Mengejar Cinta Istriku Kirana

Mengejar Cinta Istriku Kirana
Keputusan


__ADS_3

Kirana melangkah masuk kerumah mewah dan besarnya dengan senyum yang tak lepas dari wajah cantik Kirana, ia begitu senang karena dia baru menang balapan mobil, dengan taruhan 1 unit mobil yang sangat ia idamkan. Kirana melangkah sangat pelan saat memasuki rumah yang besar itu, ia sangat takut ketahuan pasangan singa pemilik rumah ini.


Tap..tap...tap


Kirana berusaha sangat pelan saat melewati kamar couple singa.


"Kamu ngapain Kirana?" ucap pelan seseorang dibelakang Kirana.


"Berisik, nanti sepasang couple singa itu bangun" ujar Kirana dengan kesal tanpa melihat siapa yang bertanya pada dirinya.


"Kamu bilang apa tadi?"


"Tuli ya!" Kirana membolakan matanya saat ia melihat siapa yang bicara tadi padanya.


"Bunda kutuk ya kamu" ledek Adrian adik Kirana menirukan nada Ibundanya.


Kirana merasa jantungnya akan terlepas, saat adiknya yang super laknat itu menirukan nada suara bunda mereka. Kirana mengusap dadanya menenangkan hatinya yang masih berdegup kencang.


Kirana yang sudah dapat mengendalikan dirinya, menatap Adrian dengan sorot mata tajam, seperti siap akan menghabisi adik semata wayangnya.


"Apa, Apa, Apa?" tantang Adrian tak takut dengan sorot mata sang kakak seperti bersiap menerkam dirinya hidup-hidup.


Kirana yang sudah terlanjur kesal akan sikap adiknya, melayangkan sekali pukulan dikepala Adrian dengan sangat keras. Yang membuat si punya kepala mengaduh kesakitan. Adrian mengelus kepalanya yang sangat berharga menatap balik sang kakak.


"Wah lu ngajak ribut ya" ucap Adrian tak terima dirinya dipukul.


"Elu yang buat gue serangan jantung dengan meniru suara bunda, jadi terima akibatnya. Bye, gue mau tidur cantik" ucap Kirana seraya kembali berjalan pelan menuju istana kecilnya yaitu kamar tidur miliknya.


"Ayah, bunda!" teriak Adrian keras yang membuat Kirana memalingkan seluruh badannya menghadap Adrian dengan wajah penuh kepuasan terpatri diwajah adiknya.

__ADS_1


Kirana menutup mulut Adrian dengan uang 400 ribu. Adrian mengelengkan kepala menolak uang yang diberikan Kakaknya, karena nominalnya sangat kecil untuk uang tutup mulut.


"Karena kakakmu sangat baik hati, gue kasih 1 unit mobil gue. Asal elu harus tutup mulut, oke" ucap Kirana yang membuat Adrian berbinar-binar senang.


"Adrian yang sangat tampan ini berjanji, tak melihat seorang wanita tua yang diam-diam masuk kerumahnya" janji Adrian yang membuat Kirana harus menahan kesabaran karena menyebut dirinya Wanita tua.


Kirana memberikan kunci mobil yang sering ia gunakan untuk balapan liar kepada Adrian. Mereka berdua dengan suasana bahagia melangkah masuk kekamar masing-masing.


Kirana merasa bingung kenapa ia tak bisa melangkah jalan, ia sangat nyakin kerjaan si adik laknatnya. Ia memutar tubuhnya dengan tangan yang siap akan menghajar adiknya. Kali ini Kirana benar-benar akan serangan jantung, raja singa lah yang ada di depannya.


Dengan tega raja singa yang tak lain ayah kandungnya sendiri, menyeret Kirana dan Adrian dengan kedua tangannya menuju ruang tamu.


"Apa salah ku ayah?" tanya Adrian tak terima ikut terseret masalah yang dibuat kakak sulungnya.


"Kamu membiarkan kakakmu yang sangat nakal ini masuk kerumah ini dengan mudah" ujar Aarav ayah Kirana dan Adrian.


Aarav yang sangat kesal dengan kelakuan kedua anaknya, apalagi anak sulungnya. Kelakuannya bukan seperti wanita pada umumnya yang selalu membuat Aarav sesak nafas, karena terlalu sering balapan.


Aarav yang sudah berulang-kali menasehati dan bahkan menghancurkan semua mobil balap milik Kirana namun tak kunjung membuatnya jera. Kirana bahkan masih terus balapan mobil.


"Kalian mau ayah cepat mati ya" ucap Aarav menatap putra dan putrinya yang duduk di lantai meminta pengampunan dirinya.


"Gak" jawab mereka serempak.


"Kalo gak mau buat ayah kalian mati muda. Terutama kamu Kirana, berhenti balapan liar yang gak ada faedahnya!" ucap Aarav seraya menahan kesabaran.


"Kirana kita nikahkan saja ayah, Kirana udah sangat cukup umur membangun rumah tangganya" kata Carissa bunda Kirana dan Adrian yang datang tiba-tiba.


"Betul tuh, paksa nikah aja si cewek tomboy itu. Tapi emang pada mau sama cewek bar-bar kaya dia" timpal Adrian menatap sinis Kakaknya.

__ADS_1


"Kenapa kamu bangun sayang?" tanya Aarav menatap istrinya yang sudah duduk disampingnya.


"Kebangun, mendengar suara berisik dari mulut kalian itu" jawab Carissa dengan senyum tercetak di wajahnya.


Kirana dan Adrian menatap orang tua mereka dengan sangat kesal, mereka mesra-mesraan di waktu yang tak tepat dan didepan anak mereka.


"Dasar orang tua sok mesra" gerutu Kirana dan Adrian pelan.


"Couple old, kita anak muda dan mudi ingin tidur, jika kalian tak ada urusan dengan kami. Saya berserta pembantu yang disampingku ini ingin mengundurkan diri" ujar Kirana yang dibalas tatapan tak terima adiknya yang ia sebut pembantu.


Aarav dan Carissa menatap kembali anak mereka, yang sedang perang tatapan. Kirana dan Adrian seperti tom end jerry, selalu saja berperang setiap waktu dan hari, tak mengenal tempat mereka bertengkar.


Putra dan putri mereka membuat dirinya selaku sang ayah sangat pusing, ia merasa kasihan dengan istri tercintanya yang selalu bersama dengan kedua anak mereka.


"Ide bunda sangat berliant, jika Kirana menikah mungkin dia akan berubah, karena dia akan sibuk mengurusi suami dan anaknya, hingga lupa sama balapan mobil yang sangat tidak berfaedah itu" ucap Aarav.


"Aku menolak dengan keras" sahut Kirana kesal mendengar ucapan ayahnya, ia bangkit menuju kamar tidurnya dengan menghentakan kakinya dengan kesal karena keputusan sepihaknya couple singa itu.


Aarav dan Carissa yang melihat putri sulung mereka yang sedang marah dan ngambek akan keputusan sepihak orang tuanya.


Tapi Aarav sudah bertekat akan menikahkan putrinya, ia hanya ingin Kirana berubah menjadi gadis sesungguhnya, bukan malah menyukai hobi laki-laki dan yang membuat dirinya selalu jantungan kalau putrinya balapan mobil. Menurutnya jika Kirana menikah dia akan menghilangkan kebiasaan balapan mobil.


Kirana membanting tubuhnya ke kasur dengan sangat keras, ia merasa kesal dengan keputusan sepihak orang tuanya, ia memikirkan nasib dirinya yang tak akan bisa lagi balapan mobil dan bertemu dengan teman-temannya. Tapi jika ia menolak, pasti ayah dan bundanya akan terus mengomentari dirinya dan itu membuat kupingnya kepanasan. Ia harus memikirkan cara agar ia bisa bebas balapan mobil dan terbebas dari kekangan orang tuanya.


"Ayah serius ingin menjodohkan Kirana?" tanya Carissa menatap suami tercintanya.


"Tentu saja sayang, demi kebaikan putri kita, aku harus melakukannya" sahut Aarav seraya mencium pipi lembut dan putih istrinya.


Aarav dan Carissa melanjutkan tidur nyenyak mereka yang tertunda, akibat kedua anaknya yang selalu berbuat ulah. Adrian menatap semua orang yang pergi satu persatu menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


__ADS_2