
Setelah mengantarkan Daniel dan Kanza, Rendy segera memacu kuda besi tersebut hingga ke Perusahaan CIPTA. Segudang rasa bersemayam di hatinya kini. Sudah tidak sabar bagi Rendy untuk segera membagi rasa itu kepada kekasih diam-diamnya Lily.
Begitu mencapai Perusahaan, Rendy seraya berlari masuk kedalam lift yang akan membawanya ke lantai sepuluh. Dengan agak tergesa Rendy memasuki ruangan Lily.
Rendy langsung memeluk lily dan mencium habis bibir Lily disana. Mendapat serangan dari Rendy membuat Lily merasa ketakutan yang luar biasa. Sekuat tenaga Lily berusaha mendorong tubuh Rendy supaya menjauh darinya. Namun Rendy semakin mengeratkan pelukannya.
Lily kehabisan akal untuk segera menyadarkan Rendy akan bahaya dari perbuatannya tersebut. Jalan satu-satunya bagi Lily ialah menggigit lidah Rendy yang begitu liar bergerak di dalam mulutnya. Lily pun segera melakukannya.
"Akkhhh! " teriak Rendy kesakitan sambil melepas pelukannya dari tubuh Lily.
"Kenapa kamu menggigit lidahku? " bentak Rendy kepada Lily merasa kesal.
"Kenapa, kenapa, apa otakmu sudah tidak waras? " umpat Lily yang tidak kalah kesalnya dari Rendy.
Rendy menjulurkan lidahnya yang terasa begitu sakit. Tetapi tidak sampai menimbulkan luka disana. Setelah merasa agak mendingan. Rendy segera menarik tangan Lily ke ruangannya.
"Mas, mau kemana? " tanya Lily heran.
"Kita keruanganku saja, " ucap Rendy. Ya ruangan Lily tidak memungkinkan bagi Rendy untuk melakukan yang lebih disana. Pasalnya setengah dingding depan ruangan Lily terbuat dari kaca tembus pandang.
"Mas, apa kamu tidak takut ada yang melihat kita? " ucap Lily berusaha mengingatkan Rendy.
Rendy hanya diam sambil terus menyeret tangan Lily hingga masuk kedalam ruangannya.
Setelah tubuh Lily berhasil melewati pintu, Rendy segera mengunci pintu itu dari dalam.Dengan cepat Rendy mendorong tubuh Lily hingga menyentuh tembok ruangan Rendy. Rendy langsung memagut bibir Lily dengan buas. Dia tidak memberi waktu kepada Lily untuk protes ataupun menolak. Izin yang sudah di dapatnya dari Daniel, membuat Rendy menyalurkan semua hasrat yang ditahannya selama ini terhada pujaan hatinya itu.
Bagai orang yang kesetanan Rendy terus memagut dan meremas bagian-bagian sensitif Lily. Rasa nikmat akibat aksi Rendy mampu menepis rasa kawatir dalam diri Lily. Terbukti Lily sudah membalas ciuman dari Rendy.
Begitu Rendy hendak menarik rok yang dipakai Lily, sekuat tenaga Lily mendorong tubuh Rendy hingga menjauh.
"Sudah Mas, jangan dilanjutkan, kita ini belum menikah! " ucap Lily kepada Rendy.
Rendy pun terdiam mendengar perkataan Lily. Rendy berusaha menurunkan tegangan tinggi yang sempat menyengat jiwanya. Setelah merasa tenang. Rendy mengajak Lily untuk duduk di sofa yang ada di ruangan Rendy.
__ADS_1
Sejenak Rendy menyesap pucuk kepala Lily dan mengusap kepalanya.
"Mas ada kabar baik untukmu, " ucap Rendy serius.
Lily hanya diam mendengarkan.
"Bos Daniel telah menyetujui hubungan kita, dan dia pun menyediakan dana untuk pernikahan kita sayang, " ucap Rendy dengan wajah tersenyum.
"Iya Mas? ko bisa? " tanya Lily heran.
"Nona Kanza yang membantuku untuk memberi pengertian kepada si keras kepala itu, " ucap Rendy merasa bersyukur.
Lily nampak mencerna semua perkataan Rendy padanya. "Wahh, pantasan saja Tuan Daniel begitu tergila-gila dengan Nona Kanza, ternyata hatinya memang baik, " puji Lily terhadap Kanza.
"Dan kamu harus memberitahu Nona Kanza pernikahan seperti apa yang kamu inginkan. Karena Nona Kanza yang langsung mengatur acara pernikahan untuk kita, " tutur Rendy.
"Iya? " sekali lagi Lily di buat terkejut mendengar ucapan Rendy. Sedangkan Rendy hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Dengan semangat Kanza memulai harinya. Dia mempersiapkan kebutuhan kerja Daniel pagi itu. Kanza selalu bertindak hati-hati supaya tidak ada orang yang menerima hukuman akibat kesalahannya seperti waktu-waktu yang telah lewat.
Seminggu kemudian, konsep untuk acara pernikanan Rendy pun telah selesai disusun Kanza. Kanza membuat konsep pernikahan dengan latar kebun bunga sesuai dengan keinginan Lily.
Hari ini Kanza datang bertandang ke Perusahaan CIPTA di antar oleh supir, Untuk memamerkan hasil rancangannya kepada calon mempelai dan tentu saja tidak ketinggalan suami tercintanya.
Begitu turun dari mobil, semua orang memberi hormat kepadanya. Kanza merasa risih di perlakukan seperti itu. Selama ini, Kanza selalu lewat dari pintu rahasia supaya tidak terlihat oleh orang lain. Kali ini tidak lagi, Kanza sudah berani lewat meja Resepsionis menuju lift khusus staff.
Kanza pun berencana memberi kejutan kepada Daniel.Dengan mengendap endap Kanza masuk kedalam ruangan Daniel. Kanza melihat suaminya itu lagi sibuk dengan laptopnya.
Sejenak Kanza mendapati sisi lain dari suaminya tersebut. "Ternyata wajahnya semakin terlihat tampan bila sedang bekerja dengan serius seperti ini" batin Kanza. Kanzapun di buat semakin kagum saja kepada lelaki ini.
Dengan perlahan Kanza berjalan kearah sofa dengan sangat hati-hati. Dia tidak ingin mengganggu Daniel bekerja. "Nampaknya dia lagi sibuk banget, " batin Kanza. Dan betul saja, Daniel tidak menyadari keberadaan Kanza diruangan itu.
Setelah berhasil duduk di sofa, Kanza segera mengeluarkan handphonenya dan mengambil beberapa photo Daniel. Kanza kagum melihat hasil jepretannya itu.Wajah Daniel terlihat sangat tampan pada photo tersebut. Berkali-kali Kanza mengagumi ketampanan pria di balik meja kerja tersebut.Hingga tanpa sadar Kanza menyenggol vas bunga yang ada di meja dan jatuh.
__ADS_1
Hal itu membuat Daniel langsung nengalihkan pandangannya kearah Kanza.
"Halo Mas, " sapa Kanza malu-malu seperti kucing yang ketahuan mencuri ikan.
Seketika Daniel berlari kearah Kanza. Wajahnya terlihat panik. Dia memeriksa seluruh bagian tubuh Kanza.
"Kamu tidak apa-apa kan? " tanya Daniel kawatir.
"Tidak apa-apa Mas, tapi aku sudah memecahkan vas bunga cantikmu, maaf ya, " jawab Kanza merasa bersalah telah memecahkan vas bunga di atas meja Daniel yang tentu saja mempunyai harga yang tidak murah.
Daniel membawa tubuh Kanza ke dalam pelukannya dan menyesap pucuk kepala Kanza.
"Kamu kapan datangnya? , kenapa tiba-tiba sudah duduk disini? " tanya Daniel merasa heran kapan Kanza masuk keruangannya itu.
"Mas terlalu serius kerjanya, sehingga kedatangankupun tidak Mas perhatikan, " rengek Kanza dengan manja.
"Udah lama ya? " tanya Daniel masih penasaran.
"Lumayan, sudah ada beberapa photomu di dalam handphone ku, " tutur Kanza.
"Masa? coba lihat! " pinta Daniel.
Kanzapun menunjukkan hasil jepretannya itu kepada Daniel.
"Nih.... lihat! suamiku tampan,ya? "puji Kanza.
Mendengar itu, sontak wajah Daniel memerah.
" Kamu jangan menggodaku seperti itu sayang, kamu tahu betul gairahku ke kamu itu selalu tidak bisa ku atasi, "ucap Daniel.
" Ihhh, jangan ge-er lah, saya hanya memuji ketampanan suamiku, "ucap Kanza.
" Sini mendekat, "pinta Daniel.
__ADS_1
Melihat Daniel mengarahkan kamera handphone Kanza ke arah dirinya. Kanza pun mendekat kearah Daniel dan memeluk Daniel dengan manja. Seketika photo merekapun berdua tersimpan di handphone Kanza.