
Kanza melangkah keluar dari Perusahaan CIPTA dengan hati yang hancur.Bayang-bayang wajah Lukman tidak dapat ditepisnya.Rasa bersalah yang kian memuncak menggerogoti hatinya.
"MENGAPA HARUS SAYA??" teriak Kanza sekeras kerasnya ketika dia berada dipelataran parkir.
"Sekian banyak wanita di Dunia ini,kenapa dia harus memilih saya?"gerutu Kanza.
Daniel memandangi Kanza dari layar Cctv kantor dengan hati yang terasa sesak.Dia tidak ingin melihat Kanza menangis seperti ini.
Kanza berlari keluar dari Perusahaan CIPTA.Sesak rasa Kanza kalau berlama-lama berada di tempat ini.
Setibanya di Rumah,Kanza menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.Tak lupa Kanza mengunci pintu kamarnya mengingat Ibunya masih berada di Rumah ini.Kanza tidak ingin membuat Ibunya merasa cemas.
Kanza menumpahkan tangisnya yang sudah ditahannya semenjak keluar dari Perusahaan CIPTA.
Kanza bingung dengan keadaan yang dihadapinya kini.Ingin rasanya Kanza memberitahu keluarga Lukman bahwa kematian Lukman tersebut bukanlah murni tabrak lari.Tapi mengingat siapa Rendy,Kanza mengurungkan niatnya.Kanza juga tidak ingin menambah beban baru kepada Bibi Iin Ibu dari Lukman.
Tapi untuk melepaskan Rendy begitu saja,Kanza juga merasa tidak rela.
Setelah berpikir keras,Kanza teringat dengan sahabatnya Daniel."Semoga saja dia bisa membantuku,"ucap Kanza pada dirinya sendiri
"Hallo Mas Daniel,"sapa Kanza ketika Daniel menerima panggilan teleponnya.
"Hallo Kanza,"jawab Daniel dengan debaran jantung penuh dengan rasa cemas.
"Boleh kita bertemu mas? ada yang ingin ku bicaraka," pinta Kanza.
"Bo,boleh!" jawab Daniel gugup karena bisa menangkap pembicaraan yang di maksud Kanza.
"Kalau begitu,saya tunggu Mas Daniel di Toko sore ini,ya Mas?" ucap Kanza.
"Baiklah!"jawab Daniel memberikan kepastian.
Kanza pun langsung berbenah diri untuk segera bertemu dengan Daniel,Dia menyiapkan kata-kata yang harus diucapkannya jepada Daniel nanti sore.
Kanza harus kebandara dulu mengantar Ibu dan adiknya yang akan pulang ke kampung halaman,sebelum Kanza pergi ke Toko.
Dari bandara,Kanza langsung menuju ke Toko kue.Tidak begitu lama,Mobil Daniel pun parkir di halaman Toko.
Senyum Kanza menghiasi wajahnya menyambut Kedatangan Daniel.
"Baru pulang kerja Mas?" tanya Kanza melihat Daniel masih mengenakan stelan jas di tubuhnya.
"Iya nih," jawab Daniel.
__ADS_1
Kanza lalu bergerak menuju lantai dua,toko tersebut.
"Mas mau minum apa?" tanya Kanza berbasa basi.
"Air mineral saja," jawab Daniel.
Kanza pun bergegas menyediakan air mineral untuk Daniel.
Begitu Kanza tiba dengan segelas air mineral ditangannya,Daniel langsung merebut gelas air mineral yang ada du tangan Kanza,sebelum Kanza meletakkanya di meja dan segera meminumnya.
Dalam hati,Daniel tersenyum"Seperti seorang istri yang menyambut suaminya pulang kerja,"ucap Daniel pada hatinya.
Kanza pun mulai menceritakan semua tentang Rendy dan pengalamannya bersama ke empat sahabatnya.
Dalam hati Daniel tidak terima ketika kanza mengatakan"Begitu banyak wanita di Dunia ini,kenapa Rendy memilihku dan bisa jatuh cinta kepadaku yang jelas-jelas kami tidak pernah bertemu."
"Apa yang Rendy katakan pada Kanza waktu itu,sehingga mengira Rendy jatuh cinta kepadanya?" gerutu Daniel dalam hati.
"Saya rasa,toko ini juga diberikan kepadaku oleh pemilik sebelumnya atas perintah dia,"ujar Kanza.
" Saya harap Mas Daniel sudi membantu saya,saya tidak rela kalau dia terbebas dari tanggung jawab,"lanjut Kanza.
"Saya pasti akan membantumu,tapi kamu harus bersabar.Seperti katamu,dia telah meninggalkan tanah air,jadi itu akan butuh proses yang panjang,apalagi mengingat dia adalah orang yang punya kuasa,"tutur Daniel.
"Kalau begitu,ijinkan saya mentraktir Mas Daniel makan malam," tawar Kanza.
"Iya,kah? boleh!"sahut Daniel dengan senang hati.
" Mas Daniel mau makan di Restoran mana? kali ini aku ladenin,"ucap Kanza bangga.
"Saya malah kepingin makan soto dipinggir jalan,"ucap Daniel yang ingin menyesuaikan seleranya dengan selera rakyat biasa.
Akhirnya Kanza dan Daniel pun menyusuri jalanan untuk mencari penjual soto.
"Sepertinya itu warung soto mas," ucap Kanza tiba-tiba ketika melihat ada warung soto di dekat taman bunga sebelah kanan jalan.
Daniel pun segera meminggirkan mobilnya dan mencari tempat parkir yang tersedia.
Beberapa pasang mata memandang dengan heran kearah mereka.Mungkin mereka merasa heran kenapa mobil mewah bisa berhenti dan menyantap makanan pinggir jalan.
Sebenarnya Daniel merasa risih berada di tempat seperti ini,apalagi dengan pandangan orang-orang yang ditujukan kepada mereka,terlebih pandangan para pria yang ditujukan untuk Kanza.Ingin rasanya Daniel merobek mata mereka satu persatu.
Akhirnya Daniel membuka jas yang dipakainya dan memakaikannya kepada Kanza untuk menutupi lekukan tubuh Kanza yang sedikit tercetak oleh baju Kanza yang berbahan karet.
__ADS_1
"Disini anginnya kencang,pakai ini ya?" ucap Daniel.
Kanza pun tidak begitu menanggapi hal tersebut,dengan patuh Kanza memakai jas Daniel yang kebesaran ditubuhnya.
Kanza pun memesan menu untuknya dan untuk Daniel.
"Gimana masakan pinggir jalan? kalau tidak sesuai,aku bersedia kok mentraktir Mas di Restoran yang mahal,"ucap Kanza
"Hmmmm,lumayan,ini bisa mengisi perut untuk malam ini," jawab Daniel
Mereka pun meneruskan makan nya dengan cerita cerita Kanza yang tiada henti.
Daniel menatap bibir Kanza yang komat kamit ketika berbicara.Hasrat Daniel untuk ******* bibir itu semakin memuncak,dengan susah payah Daniel berusaha mengendalikan hasratnya.
"Besok aku akan pindah dari rumah yang kutempati sekarang," ucap Kanza ketika mereka beranjak ingin meninggalkan tempat tersebut.
"Pindah kemana?"tanya Daniel spontan.
" Karena aku belum menemukan tempat tinggal yang cocok,maka aku akan tinggal di lantai dua toko untuk sementara,"tutur Kanza.
"Disana kan tidak aman,apalagi tidak ada perlengkapan rumah di lantai dua itu," ucap Daniel yang merasa keberatan Kalau Kanza harus tinggal disana.
"Tidak apa,nanti saya bisa beli kasur yang kecil,berikut perlengkapan rumah yang lain," ucap Kanza dengan riang menuturkan rencananya ke depan.
Mendengar Kanza tidur di kasur kecil yang diletakkan di lantai,serasa mengiris hati Daniel.
"Kenapa harus pindah dari sana?" tanya Daniel.
"Saya tidak mau tinggal di Rumah yang dipasangi banyak kamera pengintai," jawab Kanza.
Daniel merasa tertangkap basah oleh ucapan Kanza barusan.Tapi Daniel bersikap seolah tidak ada kesalahan yang diperbuatnya.
Akhirnya Daniel mengantarkan Kanza ke Rumah kediaman Kanza,sesuai dengan arahan Kanza.
Setibanya di Rumah,setengah berlari Daniel menuju kamarnya untuk segera memandangi Kanza dari layar monitor.
"Huuuffff!"lenguh Daniel kala mengingat ini adalah malam terakhir baginya bisa memandangi Kanza seperti ini.
Daniel pun memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mengembangkan pikiran liarnya,Semua hasrat yang tercipta akibat pertemuan mereka tadi Daniel salurkan melalui pandangannya yang tertuju ke layar monitor, layar monitor menayangkan Kanza yang memakai atasan tanktop tanpa bra yang di padu dengan celana pendek se pangkal pahanya.Pemandangan seperti ini tentu saja akan membuat hasrat pria yang melihatnya naik ke ubun-ubun.Apalagi ketika Kanza berjalan,buah dadanya ikut bergoyang-goyang.
Pakaian seperti ini memang pakaian favorit bagi Kanza untuk menyongsong mimpi indahnya diatas ranjang.Sehingga Kanza mengabaikan Kamera yang terpasang di sudut atas kamar tersebut.
Setelah Daniel menuntaskan hasratnya sendiri di kamar mandi,Daniel pun segera naik keatas ranjang menemani Kanza yang tertidur di seberang sana.
__ADS_1