
Adrian dan bundanya sudah menyiapkan semuanya, untuk menyambut kedatangan ayahnya beserta calon pria yang akan dikenalkan oleh Kirana. Adrian entah kenapa berdegup kencang, padahal bukan dirinya yang akan menikah melainkan kakaknya yang super naif dan nakal. Ia pun melangkah ke kamar kakaknya, untuk memastikan bahwa Kirana masih berada dikamarnya dan tidak melarikan diri atau melakukan hal aneh, yang akan membuat dirinya cepat mati oleh raja singa.
Tok...Tok...Tok
Adrian mengetuk pintu kamar Kirana dengan sangat kencang, ia sebenarnya ingin masuk saja tapi ia takut kakaknya yang belum memakai pakaian. Jadi sebagai adik yang sangat menjunjung dan menghormati para wanita. Ia lebih memilih mengetuk pintu dan berbicara dari luar kamar kakaknya.
"Mba Kirana, udah selesai belum siap-siapnya?" tanya Adrian dengan suara yang nyaring
"Belum adikku tercinta" balas Kirana dengan suara yang keras
"Elu ke bawah aja dulu, jangan ganggu anak perawan lagi dandan" teriak Kirana lagi
"Jangan kabur, awas kalo kabur gue santet online lu ya" kata Adrian memperingati Kirana agar tak melakukan hal aneh yang akan membuat dirinya habis di tangan raja singa.
"Iya bawel" sahut Kirana yang mendengar kata adiknya yang memuji dirinya yang cantik ini
Adrian sedikit merasa tenang mendengar suara kakaknya dari luar pintu kamar Kirana, ia sangat takut kakaknya kabur disaat yang penting ini. Ia pun melangkah keluar untuk membantu apa lagi yang masih kurang untuk menyambut tamu sakral itu. Ia sedari tadi melihat kearah anak tangga, untuk melihat kakaknya sudah turun atau belum.
Adrian ditarik bundanya menuju ruang tamu. Adrian dan bundanya duduk diruang tamu sambil menunggu kedatangan Aarav dan calon menantu yang akan menjadi bagian dari keluarga Fernando ini. Adriana melihat bundanya yang seperti merasa cemas akan sesuatu. Ia pun sedikit mendekat kepada bundanya.
"Apa ada sesuatu yang buat bunda cemas?" tanya Adrian yang melihat bundanya sangat gelisah seperti memikirkan sesuatu
"Bunda takut, cowok itu gak suka sama kakakmu" sahut Carissa seraya melihat jam untuk melihat kedatangan suami pada pukul berapa
"Hidup jangan dipersulit bunda, jika cowok itu gak suka sama Kirana, tinggal cari cowok yang lain, cowok bukan yang dibawa ayah doang, masih banyak cowok diluar sana yang akan menerima kakak Kirana apa adanya" kata Adrian seraya terus bermain game di gadget pintarnya
Carissa hanya mendengus kesal karena ucapan putra bungsunya yang tak mengerti akan kegelisahan hati seorang Ibu. Carissa hanya sedikit khawatir kalo cowok itu dan keluarganya akan terkejut mendengar kenakalan putri sulungnya. Dan akan berimbas kepada rusaknya citra putrinya.
Tit...Tit...Tit
Adrian dan bundanya segera bangkit dari sofa saat mendengar klakson mobil milik Aarav. Adrian berjalan sangat cepat menuju pintu masuk, ia sangat penasaran dengan pria yang ayahnya sebutkan itu. Adrian sangat shock saat mengetahui, kalo pria yang akan di nikahkan oleh kakaknya adalah lelaki tua seperti itu. Ia rasa otak ayahnya terbentur keras saat ayahnya pergi ke luar kota untuk masalah pekerjaan. Ia sangat marah besar kepada raja singa, yang sangat tega menjodohkan kakaknya dengan laki-laki tua yang hampir sama umurnya dengan ayahnya itu.
Walupun ia suka bertengkar dengan kakaknya, ia sangat ingin yang terbaik untuk kakak sulungnya yang sangat ia cintai dan sayangi sepenuh hati. Adrian dan bundanya hanya mengikuti dari belakang saat ayahnya menyuruhnya untuk masuk kedalam rumah besar mereka. Adrian melangkah mendekat kepada ayahnya dan membisikan sesuatu di telinga ayahnya.
"Ayah kau sungguh keterlaluan" bisik Adrian dengan nada yang sangat kesal dan marah saat melihat pria tua itu.
Aarav menatap putranya dengan bingung, ia lebih memilih mengacuhkan putra bungsunya. Ia mempersilahkan tamunya untuk duduk dan memakan cemilan yang sudah disediakan.
Adrian sangat kesal dengan tingkah ayahnya yang tak punya sopan santun, kepada putranya yang sedang bertanya dengan serius. Dengan kesal Adrian memukul bahu ayahnya dengan lumayan keras, melampiaskan rasa frustasinya karena perjodohan kakaknya dengan laki-laki yang lumayan tua dihadapannya. Adrian rasanya ingin meninju otak ayahnya agar kembali normal dan tak melencengkan seperti sekarang ini, ayahnya benar-benar sudah sangat keterlaluan. Adrian hanya berani menatap ayahnya dengan sangat sinis dengan raut wajah yang sangat garang.
Aarav menatap putranya dengan serius, karena ia sangat mengetahui tingkah putra dan putrinya jika sedang ngambek atau marah kepada dirinya. Tapi ia sekarang tak mengerti, kenapa putra bungsunya itu bertingkah seperti itu, mungkin efek karena menjaga kakaknya beberapa hari jadi otaknya sedikit bermasalah. Aarav hanya menitipkan putri sulungnya beberapa hari doang kepada Adrian, sudah bertingkah aneh, apalagi 1 minggu sesuai rencana awal, mungkin anaknya harus diobati di rumah sakit terdekat kali.
"Apa?" tanya Aarav berbisik kepada putranya
__ADS_1
"Kau tega menjodohkan kakakku yang sangat nakal itu, dengan laki-laki tua macam dia" bisik Adrian dengan wajah sinis menatap ayahnya
Aarav rasanya ingin memukul putra bungsunya yang begitu bodoh, jika tidak ada tamu yang sangat penting datang, sudah sangat dipastikan Adrian tak akan selamat akan dirinya ini. Apa putra bungsunya lupa, kalo dirinya yang tampan ini adalah Ayah kandung dari Kirana Aasfa Anantari Fernanda Zamira. Mana mungkin ia menjodohkan putri sulungnya dengan laki-laki tua. Ia masih sangat waras dan tidak miskin. Hingga dengan tega menjodohkan putrinya dengan laki-laki tua yang kaya raya, seperti drama dan novel yang selalu dilihat istri tercintanya itu.
"Dia ayah pria itu bodoh" balas Aarav dengan wajah garang siap akan menerkam putranya yang otaknya sangat loading lama alias lola.
Aarav yang tangannya sudah sangat gatal segera memukul kepala Adrian dengan sangat pelan. Ia sudah sangat gatal ingin menyadarkan kepada putra bungsunya yang otaknya sangat lambat.
Adrian menagarukan kepalanya yang tak gatal, ia senyum-senyum tak jelas setelah mendengar penuturan ayahnya. "Ia salah paham rupanya" batin Adrian seraya tertawa pelan
"Dimana pria itu ayah?" tanya Adrian yang melihat ke arah luar pintu yang tidak ada pria yang dijodohkan dengan kakaknya
"Oh, dia ada dibelakang kita tadi" ujar Aarav yang bingung kenapa anak dari teman sahabatnya itu tak muncul-muncul
"Mana gak sampai-sampai?" tanya Adrian bingung seraya menatap ayahnya yang juga bingung
"Maaf, tadi ada masalah di perjalanan" ucap pria tersebut dengan suara bassnya yang membuat semua orang yang berada diruang tamu melihat kearah pria tersebut
Adrian melihat pria yang datang dengan sangat tergesa-gesa. Adrian hanya bilang "Wow" atas pertemuan ia dengan pria itu. Raja singa benar-benar hebat dalam waktu tidak sampai seminggu yang seperti ayahnya janjikan, ayahnya mampu membawa pria yang ada dihadapannya.
Adrian melangkah maju ingin menyambut pria dihadapannya, tapi ia didorong keras oleh bundanya yang sangat genit. Adrian dan Aarav kesal melihat tingkah Carissa kepada pria yang baru ia temui hari ini. Aarav yang sudah sangat cemburu karena istri tercinta mengacuhkan dirinya sebagai suaminya, segera menarik istrinya agar berada di sisinya. Adrian terlalu malas dengan pasangan suami istri didepannya yang sangat sok seperti anak muda yang baru pacaran.
"Ayah kalo mesra ingat waktu dong, ada tamu disini" sindir Adrian yang dibalas tatapan tajam oleh ayahnya
"Nama kamu siapa nak?" tanya Carissa antusias seraya menatap pria tersebut dengan seksama.
"Nama saya Zaidan Brian Alvaro Assaba tante" ucap Zaidan dengan suara bassnya yang mampu membuat wanita diluar sana ingin menjerit karena pria tampan dan seksi ciptaan Tuhan itu.
"Bunda please jaga sikap doang, aku sebagai laki-laki tampan juga sangat malu dengan tingkah bunda yang genit" ujar Adrian yang mendapatkan cubitan keras oleh bundanya dipinggang, yang membuat Adrian. menjerit kesakitan
"Jangan pedulikan pria nganggur itu sayang, oh iya kenalin ini sahabat ayah namanya Daniel Assaba umurnya sama kaya ayah sayang" kata Aarav memperkenalkan kedua tamunya kepada istri tercintanya
"Oh kirain Om Daniel masih muda tapi sebaya ayah, kaget aku. Om Daniel harus kasih tau ayahku tentang cara agar awet muda macam om Daniel ini" celetuk Adrian tak merasa bersalah kepada ayahnya
Aarav sepertinya sedang diuji tingkat kesabarannya, ia harus mengingat dengan baik untuk memukul kepala anaknya yang konslet, akibat terlalu lama jomblo sepanjang masa hingga sangat menyebalkan seperti sekarang ini.
"Daniel dan Zaidan kenalin istriku yang paling cantik namanya Carissa Xaviera Ranjana " ujar Aarav yang membuat Carissa tersipu malu akan ucapan suaminya didepan tamu mereka
Adrian menyenggol lengan ayahnya, untuk memperkenalkan dirinya yang sangat tampan ini. Aarav sebenarnya sangat malas memperkenalkan putra bungsunya kepada tamunya yang sangat hebat ini, tapi melihat putranya sangat antusias ia pun dengan sangat terpaksa memperkenalkannya.
"Ini putra bungsuku namanya Adrian Ardiansyah Prasetyo Fernando dan kerjaanya selalu membuat diriku pusing" kata Aarav seraya menyindir putranya
"Putra mu sangat tampan Aarav" ujar Daniel yang membuat Adrian senang akan ucapannya
__ADS_1
"Tentu saja dia tampan ayahnya juga sangat tampan, tapi sayang hanya ketampanan ku yang mewarisinya, tidak dengan otakku yang sangat cerdas ini" sahut Aarav menatap sinis putranya
Adrian mendengus kesal akan tingkah ayahnya, seperti mempermalukan anaknya yang sangat tampan ini. Jika kedua tamu ayahnya sudah pergi, ia akan mencari berkas kelahirannya untuk membuktikan bahwa dirinya anak kandung dari couple singa yang selalu menyindir dirinya yang sangat tampan ini.
Carissa hanya mengelengkan kepalanya melihat Ayah dan anak itu, yang tak ada habisnya selalu bersilaturahim dengan cara mereka sendiri dan membuat dirinya malu karena ada tamu istimewa yang datang. Ia menatap ayah dan anak itu agar perang saraf mereka ditunda dulu sampai kedua tamu mereka pergi.
"Nak Zaidan umur kamu berapa dan kenapa Ibumu tidak datang" tanya Carissa yang tak sabaran
"Umur saya 28 tahun dan maaf tante, Ibuku ada urusan dengan kakakku hari ini jadi tidak bisa datang kemari" jawab Zaidan lembut seraya menatap penuh penyesalan kepada pasangan tersebut
"Ibumu dan kakakkmu tidak datang kemari karena tidak menyetujui perjodohan ini ya" kata Carissa
"Tentu tidak tante, mereka berdua benar-benar ada urusan. Dan kakakku atau Ibuku sangat mendukung perjodohan ini, apalagi dengan keluarga kalian yang terkenal sangat harmonis" ucap Zaidan menenangkan wanita yang masih terlihat cantik dan awet muda disaat umurnya yang tidak muda lagi
"Aku dan istriku sangat mendukung dan tidak ada unsur terpaksaan tentang perjodohan ini, jadi kalian tak perlu cemas tentang masalah apapun itu" kata Daniel meyakinkan pasangan suami istri tersebut. Zaidan menganggukan kepalanya menyetujui ucapan Papahnya.
"Kakakmu adakan dikamar dan dirumah ini Adrian?" tanya Aarav berbisik ditelingan putra bungsunya disela-sela berbincangan santai kedua tamu itu dengan istrinya cantiknya
Adrian menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan ayahnya. Aarav pun merasa tenang Kirana berada dirumah dan ia sedikit bangga kepada putra sulungnya yang menepati janji, untuk menjaga dan mengawasi kakaknya yang nakal itu.
"Zaidan kamu mengetahuikan kenapa kamu dan papahmu datang kemari" kata Carissa menatap Zaidan penuh was-was takut Zaidan datang kemari dengan sangat terpaksa atas perintah ayahnya
"Tentu saja tante, aku datang kemari karena ingin bertemu dengan calon istriku itu" kata Zaidan seraya menatap pasangan tersebut
"Nak jika kamu tidak suka dengan putriku bilang saja ya, Tante gak permasalahan kok" kata Carissa penuh lembut
"Zaidan belum lihat putri kalian yang cantik itu, pasti jika lihat akan cinta mati deh" timpal Daniel
"Iya bilang saja bro kalo gak suka sama kakak gue itu, jangan seperti didrama-drama atau novel yang ia baca, nikah karena terpaksa dan pada akhirnya bilang gak suka tapi nyentuh cewek itu dan akhirnya nyesel terus aja gitu sampai gue berubah jadi Lee Min Ho" ujar Adrian
"Tenang saja kakakmu akan terjauh dari kisah drama dan novel yang kamu baca itu, dia akan saya cintai sebagai istri dengan segenap hati saya" kata Zaidan yang membuat Aarav dan Carissa tersenyum bahagia mendengar pernyataan Zaidan
"Tante dan Om dimana calon istriku itu?" tanya Zaidan seraya menatap wajah pasangan suami istri dihadapannya secara bergantian
"Kamu itu Aarav tega sekali, lihat putraku sudah tidak sabaran ingin melihat calon istrinya. Cepat keluarkan calon mantu keluarga Assaba, aku dan Zaidan sudah sangat tidak sabar ingin melihat putri cantik kalian itu" ujar Daniel seraya terkekeh pelan
"Tentu saja akan dikeluarkan putri cantikku itu hanya untuk putramu" balas Aarav ikut terkekeh
"Pangil kakakmu itu Adrian cepat" perintah Carissa dengan sorot mata tak ingin terbantahkan.
Adrian merasa bingung dengan jalan pikir couple singa, kan ada maid kenapa harus dirinya lagi yang disuruh memanggilkan kakaknya. Ia sudah sangat lelah naik dan turun tangga menuju kamar kakaknya, sedari tadi aktifitas dirinya hanya untuk mengawasi dan menjaga kakakknya, tak bisakah couple singa itu pengertian akan dirinya yang sangat tampan berhati mulia ini, juga sangat lelah dan butuh istirahat sebentar. Jika bukan karena perintah atau lebih tepatnya ancaman ia sangat tak ingin melakukannya. Seharusnya perjanjian sudah tak berlaku karena raja singa sudah datang, dan sudah selesai dirinya terlibat dengan segala urusan kakaknya.
Ia ingin sekali protes tapi sangat takut dengan couple singa yang selalu membuat dirinya dan sang kakak tunduk akan perintah dan keinginan mereka berdua. Adrian pun segera beranjak dari kursi ingin memanggil kakakknya.
__ADS_1
Disaat ia ingin naik tangga, Adrian mengusap matanya dengan telapak tangannya, ia mematung melihat cewek yang sedang menurunin anak tangan tersebut. Adrian mengusap matanya lagi memastikan bahwa cewek dihadapannya benar-benar kakaknya Kirana Aasfa Anantari Fernanda Zamira.