
Kanza bersemangat mengerjakan semua tugas yang diberikan kepadanya,Lily adalah seorang staf perusahaan yang di tugaskan untuk membimbingnya.Banyak dari mahasiswa yang merasa iri terhadap posisi yang diterima Kanza.
"Halo Kanza,boleh kita makan siang bersama?" tanya Rino yang menyambangi Kanza ke lantai sepuluh.
Kanza menoleh ke arah suara tersebut.
"Mas Rino,kebetulan saya bawa bekal Mas,jadi tidak bisa menemani Mas Rino makan siang," ucap Kanza yang memang membawa bekal makan siangnya.
"Wah,rajin sekali ternyata.bagaimana kalau Mas yang temanin kamu makan siang?" tanya Rino berharap.
Mendengar pertanyaan Rino,Kanza merasa gugup,tidak enak untuk menolak tapi untuk mengiyakan juga rasanya kurang pantas
"Bagai mana ya Mas,tidak enak dilihat oleh karyawan magang lainnya,dikirain nanti saya main sogok sama Mas Rino bisa masuk ke perusahaan ini," elak Kanza.
"Jadi Mas ditolak nih?" tanya Rino dengan wajah yang dibuat sekecewa mungkin
"Mungkin lain kali saja ya Mas,"elak Kanza
Rino pun berlalu dari ruangan Kanza tersebut dengan rasa kecewa.
Daniel yang menyaksikan hal itu kembali mengepalkan tinjunya.
" Pindahkan dia ke kantor cabang,"perintah Daniel kepada Rendy yang kebetulan ada diruangan Daniel dan ikut menyaksikan kejadian di ruangan Kanza.
"Baik Bos," ucap Rendy
"Hari ini juga,aku tidak mau dia kembali memandangi Kanzaku," desak Daniel.
Rendy mengerutkan keningnya
"Bagaimana melakukannya Bos tanpa pemberitahuan sama sekali,itu melanggar peraturan," ucap Rendy.
Wajah Daniel memerah,Daniel memandang tajam kearah Rendy.Daniel siap untuk menerkam mangsa.
Menyadari kemarahan Daniel,Rendy segera memerintahkan kepala bagian penerimaan untuk segera memindah tugaskan Rino ke kantor cabang melalui telepon.
Perdebatan dengan kepala bagian penerimaan pun tidak terelakkan Rendy.Banyak pertanyaan yang dilontarkan kepala bagian itu kepada Rendy mengenai sebab musabab Mutasi Rino.
"Kantor cabang sangat membutuhkan karyawan baru,jadi butuh karyawan penyeleksi yang profesional seperti Rino.Besok Rino sudah harus berangkat,Hari ini dia boleh pulang untuk mempersiapkan keberangkatannya besok," tutur Rendy menutup semua pertanyaan kepala bagian tersebut.
Daniel menghempaskan tubuhnya ke sofa.
"Kamu harus lebih ketat mengawasi Kanza ku," perintah Daniel kepada Rendy.
Kurang lebih satu jam,Rino kembali hadir di ruangan Kanza.
Daniel tidak bisa menahan emosinya,Rendy menahannya dengan sekuat tenaga.
"Tenang dulu Bos,tidak akan terjadi apa-apa dengan Nona Kanza," ucap Rendy berusaha menenangkan Daniel.
"Ada apa Mas?" tanya Kanza kepada Rino begitu Kanza menyadari keberadaan Rino diruangannya.
"Besok saya sudah harus berangkat ke kantor cabang,apa Mas bisa meminta no handphone Kanza?" pinta Rino yang memang merasakan ketertarikan terhadap Kanza.
__ADS_1
Kanza bingung dengan permintaan Rino tersebut.Dalam hati Kanza sejujurnya tidak ingin memberikan nomor handphone nya,tapi untuk menolak Kanza juga tidak enak hati,takut di cap sebagai perempuan sombong.
Dengan terpaksa Kanza memberikan nomor handphonenya tersebut.
Sebenarnya Rino telah memperhatikan nomor handphone Kanza pada data-data yang diserahkan Kanza,Tapi Rino belum mencatat nya,Rino tidak menyangka dia akan di mutasi sekarang ini.
"Terimakasih banyak ya Kanza," ucap Rino.
"Kenapa Mas Rino di mutasi? apa Mas Rino melakukan kesalahan?" tanya Kanza yang ikut heran dengan Mutasi yang dialami Rino.
"Mas juga gak faham,sejauh ini sepertinya Mas tidak melakukan kesalahan," ucap Rino dengan wajah sedih.
"Ya udah,Mas semangat aja,pasti ada pelangi sehabis hujan," ucap Kanza memberi motifasi kepada Rino
"Mas pamit ya," ucap Rino
"Iya Mas,hati-hati ya," balas Kanza.Rino pun berlalu dari ruangan Kanza.
Daniel greget menyaksikan obrolan Kanza dengan Rino.Rendy berusaha menenangkan Daniel supaya tidak bertindak berlebihan.
Sepeninggal Rino,Kanza bekerja dengan giat,dia tidak memikirkan Rino sama sekali.Hingga jam pulang kerja tiba.
Kanza mengemas barang-barangnya ketika suara bunyi bel panjang terdengar yang menandakan waktu bekerja telah habis.Kanza meninggalkan ruangannya dan bergegas masuk ke dalam lift.Kanza tidak ingin membuat Yuni terlalu lama menunggu.Sebelum Kanza memasuki lift seorang pria menyapa Kanza.
"Halo Kanza!"sapa pria itu
Kanza menoleh kearah suara yang menyapanya.
" Halo Mas,"jawab Kanza dengan ramah.Dalam hati Kanza merasa heran dari mana pria ini mengenalnya.
"Iya Mas," jawab Kanza
"Gino," ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya kepada Kanza.Mau tak mau Kanza menyambut tangan pria tersebut.
"Saya bekerja dibagian data-data," ucap pria itu memperkenalkan dirinya.Kanza pun menganggukkan kepalanya tanda memahami ucapan pria itu.
"Mau saya antar pulang?" tanya pria itu pada Kanza
"Saya pulang bersama dengan teman saya Mas,terimakasih ucapnya.
Daniel menyaksikan obrolan Gino dengan Kanza.Daniel kembali kebakaran jenggot.
" Mulai besok,pastikan Kanza mendapatkan fasilitas staf esklusif,"perintah Daniel kepada Rendy.
"Apa tidak berlebihan Bos,takutnya akan membuat Nona Kanza curiga," ucap Rendy.
"Lakukan saja seperti perintahku," ucap Daniel mengintimidasi Rendy.
"Suruh supir menjemput dan mengantar Kanza pulang,perintahkan Kanza untuk selalu menggunakan jalur masuk khusus presiden dan antarkan makan siang keruangannya.Aku tidak mau dia berinteraksi dengan pria lain di kantorku ini," ucap Daniel berapi-api
Rendy mendengar setiap perintah Daniel.Daniel memutar otaknya untuk mencari alasan yang tepat dalam melaksanakan perintah Daniel tanpa menimbulkan kecurigaan bagi Nona Kanza.
Rendy pun segera mengatur segala sesuatu yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas dari Daniel.
__ADS_1
Ke esokan harinya,Kanza bergegas keluar dari rumah,dengan senyum ceria dia menyapa sahabatnya Yuni.
"Pagi Yuni!" ucap Kanza riang
"Pagi Non," jawab supir yang ditugaskan untuk mengantar jemput Kanza ke perusahaan.
Kanza terkejut mendapati pria tersebut berada di halaman rumahnya.
"Bapak siapa? kenapa ada di Rumah saya?" tanya Kanza dengan mimik wajah heran
"Saya ditugaskan untuk mengantar jemput Nona Kanza ke Kantor," ucap pria tua itu menerangkan.
Lama Kanza menelaah ucapan pria tua itu.
"Kenapa saya harus di antar jemput? memangnya saya siapa? saya ini hanya seorang karyawati magang,Bapak salah mungkin?" ucap Kanza
"Tidak Non,saya memang ditugaskan untuk mengantar jemput Nona Kanza mulai hari ini,"
" Apa Bapak tidak melihat teman saya tadi disini?"tanya Kanza kepada supir tersebut karena tidak menemukan keberadaan Yuni di halaman Rumahnya seperti biasanya.
"Tadi ada Non,tapi sudah berangkat duluan ke perusahaan," jawab pria itu.
Akhirnya Kanza naik ke Mobil pria tua itu setelah pria itu berhasil meyakinkan Kanza.
"Yang suruh Bapak menjemput saya siapa?" tanya Kanza kepada supir itu setelah Mobil itu meninggalkan rumah Kanza.
"Kepala Driver Non," jawan pria itu polos
Mendengar jawaban supir tersebut,Kanza semakin bingung.
"Tidak mungkin perintah itu berasal dari kepala Driver,pasti ada perintah orang lain," tutur Kanza dalam hati.
Setelah mobil memasuki area perusahaan,Supir menurunkan Kanza pada jalur yang tidak Kanza kenal.
"Sudah Non,silahkan turun," ucap supir tersebut sambil membukakan pintu mobil untuk Kanza.
Kanza mengerutkan keningnya atas perlakuan supir tersebut.
"Mulai sekarang Nona Kanza harus melewati jalur ini," ucap pria tua itu sambil mengarahkan Kanza memasuki lift khusus presiden.
Kebingungan demi kebingungan Kanza rasakan mulai pagi dari Rumah.Walaupun demikian,Kanza mengikuti arahan dari pria tua itu.
"Ingat Non,saya ditugaskan untuk mengantar jemput Nona Kanza.Jadi saya akan menunggu Nona Kanza ditempat ini ketika jam pulang kerja," tutur supir tersebut
"Baik pak," ucap Kanza sebelum memasuki lift.
Walaupun dalam kebingungan,Kanza tetap semangat mengerjakan tugas yang telah di sediakan untuknya.Yaitu mengelola data data dari setiap klien perusahaan.
Sebelum istirahat siang,seseorang datang membawakan makan siang untuk Kanza
"Saya tidak memesan makanan loh Mbak," ucap Kanza
"Mulai hari ini,makan siang Mbak Kanza akan diantarkan keruangan Mbak Kanza ," ucap wanita tersebut sambil meletakkan nampan berisi berbagai menu makanan diatas meja.
__ADS_1
Kanza pun terdiam tidak ingin menanyakan hal tersebut,Kanza berusaha menikmati menu tersebut walau dalam kebingungan.