
Daniel menitikkan air matanya,begitu Taxi online membawa Kanza dari depan gerbang villanya.Separuh nyawanya kini terasa melayang pergi.Nyeri di ulu hati kian menghujam di hati Daniel
" Aku sangat mencintaimu,jangan meninggalkanku,"lirih Daniel
Daniel terhanyut dalam kesedihannya.Dia tidak menyadari air matanya sudah membanjiri wajahnya.
"Saya tidak bisa kehilangannya," teriak Daniel sambil berlari keluar dengan mengambil kunci mobilnya.
Dengan tergesa-gesa,Daniel mengeluarkan mobilnya dari garasi.Dan segera menginjak penuh gas pada mobilnya,setelah mobil itu melewati gerbang villa nya.
"Saya tidak akan membiarkanmu meninggalkan aku," teriak Daniel di balik kemudi mobilnya.
Daniel terus memacu laju mobilnya mengejar pergerakan maps lokasi Handphone Kanza.Tiba-tiba sebuah mobil muncul dengan dari sebuah persimpangan jalan.Daniel tidak bisa menghindari mobil tetsebut dan tabrakan pun tidak bisa terhindari.
Mobil Danel ringsek di bagian samping kiri.Daniel tercampak ke luar mobil dan tubuhnya menghantam pembatas jalan.Beruntung tidak ada mobil lain yang melintas hingga menggilas tubuhnya.
"Akkkh!Kanza ku,"ringis Daniel setelah dia menyadari kalau dia sedang mengalami kecelakaan.Bayangan Kanza yang semakin bergerak menjauhinya,membuatnya semakin putus asa.
Daniel menggerakkan tangan kanannya untuk mengambil handphone dari saku celananya
" Akkhh!"kembali Daniel meringis,karena tangannya terasa begitu sakit dan tidak bisa di gerakkan.
Daniel mencoba menggerakkan tangan kirinya dan bisa bergerak.Segera Daniel merogoh handphone nya dan menghubungi Rendy.
__________________________
Hampir dua jam Daniel menjalani operasinya.Tidak sedikitpun Kanza memalingkan penglihatannya dari wajah Daniel.Kanza merasakan ada rasa yang lain tumbuh di dalam hatinya.Rasa cemas dengan kondisi yang di alami Daniel begitu kuat di hati Kanza.Getaran halus di hati Kanza tercipta ketika Kanza memandangi wajah Daniel.Semua yang ada di tubuh Daniel sepertinya menarik perhatian Kanza.
Dengan gerakan pelan,Kanza mengusap wajah Daniel.Wajah itu terlihat lebih putih kini akibat pucat yang mendera wajah itu.Kemudian Kanza menelusuri seluruh penghuni wajah Daniel dengan sentuhan jari nya.Desir di hati Kanza kini semakin nyata.
__ADS_1
"Huuffff!" lenguh Kanza menghembuskan nafasnya yang terasa sesak mengganjal rongga dadanya.
Dokter Farhan yang sempat menangkap aksi Kanza dari sudut ekor matanya tersenyum dalam hati.
"Semoga Nona Kanza bisa menyadari besarnya cinta Tuan Daniel kepadanya," bisiknya dalam hati
Daniel di pindahkan ke ruang pemulihan terlebih dahulu sebelum akhirnya di pindahkan ke ruang perawatan.
Diluar Rendy telah menunggu dengan cemas.
"Semua baik-baik saja," ucap Dokter Farhan kepada Rendy melihat kecemasan di wajah Rendy.Seketika Rendy menghembuskan nafasnya dengan kuat.
"Saya sudah menyediakan perlengkapan untuk Nona.Makanan dan minuman juga sudah tersusun di lemari makanan.Nona bisa beristirahat,biar saya yang akan menjaga Tuan Daniel di sini.Kamar di sebelah telah di persiapkan untuk Nona beristirahat," tutur Rendy kepada Kanza .
"Saya mau menemani Mas Daniel," ucap Kanza singkat
Rendy pun terdiam tidak ingin menghalangi niat dari Kanza.
"Apa kamu kembali untukku?" tanya Daniel dengan suara lemah.
Kanza tersenyum dan menganggukkan kepalanya tidak ingin membuat Daniel merasa kecewa.
"Apakah sakit?" tanya Kanza.
"Tidak lagi,setelah aku melihatmu disini," jawab Daniel pelan.
Kanza mengusap pipi Daniel lembut.Seketika jantung Daniel berdetak hebat ketika Kanza menyentuh wajahnya.Dalam hati,Daniel bersorak meminta Kanza mengulangi perbuatannya.Namun Kanza menyadari tindakannya dan segera menarik tangannya dari pipi Daniel dengan wajah yang bersemu merah menahan malu.
"Kenapa aku melakukannya?" batin Kanza yang menyesali perbuatannya tersebut.
__ADS_1
"Aku ke kamar mandi dulu," ucap Kanza terburu-buru kepada Daniel dan segera berlari ke dalam kamar mandi untuk menenangkan hati Kanza yang merasa malu.
Daniel tersenyum melihat tingkah Kanza yang semakin menggemaskan hatinya.
Dua hari sudah Kanza menjaga Daniel di Rumah sakit.Rasa canggung selalu tercipta di hati Kanza.Kanza tidak lagi berani memandang wajah Daniel ketika berbicara kepada Daniel.Tetapi akan memandangi wajah tampan Daniel ketika tidak melihat ke pada Kanza atau ketika Daniel tertidur.
Daniel sudah semakin geram melihat tingkah malu-malu Kanza.Kalau tidak dalam posisi sedang sakit,ingin rasanya Daniel mengulum bibir gadis itu,dan mencumbuinya dengan ganas.Daniel yakin kali ini Kanza tidak akan menolak tindakannya.
Mengapa demikian?
Sebenarnya Daniel telah mendapatkan kesadarannya pagi hari tadi,tapi sentuhan di wajahnya yang dia yakini berasal dari jari Kanza,memaksanya untuk tetap menutup mata.Sentuhan dan belaian tangan Kanza menyapu seluruh wajah Daniel.Jari itu kadang berhenti di titik-titik tertentu.Ketika menyentuh alis,gerakan jari itu melambat seperti menghitung jumlah alis Daniel.Ketika berada di hidung bengir Daniel juga jari itu melambat.Jantung Daniel sebenarnya telah berdetak dengan kencang.Namun Daniel berusaha menenangkan perasaannya.Kini jari tangan Kanza tiba di bibir Daniel.Ingin sebenarnya Daniel menarik Kanza dan melahap habis bibir Kanza yang begitu dekat dengan bibirnya.Entah di sengaja atau tidak,namun Daniel bisa merasakan hembusan nafas Kanza yang begitu dekat berada persis di atas hidungnya.Dengan sekuat tenaga,Daniel menetralkan pikirannya untuk tidak berbuat sesuatu kepada Kanza.Apalagi luka di tubuh Daniel memaksanya untuk tetap Diam.Daniel tetap memejamkan matanya dengan susah payah hingga Kanza menjauh darinya.
"Apa Mas sudah merasa baikan?" tanya Kanza ke pada Daniel ketika Kanza menyuapinya makan di siang ini.
"Kamu akan meninggalkan Mas kembali,ya?" tanya Daniel dengan wajah kawatir.
"Bukan,saya tidak bermaksud meninggalkan Mas Daniel.Tunggu betul-betul sehat dulu,mungkin aku...," tutur Kanza sambil menggantung ucapannya karena belum merencanakan langkahnya ke depan.
"Aku minta maaf yang sebesar-besarnya kepada kamu,Mas tahu telah berbuat banyak kesalahan terhadap kamu,"ucap Daniel
" Kalaupun kamu tidak bisa memaafkan Mas,Mas mohon jangan pernah meninggalkan Mas,cukup hanya memandangmu saja,dan mengetahui bahwa kamu baik-baik saja,itu sudah sangat membahagiakan Mas,"lanjut Daniel.
Kanza terdiam tidak menanggapi perminta maafan Daniel.Kalau untuk dirinya ,Kanza sudah memaafkan Daniel.Tapi bagaimana dengan keluarga Lukman?.Kanza bingung untuk menanggapinya.
Daniel tertidur setelah meminum obatnya siang itu.Kesempatan seperti itu selalu di pergunakan Kanza berjalan-jalan di sekitar Rumah Sakit,sekedar untuk merenggangkan ototnya yang duduk begitu lama.Seperti saat ini,Kanza sedang menikmati angin segar di rooftop Rumah Sakit.Tidak semua orang bisa naik ke sana,Hanya orang yang di Izinkan oleh Daniel yang bisa menginjakkan kaki di sana.
Pemandangan di atas rooftop begitu memanjakan mata.Hamparan gedung-gedung tinggi terlihat berjejer dari rooftop.Taman bunga yang ada di rooftop membuat Kanza betah berlama-lama di sana,di temani dengan secangkir kopi seperti saat ini.Hingga Kanza tersadar sudah berada di sana kurang lebih satu jam lamanya.
Kanza pun segera menuruni anak tangga,dia tidak ingin membuat Daniel menelepon Rendy kembali,karena tidak menemukan dirinya di dalam ruangan Daniel.
__ADS_1
Kanza pun segera masuk ke dalam ruang rawat Daniel.Begitu pintu terbuka,Kanza melihat sorang perempuan yang mempunyai rambut panjang yang begitu indah,sedang berada di dalam ruangan Daniel dengan posisi menunduk mencium bibir Daniel.Seketika jantung Kanza berdetak dengan hebat.Lututnya serasa tidak mampu menopang tubuhnya.Kanza tertegun dengan pemandangan yang ada di depan matanya.