Mengejar Cinta Istriku Kirana

Mengejar Cinta Istriku Kirana
Aku Mencintaimu Karena Allah


__ADS_3

Kirana melangkah ke balkon depan kamarnya, semilir angin pantai membuat dirinya merasa tenang.


Kirana mengulas senyum tipis, dia menunggu rajanya selesai berganti pakaian.


"Sudah lama aku gak pernah merasa setenang ini" gumam Kirana dan terdengar jelas ditemukan Zaidan karena pria itu berada tepat di belakang Kirana.


"Maksudnya by?" tanya Zaidan yang sudah rapi dengan balutan kaos.


Kirana menoleh ke belakang. Ia menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum lembut.


"Gak ada maksud apa-apa By. Kirana cuman menikmati semilir angin senja disini dan itu cukup membuat aku tenang, apalagi ada pangeran disini" ucap Kirana menyentuh dagu Zaidan. Setelah itu, ia membersihkan diri.


Zaidan hanya mengedikkan bahu. Kemudian ia mengambil ponselnya dan melihat ada ratusan notif chat yang masuk.


Pria tampan itu tidak membalas semua pesan yang masuk, hanya beberapa pesan saja yang ia balas termasuk pesan dari Amel.


Amel: Zai udah sampai?


Zaidan : Udah


Selang satu menit, notifikasi dari Amel langsung masuk ke ponsel Zaidan.


Amel: Alhamdulillah, sekarang dimana langsung ke tempat kegiatan atau ada acara lain?


Zaidan hanya membaca pesan tersebut dan tidak ada niat untuk membalasnya. Karena menurut Zaidan, dirinya harus menjaga jarak dari Amel dan membiarkan Amel untuk hidup bahagia sama sepertinya yang bahagia bersama Kirana.


Setelah itu, Zaidan mengambil ipad miliknya dan menonton drama Korea yang baru saja tamat kemarin dan belum sempat ia tonton. Karena keasikan nonton, ia sampai tidak sadar kalau Kirana sudah berada di sampingnya.


"Nonton apa By?" tanya Kirana dan diacuhkan oleh Zaidan.


"By? Hey!" lanjut Kirana menyenggol lengan Zaidan yang sedang asik menonton drama.


"Hah? Kenapa by?" tanya Zaidan menghentikan aktivitasnya.


"Asik banget ya, sampai gak tau kalau aku disini" sindir Kirana kesal.


"Asik dong, nonton gadis cantik dan mapan" jawab Zaidan asal tanpa memperdulikan Kirana.


Kebetulan drama Korea yang ditonton Zaidan memiliki pemeran utama gadis yang cantik membuatnya tidak bisa berpaling dari layar Ipadnya.


Kirana menghela napas kasar dan merebut Ipad milik Zaidan.


"Ih by! Balikin gak!" ucap Zaidan kesal karena dirinya sedang asik menonton drama.


"Gak" ucap Kirana tak kalah kesal.


"Balikin! Aku lagi nonton!" lanjut Zaidan dengan tatapan sinis.


"Oh iya? Lebih penting mana, istri atau drama?" tanya Kirana menaikkan sebelah alisnya.


Lidah Zaidan kelu untuk menjawab pertanyaan Kirana. Bagaimana pun keduanya sama-sama penting baginya.

__ADS_1


"Iiih balikin!" rengek Zaidan bak anak kecil yang meminta mainan dari orang tuanya.


"Gak! Jawab dulu pertanyaan aku by, drama atau istri?" tanya Kirana serius.


"Istri" jawab Zaidan kesal. Membuat Kirana tersenyum manis padanya.


"Alhamdulillah ternyata Kirana masih lebih penting dibandingkan drama. Ini aku balikin, By" ucap Kirana tersenyum dan mengembalikan Ipad milik Zaidan.


"Kalau sama drama lebih penting Kirana. Tapi, kalau sama Lisa atau Jennie lebih penting mereka. Terus aku juga Dahyun dan Chaeyoung, jadi Kirana jangan heran kalau kamu bakal terabaikan" ucap Zaidan dengan santainya dan mengambil Ipad miliknya dari tangan Kirana.


Kirana mengerutkan dahinya. Ia tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh sang suami.


"Siapa mereka by?" tanya Kirana penasaran.


"Girlfriend aku" jawab Zaidan dengan santainya.


"Hah? Gf? Kamu udah punya istri lo, kurang apa aku? Sampai kamu punya Gf?" tanya Kirana cemburu. Ia sama sekali tidak mengenal nama-nama yang disebutkan oleh Zaidan.


"Kamu gak punya kekurangan kok, cuman gimana ya jawabnya. Au ah pusing" ucap Zaidan kembali menonton dramanya.


Kirana merebahkan dirinya disamping Zaidan. Ia kesal pada prianya karena diabaikan.


Zaidan terkekeh melihat wajah kesal Kirana. Baru kali ini, ia melihat Kirana begitu kesal. Pria itu mematikan Ipad nya dan mengelus rambut Kirana dengan lembut.


"Tenang aja by, mereka cuman temen disaat aku gabut. Kalau kamu kan temen seumur hidup mas" ucap Zaidan mengelus rambut Kirana yang lembut.


Rambut Kirana sangat lembut, bahkan mengalahkan rambut Zaidan. Ia mengusap sambil sesekali mengacak-acak rambut Kirana yang lembut.


"By, masih kesel?" tanya Zaidan memeluk Kirana yang memunggungi nya.


"By, jangan gitu ih. Aku cuman bercanda, lagian mereka juga gak bisa digapai" jelas Zaidan masih memeluk manja tubuh atletis Kirana.


Kirana menutupi badannya dan jarak antara wajahnya dengan wajah Zaidan hanya beberapa senti saja.


'Ck. Niat ingin membujuknya malah aku yang kejebak!' umpat Zaidan dalam hati. Ia tau apa yang akan terjadi selanjutnya, pasti Kirana akan kembali mencium bibirnya.


Cup.


"Kirana, gak marah kok By. Tapi, kamu harus nurut sama aku ya, kalau gak nurut, aku sita Ipad nya selama setahun!" ucap Kirana setelah mencium bibir tipis Zaidan.


"Iya" jawab Zaidan singkat.


Zaidan ingin melepaskan pelukannya, tapi dicegah oleh Kirana.


"Sebentar By" cegah Kirana memperbaiki rambut Zaidan sedikit berantakan atau pria itu akan mengeluh lagi nantinya.


"Nah, sekarang udah rapi" lanjut Kirana membiarkan Zaidan untuk melepaskan pelukannya.


Suasana dikamar mereka tenang dan tentram. Zaidan menyandarkan kepalanya di dipan ranjang, sedangkan kepala Kirana berada di paha Zaidan.


"By, boleh tolong pijat kepala aku? Agak pusing, hehe" ucap Kirana membuat Zaidan khawatir.

__ADS_1


"Pusing gimana? By demam? Aku ambil stetoskop dulu ya" ucap Zaidan dengan wajah khawatirnya.


Kirana menggeleng cepat. "Kirana cuman pusing karena kecapean By, jangan khawatir ya" ucap Kirana mengelus pipi Zaidan.


Kirana mengambil salah satu tangan Zaidan dan meletakkannya di dahi Kirana.


Zaidan langsung memijat pelan kepala Kirana hingga membuat Kirana hampir terlelap.


"By, jangan tidur ih. Bentar lagi maghrib, sholat dulu heum?" ucap Zaidan membangunkan Kirana yang hampir masuk ke alam bawah sadarnya.


"Iya by" ujar Kirana.


Kirana masih terbaring di paha Zaidan. Sepertinya ia enggan bangkit dari sana.


“By” panggil Kirana dan membawa tangan Zaidan ke dalam dekapannya.


Zaidan menatap wajah istrinya dengan tatapan lembut dan menenangkan.


"Terimakasih udah mau sabar menghadapi sikap Kirana yang dingin dan kasar, terimakasih karena kamu tetap berada disisi aku. Walaupun Kirana pernah kasar ke kamu, By" ucap Kirana menggenggam erat tangan Zaidan.


Zaidan tersenyum. "Terimakasih kembali karena kamu udah mau berubah demi aku, terimakasih karena lebih memilih aku dibandingkan Kai" ucap Zaidan dan tak terasa air mata Zaidan turun begitu saja. Sontak Kirana langsung bangkit dan menyerka air mata pangerannya.


"Mulai sekarang, aku gak mau lihat kamu nangis lagi. Ana uhibbuki fillah Zaiyang, aku mencintaimu karena Allah" ucap Kirana menyerka air mata Zaidan.


Bukan berhenti, air mata Zaidan malah semakin mengalir deras. Ia sangat terharu karena Kirana sudah benar-benar berubah. Kalimat yang selama ini Zaidan ingin dengar langsung dari mulut Kirana, akhirnya hari ini ia mendengar kalimat itu.


"Udah ih jangan nangis, kamu gak mau bales pernyataan aku tadi, By?" tanya Kirana membuat pipi Zaidan merona.


"Ana uhibbuka fillah Kirana. Aku mencintaimu karena Allah" ucap Zaidan malu.


Kirana memeluk tubuh Zaidan dengan erat, mengelus kepala Zaidan dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Oh iya aku mau nanya boleh, by ?" tanya Kirana.


"Boleh by" jawab Zaidan tersenyum.


"Dulu waktu sekolah, kamu suka pelajaran apa By?" tanya Kirana penasaran dengan prestasi suaminya.


"Kimia dan biologi" jawab Zaidan dengan tersenyum.


"Oh iya? Berarti tau tentang sistem reproduksi kan?" tanya Kirana dengan pertanyaan menggoda.


"Tau, kenapa?" Zaidan berbalik tanya pada Kirana. Ia tidak mengerti mengapa Kirana tiba-tiba bertanya tentang pelajaran favoritnya.


"Coba ceritakan sama aku bagaimana sistem reproduksi manusia, Kirana udah agak lupa" ucap Kirana menahan tawa.


"Ih! Jangan pura-pura lupa ya" ucap Zaidan kesal.


"Lho emang beneran lupa By. Tadi Adrian tanya sama Kirana, tapi aku lupa" ucap Kirana seolah-olah tidak ingat sama sekali.


"Jangan pura-pura lupa deh" lanjut Zaidan kesal.

__ADS_1


"Kirana beneran lupa loh By. Yaudah kalau kamu gak mau ceritakan, gimana kalau langsung praktek aja, By?" goda Kirana membuat Zaidan berdecak kesal.


"Diam berarti iya. Kirana tunggu janjinya ya, By. Ba'da isya okey" putus Kirana secara sepihak.


__ADS_2