
Hari ini adalah hari terakhir Kanza bekerja di tempat ini,tapi bahkan untuk hari ini Kanza juga tidak di perbolehkan bergabung dengan teman-teman magang lainnya.
"Nanti Sertifikat dan nilaimu akan diantar langsung ke ruanganmu," begitu ucapan Mbak Lily ketika Kanza mencoba mengkonfirmasi hal tersebut.
Perusahaan ini menerapkan kerja yang efisien.Begitu juga dengan pemberian Sertifikat dan nilai para mahasiswa magang.
Begitu mahasiswa menyelesaikan magangnya, maka hari itu juga mahasiswa langsung membawa pulang Sertifikat dan nilai mereka masing-masing.
Hari ini Kanza tidak lagi mengurusi pekerjaannya,sebenarnya hari ini seluruh karyawan magang akan melakukan perpisahan dan mengucapkan terimakasih kepada staf dan orang-orang yang telah membing-bingnya selama bekerja di tempat ini.Sebelum akhirnya karyawan magang dikumpulkan di aula untuk menerima Sertifikat dan nilai masing-masing.
Tapi itu semua tidak berlaku bagi Kanza.Kanza di instruksikan untuk tetap berada di ruangannya.
"Biarin sajalah,yang jelas besok aku sudah bebas,tidak lagi terkurung seperti di tempat ini lagi," gerutu Kanza.
Menjelang jam pulang kantor,Lily memasuki ruangan Kanza dan menyerahkan Sertifikat dan Daftar nilai untuk Kanza.
Kanza segera membaca Sertifikat dan mengamati Nilai yang di dapatnya.
Senyum Kanza pun mengembang,
"Ferfecto,"ucap Kanza dengan bangga.
"Tetap memakai jalur khusuh kalau mau pulang," pesan Lily.
Kanza pun menganggukkan kepalanya dengan riang.
"Terimakasih ya Mbak Lily,atas bimbingannya selama ini,dan atas nilai yang Mbak Lily berikan kepada saya" ucap Kanza tulus.
"Itu nilai berdasarkan kepintaran dan kinerjamu, saya tidak membantumu sama sekali," ucap Lily
"Saya harap,dimasa depan kita bertemu kembali di tempat ini,"sambung Lily
"Semoga Mbak,"ucapku melawan kata hatiku.
Kanza berlari dengan riang menuju lift setelah selesai berpamitan kepada Lily dan office girl yang biasa menemani Kanza mengobrol.
Kanza mengikuti arahan yang diberikan oleh Lily untuk melalui jalur khusus.Pak supir sudah menunggunya seperti biasa.
" Terimakasih banyak ya Pak sudah mengantar jemput saya selama enam bulan ini,"ucap Kanza kepada supir tersebut,setelah pak supir menghentikan mobilnya
"Sama-sama Non," jawab supir tersebut.
Kanza mengeluarkan amplop yang sudah Kanza persiapkan sejak dari Rumah pagi tadi.
"Saya harap Bapak sudi menerima sedikit ucapan terimakasih saya kepada Bapak," ucap Kanza sambil menyodorkan amplop berisi uang tersebut kepada Pak supir.
__ADS_1
Melihat itu pak supir tersenyum.
"Tidak usah Non,saya sudah mendapatkan upah sepuluh kali lipat dari gaji saya sebelumnya,untuk mengantar jemput Nona Kanza," tutur supir tersebut dengan jujur
"Sepuluh kali lipat?"gumam Kanza pelan sambil mengerutkan keningnya.
"Siapa saya hingga mengeluarkan uang sebanyak itu?" tanya Kanza dalam hati
" Kalau begitu terimakasih ya pak,jaga kesehatan dan salam sama keluarga Bapak,"ucap Kanza sebelum Kanza memasuki Rumahnya.
"Iya Non,akan saya sampaikan,"jawab supir tersebut yang lalu meninggalkan pekarangan rumah Kanza.
Kanza menghempaskan tubuhnya begitu dia memasuki ruang tamu.
Kanza mulai memikirkan langkah-langkah apa yang akan Kanza lakukan kedepan.Kanza juga menyadari Rumah yang dia tempati saat ini merupakan perintah dari Bos Noni tersebut.
"Besok aku akan mencari tempat tinggal yang baru," ucap Kanza
Kanza mulai memikirkan di daerah mana dia yang cocok untuk tinggal.Tapi Daerah yang paling cocok memang di daerah tempat kos Kanza yang dulu.Maka Kanza pun memutuskan untuk mencari tempat tinggal di daerah itu kembali.
Sepulang kuliah,tanpa menunggu Reni dan Yuni,Kanza bergegas ke daerah tempat kos Kanza yang dulu.
Daerah itu memang sudah berubah menjadi jauh lebih maju.Pengusaha yang membeli daerah itu sudah membangun daerah itu menjadi daerah bisnis.Mall telah berdiri disana,toko-toko berjejer di sepanjang jalan.Tapi untungnya Pengusaha tersebut juga membangun hunian untuk penghuni disana berbentuk rumah susun yang berlantai sepuluh.Itulah yang jadi incaran Kanza untuk jadi tempat tinggalnya.
Kanza menyambangi Kantor dari rumah susun tersebut.Menanyakan kamar yang masih kosong.
"Maaf neng,sudah penuh," jawab petugas tersebut.
Dengan kecewa Kanza melangkahkan kakinya menuju toko kue miliknya.
"Selamat datang kembali Mbak Kanza," ucap salah seorang karyawan di toko kue itu yang bernama Derma
Kanza menanggapi dengan senyum terbaiknya.
"Tidak diantar Mbak Yuni,?" tanya karyawan itu.
"Tidak,tadi kebetulan saya ada urusan,saya lagi mencari tempat tinggal di rumah susun yang baru di bangun itu." tutur Kanza.
"Mbak Kanza mau pindah lagi?"tanya Derma
"Iya,karena tinggal disana terlalu jauh bagiku,tidak enak merepotkan orang terus,"tutur Kanza.
" Terus Mbak Kanza dapatnya di lantai berapa?"tanya Derma kembali.
Kanza menggelengkan kepalanya"Katanya sudah penuh,"jawab Kanza.
__ADS_1
"Penuh bagaimana? dilantai saya tinggal saja masih banyak kamar kosongnya?"tutur Derma.
Spontan Kanza mengerutkan keningnya.
"Emangnya kamu sudah tinggal disana?" tanya Kanza.
"Sudah,setelah selesai di bangun,saya langsung pindah kesana,lebih praktis,dan sebagian besar karyawan Mbak Kanza sudah pindah kesana," ucapnya menuturkan
"Ada apa dengan petugas kantor tadi? kenapa dia menolakku ya?"tanya Kanza pada Derma.
" Entahlah,mungkin dia lagi halu Mbak,"jawab Derma.
Dalam hati Kanza mengaitkan hal tersebut dengan Bos yang bernama Rendy itu.
"Siapa dia sebenarnya?" tanya Kanza dalam hati.
Untuk memastikan dugaannya Kanza pun menyambangi rumah baru pemilik kos nya yang lama.
"Sore Bu!" sapa Kanza ketika mantan Ibu kos membukakan pintu rumahnya.
"Eh,dek Kanza,tumben menyambangi rumah ibu?" sapa si Ibu kos
"Iya bu,kangen!" balas Kanza.
"silahkan masuk,kita minum teh dulu," ucap si Ibu kos
"Kebetulan aku bawa snack nya dari toko bu," ucap Kanza yang memang membawa beberapa jenis kue sebagai buah tangan.
Hampir setengah jam Kanza dan si Ibu kos bercerita ngalur ngidul.
"Bu,boleh saya tahu siapa pengusaha yang membeli tempat kos saya dulu?" tanya Kanza.
Si Ibu nampak berfikir."Tunggu saya ambilkan surat jual belinya kemarin ya,ibu sudah lupa siapa namanya,"ucap si Ibu yang lantas pergi kedalam kamarnya.
Tak begitu lama,si Ibu pun membawa surat jual beli rumah kos tersebut dan menyerahkannya kepada Kanza.
Kanza langsung mengamati dan membaca isi surat jual beli tersebut,dan alangkah terkejutnya Kanza mendapati nama Rendy Bagaskara tertera disana sebagai orang yang telah melakukan pembelian atas sebidang tanah dan bangunan yang berdiri diatasnya.
Hati Kanza semakin tidak tenang mendapati hal tersebut.
Sesampainya di rumah Kanza semakin bingung dengan apa yang sedang terjadi dalam hidupnya sebenarnya,dan siapa sosok yang bernama Rendy tersebut.
Kini Kanza harus bisa memecahkannya sendiri tanpa bantuan teman-temannya lagi seperti hari-hari sebelumya.Karena Kanza meyakini keterlibatan ke empat sahabatnya tersebut.
Namun demikian,Kanza bersikap biasa saja untuk menghindari kecurigaan dari para sahabatnya tersebut.
__ADS_1