Mengapa Harus Saya?

Mengapa Harus Saya?
Bab 22. Di Tinggal Sendiri


__ADS_3

Sebenarnya Daniel memperhatikan ketika Kanza mengutak atik handphone Noni,tapi Daniel mengira itu sesuatu hal yang biasa mengingat mereka adalah sahabat yang sangat dekat.Jadi Daniel mengabaikan hal tersebut.


Noni mulai berhati-hati dalam bertindak dan berkata,mengingat ke empat sahabatnya muncul secara bersamaan.Yang paling membuat Kanza merasa curiga kepada ke tiga sahabatnya ikut terlibat denganh aksi Noni adalah,kebaikan para sahabatnya itu melebihi kebaikan sahabat pada umumnya.


Tak pernah sekalipun para sahabatnya membiarkan Kanza dalam kesulitan,mereka akan serentak membantu Kanza,kapan dan dimanapun Kanza membutuhkan bantuan,mereka selalu bersedia membantu Kanza.Tidak ada suatu hal yang Kanza inginkan tidak di kabulkan para sahabatnya itu.


Tapi apa motif di balik itu semua,Kanza lagi memutar otaknya.


Pagi ini,Kanza melangkahkan kakinya keluar dari Rumah,cukup baginya dua hari untuk mengistirahatkan tubuhnya.Dia hanya mengunjungi toko kue nya di sore hari.


Pak supir telah menantinya dihalaman rumahnya.


"Pagi pak!"sapa Kanza kepada supir tersebut seperti biasanya.


" Pagi Non,"jawab supir tersebut.


Kanza pun segera masuk kedalam mobil,dan supir pun segera menginjak gas mobil tersebut.


Hari ini Kanza sudah bertekad akan keluar mengelilingi perusahaan tempatnya bekerja pada waktu istirahat siang.Selain karena belum mengenal lingkungan perusahaan tersebut,Kanza menaruh curiga dengan apa yang didapatnya di perusahaan ini berkaitan juga dengan Noni.Pasalnya Perusahaan ini adalah rekomendasi dari Noni.Sehingga Kanza mendapatkan Fasilitas yang begitu fantastis untuk ukuran nya sebagai karyawan magang.


Kanza memasuki ruangan nya dengan mulai memperhatikan barang barang yang berada di ruangan tersebut,Kanza ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaannya tersebut.


Bahkan setiap orang yang berada di lantai sepuluh ini,Kanza perhatikan satu persatu.Walau Kanza jarang keluar dari ruangannya itu,tetapi orang-orang sering melintas dari depan ruangannya,sedikit banyak Kanza sudah menghafal wajah orang-orang yang sering melintas.


Semua yang melintas Kanza amati satu persatu.tapi rasanya tidak ada yang menimbulkan kecurigaan baginya.


Satu-satunya harapan Kanza adalah Lily dan office girl.


Kanza keluar dari ruangannya yang bermaksud ingin menyambangi ruangan Lily,Kanza bingung dimana letak ruangannya Lily berada.Kanza pun bertanya kepada salah seorang pekerja kebersihan yang kebetulan melintas disana.Dengan sopan petugas kebersihan itu memberitahu letak ruangan Lily.


Kanza mengetuk ruangan yang dimaksud petugas kebersihan tersebut.


"Masuk!"Terdengar suara dari dalam.


Kanza pun mendorong pintu yang terbuat dari kaca sama seperti pintu ruangannya,kabur dari luar tetapi dari dalam bisa melihat ke luar.

__ADS_1


" Ada apa,Kanza mencariku?"tanya Lily mengerutkan keningnya.


"Boleh saya bertanya sama Mbak Lily?" tanya Kanza.


"Mau tanya apa? apa kamu menemui kesulitan?" cecar Lily


"Sebenarnya saya hanya ingin bertanya,siapa yang memberi perintah untuk memberikan saya fasilitas esklusif di kantor ini?" tuturku.


"Kenapa? apa itu mengganggumu?"tanya Lily heran.


" Terus terang iya Mbak,saya merasa belum pantas menerima itu semua,"ucapku jujur


"Yang saya dengar sih,asisten CEO Perusahaan ini," ungkap Lily.


"Boleh saya tahu,siapa asisten CEO kita Mbak?"tanyaku pada Lily.


" Namanya Pak Rendy bagaskara,tapi saya beritahu bahwa beliau bukan orang yang mudah dihadapi.Saya harap kamu bisa menjaga sikapmu biar tidak menjadi masalah buatmu,"tutur Lily.


Sejenak Kanza terhenyak mendengar nama Rendy bagaskara,


Kanza semakin penasaran dengan orang yang bernama Rendy tersebut.Ingin rasanya Kanza mengunjungi ruanga Pak Rendy sekarang juga,tapi mengingat omongan dari Lily yang mengatakan bahwa Pak Rendy bukan orang yang mudah dihadapi.Kanza jadi mengurungkan niatnya.Kanza tidak ingin terjadi apa-apa dengan kuliahnya.Kanza ingin segera menyelesaikan kuliahnya tersebut dan mendapatkan gelarnya.


Akhirnya Kanza kembali keruangannya setelah berpamitan dengan Lily.


Rasa bingung menyelimuti hati Kanza,Kanza yakin bahwa Rendy yang menjadi wakil CEO di tempat ini,sama dengan Rendy yang menjadi bos nya Noni.


Kanza kembali memperhatikan nomor handphone Rendy yang sudah tersimpan di handphone nya.


"Apa aku coba hubungi saja ya?" tanya Kanza pada diri sendiri.


"akkhhh,aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan kuliahku," gerutu Kanza menjawab pertanyaannya sendiri.


"Jalan satu-satunya,aku harus menahan diriku,sampai habis masa magangku di tempat ini." tekad Kanza dalam hati.Kanza pun mengurungkan niatnya untuk berkeliling perusahaan ini pada jam istirahat nanti.


Kanza pun mulai mengerjakan pekerjaannya sebaik mungkin.

__ADS_1


Tidak terasa kini Kanza telah menjalani magangnya selama enam bulan ini.


Kanza melakukannya dengan sebaik mungkin,walaupun Kanza mengetahui,ada proses-proses yang tidak normal yang dia alami selama dirinya menjadi karyawan magang di perusahaan ini.


Seperti di pagi itu,ketika itu hari senin di minggu pertama bulan ke empat Kanza bekerja.Lantai sepuluh tempat Kanza bekerja mendadak sepi,tidak ada suara riuh,bahkan orang yang biasanya berlalu lalang dari depan ruangan Kanza tidak terlihat sama sekali.


Menyadari kesunyian yang tercipta,Kanza pun keluar untuk memastikan apa yang sedang terjadi.Kanza mengedarkan pandangannya ke segala arah tapi tidak mendapati adanya orang di lantai sepuluh ini.


Kanza mencoba menyambangi ruangan Lily untuk menanyakan apa yang terjadi,ternyata ruangan itupun kosong.


Kanza memberanikan diri mengintip kedalam ruangan-ruangan yang di lewatinya,tapi sepertinya tidak berpenghuni juga.


Kanza berfikir sejenak,menduga duga keadaan yang sebenarnya.


Akhirnya Kanza bergegas menuju lift bermaksut untuk turun mencari tahu apa yang terjadi.Tapi Kanza terkejut mendapati lift tersebut tidak bisa di buka,walau berapa kali pun Kanza menekan tombol buka di lift tersebut.


Kanza berlari ke arah lift karyawan yang Kanza gunakan ketika pertama kali menginjakkan kaki ke lantai sepuluh ini.Tapi hal yang sama juga terjadi disana.Berapa kali Kanza menekan tombol buka,tetap juga lift itu tidak terbuka.


Kanza sudah mulai merasa resah.


"Apakah ada orang yang sengaja menjebakku disini?" gerutu Kanza.


Tidak mau berputus asa,Kanza kembali berlari mencari tangga darurat,seluruh sudut gedung lantai sepuluh itu Kanza jelajahi,tapi Kanza tidak menemukan adanya tangga darurat.Kanza hanya menemukan pintu yang juga tidak bisa di buka sama sekali.Menurut Kanza itu adalah pintu menuju tangga darurat.


Dengan lemas Kanza menyeret kakinya kembali keruangannya.


Ketakutan kini menghinggapi hati Kanza.Dalam hati,Kanza berdoa kepada Tuhan memohon perlindungan dan untuk melepaskannya dari niat jahat yang ditujukan kepadanya.


Tidak sampai setengah jam,Kanza mendengar suara-suara dari arah lift karyawan.Secepat mungkin Kanza berlari menuju sumber suara tersebut.


"Kalian dari mana saja?" tanya Kanza kepada Lily dengan nada menginterogasi.


"Pimpinan menyuruh seluruh karyawan berkumpul di aula perusahaan,untuk mengumumkan protokol kesehatan yang harus di patuhi seluruh karyawan,kenapa kamu tidak di beritahu ya? padahal semua karyawan magang juga berada di sana tadi,"tutur Lily yang disambung dengan pertanyaan yang tidak bisa Kanza jawab.


" Ada apa?kenapa saya tidak di ikut sertakan?"tanyaku pada diri sendiri dengan kerutan yang semakin terlihat di wajahku akhir-akhir ini.

__ADS_1


__ADS_2