
Seminggu sudah Kanza merawat Daniel di villanya,tak sekalipun Daniel tidak menuruti perintah dari Kanza.Hal itu membuat luka Daniel kini telah mengering dengan baik.Daniel memesankan sebuah tempat tidur untuk Kanza.Daniel tidaklah tega melihat Kanza harus tidur di sofa.Bukan tanggung-tanggung harga ranjang yang di pesankan Daniel untuk Kanza.Bila Kanza mengetahuinya,mungkin Kanza tidak akan bersedia tidur di ranjang tersebut.
Sesuai permintaan Kanza,tempat tidur tersebut di letakkan di dekat jendela dekat balkon.Kanza sering memandangi bulan dan bintang dari kaca jendela itu dengan menyingkap tirai jendela.Hal itu membuat Kanza merasa tidur seperti di awang-awang.
Perhatian Daniel yang begitu berlebihan membuat Kanza merasa muak.Ingin rasanya Kanza segera keluar dari villa Daniel sesegera mungkin.Sebelum Kanza mengetahui bahwa Daniel adalah Pembunuh Lukman,mungkin Kanza akan merasa senang menerima perlakuan Daniel tersebut.Tapi kenyataan mengharuskan Kanza untuk membenci Daniel.
"Saya melihat luka Mas Daniel sudah membaik,dua atau tiga hari lagi aku sudah bisa meninggalkan villa Mas Daniel ini," ucap Kanza pagi ini setelah mereka menghabiskan sarapan pagi.
Daniel terpaku diam mendengar ucapan Kanza kepadanya.Rasa sakit di hatinya kini begitu menyiksanya.Kalau tidak merasa malu,Daniel ingin menitikkan air matanya.Daniel tahu kalau Kanza akan menjauhi dirinya.
"Saya harap Mas Daniel tidak lagi mengganggu hidup Kanza.Saya akan melupakan perbuatan Mas Daniel karena Mas Daniel telah mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkanku.Tapi untuk kembali bersahabat dengan Mas Daniel,maaf! aku tidak bisa melakukannya lagi," tutur Kanza panjang lebar kepada Daniel.
"Apa yang harus ku lakukan agar kamu bisa memaafkan ku?,"tanya Daniel dengan wajah yang begitu sedih.
Kanza menggelengkan kepalanya"saya tidak bisa berkata apa pun.Mungkin waktu yang akan menjawabnya," ucap Kanza.
Semenjak pembicaraan mereka pagi itu,Daniel kini terlihat selalu murung.Kini dia kembali membentak semua maid yang menurutnya salah,tidak terkecuali Rendy dan Dokter Farhan.Hanya pada Kanza,Daniel tidak menunjukkan emosinya.Akan tetapi Daniel juga tidak lagi menunjukkan seyumnya kepada Kanza.Yang terlihat hanya wajah memelas bila berhadapan dengan Kanza.
Pagi ini,Kanza bersiap untuk meninggalkan villa Daniel.Setelah memastikan Daniel telah meminum obat nya,Kanza langsung memasuki kamar mandi dan membersihkan diri.
Daniel memandangi semua pergerakan Kanza.Seperti seorang anak yang akan di tinggal Ibunya,hati Daniel begitu nelangsa dan terasa sakit.
"Kali ini,kamu akan pergi kemana?" tanya Daniel kepada Kanza yang telah selesai berkemas.
"Bukankah Mas Daniel selalu bisa melacak keberadaanku?" cecar Kanza.
Daniel pun kembali terdiam dengan ucapan Kanza yang sengaja menyinggungnya.
"Ijinkan aku mengantarkan mu," ucap Daniel.
"Tidak sudi," jawab Kanza singkat yang membuat hati Daniel semakin sedih.
__ADS_1
"Kalau begitu,biar supir saja," lanjut Daniel.
Kanza melotot kepada Daniel."Tidak usah lagi mengurusiku!"gertak Kanza.
"Saya pamit dulu,saya harap Mas Daniel menjaga kesehatan dengan baik,walau bagaimanapun hubungan kita,aku tidak suka melihat Mas Daniel sakit," ucap Kanza sambil melangkahkan kakinya keluar dari villa Daniel.
Taxi online yang di pesan Kanza ,kini membawanya ke terminal.tujuan Kanza kali ini adalah pulang ke kampung halamannya untuk melepas lelah hati yang melandanya.
Kanza berusaha menghilangkan pikirannya yang selalu tertuju kepada Daniel.Hati Kanza terkadang emosi mengingat Daniel,dan terkadang merasa berhutang dan terharu mengingat pengorbanan Daniel ke padanya.
Tidak terasa Kanza telah tiba di Stasiun.Dia segera membeli tiket bus yang menuju ke kampung halamannya.Setelah semua penumpang naik ke dalam bus,Kini bus tersebut melaju menuju Kampung halaman Kanza.
Belum satu jam bus tersebut melaju,Pesan whatshap yang masuk ke handphone Kanza begitu mengejutkan Kanza.Seluruh persendian Kanza terasa lemas.Tubuhnya kini terlihat bergetar.Kanza segera berdiri dan berteriak kepada supir bus tersebut untuk menghentikan bus tersebut.Kanza tidak memperdulikan orang-orang yang memandangnya heran karena teriakannya,hingga supir menghentikan laju bus tersebut.
Begitu bus berhenti,Kanza pun segera turun dengan cepat.
Kanza segera mencari tumpangan untuk membawanya kembali ke pusat kota Jakarta.
Jantung Kanza memompa dengan begitu cepat.Photo-photo yang dikirimkan Rendy menunjukkan keadaan Daniel yang sedang berlumuran darah di sekujur tubuhnya.
"Mengapa dia sebodoh itu?" umpat Kanza dalam hati
Setelah Kanza turun dari Taxi yang membawa Kanza ke Rumah Sakit,Kanza berlari ke dalam Rumah Sakit.Begitu Kanza ingin menanyakan keberadaan Daniel kepada petugas piket,Rendy menghampiri Kanza.
"Bagus lah Nona sudah tiba,silahkan ikut saya," ucap Rendy sambil mengarahkan Kanza untuk segera mengikutinya.
Setengan berlari Kanza mengikuti langkah Rendy yang begitu tergesa-gesa.
"Dokter,Nona Kanza sudah tiba," ucap Rendy kepada Dokter Farhan terburu-buru
Dokter Farhan langsung menginstruksikan kepada perawat untuk memberikan apron dan perlengkapan lainnya kepada Kanza.
__ADS_1
"Tuan Daniel selalu menyebut nama Nona Kanza,mungkin dia akan lebih semangat menjalani operasi nya,bila melihat ke hadiran Nona Kanza" ucap Dokter Farhan yang melihat kebingungan di wajah Kanza.
Kanza pun merasakan hatinya tercubit mendengar bahwa Daniel selalu menggumamkan namanya.
Bulu kuduk Kanza merinding begitu memasuki ruang operasi.Ini pertama kalinya Kanza masuk ke dalam ruang operasi.Sorot lampu yang diarahkan ke meja operasi menambah ke angkeran tempat itu bagi Kanza.
Daniel terbaring di atas meja operasi itu,darah telah habis di bersihkan dari tubuh Daniel oleh para perawat.Tidak lagi terlihat seperti photo yang dikirimkan Rendy kepadanya tadi.
"Kami akan melakukan operasi pengangkatan benda yang masuk ke dalam paha Daniel.juga untuk memasangkan pen pada tangan Tuan Daniel yang patah," tutur Dokter Farhan kepada Kanza.
Kanza terdiam mendengar penjelasan Dokter Farhan tersebut.
"Tidak begitu beresiko untuk nyawanya apabila dia mempunyai semangat yang kuat," lanjut Dokter Farhan.
Dokter Farhan mengarahkan Kanza untuk menyapa Daniel.
Jantung Kanza berdegup dengan kencang,tubuhnya kini bergetar melihat luka menganga di paha Daniel
Kanza memandang wajah Daniel yang sedang menutup matanya menahan rasa sakit.
"Mas Daniel,Kanza di sini," bisik Kanza pada telinga Daniel.
Perlahan Daniel membuka matanya,lama Daniel memandangi wajah Kanza.Kemudian Daniel berusaha tersenyum kepada Kanza.
Kanza meraih tangan kanan Daniel yang tidak patah.
"Mas harus menjalani operasi,ya?" pinta Kanza pelan
Daniel pun menganggukkan kepalanya.
Maka Dokterpun melakukan operasi Pada Daniel.
__ADS_1
Kanza duduk di kursi samping kepala Daniel dan terus memandangi wajah Daniel selama proses operasi berlangsung.
Ada rasa sakit di hati Kanza melihat kondisi Daniel saat ini.Apalagi rasa sakit yang di derita Daniel terakhir ini adalah demi dirinya.Entah mengapa rasa benci yang bercokol di hati Kanza sedikit menghilang.Kanza mulai membuka matanya melihat betapa besar cinta Daniel terhadap dirinya.