Mengejar Cinta Istriku Kirana

Mengejar Cinta Istriku Kirana
Rencana


__ADS_3

Sesuai perkataan ayahnya, keluarga Fernando akan mengunjungi rumah milik keluarga Assaba. Kata couple singa, mereka berkunjung untuk mengikat tali hubungan yang akan terjalin diantara kedua belah pihak supaya semakin kuat. Kirana tak memperdulikan kenapa keluarga Fernando, akan berkunjung kerumah milik calon mertuanya. Yang ia perdulikan hanya ingin membuktikan kalo calon suaminya bukan gay. Ia sudah memikirkan semalaman ini, tentang bagaimana membuktikan kalo perkataan gila adiknya sangat tidak benar.


Kirana keluar dari kamar, ia melihat adiknya yang juga keluar dari kamar. Tapi raut wajah adiknya dengan sengaja tak ingin menatap dirinya yang padahal mereka keluar secara bersamaan. Ia sudah sangat mengetahui kalo adiknya yang nyebelin itu, sedang ngambek dan marah gegara ia ikat seluruh tubuhnya tanpa melepaskannya. Kirana mengejar adiknya, lalu ia merangkul pundak adiknya dengan erat.


Adrian berusaha melepaskan rangkulan erat dari kakaknya. Ia benar-benar sangat marah karena ulah kejam kakaknya kepada adiknya yang sangat lemah ini. Ia juga malu couple singa mentertawakan dirinya saat ia masih terikat. Couple singa yang melepaskannya. Masa pria tangguh macam dirinya dihina lemah melawan wanita. Couple singa itu lupa kalo kakaknya kan setengah laki-laki.


"Ih jangan dekat-dekat nanti kena virus" ujar Adrian yang masih berusaha melepaskan dirinya dari dekapan singa betina macam kakaknya


"Adikku yang tampan, kau harus membantu kakakmu yang super cantik ini" kata Kirana


"Gak mau!" teriak Adrian


"Ini bukan pertanyaan, tapi ini pernyataan yang tak bisa dibantah. Mengerti adikku" ucap Kirana seraya mengeratkan dekapannya ke leher milik adiknya


"Siapa anda berani bicara seperti itu kepada saya" ujar Adrian


"Saya adalah pencabut nyawa milik dirimu itu" kata Kirana dengan raut wajah yang sangat menakutkan


"Bantu apa" ketus Adrian yang pada akhirnya membantu kakaknya karena merasa takut kepada kakaknya yang super kejam


"Dengar ya Adrian adik ku sayang, aku akan merayu calon kakak ipar mu itu" kata Kirana


"Intinya gue Adrian bantu apa nih?" tanya Adrian


"Kita berangkat dulu kerumah ayang beb, gue akan kasih tau disana" jawab Kirana seraya merangkul lengan adiknya untuk turun dari tangga menuju couple singa yang sudah berada diruang tamu


"Liat istriku sayang, putri kita cantik" ucap Aarav antusias saat melihat putrinya turun dari anak tangga mengunakan mantel panjang melewati selutut


"Iya ayah, putri kita sangat cantik" sahut Carissa


"Kirana kenapa kamu pakai mantel, bukan pakai dress yang cantik?" tanya Carissa yang bingung melihat pakaian putrinya.

__ADS_1


"Dressnya ada didalam mantel ini bunda" sahut Kirana


"Baiklah, sekarang kita pergi" ucap Aarav


Couple singa memasuki mobil milik mereka, sepasang suami istri itu duduk dikursi penumpang, dengan sopir yang mengendarai mobilnya. Sedangkan Kirana dan Adrian menaiki mobil milik Adrian, dengan Adrian yang menjadi supirnya. Kirana duduk disamping Adrian dengan sangat santai.


"Rencana elu apa si?" tanya Adrian yang penasaran tentang rencana gila kakaknya


"Liat aja nanti, dan elu harus bantuin gue" ucap Kirana tegas


“Hm” gumam Adrian


Keluarga Fernando pun memasuki halaman rumah kelaurga Assaba. Kirana dan Adrian terkesima dengan rumah besar dari keluarga Assaba. Kirana kira ayahnya benar-benar akan mencarikan dirinya suami yang biasa saja. Tapi ini rumah sangat besar, seperti rumah keluarga Fernando. Kirana dan Adrian pun keluar dengan elegan, ini suruhan Couple singa agar mereka berdua tak membuat ulah dengan tingkah gilanya itu yang ayahnya katakan, jadi sebagai anak mereka hanya patuh.


Keluarga Fernando disambut keluarga Assaba. Pemilik rumah, Daniel Assaba mempersilahkan calon besannya untuk masuk. Untuk pertama kalinya keluarga Fernando melihat lengkap formasi keluarga Assaba.


"Bagaimana kabar kalian semua?" tanya Daniel seraya mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu


"Kami sekeluarga baik-baik saja dan waktu kalian pulang ada masalah atau tidak diperjalanan?" tanya Aarav balik


"Oh iya, kenalin ini istriku Batari Naura rahmania dan ini Putra sulungku Calvin Hafuza Isham Assaba" ucap Daniel memperkenalkan keluarganya


"Purta sulung mu sudah menikah Daniel?" tanya Aarav


"Belum" sahut Daniel


"Kok belum si?" celetuk Adrian


"Aku masih mau jomblo, karena orang tuaku ingin segera mempunyai cucu jadi adikku lah yang menikah" kata Calvin


Aarav dan Carissa rasanya ingin menutup mulut anak bungsunya yang sangat penasaran tentang urusan masalah keluarga Assaba.

__ADS_1


"Jadi kakakku hanya penghasil anak" kata Adrian yang membuat couple singa melihat anak bungsunya dengan sorot mata tajam agar anaknya itu diam.


"Bukan seperti itu maksud kami, putra sulungku tak ingin menikah karena alasan masalah pribadinya dan karena kami sudah tua dan ingin menimang cucu jadi kita bicara kepada kedua anak kami dan yang setuju putra bungsu kami" ujar Daniel agar tak ada kesalah pahaman terjadi diantar kedua belah pihak


"Kami mengerti" kata Carissa seraya tersenyum


"Om apa boleh aku dan Adrian melihat-lihat isi rumah om yang besar ini?" tanya Kirana ditengah-tengah perbincangan keluarga kedua belah pihak


Couple singa benar-benar sangat malu dengan tingkah putri dan putranya yang sangat tak sopan dan tidak menjaga image keluarga Fernando. Nasehat Aarav tadi dirumah hanya sia-sia, kedua anaknya tetap melakukan apa yang mereka suka, tanpa memperdulikan dampak yang akan terjadi. Ia dan istrinya hanya bisa tersenyum kepada sepasang suami istri pemilik rumah ini.


"Tentu saja, silahkan sayang ini juga rumah mu" kata Naura


"Terimakasih tante" sahut Kirana


"Calvin tolong ajak mereka dua keliling rumah" perintah Daniel kepada Putra sulungnya


"Zaidan tak ada apa?" tanya Kirana seraya menatap suami istri itu bergantian


"Dia ada dikamar, sepertinya sedang berpakaian" sahut Naura


Kirana yang paham pun, bangkit bersama Adrian dari sofa melangkah mengelilingi rumah bersama kakak sulung rumah ini. Ia kira tadi Zaidan yang akan membawa dirinya keliling rumah, tapi ini kakaknya. Sepanjang perjalanan mengelilingi rumah besar ini, Kirana sedang berusaha menemukan ide untuk merencanakan aksi gilanya yang sudah ia susun dari semalam.


"Kak Calvin, kamar Zaidan dimana?" tanya Kirana yang sudah berada dilantai


"Oh itu" jawab Calvin seraya menunjukan kamar adiknya


Kirana pun mendekatkan dirinya kepada adiknya yang nyebelin itu.


"Bawah kakaknya si Zaidan pergi, gue mau ke kamar Zaidan, cepat sana" perintah Kirana berbisik ditelinga adiknya


"Mau ngapain lu masuk kamar laki-laki?" tanya Adrian balik

__ADS_1


"Nanti gue jelasin semuanya, udah turutin perintah gue saja" kata Kirana


Kirana meminta izin untuk ke toilet, Calvin pun mempersilahkan. Adrian yang diperintahkan oleh kakaknya untuk membawa kakaknya Zaidan untuk menjauh dari kamar Zaidan, karena kakaknya ingin masuk kekamar itu. Adrian meminta Calvin untuk berkeliling lagi, tapi tadi Calvin menolak karena ingin menunggu Kirana. Tapi bukan Adrian namanya dengan otak cerdas dan cerdik, hingga mampu membuat Calvin menuruti keinginannya. Ia hanya berharap kakaknya berhasil membuktikan calon kakak iparnya tidak gay.


__ADS_2