Mengejar Cinta Istriku Kirana

Mengejar Cinta Istriku Kirana
Terkejut


__ADS_3

Adrian yang mengikuti perintah kakaknya untuk menjaga pintu kamar milik Kirana dari luar, ia benar-benar sangat berharap bahwa kakaknya mendapatkan apa yang diinginkan. Jika tidak mendapat apa yang kakaknya inginkan, ia hanya takut kakaknya semakin menjadi cewek gila sentuhan akibat di tolak calon lakinya itu. Adrian benar-benar sangat kesal menunggu didepan pintu.


Sedari tadi maid sudah memberitahu kalo ia, kakaknya, dan calon kakak ipar disuruh kebawah untuk makan bersama. Gimana mau kebawah, tuh crazy couple belum keluar juga dari kamar padahal sudah lumayan lama. Karena sudah didesak sedari tadi untuk turun kebawah, Adrian pun melangkah semakin mendekat ke pintu kakaknya dan mengetuknya dengan sangat keras.


"Woy lama amat dah lu pada" teriak Adrian karena sudah saking kesalnya


Adrian dibuat sangat gemas dengan kakaknya yang tak kunjung keluar, ia sangat yakin kalo calon kakak iparnya ingin keluar, tapi dihalangi tuh sama macan yang super genit. Adrian yang sudah tak punya banyak waktu pun akhirnya mendobrak pintu dan matanya melotot sempurna. Couple itu ciuman dengan sangat hot, bagimana ia tak mengatakan hot. Kalo didepannya couple itu ciuman dengan saling menindih tubuh, yang mana kakaknya itu diatas tubuh Zaidan.


Adrian sungguh malu apa yang dilakukan kakaknya, ia melihat Zaiden hanya diam dan bingung dengan situasi itu, 100% yakin kalo kakaknya yang memaksa calon kakak iparnya itu untuk melakukan hal itu.


'Bukan kakak gue itu ' batin Adrian meyakinkan dirinya


Adrian rasanya ingin mengambil senapan laras panjang. Bukannya berhenti saling *****, tuh kakaknya malah gak berhenti-henti lumatin calon kakak iparnya. Kakaknya sungguh tak tau malu. Ia harus menyelamatkan calon kakak iparnya itu dari serangan macan betina.


"Woy Kirana berhenti bodoh!" teriak Adrian


"Tanggung lagi enak" balas Kirana seraya kembali mencium bibir calon lakinya


' Tuhkan emang gak tau diri banget kakak gue, dasar cewe bar-bar genit ' batin Adrian seraya memikirkan misi menyelamatkan Zaidan dari ratu genit


"Couple singa udah ngamuk, suruh kita turun kebawah bodoh!" teriak Adrian lagi yang sudah sangat gemas dengan tingkah memalukan kakaknya


Kirana yang mendengar couple singa pun, terpaksa menghentikan aksinya. Ia menatap adiknya dengan sorot mata tajam akibat membawa berita yang tak menyenangkan. Kirana pun bangkit dari tubuh calon suaminya dan duduk disamping Zaidan yang juga sudah bangkit. Kirana pun menatap calon suaminya itu.


"Zaidan aku ke toilet dulu ya, tungguin aku" kata Kirana seraya melangkah menuju kamar mandinya

__ADS_1


Adrian yang sudah melihat kakaknya pergi, melangkah mendekat ke calon kakak iparnya itu. Adrian menarik lengan Zaidan agar segera pergi dari kandang singa. Ia merasa bersalah kepada Zaidan karena dirinyalah yang membawa calon kakak iparnya yang baik hati ini, datang ke sarang macan betina.


"Ayok kita pergi" ucap Adrian seraya menarik paksa Zaidan


"Tapi kata Kirana kita suruh nunggu" kata Zaidan


"Gak usah didengerin tuh cewek genit" jawab Adrian


"Tapi..." ucap Zaidan tapi terpotong oleh Adrian


"Kasihan para orang tua sudah pada menunggu kita" ucap Adrian


Karena merasa tak enak telah membuat para keluarga besar menunggu, Zaidan pun berjalan keluar bersama Adrian. Menurut Zaidan, Kirana akan mengerti alasan jika ia meninggalakannya. Adrian sangat puas telah membawa calon kakak iparnya untuk keluar dari jeratan macan betina itu. Ia dan Zaidan pun melangkah menurunin anak tangga menuju ruang makan, yang mana para keluarga besar sudah menunggu mereka.


"Ada sedikit urusan" balas Zaidan


"Cie..Bilang aja habis berduan sama calon bini kan" ledek Calvin yang dianggukin oleh Zaidan


" Sabar bentar lagi elu nikah, habis itu elu kawin dan rasakanlah sensasinya. Gue yakin elu bakal ketagihan " ledek Calvin lagi


Zaidan tak terlalu menangapai perkataan kakaknya. Ia hanya diam, sebenarnya kelapa Zaidan pusing akibat dari ciuman tadi. Niatnya ingin menormalkan Kirana yang bersikap aneh dengan ciuman, malah dirinya yang merasakan sensi aneh dari ciuman tadi. Ia akan bertanya nanti kepada Adrian tentang kakaknya yaitu calon istrinya yang sering berubah-ubah moodnya.


Kirana melangkah dengan sangat kesal menurunin anak tangga, kedua laki-laki itu sangat kejam meninggalkan dirinya sendiri, tak menunggunya untuk turun bersama. Kirana melihat kedua keluarga besar sudah menunggu dirinya. Ia hanya tersenyum canggung saat mereka menatap dirinya. Apalagi tatapan ayahnya sangat tajam, akibat keterlambatan dirinya yang datang ke ruang makan. Ia menatap adiknya dengan sangat tajam, yang tersenyum mengejek kepada dirinya ini. Ia pun duduk disamping Adrian dan didepannya ada calon suaminya.


"Aunty dan om maaf ya, Kirana telat" kata Kirana dengan nada yang lembut

__ADS_1


"Tak masalah sayang" ucap Naura


"Jangan manggil kami aunty dan om dong, panggil kami papa dan mama ya" ujar Daniel yang membuat Kirana menatap couple singa meminta persetujuan dan dianggukin oleh kedua orang tuanya.


"Oke papa Daniel dan mama Naura" ucap Kirana yang membuat orang tua Zaidan tersenyum bahagia.


"Kamu juga Zaidan, panggil kami ayah dan bunda oke nak" kata Aarav yang tak mau kalah


"Tentu ayah Aarav dan bunda Carissa" sahut Zaidan yang membuat para orang tua tersenyum


"2 hari lagi acara pertungan dan 1 minggu akan ada acara pernikahan" kata Aarav


"Jadi calon pengantin baru, kalian tak usaha khawatir karena keluarga kalian akan mengatur semuanya" ucap Daniel


"Sedangkan masalah gaun pengantin biar kedua nyonya cantik itu yang akan melakukannya" sahut Calvin seraya menunjuk Naura dan Carissa


"Kalian berdua cukup membuatkan kami cucu yang cantik dan tampan yang banyak" celetuk Daniel yang membuat kedua keluarga terkekeh geli


Kirana menatap para orang tua yang sangat bahagia membicarakan persiapan pernikahan kedua keluarga besar. Kirana menatap calon lakinya yang asik makan saja, tanpa memperdulikan suara dari para orang tua yang sangat antusias. Kirana dengan ide jahilnya, menyentuh betis Zaidan dengan kakinya, hingga membuat Zaidan tersedak akibat dari tindakan calon istrinya itu. Zaidan menatap Kirana yang tersenyum didepannya. Ia hanya bisa membalas tersenyum.


Adrian melihat apa yang kakaknya lakukan itu, ia harus mengajarkan kepada calon kakak iparnya, yang sepertinya sangat tidak tau menangani kelakuan kakaknya yang sangat absurd itu.


Acara makan bersama pun berlangsung, menandakan hubungan yang baru akan terjalin diantara kedua keluarga kaya raya Assaba dan Fernando. Setelah bincang-bincang hangat dan obrolan sedikit tentang bisnis, hingga membuat mereka tak merasakan waktu cepat berlalu. Sebelum keluarga Assaba pulang, Kirana meminta nomer handphone calon suaminya, agar dirinya semakin lebih dekat dengan calon lakinya. Keluaraga Assaba pun meninggalkan perkarangan rumah keluarga Fernando.


Adrian menatap kakaknya yang memasuki kamarnya, dengan raut wajah tercetak jelas akibat bahagia telah mendapatkan apa yang kakaknya inginkan.

__ADS_1


__ADS_2