
Kanza pun meletakkan bekal makan siang yang di bawanya untuk Daniel di meja kaca yang ada di ruangsn itu, setelah Kanza berhasil meloloskan diri dari kungkungan Daniel.
"Saya juga membawa bekal siang untuk Rendy, " tutur Kanza sambil mempersiapkan bekal itu untuk Daniel.
Seketika wajah Daniel terlihat menegang dan marah.Wajah yang tadinya di penuh dengan senyum, kini berubah penuh dengan ketegangan.
Menyadari hal itu, Kanza menghentikan aktifitasnya.
"Apa aku salah bicara? " batin Kanza.Sedikit ngeri Kanza memandang wajah Daniel seperti ini.
"Apa aku ada salah Mas? " tanya Kanza hati-hati.
"Aku tidak suka kamu memperhatikan pria lain, " ucap Daniel menahan amarahnya.
Seketika Kanza menutup mulutnya yang menganga. Kini dia sudah mengerti apa yang membuat Daniel mengeluarkan emosi.
Kanza pun segera memeluk Daniel dengan erat.
"Aku mencintaimu Mas, hanya mencintai mu, " bisik Kanza di telinga Daniel.
Bisikan Kanza bagai angin segar bagi Daniel. Betapa tidak? semenjak mereka saling mengenal, ini pertama kalinya Kanza mengakui rasa cintanya terhadap Daniel.
"Ucapkan sekali lagi, Mas mau dengar, " pinta Daniel merasa tidak puas dengan pendengarannya.
"Aku mencintaimu Mas, hanya dirimu, " ulang Kanza.
Seketika Daniel melahap bibir Kanza dengan rakus.Bagai mendapatkan energy yang besar akibat bisikan Kanza di telinganya. Daniel kini tidak bisa lagi meredam hasratnya yang sudah melambung tinggi.
Kanza menerima semua perlakuan Daniel. Kanza menyadari betapa pria di hadapannya ini begitu mencintainya dan selalu berhasrat terhadap dirinya.
Kanza pun berusaha mengimbangi semua aksi Daniel. Kini Kanza sudah lebih berani dalam bertindak.Kanza juga sudah berani menghitung semua isi dari mulut Daniel. Berawal dari ingin memberikan kepuasan terhadap suaminya, kini Kanza yang terbakar dengan hasratnya sendiri.
Tangannya kini sudah mulai berani meraba adik kecil Daniel.Adik kecil itu selalu mampu memberikan kenikmatan bagi Kanza, dan Kini Kanza sudah ketagihan dengan adik kecil Daniel tersebut.
Merasa mendapat tantangan dari Kanza, gelora Daniel seakan terbakar. Daniel mengangkat tubuh Kanza ke atas meja kerjanya. Seluruh pakaian Kanza di lucutinya dengan buru-buru.Gunung kembar Kanza yang padat besar selalu candu bagi Daniel.
Tidak ingin membuang waktu, Daniel segera menyesap kedua gunung kembar Kanza secara bergantian dengan rakus. Sedangkan rintihan kenikmatan tidak henti-hentinya terdengar dari mulut Kanza.
Tidak ingin menahan hasratnya yang sudah di ubun-ubun terlalu lama, Kanza pun mengarahkan adik kecil Daniel yang sudah menegang denfan keras pada lubang kenikmatannya.
"Akkhh... " suara rintihan kenikmatan lolos dari mulut Kanza ketika adik kecil Daniel menghujam dalam tubuhnya.
__ADS_1
Hampir satu jam mereka menyelesaikan pertarungan mereka. Mereka berdua mendapatkan klimax yang luar biasa pada pertempuran kali ini.
"Kamu sangat luar biasa sayang, " bisik Daniel pada telinga Kanza.
Setelah beristirahat memulihkan napas mereka yang ngos-ngosan, Daniel membopong tubuh Kanza kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuh Kanza disana. Hal yang selalu di lakukan Daniel setiap mereka selesai bercinta.
"Kamu luar biasa sayang, " ucap Daniel mengulangi pujiannya.
"Mas juga begitu luar biasa, " balas Kanza.Hal yang belum pernah di lakukannya.
Setelah mereka berpakaian dengan rapi, mereka pun menyantap makan siang yang di bawakan oleh Kanza.
"Tadi ke sini naik apa? " tanya Daniel di sela-sela makannya.
"Taxi online, " jawab Kanza.
"Lain kali tidak boleh, kamu harus menelepon Mas, biar Mas suruh supir untuk menjemputmu, " ucap Daniel.
"Bagaimana kalau supir Taxi online itu jatuh cinta kepadamu? " serang Daniel.
"Biarin saja, yang penting aku cintanya sama Mas Daniel, " jawab Kanza enteng.
Daniel memandang wajah Kanza dengan tatapan kesal.
Kanza pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Iya Mas, lain kali aku telepon Mas dulu, " ucap Kanza tidak ingin semakin membuat Daniel merasakan api cemburu.
Sedangkan telepon di meja kerja Daniel sedari tadi sudah ribut minta di angkat. Daniel tahu bahwa itu adalah ulahnya Rendy. Karena itu Daniel tidak mengopeni dering telepon tersebut.
"Kenapa tidak di angkat? " tanya Kanza.
"Itu pasti Rendy, maklum dia jomblo akut, Dia hanya iri melihat kebahagiaan kita, "tutur Daniel.
" Bukan iri Mas, Tapi Mas Dani harus menghadiri meeting yang di ucapkan Rendy tadi, "kata Kanza.
" Kan sudah saya bilang biar di undur saja, " rengek Daniel.
"Saya tidak bakalan mau lagi mengunjungi Mas Dani kalau Mas Dani mengabaikan pekerjaan Mas seperti ini, " ancam Kanza.
Spontan Daniel langsung berdiri untuk mengangkat telepon yang terus berbunyi itu.
__ADS_1
"Apa? " teriak Daniel.
"Semua klien sudah menunggu Bos di ruang rapat, " lapor Rendy.
"Iya! saya datang! " serunya.
"Harusnya istri datang, kerja harus makin semangat, " cecar Kanza.
"Nanti siapa yang akan menemanimu di sini? " tanya Daniel kawatir Kanza merasa kesepian.
"Jangan kawatirin saya, saya mau tidur, lelah sehabis Mas gempur tadi, " ucap Kanza yang memang merasa badannya letih.
Daniel pun segera menarik tangan Kanza dan membawanya ke arah rak buku di belakang meja belajar Daniel. Daniel menekan tombol yang di tutupi oleh buku yang paling pinggir. Seketika rak buku tersebut berputar, tampaklah sebuah ruangan istirahat di sana.
"Kamu tidur di sini ya? " ucap Daniel setelah mereka memasuki ruangan tersebut.
Seketika Kanza terkesima melihat pemandangan yang tetlihat dari ruangan tersebut.
"Bukankah itu ruangan ketika saya magang dulu? " tanya Kanza sambil mengerutkan keningnya.
Daniel hanya membalasnya dengan senyuman.
"Ah, Mas curang, Mas berarti tiap hari melihat apa yang Kanza lakukan di sana? "tanya Kanza merasa geram.
Daniel hanya menyunggingkan senyumnya tanpa menjawab pertanyaan Kanza.
" Udah ya? Mas tinggal meeting dulu, kamu tidur yang nenyak ya? "ucap Daniel lalu menyesap kepala Kanza dan pergi dari ruangan tersebut.
Tidak sampai satu jam Daniel sudah kembali ke ruangannya. Daniel banyak memangkas agenda rapat yang telah di tentukan sebelumnya. Daniel tidak mau Kanza terlalu lama menunggunya di ruangannya dan akhirnya akan merasa bosan.
Daniel mendapati Kanza masih terlelap dalam tidur nyenyak nya.
Daniel mendekat ke arah ranjang dan duduk menghadap Kanza. Daniel meneliti semua penghuni wajah Kanza.Daniel mengagumi setiap bagian dari wajah Kanza. Daniel pun mengelus seluruh bagian bagian dari wajah Kanza satu persatu, hingga membuat Kanza terbangun dari tidurnya, akibat gerakan tangan Daniel di wajah Kanza.
"Apa sudah selesai Mas? " tanya Kanza.
"Sudah, apa tidur mu nyenyak? " tanya Daniel.
"Nyenyak sebelum Mas datang, " jawab Kanza sambil memajukan ke dua bibirnya ke depan.
Daniel tersenyum mendengar jawaban Kanza.Ya, ke usilan tangan Daniel yang membuat Kanza terbangun.
__ADS_1
Daniel mengajak Kanza pulang sebelum waktunya, Daniel tidak ingin Kanza merasa bosan bila harus menungguinya hingga jam pulang kerja Kantor.