
"Besok disaat kita bertunangan Tuan Zaidan" kata Kirana lalu beranjak masuk ke rumahnya
Zaidan hanya mendengus kesal, ia tadi ditampar giliran minta cium gak boleh. Zaidan pulang pun melajukan mobilnya
Kirana memasuki kamarnya, ia sedikit merenung. Besok tunangannya dan beberapa hari lagi ia akan segera menikah. Kirana bertanya-tanya dalam hati, apa ia mampu menjadi istri dan menantu yang baik dan juga apa dirinya mampu menghadapi konflik rumah tangga. Tanpa sadar Kirana tertidur nyenyak saking kelelahan mencoba banyak gaun.
Hari Pertunangan pun datang, Kirana bersolek diri. Ia menatap cermin dengan perasaan aneh karena ia akan menjadi bagian keluarga orang lain. Ia melangkah dengan mantap saat Adrian memanggilnya karena waktunya telah tiba. Kirana melihat para kerabat terdekat telah memenuhi ruang tamu milik keluarga Fernando. Dan calon keluarga yang barunya pun telah datang bersama calon lakinya itu. Kirana berdiri tepat disamping Zaidan dengan para nyonya besar yang di samping ia dan Zaidan.
"Para hadirin sekalian, perkenalkan calon besanku Daniel Assaba dan Batari Naura Rahmania" kata Aarav mengunakan microfon memberitahu semua para tamu yang datang pada hari ini
"Dan menantuku Zaidan Brian Alvaro Assaba" ucap Aarav yang membuat semua pasang
mata menatap Zaidan saking penasaran siapa calon menantu dari keluarga Fernando.
"Baiklah acara pertunangan akan dimulai" timpal Aarav yang membuat Adrian bersiap-siap untuk menjadi pembawa acara dan para nyonya besar lah yang membawa sepasang cincin putih sederhana yang cantik dan berkilau karena permata kecilnya.
"Untuk kedua pasangan, silahkan saling menukar cincin" ucap Adrian sebagai MC acara
Tanpa mereka sadari ada seorang wanita yang mengamati mereka dari jarak jauh, dengan sorot mata akan penyesalan dengan raut wajah dingin yang ia tunjukan.
"Semakin diperhatikan, semakin tertarik aku padamu, Zaidan" ucap Wanita itu sambil melihat pasangan itu mempertaruhkan cincin
Zaidan pun tersenyum karena telah mengikat hubungan dengan Kirana. Ia menatap Kirana sekilas, Zaidan mulai menyukai calon istrinya itu. Walupun pertemuan pertamanya Kirana terkesan imut dan sekarang Kirana sering marah-marah. Ia tak permasalahkan berarti itu tandanya Kirana tidak bermuka dua, bukan seperti para puluhan wanita yang mengejar dirinya dengan make up tebal macam badut.
Kirana meminta izin ke papa dan Zaidan untuk ke kamar dahulu, karena ia ingin merapikan make upnya yang sedikit rusak. Ia melangkah menaiki anak tangga dan tiba-tiba tubuh Kirana ditarik paksa oleh seseorang, Kirana yang ingin berteriak tapi tertahan karena mulutnya sudah ditutup mengunakan telapak tangan orang itu.
__ADS_1
Rasanya Kirana ingin membunuh Adrian karena telah membuat jantungnya seakan berhenti. Ia kira dirinya diculik bahkan sebelum ia menikah. Kirana menatap Adrian yang sedikit terkejut dan was-was melihat orang disekitarnya.
"Kirana, mantan mu yang sangat banyak itu datang ke acara pertunangan ini" kata Adrian
"Lalu kenapa?" tanya Kirana yang merasa bingung dengan kekhawatiran adiknya itu
"Seperti di novel dan film, mereka akan mengagalkan acara pernikahan mu itu" kata Adrian yang penuh khawatir
Tung... tung
Kirana memukul kepala Adrian agar adiknya itu akalnya kembali. Ia sangat tak habis pikir dengan jalan pikir adiknya yang tingkat kebodohannya sangat mengkhawatirkan.
"Gak usah bicara omong kosong, mereka gak akan berani macam-macam" ucap Kirana seraya menatap adiknya itu
Kirana lebih memilih melangkah memasuki kamarnya, dari pada menanggapi perkataan omong kosong yang adiknya itu katakan. Kirana merapikan kembali make upnya yang sedikit berantakan. Sebenarnya Kirana kembali ke kamarnya karena ia dibawah sangat berisik oleh percakapan binis para tetua itu.
"Kirana" panggil orang itu, yang untuk kedua kalinya Kirana merasa jantungan
"Zaidan bikin kaget aja tau gak si!" ucap Kirana dengan marah seraya menormalkan kembali degup jantungnya.
"Kok marah si?" tanya Zaidan yang tiba-tiba dimarahin saat datang ke kamar milik calon istrinya itu
"Sudahlah, kamu ngapain disini bukan sambut para tamu" ujar Kirana menatap calon lakinya itu yang sedang asik melihat bingkai foto ia masih kecil
"Lagian ada para orang tua ini" sahut Zaidan seraya melangkah ke kasur milik calon istrinya itu.
__ADS_1
Kirana terlalu sangat malas berbicara dengan calon sumainya itu, yang kelakuannya hampir sama kaya adiknya, pria tampan dan seksi tapi berhati hello kity, sepeti Adrian dan Zaidan sangat cocok dengan julukan itu.
Kirana tiba-tiba terdiam karena nalurinya berkata, ada seseorang yang mengintip dari celah pintu kamarnya yang sedikit terbuka akibat Zaidan masuk tak ditutup kembali. Kirana menatap Zaidan, ia sudah sangat yakin kalo calon lakinya itu pasti sangat tidak tau kalo ada seseorang yang mengawasi mereka.
Kirana melangkah mendekati Zaidan yang sesak terduduk diranjang miliknya ini. Ia duduk disamping Zaidan seraya menatap mata indah milik calon suaminya.
"Aku akan menepati janji ku kemarin Zaidan, jadi belajar menikmati ciuman ini" bisik Kirana lalu segera menempelkan bibirnya ke bibir lembut milik Zaidan
Naluri laki-laki Zaidan keluar, ia balas ******* bibir Kirana seraya memeluk pinggang ramping milik calon istrinya itu. Zaidan dengan mata terpejam hanya menikmati ciuman lembut yang ia rasakan kembali.
Mata Kirana sedikit menyipit seraya masih berciuman lembut yang mana calon lakinya itu sudah mulai terbiasa akan ciuman buktinya ia membalas ciuman hot ini. Bukan saatnya ia memikirkan itu, ia melihat dengan mata yang dibuat sipit saat orang yang dibaling celah pintu itu sudah pergi berlalu dan meninggalkan dirinya yang masih asik berciuman.
"Menantu ku sayan...." kata Daniel terhenti saat ia membuka pintu dengan pelan, ia sedikit terkejut saat putranya untuk pertama kali berciuman. Daniel sangat bersyukur kalo dugaan Zaidan gay karena tak punya pacar terjawab sudah, saat ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Zaidan mencium bibir calon istrinya dengan lumayan ganas.
"Maaf ya pria tua ini menganggu kemesraan kalian" ujar Daniel dengan senyum gelinya yang ia tunjukan
Zaidan dan Kirana pun melepaskan cium itu dengan suasana canggung akibat mendadak Daniel.
"Bukan 1 minggu lagi, dimajukan jadi 3 hari lagi. Pria tua ini takut kalian kebablasan jadi kita percepat saja" ujar Daniel seraya melangkah keluar dengan raut wajah terkekeh
Zaidan dan Kirana hanya bisa pasrah mengikuti perintah pria keriput itu. Kirana masih bertanya-tanya didalam pikiranya.
' Apa itu mantan kesekian gue yang datang hanya ingin menghancurkan pertunangan dan pernikahan gue. Ish, gara-gara ucapan si Adrian gue jadi parno sendiri ' batin Kirana
"Kamu nolak?" tanya Zaidan yang melihat Kirana melamum saja
__ADS_1
"Tidaklah" sahut Kirana seraya tersenyum
"Ayo kita ke bawah" ajak Zaidan seraya melangkah menuruni anak tangga bersama calon istrinya itu. Kirana dengan mata elangnya ia mencari-cari ditengah kerumunan orang banyak, siapa orang yang mengawasi ia dan Zaidan.