
Kirana keluar dari kamar, melangkah menurunin tangan menuju ruang makan. Kirana membuka kulkas 2 pintu tersebut mencari makanan, ia mengambil sekotak susu dan 1 buah aple merah.
Bugh..
Kirana reflek memukul adiknya mengunakan apel yang ia keluarkan dari kulkas tadi. la sangat terkejut saat menutup pintu kulkas Adrian sudah berada disampingnya.
Kirana tak memperdulikan sang adik, ia lebih memilih melangkah menuju ruang televisi. Adrian hanya mengikuti kakaknya, dan menatap Kirana yang sedang makan apel merah itu.
Adrian menatap kakaknya begitu inteins, Kirana yang sangat terganggu dengan tatapan adik laknatnya, menatap sang adik yang duduk tepat disampingnya dengan sorot mata yang tajam dan siap akan menerkam Adrian karena telah menganggu waktu rebahan dirinya.
"Apa, apa, apa!" teriak keras Kirana dengan kaki kanan menendang paha kekar Adrian agar menjauh dari dirinya
"Kakakku yang cantik, udah nikah aja" bujuk Adrian menatap sang kakak
"Wah, elu benar-benar di ancam couple singa itu" timpal Kirana seraya memakan kembali apel merah miliknya
Adrian yang sudah menyerah membujuk kakaknya, akhirnya menganggukan kepalanya membenarkan ucapan Kirana. Adrian sudah sangat putus asa, sang kakak singanya terlalu susah dibujuk atau dirayu. Adrian hanya menerima nasib akan barang-barang kesayangan dan favorite miliknya, yang akan segera dihancurkan oleh raja singa. Adrian pun merajuk kepada kakaknya yang tak ingin mendengar saran dari pria tampan seperti dirinya.
Kirana yang melihat adiknya Adrian menganggukan kepalanya, ia sudah menduga adiknya diancam couple singa. Biasanya Adrian tak terlalu memusingkan kehidupan sehari-hari dirinya atau asmaranya. Kirana pun sudah tak fokus menonton, ia memikirkan ucapan adiknya dan couple singa. la sangat bingung harus melakukan apa, agar raja singa tak selalu menganggu hidupnya yang bebas ini. Apa ia mampu menjadi istri yang baik untuk suaminya kelak nanti.
"Couple singa itu dimana?" tanya Kirana seraya merangkul sang adik
"Pergi" sahut singkat Adrian dengan berusaha melepaskan rangkulan erat kakaknya
"Diancam apa kau adikku sayang?" tanya Kirana dengan tangan yang masih merangkul erat adiknya
"Mobil dan game ku akan dihancurkan oleh raja singa" ucap Adrian lesuh memikirkan nasib barang kesayangannya yang akan dihancurkan oleh pasangan singa
"Okay gue setuju mau nikah, asal tuh cowok nurut sama gue" kata Kirana yang membuat Adrian berbinar kesenangan akan ucap kakaknya yang begitu tiba-tiba
"Siap" teriak gembira Adrian menatap kakaknya penuh antusias
"Elu harus seleksi ketat, siapa cowok yang akan couple singa itu tunjukan" perintah Kirana yang dianggukin antusias oleh Adrian
"Kenapa elu tiba-tiba setuju nikah?" tanya Adrian yang bingung dengan pikiran tiba-tiba sang kakak sulungnya
"Gue sangat bosan dengan couple singa itu yang akan mengoceh terus sampai keinginan mereka tercapai. Dan gue hobby balapan mobil, tapi ayah sama bunda ngelarang keras terus dan gue gak mau hobby balapan gue terbengkalai begitu saja" curhat Kirana seraya memikirkan kembali mobil-mobil yang sudah dipakai bapalan liar dirusak oleh sang raja singa.
"Terus elu mau gue ngelakuin apa?" tanya Adrian menatap sang kakak dengan serius
"Cariin gue suami yang gak nuntut apapun dari gue, gampang diatur, dan yang pasti jauh beda sama mantan-mantan gue yang so posesif itu" perintah Kirana seraya mencubit pipi putih Adrian
"Sip, gue akan baca dengan seksama list perjodohan yang akan dikeluarkan oleh couple singa itu dan kalo perlu gue akan ikutin tuh cowok yang ada di list tersebut agar gue tau kalo dia emang yang terbaik buat elu" ucap Adrian penuh semangat dengan sorot mata yang membara
"Sip" balas Kirana singkat seraya mendorong tubuh kekar adiknya agar pergi dari hadapannya
"Pergi sana, jangan ganggu gue lagi" teriak Kirana yang melihat Adrian tak beranjak dari sofa yang ia dan Adrian duduki
"Mau disini" sahut Adrian tak memperdulikan kakaknya yang mengoceh mengusir dirinya
__ADS_1
"Main game sana, gue mau nonton film" teriak nyaring Kirana yang kesal dengan tingkah adik laknatnya
"Tinggal nonton film sana, gue gak bakal ganggu" sahut Adrian
"Elu masih kecil, pergi sana" usir Kirana seraya menendang paha Adrian bertubi-tubi
"Wah, mau nonton yang mantep-mantep ya lu" curiga Adrian
"Kalo iya kenapa, masalah buat lu, pergi sana" teriak keras Kirana yang sudah sangat kesal akan tingkah adiknya yang tak nurut
"Cocok deh lu nikah, suka ya nonton mantep-mantep, jadi bisa tersalurkan hasrat terpendam elu, sama suami elu nanti" kata Adrian seraya beranjak dari sofa menuju garasi untuk memandikan mobil mahal miliknya.
Kirana hanya bisa mengelus dada, ia harus sangat sabar agar disayang tuhan. Apa yang di duga sang adik lakanatnya salah besar, ia tak menonton film yang disebut adiknya mantep-mantep. la sedang menonton film setan. Ia hanya tak ingin terganggu oleh adiknya yang super usil. Kirana kembali bersantai dengan posisi nyamannya dan film seram kesukaan dirinya.
Adrian yang sedang mencuci mobil kesayangan dengan penuh cinta dan kehati-hatian. Ia melihat couple singa datang dengan mengendarai mobil yang sangat mahal milik sang raja singa. la melihat bundanya keluar dari mobil sambil membawa map yang ia sangat yakin list lelaki yang akan dijodohkan oleh kakaknya. Adrian melangkah mendekat menuju bundanya dan benar saja itu list perjodohan kakaknya.
Adrian yang ingin membuka mapnya, malah ditarik paksa map itu dari genggamanya oleh raja rumah ini. Adrian hanya pasrah mengikuti sang couple singa dari belakang. Couple singa itu memanggil kakaknya yang sedang asik bersantai ria.
"Ayah mau bicara sama kamu, Kirana" ucap Aarav tegas.
Kirana yang mendengar suara ayahnya merasa terkejut. Ia kira ayah dan bundanya akan pulang sangat lama. Kirana bagun dari pose nyamanya, ia sangat tau jika ucapan ayahnya penuh ketegasan berarti itu tandanya ayahnya sedang mode sangat serius.
"Ini list pria yang akan dijodohkan sama kamu, ayah dan bunda harap kamu menyukai salah satunya" ucap Carissa penuh lemah lembut
Kirana mengambil map tersebut dan membukanya, ia melihat berbagai macam foto lelaki beserta informasi lengkap tentang diri mereka semua. Adrian mendekat pada kakaknya, ia sangat salut dengan bundanya yang sangat terperinci. Adrian dan Kirana hanya fokus kepada list yang dibawa couple singa itu.
"Kirana, jika ada yang cocok sama kamu bilang sama ayah atau bunda ya sayang" tutur Carissa lembut seraya melangkah menuju dapur
"Iya ayahanda tersayangku yang paling kucinta dan kusayangi sepanjang masa" ucap Kirana yang malas karena selalu diingatkan akan hal itu
Aarav yang mendengar ucapan putrinya, merasa sedikit tenang. la sangat tau putrinya, walaupun semalam ia menolak. Tapi putrinya selalu melakukan hal yang terbaik untuk kedua orang tuanya.
Kirana dan Adrian masih melihat list perjodohan, Adrian sangat terkagum-kagum melihat deretan para pria yang akan menjadi calon kakak iparnya. Kirana hanya membuka-buka saja tanpa melihat dengan seksama pria yang akan menjadi calon suaminya. Adrian sangat serius melihat list pria yang akan dijodohkan dengan kakaknya. la sangat terkagum-kagum dengan couple singa yang mampu menemukan deretan pria yang ada di list tersebut.
"Ini saja" tunjuk Adrian antusias saat melihat salah satu pria yang akan menjadi calon kakak iparnya
Kirana melihat laki-laki yang ditunjuk adiknya, dilist perjodohan tertulis nama Benny, umur 35 tahun, pekerjaan ceo. Kirana mengelengkan kepala tanda tidak setuju pilihan adiknya. la tak ingin memilik pria yang pekerjaanya sebagai ceo. Menurut prediksi Kirana pria seperti itu banyak ngatur dan Kirana tipe orang yang gak suka banyak diatur.
"Kenapa?" tanya Adrian yang bingung dengan jalan pikir kakaknya
"Adikku yang paling terjelek sedunia, jika aku menikah dengan pria ceo ini, aku diharuskan menjadi wanita lemah-lembut, penurut, dan miskin" jelas Kirana yang membuat Adrian bingung
"Terus masalahnya?" tanya Adrian mengerutkan keningnya bingung
Kirana memukul kepala adiknya agar loading lebih cepat. la sangat kesal dengan sikap bodoh Adrian yang sudah sangat mengkhawatirkan.
"Dengar ya adikku terpahit, kakak mu yang sangat cantik ini, lemah-lembut atau tidak?" tanya Kirana menatap sang adik
"Tidak" sahut Adrian
__ADS_1
"Kirana yang sangat manis, imut, cantik, seksi ini, menurut mu orangnya penurut atau tidak?" tanya Kirana menatap adiknya yang super jahil
"Tidak sama sekali, hidupnya selalu membantah dan bikin susah" sahut Adrian
"Kakak mu yang bikin kangenin orang mulu, miskin atau tidak?" tanya Kirana
"Miskin" sahut Adrian dibalas tatapan tajam sang kakak
"Emang miskin kok, ini semua punya couple singa" balas Adrian tak terima ditatap tajam oleh kakak sulungnya yang sangat nakal
"Gue anaknya couple singa itu, jadi gue juga kaya raya, sudahlah gue ngomong sama elu bikin otak super cerdas gue tersumbat, gue ke kamar dulu" kata Kirana beranjak dari sofa
"Lalu ini bagaimana, nanti di omelin couple singa" teriak Adrian yang melihat kakaknya berlalu pergi meninggalkan dirinya dengan list perjodohan ini
"Elu kan udah janji yang seleksi ketat calon kakak ipar luh itu, jadi elu lah yang milih" sahut Kirana lalu melangkah pergi ke kamarnya tak memperdulikan adiknya yang kesal dengan tingkah dirinya yang sangat seksi ini
Adrian yang kesal dengan sikap acuh tak acuh kakaknya dalam masalah perjodohan ini. Jika bukan ancaman raja singa dan janji yang ia ucapkan kepada kakaknya. Ia sangat tidak sudi mencampuri hidup kakaknya yang super ribet dan penuh drama. Dengan sangat terpaksa Adrian membuka satu-persatu list, pria yang ada list semua terlalu sempurna untuk kakaknya, yang kelakuannya bukan kaya wanita tulen pada umumnya.
Adrian kembali membuka list perjodohan dengan serius, membaca biodata dengan teliti, tapi tidak ada yang sesuai keinginan kakaknya.
Adrian yang sudah sangat lelah melihat list perjodohan tersebut, ia membanting dengan kesal list tersebut kearah meja, ia lebih memilih ke dapur mencari sesuap cemilan. Ia melihat raja singa sedang asik bermain game ditablet milik ayahnya tersebut, seraya meminum secangkir teh hijau. Adrian mendekat kepada ayahnya, tapi ayahnya tak memperdulikan keberadaannya. Adrian yang kesal karena tak diperhatikan menarik paksa tablet milik raja singa tersebut.
Aarav yang sedang santai sambil bermain game, ditarik paksa tabletnya oleh anak bungsunya, menatap sang anak dengan sorot mata siap menerkam mangsanya. Adrian yang melihat hanya terkekeh gak jelas, ia lupa kalo ayahnya adalah raja singa. Adrian mengembalikan tablet yang ia tarik kepada ayahnya. Adrian sebenarnya ingin bicara kepada ayahnya, tapi raja singa sedang dalam mode menerkam, jadi demi keselamatan kaum tampan seperti dirinya Adrian Fernando ia lebih baik jinak dan diam agar selamat.
"Apa!" ucap Aarav yang melihat putra bungsunya mencuri-curi pandang kepada dirinya yang tampan macam seperti David baeckham
Adrian yang senang melihat sang ayah memperhatikan dirinya, hanya tersenyum gak jelas kepada ayahnya.
Aarav menatap putra bungsunya dengan sangat prihatin, mungkin saking kelaamaan jomblonya hingga putra bungsunya yang ada dihadapannya ini, ingin diperhatikan dan yang pasti putra bungsunya kurang belaian wanita diluar sana.
"Udah gila ya" kata Aarav yang melihat putra tek hentinya senyum-senyum kaya orang kemasukan hantu
"Enak saja, Oh ya ayahku yang tampan, kakakku Kirana ingin pria yang pekerjaanya biasa aja, ada engga?" tanya Adrian dengan raut wajah yang normal kembali, tak seperti tadi yang terkekeh tak jelas
Aarav dengan raut wajah bingung mendengar perkataan putranya biasanya perempuan diluar sana ingin pria yang ada di seperti drama, novel atau apa pun itu, tapi ini putrinya hanya ingin pria biasa. Ia menduga sang putra bungsunya berbohong, mana mungkin Kirana ingin pria biasa sedangkan Kirana mempunyai benda-benda yang harganya sangat mahal, apalagi mobil balapannya itu mampu membeli 1 unit apartement mewah, hanya untuk 1 mobil yang Kirana miliki.
"Jangan bohong sama ayah, mana mungkin Kirana ingin pria biasa aja" kata Aarav menginterogasi putranya takut Adrian berbohong
"Serius ayah" ucap Adrian meyakinkan ayahnya
Aarav yang melihat mata sang anak dengan seksama mencari kebohongan di mata Adrian.
"Terus kakak mu minta cowok seperti apa lagi?" tanya Aarav setelah melihat sorot mata putranya yang sepertinya jujur
"Yang baik, penuh sayang, dan sangat tampan" bohong Adrian, jika ia bilang semua keinginan kakaknya yang tadi mereka bicarakan, bisa di habisi ia sama ayahnya dan kakaknya jika katauan, ia dan kakaknya Kirana mencari cowok yang bisa membuat Kirana bebas bapalan mobil.
"Baiklah, bilang ke kakakmu itu, ayahmu yang sangat keren mirip bts ini, akan mencari pria idaman yang Kirana inginkan. Tunggu 1 minggu ayah akan membawanya" kata Aarav penuh semangat karena putrinya mau menikah
"Ayah, mobil dan game ku tak jadi dihancurkan" ucap Adrian hati-hati seraya mencuri-curi pandang ayahnya yang super galak itu
__ADS_1
"Bujuk saja kakakmu agar mau menikah, jika tidak ayahmu ini akan menghancurkan barang-barang jelek milikmu itu dan jika berhasil ayahmu ini akan membeli 1 barang yang kamu mau" ucap Aarav menatap sang anak yang lesuh
Adrian yang mendengar ancaman ayahnya, jika gagal membujuk kakaknya Kirana untuk menikah, barangnya akan dihancurkan. Membayangkan saja membuat Adrian mendadak lesuh memikirkan nasib barang kesayangannya. Adrian mendengar penuturan ayahnya diakhir kalimat merasa senang, jika seperti ini ia jadi lebih semangat membujuk dan memastikan kakaknya akan mau menikah. la sangat berharap kakaknya akan menikah dalam kurun waktu dekat. Ia juga sangat berharap seperti couple singa yang ingin Kirana berubah, disaat menikah ia menjadi istri dan menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya kelak. Bukan malah asik balapan mobil mulu seperti anak laki-laki saja. la juga yang anak laki-laki tak seperti kakaknya yang sangat diluar kendali.