Mengapa Harus Saya?

Mengapa Harus Saya?
Bab 49


__ADS_3

Sebulan sudah pernikahan mereka berlangsung. Tidak ada yang bisa menandingi kebahagiaan yang dirasakan Daniel setelah berhasil menikah dengan Kanza.Sudah begitu panjang perjalanan dan perjuangan Daniel dalam hidup ini. Sudah banyak pula kemenangan yang diraihnya dalam pertempuran kehidupannya. Tapi memenangkan hati Kanza merupakan Piala yang tidak bisa di nilai oleh apapun bagi Daniel.


Daniel begitu memanjakan Kanza hingga terkadang membuat Kanza merasa risih atas perhatian Daniel yang menurutnya berlebihan.


Seperti pagi ini,


"Untuk apa saya mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk menggaji kalian? " teriak Daniel kepada para Maid di rumah ini yang terlebih dahulu di suruhnya berbaris rapi.


Para Maid tersebut hanya bisa tertunduk dengan tubuh yang terlihat gemetar. Hanya kepala Maid yang terlihat sesekali mengangkat kepalanya melirik Daniel.


"Apa kalian kekurangan tenaga di rumah ini? " bentaknya lagi dengan wajah yang betul-betul marah.


"Saya mau ada orang yang bertanggung jawab atas insiden pagi ini, " ucap nya datar.


"Itu semua salah saya Tuan, " ucap kepala Maid mengambil tanggung jawab atas apa yang tidak dia lakukan.


"Gajimu yang tidak di bayar? atau hukuman yang akan kamu terima? " tawarnya kepada kepala Maid tersebut.


"Saya mau di hukum saja Tuan, " jawab kepala Maid tidak mau gajinya tidak di bayar karena dia harus mengirimkan uang kepada keluarganya di kampung.


Kepala Maid tersebutpun berjalan mendekat ke arah meja.Di atas meja sudah tersedia air panas yang baru mendidih.Daniel meminta pelayan untuk menyediakan air panas yang baru mendidih untuk menghukum orang yang bersalah di pagi ini.


Dengan gerakan yang ragu, kepala Maid tersebut akhirnya mencelupkan tangannya ke dalam air panas tersebut.


Kanza mengetahui kejadian tersebut setelah Dokter yang di panggil Daniel selesai memeriksa keadaan tangannya. Kanza begitu marah terhadap Daniel.


Kanza segera menelepon Daniel di kantor.


"Kenapa Mas Daniel menghukum Bibi Kotimah? " teriak Kanza dengan emosi begitu teleponnya tersambung dengan Daniel.

__ADS_1


"Dia pantas mendapatkannya,aku tidak mau kamu terluka, " jawab Daniel dari seberang sana


"Mas, itu bukan salah Bibi Kotimah, aku yang kurang hati-hati, " teriak Kanza dengan suara masih berteriak.


"Itu pekerjaannya! bukan pekerjaanmu! " Daniel membentak Kanza.


"Suka atau tidak, aku akan menghukum orang yang membuatmu terluka, " lanjut Daniel.Suaranya tidak kalah kuatnya dari suara Kanza.


"Mas keterlaluan," ucap Kanza sambil menutup sambungan telepon.


Ketika Kanza membuatkan teh untuk Mas Daniel di pagi ini, percikan air panas dari kran termos air panas mengenai punggung telapak tangan Kanza.Kanza tidak bisa menutupinya, karena Daniel terlanjur melihat Kanza mengibas ngibaskan tangannya.


Bukan hanya marah, Daniel bahkan menurunkan Dokter untuk mengobati tangan Kanza yang tidak mengalami luka apapun. Hanya ada bekas kehitaman sedikit saja di sana.


Sepulang kerja, Daniel merasa heran tidak ada Kanza yang menyambutnya seperti biasa.


"Apakah dia sakit? " tanya Daniel dalam hati.


Kanza begitu terkejut mendengar daun pintu yang terbanting dan Daniel yang berlari ke dalam kamar dengan wajahnya yang penuh dengan kekawatiran.


"Apa kamu sakit? apa luka bakar di tangan mu parah? " tanya nya bertubi-tubi sambil menempelkan tangannya di kening Kanza.


Kanza sebenarnya terharu mendengar pertanyaan pertanyaan Daniel kepadanya. Namun rasa kesal yang ditimbulkan Daniel tadi pagi harus di pertahankannya.


"Ayo sayang, bicaralah, " mohon Daniel melihat Kanza tidak merespon pertanyaannya.Dan malah mengalihkan pandangannya dari Daniel.


"Maaf kan Mas, kalau tadi pagi Mas salah. Tapi Mas tidak bisa menolerir kalau kamu terluka, seseorang harus bertanggung jawab untuk itu. Jadi usahakan supaya tidak terluka, kalau kamu tidak ingin aku menghukum seseorang, " ucap Daniel panjang lebar.


Kanza pun mengalihkan pandangannya ke pada Daniel. Kanza melihat ada rasa cinta untuknya di sana.Kanza pun meleburkan dirinya di pelukan Daniel.

__ADS_1


"Maaf kan Kanza juga tadi sudah marah-marah sama Mas Daniel, " ucap Kanza.


Mulai saat itu Kanza pun mengurangi aktifitasnya di dapur. Dia tidak mau orang lain menerima hukuman atas kesalahan yang dia lakukan. Kanza pun meminta maaf kepada Bibi Kotimah dan memberi kompensasi secara diam-diam. Kanza memaksa Bibi Kotimah untuk menerima pemberiannya tersebut.


Sudah sejak pagi Kanza merasa gelisah.Kanza berusaha mempersiapkan mentalnya untuk acara hari ini. Ada rasa cemas di hatinya membayangkan dia akan naik ke panggung Daniel untuk pertama kali.


Daniel akan memperkenalkan Kanza sebagai Nyonya Daniel Permana,pada pesta ulang tahun perusahaan nya yang di gelar di hotel berbintang milik keluarga Permana juga.


Seorang penata rias di hadirkan Daniel untuk membantu Kanza mempersiapkan penampilannya. Gaun merah panjang di pilih Daniel untuk Kanza malam ini. Gaun itu membuat Kanza semakin terlihat cantik. Kanza sudah seperti putri konglomerat yang mempunyai karier. Hal itu justru membuat Kanza semakin tidak percaya diri untuk hadir pada acara nanti malam.


"Baby, kamu cantik sekali, " puji Daniel ketika melihat Kanza dengan penampilannya yang menurutnya begitu mempesona.


"Tapi saya semakin tidak percaya diri Mas, " rengek Kanza.


"Tenang saja, Mas kan ada di sana, " ucap Daniel menenangkan Kanza.


Mobil yang membawa mereka pun berhenti di loby hotel.Serentak wartawan yang meliput acara tersebut mengarahkan kamera nya ke arah Daniel.


Kabar yang beredar bahwa Tuan Daniel akan memperkenalkan Nyonya Daniel permana membuat para pemburu berita memadati hotel tersebut.


Daniel menuntun tangan Kanza keluar dari dalam mobil. Daniel memahami bahwa ini adalah suatu hal yang baru bagi Kanza. Daniel pun mengapit tangan Kanza ketika berjalan melewati para wartawan.


"Jangan pernah menundukkan kepalamu kepada siapapun di pesta ini, tegakkan kepalamu! " bisik Daniel kepada Kanza karena Daniel mendapati Kanza menundukkan kepalanya ketika melewati para wartawan.


Seketika Kanza menegakkan kembali kepalanya dan berusaha berjalan dengan setenang mungkin.


Sepanjang acara pesta, Daniel terus merangkul pinggang Kanza. Banyak kolega bisnisnya yang memberi selamat kepada mereka.Dan hampir semuanya memuji kecantikan Kanza.


Demikian juga ketika Daniel memperkenalkan Kanza sebagai Nyonya Daniel Permana, semua orang terpaku dengan penampilan Kanza. Menyadari semua mata pria tertuju kepada Kanza, Daniel langsung merangkul pinggang Kanza dan mendaratkan sebuah ciuman di pipi kiri Kanza. Sontak ruangan itu riuh akibat ulah Daniel. Wajah Kanza pun berubah jadi merah,dan dia pun mencubit pinggang Daniel tanda protes dengan aksi Daniel tersebut.

__ADS_1


Acara malam ini begitu berkesan bagi Kanza. Dimana Daniel memperkenalkannya sebagai Istri dari seorang Daniel Permana kepada seluruh Dunia.Kanza merasa ini bagai sebuah mimpi. Ia yang hanya seorang gadis desa yang lahir dari keluarga miskin kini bisa berdiri di panggung para pelaku bisnis kelas Internasional sebagai Nyonya Daniel Permana. Seorang pria yang sangat di segani dalam dunia bisnis dan dunia malam.


__ADS_2