya besar permana setiap nencicipi masakan ysng Kanza buat.
"Ini ada tiket untuk kalian bulan madu, berikut semua fasilitas sudah Mami sediakan, luangkanlah waktumu untuk berbulan madu, Mami tidak ingin menunggu kehadiran cucu Mami terlalu lama, " ucap Nyonya besar Permana sebelum meninggalkan rumah Daniel dan Kanza dan bertolak ke negeri paman Sam tersebut.
"Kapan kita bulan madu? " tanya Daniel pada Kanza setelah kepergian Nyonya besar Permana.
"Gimana mau bulan madu, Rendy telah sibuk menelepon mu setiap hari untuk kamu segera menyelesaikan pekerjaan mu yang tertunda, "ucap Kanza mengingatkan.
" Kalau saya sudah menyelesaikannya, kamu betarti bersedia dong? "ucap Daniel.
Kanza pun menyunggingkan senyumnya lalu menganggukkan kepalanya tanda menerima persyaratan yang di buat oleh Daniel tersebut.
" Oke, mulai besok aku akan masuk kantor, "ucap Daniel dengan bersemangat.
Sudah banyak pekerjaan Daniel yang tertunda, Daniel melarang Rendy untuk mengantar berkas yang harus di tanda tanganinya ke rumah.
" Jangan menggangguku, bilang saja bersabar kepada mereka, "bentak Daniel kepada Rendy ketika Rendy memintanya untuk segera menandatangani berkas-berkas penting tersebut.
__ADS_1