
Sepeninggal ibu bos nya,Kanza bekerja dengan semangat yang ber api-api.Setiap hari dia belajar membuat resep-resep kue yang baru.Banyak sudah kue baru yang diciptakan Kanza,dan setiap kue baru yang dibuat Kanza,selalu diminati para pembeli.
Selain dia memang menyukai usaha ini.dia juga harus menjaga kepercayaan yang di berikan oleh bos yang menyerahkan toko ini kepadanya.Bagaimanapun itu adalah tanggung jawab yang sangat besar.
Setiap hari dia selalu datang lebih dulu dan pulang selalu yang terakhir dari semua karyawan.Dia selalu memastikan bahwa semua dalam keadaan baik-baik saja
Dalam pengelolaannya toko ini mulai mengalami perkembangan dari sebelumnya.Kanza bebas berkreasi menuangkan imajinasinya pada kue-kue buatannya.beda pada waktu dia bekerja sebagai karyawan.dia membuat kue hanya pada batas yang di perintahkan oleh bos.kini dia bebas berekpresi.
Ke empat temannya selalu dengan senang hati membantunya.dalam memberikan ide-ide konsep,tata cara,dekorasi ,tema-tema yang harus di usung setiap minggunya.bahkan cara memasarkan kue nya secara online,semua dia dapatkan dari gagasan teman-temannya itu.
Ke empat teman nya itu tidak sungkan terjun ke toko untuk membantunya di waktu libur dan akhir pekan.karna pada saat-saat itu toko itu akan diserbu oleh pelanggan.Baik yang nongkrong di tempat maupun yang hanya sekedar bungkus dan bawa pulang.Ke empat temannya itu cukup di gaji dengan kue-kue kesukaan mereka yang mereka bisa santap sepuasnya.Kanza dan teman-temannya akan bercanda ria sepanjang waktu,teman-temannya tersebut selalu memastikan bahwa Kanza dalam keadaan baik-baik saja dan bahagia.Itu yang menjadi prioritas ke empat suruhan Rendy tersebut.
Kini satu bulan sudah Kanza mengelola toko tersebut,saatnya untuk gajian.Dia memberikan semua gaji para karyawan,menyisihkan uang operasional satu bulan kedepan dan membayar semua tagihan- tagihan.Akhirnya dia mengetahui besaran uang yang didapatkannya bulan ini.
"Terimakasih Tuhan."ucapnya setelah menghitung uang yang didapatnya 10 kali lipat dari gaji sebelumnya.Kalau bulan kemarin dia menerima 2 juta,kini uang yang ada ditangannya dikisaran 20 juta lebih.
" Saya tidak pantas mengambil ini semua,uang ini juga hasil kerja keras bersama sama dengan seluruh karyawan," Ucapnya dalam hati.
Kanza mengambil setengah dari uang tersebut dan setengahnya lagi dia masukkan kesetiap amplop yang akan dibagikan ke semua karyawan dalam bentuk bonus buat mereka.Semua karyawan mengucapkan terimakadih kepada Kanza.
"Terimakasih mbak Kanza,selama bekerja disini,baru kali ini saya dapat bonus,"ucap Didit,salah satu karyawan di toko itu.
" Sama-sama.saya harap kita semakin semangat bekerja,agar kita mendapat hasil yang terbaik ya,"ucap Kanza pada semua karyawannya.
Setibanya dirumah,Kanza segera mencari-cari kartu nama yang dulu diberikan oleh Daniel kepadanya.
Kanza bingung tersimpan dimana itu kartu nama,karna kejadian itu memang hanya menimbulkan kesan yang tidak enak di hati Kanza.selain dia kehilangan buku,malah menimbulkan utang yang begitu banyak di hati Kanza.jadi yang ada dipikirannya hanyalah niat untuk segera mengumpulkan uang untuk bisa segera membayar utangnya tersebut.bahkan wajah Daniel kini Kanza sudah hampir lupa.
"Aku taruh dimana ya?"tanyanya pada diri sendiri.Seluruh laci meja belajarnya dia bongkar,tapi tidak menemukan kartu nama tersebut.Bahkan lemari pakainnya juga jadi sasaran pengobrak abrikan Kanza
"Aduhh..ku taruh dimanasih?"tanyanya lagi pada dirinya.Otaknya mulai mumet,tiba-tiba dia melihat tas sandang yang dipakainya waktu kejadian itu,tas itu tertutupi oleh gorden jendela.segera Kanza memeriksa tas tersebut.Dan memang Kanza menemukan kartu nama itu.
Dibacanya kartu nama itu.DANIEL PERMANA.Kanza mengulang membaca kartunama tersebut
__ADS_1
" Sepertinya orang ini tidak asing,sepertinya saya pernah mendengar nama ini.tapi dimana ya?"lama Kanza mengingat -ingat dimana dia pernah mendengar nama tersebut,tapi dia tidak mengingatnya.
Kanza menekan nomor yang ada di kartu nama tersebut di handphone nya.
Panggilan pertama berdering tapi tidak diangkat.Kanza mengulangi panggilan kedua.berdering juga tapi tidak diangkat juga
"Apa jam segini mas Danie sudah tidur ya?"tanyanya pada diri sendiri
" Coba sekali lagi," ucap Kanza dalam hati.
"Hallo,siapa ini berani telepon saya malam-malam?"bentak Daniel yang merasa aktifitasnya terganggu.
Kanza terdiam tidak berani melanjutkan kata-katanya.Jantungnya berdegup kencang merasa takut mendengar suara keras Daniel.
"Hei!apa kamu tidak punya mulut? kenapa diam saja?"bentak Daniel lagi.Daniel semakin jengkel oleh pengganggu aktifitasnya ini.
Tidak demikian dengan wanita yang sedang bersama dengan Daniel.Dia terus mengelus dan menjilati batang ******** Daniel.
Mendengar nama tersebut,seketika Daniel mendorong keras wanita yang sedang mencumbunya tersebut hingga terjatuh kelantai.Daniel segera beranjak ke sofa.
"Dengan siapa ini?"tanya Daniel ingin meyakinkan pendengarannya
"Saya Kanza Mas.yang dulu menubruk Mas Daniel dan merusak kan handphone Mas Daniel,"terang Kanza,kalau-kalau Daniel lupa padanya.
"Ohh..saya masih ingat,"ucap Daniel sambul menekan gejolak yang ada di hatinya.
"Begini m
Mas..saya sudah ada uang sedikit.maksud saya,saya mau menyicil uang handphone Mas yang saya rusa,"terang Kanza.
" Hallo Mas,"sapa Kanza lagi karena tidak mendengar suara dari seberang sana setelah sekian detik dia menyelesaikan kalimatnya.
"Oh iya..iya.."jawab Daniel tergagap karna memang Daniel asik membayangkan bibir dari Kanza yang komat kamit ketika berbicara.
__ADS_1
"Jangan terlalu dipaksakan ya..karna Mas juga gak buru- buru kho,"jawab Daniel
"Tidak Mas,mungkin mulai bulan ini,saya akan rutin menyicilnya Mas,"terang Kanza
"Ok baiklah,saya akan mengirimkan nomor rekening saya ke nomor ini ya,"ucap Daniel.
"Terimakasih ya Mas.maaf telah mengganggu Mas,"ucap Kanza mengingat bentakan Daniel diawal pembicaraan tadi.
"Justru saya yang harus minta maaf,saya tidak tau kalau itu panggilan dari kamu,"ucap Daniel.
"Maafkan Mas ya, Kanza!"mohon Daniel
"Nggak apa-apa Mas,kalau begitu kita sama-sama memaafkan saja,"ucap Kanza enteng
"Baiklah Mas,kalau begitu saya tutup dulu ya mas,"pamit Kanza.
"Selamat malam Kanza,"ucap Daniel semanis mungkin.
"Selamat malam Mas Daniel!"balas Kanza lalu menekan tombol off pada handphone nya.
Seketika Daniel melompat kegirangan dengan kondisi yang masih telanjang.hingga membuat wanita yang sedang dikencaninya merasa heran dengan apa yang dilihatnya
"Sejak kapan Tuan Daniel ini lembut berbicara pada seorang wanita?"pikir wanita itu dalam hati
" Siapa wanita itu?"dan banyak lagi pertanyaan yang timbul di dalam hatinya.kenapa tiba- tiba Tuan Daniel yang dia kenal selama ini bisa bersikap begitu manis terhadap seseorang.
"Tak usah dipikirin,lanjutkan saja pekerjaanmu!" perintah Daniel yang seolah bisa membaca pikiran wanita tersebur.
"Bahkan kali ini kamu harusbekerja dengan ekstra!"ucap Daniel lagi sambil menarik wanita itu kembali ke atas ranjang.
Otak Daniel sudah di penuhi dengan suara suara merdu Kanza.Dia membayangkan bibir ****,lesung pipi.body bahenol nya Kanza,dan itu menaikkan birahi Daniel berlipat- lipat.Daniel pun menuntaskan aktifitasnya yang sempat tertunda dengan birahi yang meledak- ledak.
__ADS_1