Mengejar Cinta Istriku Kirana

Mengejar Cinta Istriku Kirana
Negosiasi


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, suara alarm menganggu tidur nyenyaknya, Kirana membanting alarm ke lantai yang membuat alarmnya hancur berkeping-keping. Berkali-kali suara deringan panggilan masuk di handphone miliknya yang sangat menganggu. Kirana yang kesal mengambil hadphonenya dan mengangkatnya, tanpa melihat siapa nama yang tertera dipanggilan masuk dihandphone miliknya.


"Kakakku sayang" teriak nyaring Adrian disambungan telepon yang membuat Kirana menjauhkan handphonenya dari gendang telinganya.


"Kakakku sayang ingat ya pelatihan mu dimulai dari sekarang, jadi bangunlah" ucap Adrian penuh ceria


"Hm" balas Kirana lalu mematikan sambungan teleponnya. Kirana tak memperdulikan ucapan adiknya, ia lebih memilih melanjutkan tidur nyenyaknya yang tertunda karena ulah adiknya yang selalu mengajak dirinya untuk berperang.


Ia tak peduli pelatihan apapun itu, yang ia inginkan hanyalah tidur seharian. Semalam ia sangat lelah karena menguras emosi, tenaga dan pikirannya, akibat tingkah aneh keluarganya. Kirana pun kembali tidur dengan sangat nyenyak.


Adrian duduk dikursi menunggu didepan pintu kamar kakaknya, ia sangat tak sabaran menunggu kakakknya yang tak kunjung mengetuk pintu untuk dibukakan. Adrian yang hilang kesabarannya karena menunggu sang kakak selama 1 jam, akhirnya bangkit dari kursi mengambil kunci kamar Kirana di saku celananya dan membuka pintu.


Adrian melihat kakaknya Kirana yang masih tertidur pulas. Adrian mengatur nafasnya, ia menenangkan emosi yang rasa akan keluar sebentar lagi. Gimana kakaknya dengan sangat tidak tau diri itu, membuat Adrian si pria yang tampan ini menunggu dengan sangat lama.


Adrian yang melihat ada secangkir gelas berisi air segera mengambil segelas air itu dan


Byur...byur


Ia menyiram wajah Kirana agar segara bangun dari tidurnya itu, kakakknya ini harus dibalas karena telah membuatnya menunggu lama. Kirana terbangun dengan cepat karena siraman air dinggin di wajahnya, ia melihat adik laknatnya yang melakukan, adik laknatnya sudah sering menyirami ia dengan air saat tidur. Ia akan membalas ulah adik laknatnya dengan sangat kejam dan tak berperikemanusiaan.

__ADS_1


"Cepat bangun kakakku tersayang pelatihan akan segera di mulai" ucap Adrian menatap kakaknya dengan raut wajah tak berdosa selepas menyiram wajah kakak sulungnya.


Kirana menarik nafasnya dalam-dalam, lalu mengeluarkan kembali, bukan saatnya ia berperang dengan adiknya itu. Ia harus membujuk adiknya yang super nyebelin untuk tidak melakukan perintah yang raja singa itu bilang.


"Adrian Ardiansyah Prasetyo Fernando yang paling tampan sedunia, bisakah kau tidak mengikuti perkataan dari couple singa" mohon Kirana dengan raut wajah yang dibuat seimut mungkin.


Adrian dibuat merinding dengan tingkah kakaknya yang sangat jauh dari kata imut. Ia memang sangat menyukai tipe gadis imut, tapi melihat kakaknya yang sok imut akan dirinya yang seksi ini, ia jadi enggan mencari gadis imut lagi.


"Tak bisa" tegas Adrian seraya memalingkan wajah engga menatap kakak sulungnya


"Gini deh adikku sayang, pasti couple singa melakukan pelatihan yang membuat gue menjadi istri yang baik ini, agar buat ngalihin keinginan gue untuk balapan mobil selama raja singa itu pergi kan" ucap Kirana seraya melepas spreinya yang basah.


Adrian menganggukan kepalanya akan ucapan kakaknya yang sangat benar.


Adrian menatap dengan inteins dan menyipitkan matanya tak yakin akan ucapan kakaknya, ia sangat mengenal gadis setengah laki-laki didepannya, jika lengah sedikit saja sudah dipastikan kakaknya akan kabur dari rumah. Ia sangat tak ingin mengambil segala resiko yang terjadi, karena Adrian yang tampan ini sudah berjanji sebagai seorang pria kepada ayahnya, untuk menjaga dan mengawasi kakaknya yang nakal itu.


"Kirana Aasfa Anantari Fernanda Zamira yang sangat cantik dan seksi ini berjanji tak akan keluar dari rumah untuk balapan atau bertemu teman balapan, Kirana akan selalu dirumah menjadi gadis yang baik dan patuh selama ayah pergi. Janji" ucap Kirana dengan lantang seraya mengangkat telapak tangan kanannya untuk membuat ikrar kepada adiknya yang sangat ia cintai


Adrian melihat kakaknya dari atas sampai bawah, ia melihat sorot mata kakaknya penuh serius saat Kirana mengucapkan janjinya kepada Adrian, selaku penanggung jawab selama ayahnya pergi keluar kota.

__ADS_1


Adrian sangat bimbang ingin setuju atau tidak. Jika ia setuju, tak perlu lagi ia ambil pusing dengan rencana ayahnya membuat kakaknyan jadi perempuan sesungguhnya dan dirinya bisa bermain game sepuasnya tanpa gangguan dari kakaknya.


"Okay" balas Adrian yang membuat Kirana tersenyum bahagia


Kirana sangat senang karena tak perlu melakukan hal aneh yang dilakukan couple singa.


"Tapi, elu harus ikut kelas masak sama bunda dan elu harus sok cewek banget disaat calon suami elu akan datang" perintah Adrian tegas kepada kakaknya


"Masih lama calon suami gue bakal datang" sahut Kirana


"Udah gue bilang, ayah akan bawa calon suami elu 1 minggu dan tepatnya saat ayah pulang dari kerjanya, dasar tua pikun mulu" jawab Adrian yang mendapatkan sorotan mata yang tajam dari kakaknya.


Ia sangat bodoh melupakan kata-kata adiknya yang mengatakan dirinya akan dijodohkan dalam kurungan waktu 1 minggu, ia sangat yakin jika raja singa itu akan mendapatkan cowok menarik yang ia inginkan. Ia hanya pasrah mengikuti perintah dari raja dan ratu singa rumah besar ini, tentang masalah pernikahan dirinya. Ia hanya perlu mencari pria yang tak menuntut apapun darinya, jika dirinya sudah mendapatkan pria yang ia inginkan. Bisa ia kontrol dalam rumah tangga dan dirinya bisa bebas balapan mobil, tanpa mendengar omelan sepanjang waktu oleh kedua orang tuannya.


"Saat di depan calon suami elu nanti, pastikan bersikap cewek sepenuhnya, karena kalo gak gue bakal digantung hidup-hidup sama bapak elu" kata Adrian mengingatkan sang Kakak untuk tidak melakukan hal aneh.


"Elu ini yang mati, kalo gue bakal hidup" jawab Kirana seraya masuk ke kamar mandi


"Elu juga bakal kena bocah alay, gue akan aduin semua kepada raja singa kalo elu kabur disaat ayah pergi bekerja, biar mati bareng-bareng gue sama elu" teriak Adrian agar di dengar kakaknya dikamar mandi

__ADS_1


"Pergi sana" usir Kirana yang nampak kepalanya saja dipintu kamar mandi.


Adrian melihat kakaknya menuju kamar mandi, sebelum dirinya keluar dari kamar sang kakak. Ia memeriksa segala penjuru dan isi kamar kakaknya, ia tak ingin karena dirinya memberikan kelonggaran untuk kakaknya agar tidak melakukan yang raja singa katakan. Bukan berarti Kirana bisa pergi dari rumah besar ini, ia tetap didalan rumah saja tanpa melakukan perintah yang raja singa itu katakan. Setelah selesai dan merasa tidak ada celah untuk kakaknya kabur, Adrian segera berlalu pergi dari kamar kakaknya, tapi ia tak akan lengah karena ia sangat takut kakaknya kabur, jika sampai itu terjadi ia benar-benar akan dihajar habis oleh raja singa.


__ADS_2